TAENY

Tittle : TAENY

Athor : Baby

Cast : Taeny

Genre : –

Ini gue bikin krna kngen bnget m Taeny. Njirrr..  Makin lama makin langka aje moment mereka 😒

Brakkk
Taeyeon terlonjak kaget saat pintu ruangannya terbuka secara keras. Gadis berwajah rupawan itu menemukan gadis lainnya yang berjalan anggun kearah meja. Ia mengikuti arah jalan gadis itu. lenggok tubuh ramping menghantui pikiran byunnya. Tentu saja dress coklat selutut dan heels menggema yang menampakkan kaki jenjang yang begitu mulus. Rambut coklat yang tergerai itu juga cukup berbahaya karena memperlihatkan leher bagian kanannya. Itu.. sangat mengggoda.

Taeyeon menggelengkan kepala dan menarik nafas kasar.

β€˜Jangan tergoda Kim. Dia iblis..tapi bagaimana ini..dia sangat seksi >,< ’

 

β€œ ppany.. kau bisa merusak pintuku jika kamu masuk seperti itu” ujarnya pada Tiffany yang kini mengambil posisi duduk pada pangkuannya. Secara naluri Taeyeon meletakkan tangannya memeluk pinggang ramping itu. lihat, Baru beberapa detik yang lalu ia merasa kesal dengan perlakuan Tiffany, dan sekarang ia menyukai posisi dimana gadis bewajah cantik tengah memainkan kerah baju kerjanya.

β€œ kau lebih mementingkan pintumu nona Kim?” Tiffany berbisik tepat didepan bibirnya. Mengantarkan Taeyeon menggeram kecil merasakan getaran aneh napas harum mint itu. tidak mengambil pikiran terlalu jauh, ia menarik bahu gadis lainnya dan mengunci bibir manis itu dengan miliknya. Selalu seperti ini, kenapa ia merasakan candu untuk merasakan sepasang bibir menggoda milik Tiffany? Terutama dari semua yang gadis ini punya. Ia menyukai- tidak.. ia mencintainya. Ia tersenyum disela bibir mereka.

 

Baru beberapa detik lamanya dan Tiffany menyadari bahwa gadis lainnya tengah menyeringai dengan kemenangan. Oh tidak, ia tak akan membiarkan Taeyeon mengambil dirinya kali ini. Tiffany menarik diri dari pagutan keduanya dan menatap tajam gadis yang lebih mungil.

β€œ siapa yang menyuruhmu menciumku?” ia menatapnya dengan tajam.
Kali ini Taeyeon mengerang frustasi. Tidak bisakah Tiffany membiarkan menikmati bibirnya dulu? Ini sangat gawat karena nafsunya sudah tidak bisa dibendung lagi.

β€œ oh ayolah.. mencium kekasihku sendiri apa harus meminta izin dulu?” Taeyeon menarik Tiffany kembali untuk mempertemukan bibir keduanya. Tapi kali ini Tiffany lebih gesit menjadikan tangannya sebagai penghalang, Membuat Taeyeon mengerutkan keningnya tidak suka.

β€œ no.. aku sedang ingin berbicara serius sekarang Kim” Tiffany kembali melempar glarenya. Meskipun tidak semenyeramkan death glare milik sahabat esnya, Jessica Jung.. tapi cukup untuk membuat Taeyeon beberapa kali mengalah dan mengikuti perkataannya, sedikit memaksa.
Taeyeon berdecih kesal.

β€œ bisa tunda dulu? Aku sangat menginginkan bibirmu sekarang”

β€œ tidak..”

β€œ fine.. katakan sekarang. cepatlah” Taeyeon meluruhkan bahunya yang menegang. Kenapa bisa ia memiliki kekasih seperti ini. Tiffany sangat cantik, sexy, tubuh indah idaman semua wanita, dan lebih.. ia sangat agresif. sialnya Taeyeon sangat menyukai semua hal itu. ia menggilai tubuh hot gadis yang masih nyaman dipangkuannya. Tersenyum dengan sangat manis. Oke, bahkan eyes smile ini adalah yang terbaik yang pernah ia temui. Diluar dari semua kesempurnaan itu, dia memilikinya. Tiffany miliknya..

 

β€œ Taetae..” Tiffany memanggilnya dan menarik Taeyeon kembali untuk duduk lebih lurus dan menatap langsung matanya. Ia sangat menyukai bola mata kebiruan Taeyeon. Rahang kuat dan terpahat begitu sempurna. Rambut pirang dan hidung mancung yang mungil. Jangan lupakan bibir tipis berwarna pink! Ia sangat menyukai pink dan Taeyeon benar-benar sempurna dengan warna itu.

Taeyeon juga sudah sukses diumur belianya. Perusahaan yang mengambil nama besar di Asia. Satu yang kurang darinya, ia pendek. Tapi tidak, itu sangat cute. Oh.. please kau harus ingat bahwa gadis itu sangat mesum. Ia juga menyebalkan dan suka memaksa, arrogant, tidak romantic, dan ia keras kepala. Sejujurnya sifat gadis itu lebih banyak hal yang buruk. Tapi anehnya, ia sangat menyukai dan mencintai Taeyeon. Mungkin karena sikap gentle dan lembutnya? Atau karena Taeyeon sangat hebat untuk memanjakannya dengan kekayaan dan belanja?
Entahlah..

Unfortunately.. karena tubuhnya adalah sasaran bagi bibir dan tangan jahanam Taeyeon setiap waktu. Tidak juga, ia menyukai sisi dimana Taeyeon selalu menjamahnya. Anggap saja ini adalah nilai plus untuk gadis mesum itu. tidak ada yang bisa membuatnya merasa lebih rileks kecuali pelukan gadis mungil. Atau dilain waktu ia akan mendesah dengan lebih keras saat sentuhan itu merajainya.

Yah, satu-satunya orang yang berani meneriakinya hanya gadis ini. Gadis yang dengan lantang mengatakan bahwa Tiffany hanya boleh tidur dengannya didepan mantan Tiffany beberapa waktu yang lalu. Atau gadis yang tidak tahu malu untuk meremas boobsnya didepan umum dan mengatakan hal vulgar dengan santai.

Hey.. apanya yang baik dari gadis ini? Sebagian besar dari dirinya adalah nafsu dan gairah tinggi yang sulit dihentikan. Mungkin otaknya memang sudah disetting untuk mengingat ranjang dan desahan saja. Karena setiap mereka hanya berdua, entah untuk suasana biasa, santai, tegang, dan tengah marah sekalipun.. Taeyeon akan berakhir membawanya dibalik selimut.

Terkadang atau memang sering, pikiran Tiffany selalu mengajukan pertanyaan β€˜ sebenarnya Taeyeon mencintainya atau mencintai tubuhnya?’. Taeyeon boleh saja marah, tapi gadis pendek itu tak akan pernah bisa berhenti atau menolak untuk menjamah tubuhnya. Sial memang.. ia terjebak untuk mencintai gadis mungil itu lebih dalam.

 

β€œoh ayolah.. apa yang kau pikirkan fany-ah.. Katakan cepat dan ini akan berakhir. Atau jika tidak ada yang ingin kau katakan kita bisa pindah diatas sofa dan bercinta. Aku juga sedang tidak sibuk sekarang” Taeyeon mengerutkan keningnya dan menatap Tiffany yang mengatakan akan berbicara hal serius tapi yang dilakukannya hanya duduk dan melamun menatap wajahnya.

Yah.. ia tahu dirinya sangat mempesona, dan Tiffany tidak salah jika bersanding dengannya. Lihat jejeran pria dan wanita yang patah hati dengan hubungan mereka. Atau banyaknya angka persentase dari berita tentang dattingnya dengan gadis ini. Sejujurnya bukan hanya Karena nama Tiffany Hwang sebagai model dan aktris yang tengah naik daun sekarang, namun juga Karena dirinya sendiri sering dan mungkin selalu menjadi perbincangan hangat media.

Hohoho.. bolehkah Taeyeon sedikit menyombongkan dirinya? Ia bukanlah selebriti.. tapi wajahnya muncul dilayar kaca. Menjadi objek yang dikejar wartawan. Atau bahkan ia harus mempertanyakan dengan sekumpulan orang yang mengatakan dirinya sebagai idola dan panutan.
β€˜Oh betapa beruntungnaya dirimu Tiffany..’ batinnya.
β€œ ayo bercinta sekarang..”

β€œ di mimpimu Kim. Tidak ada making love untuk beberapa waktu yang akan datang..” Tiffany menyadarkan Taeyeon yang sudah tersenyum dengan wajah bodohnya. Itu mengerikan, kau tahu..

β€œ what?!” Taeyeon berteriak dan menatap wajah serius Tiffany. gadis itu masih dengan wajah datar dan berdiri dari pangkuannya. Berjalan menuju sofa panjang yang berada ditengah ruangan.

 

β€œ yayaya~.. katakan apa itu barusan? Kau tengah mempermainkanku?” Taeyeon mengikutinya dan mengambil tempat disamping Tiffany. tidak ada ML untuk beberapa waktu? Terlebih ia tidak mengatakan seberapa lama itu. Apa Tiffany akan pergi kesuatu tempat untuk pemotretan atau syuting film? Jika benar, itu akan sangat gawat. Ia tidak berada pada waktu yang tepat untuk bisa meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Tiffany.

Apa ia harus berakhir seperti enam bulan lalu? Saat Tiffany harus ke LA selama tiga hari dan ia mengalami sex frustation karena tidak bisa memuaskan birahinya sendiri. ia tidak terlalu rendah untuk menyewa wanita club atau mengambil acak beberapa yang menggodanya. Gilanya.. ia hanya menyukai tubuh atau desahan Tiffany. ia hanya menafsui gadis itu..dan kau bisa membayangkan, tiga hari terbayar dengan Tiffany mengkeret dibawahnya seharian penuh tanpa berpindah dari atas ranjang. 24 jam bukan waktu singkat dan sedikit kau tahu..

 

β€œ aku tidak tengah mempermainkanmu. Dengar.. kita memang tidak bisa dan tidak boleh melakukan hal ’itu’. setidaknya untuk waktu tiga atau empat bulan” ujar Tiffany menatapnya. Kali ini Taeyeon langsung membelakkan matanya.

β€œ yak! Apa kau gila? Kau mau membunuhku? Tiga hari saja sudah cukup membuatku hampir mati. Dan kau tidak akan melayaniku selama tiga bulan?!! Yak! Tiffany Hwang!!” Taeyeon berteriak diantara nafasnya kasar dan urat nadi dilehernya kembali menegang.

β€œ yak!! Kim Taeyeon!! Kenapa kau meneriakiku. Kau dan nafsumu benar-benar..” Tiffany balas meneriakinya dan berakhir dengan menggelengkan kepala. Heran..

β€œ bagaimana aku tidak berteriak. Ini bencana!!” Taeyeon menggelengkan kepalanya lebih keras. Tidak.. apa yang akan terjadi pada dirinya untuk waktu yang akan datang?

β€œ aish.. berhenti memikirkan nafsumu Taeyeon! Pikirkan juga calon bayimu!” Tiffany bergerak cepat untuk berdiri dan mengetuk kepala gadis yang duduk ditangan sofa dengan keras.

β€œ yak!! Kenapa kau meng- tunggu.. bayi? Apa- Fany-ah..”

 

Tiffany kini tersenyum manis dan menarik tangan Taeyeon menyentuh perutnya yang masih rata. Memberikan tatapan lembut pada gadis berambut pirang yang mengerjapkan matanya dengan cepat. Memproses kejadian dengan sedikit lama. Hey.. kalian selalu mengatakan bahwa Tiffany adalah gadis lamban dan polos. Lihat gadis ini yang menatap pada tangannya diatas perut Tiffany dengan wajah bodoh. Dia lebih parah dari perkiraan kalian.

β€œ can you give the baby, your attention’s Daddy?.. he/she will born in the 8 month’s later.. it’s complete now” ujar Tiffany tidak membantu untuk menyadarkan wajah stupid gadisnya. Sejujurnya ini menyebalkan. Tidakkah Taeyeon bereaksi sama dengannya saat pagi tadi di ruang pemeriksaan? Ia melonjak dan tertawa dengan bahagia sampai ingin menangis. Tapi gadis yang takdir katakan sebagai calon ayah dari anak yang dikandungnya tidak bereaksi seperti itu. ini benar-benar bukan kejutan yang bagus..

 

Tiffany mempout bibirnya dan melepas tangan mungil Taeyeon dari perutnya dengan kesal.

β€œ kau tidak terlihat bahagia” ujarnya menatap Taeyeon dengan datar.

β€œ u-uh.. oh? A-apa?” Taeyeon mengerjapkan matanya. Kembali kedunia nyata setelah tenggelam diantara delusi dan bayangan serta mimpi. Ia terlalu terombang-ambing diantara rasa yang datang tiba-tiba (berlebihan). Mengerikan.. ia bahkan tidak bisa memilah apa perasaan yang menyelubunginya sekarang. Namun satu yang pasti..

 

β€œ percuma saja aku langsung menemuimu. Cih.. selamat bekerja Kim taeyeon” Tiffany berbalik dan mengambil tas Gucci-nya yang berada diatas meja kerja Taeyeon. Mengabaikan keberadaan gadis pendek yang sudah berdiri dibelakanganya.
β€œ kau mau kemana?”
β€œ pulang”

 

Taeyeon mengerutkan keningnya. Menarik lembut tangan Tiffany menghadapnya.

β€œ pulang? Kita belum selesai bicara” Taeyeon menatap bola mata kecoklatan itu dengan lembut. Satu yang pasti.. ia menyukai segalanya. Rambut coklat, hidung mancung dan mata indahnya. Juga untuk bibir tipis dan manis yang membuatnya kecanduan. Ia tak perlu mengatakan bahwa tubuh indah Tiffany adalah satu hal yang menggoda imannya, jika saja ia punya iman.

 

Sejujurnya Ia hanya memelihara nafsu dan gairah untuk gadis ini. humm.. yah.. cinta dan kasih sayang juga. Tapi lebih banyak uang, Tiffany gadis high class yang suka belanja.dan Taeyeon dengan bodohnya tidak mempermasalahkan sifat gila harta Tiffany. baginya, seseorang yang mengatakan wanita sebagai orang matre, itu karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk memberikan apa yang wanita inginkan. Berbanding terbalik dengannya. ia lebih dari kata cukup untuk memenuhi segala kegilaan Tiffany. Dan menurutnya, itu wajar.

Lagipula Tiffany sudah banyak memberikan kepuasan untuknya. Jika berbicara tentang uang, Taeyeon bukanlah tipe yang suka mengungkit hal kecil. Uang bukanlah segalanya dalam hidup Taeyeon. Ia sudah tumbuh dari koper berisi milyaran dollar dan kartu kredit lebih dari satu sejak sekolah dasar. Apa salahnya berbagi dengan Tiffany sekarang?

 

β€œ kau bilang ingin lebih cepat berbicara. Sekarang kita sudah selesai dan kau bisa kembali ke dokumen sialanmu itu” Tiffany menyentak tangan Taeyeon dan mengambil hadphonenya yang bordering. Ia menatap pada nama yang tertera disana.

β€œaish.. aku berubah pikiran. Jadi ayo bicara lebih lama. Aku ingin tahu semuanya..” Taeyeon menatap Tiffany dan handphon berisik yang berbunyi untuk kedua kalinya.

β€œ tidak ada yang harus aku katakan lagi. Aku hamil anakmu.. sudah. Dan kau bahkan tidak terlihat senang mengetahui hal ini” Tiffany kembali mematikan telponnya.

 

β€œ tidak tidak, kau salah. Aku hanya shock kau tahu. Tapi.. aku sangat bahagia. Tidak ada kata yang bahkan bisa menggambarkan perasaanku sekarang..” senyum Taeyeon dengan lebar. Benar.. ia terlalu merasakan ribuan kupu-kupu menyerang perutnya dan membuatnya mual. Bukan karena ia merasa tidak enak. Jujur, mual kali ini sangat ia sukai.

β€œ benarkah?” Tiffany menatap gadis bermarga Kim itu menyelidik.

β€œ tentu. Jadi kemarikan handphone berisik itu dan ayo bicara serius” Taeyeon mengulurkan tangannya meminta Tiffany menyerahkan handphonenya.

β€œ untuk apa kau meminta handphoneku?” Tiffany menatap bingung. Apa gadis itu sudah jatuh miskin dan berniat menjual handphonenya sebagai mahar perkawinan? Oh Tidak..

 

Taeyeon menghela napasnya.
β€œ aku akan membuangnya. Itu benar-benar mengganggu” ujar Taeyeon sinis.

Tiffany tentu saja menolak. Ia tak akan membiarkan nasib smartphone putihnya sama dengan dua handphonenya yang lalu. Taeyeon tidak segan membanting dan membuang benda persegi kecil itu keluar jendela. Menurutnya, handphone Tiffany adalah musuh terbesarnya selain dari celana dalam. Kedua benda itu selalu mengganngu acara making lovenya dengan Tiffany. ia bahkan mendeklarasikan perang pada pembuat celana dalam dan seluruh pencetus ide konyol adanya kain segitiga tak berdosa itu.

 

β€œ no!! kau sudah membuatku susah mendapatkan banyak kontak dan mensavenya sampai tanganku rasanya akan berubah kriting karena mengetik. Jadi berhenti menarik handphoneku dasar cebol!!” Tiffany berteriak kesal pada Taeyeon yang sudah menarik smartphone yang tengah dipeluknya. Ia tak mau berpisah dengan benda ini.. ia akan mempertahankannya walau nyawa taruhannya. Oke ini terdengar berlebihan..

β€œ Tidak!! Berikan sekarang!! Dan berhenti mengataiku cebol atau kau akan menyesal” Taeyeon kembali naik pitam saat handphone itu kembali berdering. Sial..kenapa mereka malah harus saling memperebutkan satu biji benda kecil itu.

β€˜β€™ akhh.. no!!” Tiffany melepaskan dirinya dan berlari menjauh.

β€œ yak!!”
Dan yah.. aku bisa melihat Tom and Jerry tengan tayang secara live sekarang -_-β€œ

 

Taeyeon dan Tiffany berlarian mengitari ruangan Taeyeon yang luas.

β€œ yak!! Jangan berlari Tiffany. berhenti sekarang..”
Aneh memang.. karena dirinya juga tetap mengejar Tiffany dengan cepat. Seharusnya ia berhenti dan meminta Tiffany juga untuk duduk dan berbicara. Tapi memang kedua otak mereka tak bisa saling singkron,jadi abaikan saja jika kalian kesal dengan sifat keduanya.

β€œ tidak akan..weeekkk..” tiffany memeletkan lidahnya mengejek.

β€œ aish..lihat saja sampai lidahmu bisa kumainkan nona Hwang”

β€œ kalau begitu aku akan terus berlari ..” tawa Tiffany dengan wajah menggodanya.
Sialan..

 

Lengah, Taeyeon berlari memanjat pada sofa dan langsung menghadang gadis brownie dengan cepat. Menariknya dengan sedikit keras dan terjatuh diata sofa. Tepat dibawahnya..

β€œ yak!! Lepaskan aku cebol!!”

β€œ aish.. kau dan mulutmu perlu diberi pelajaran nona” Taeyeon langsung membungkuk untuk mengulum kasar bibir manis Tiffany. tidak memberikan kesempatan bagi gadis lainnya mengambil napasnya yang terengah berlarian.

 

β€œ uggghhh..” Tiffany memukul pundaknya dengan keras. Memberikan kode untuk membiarkannya sedikit menghirup udara. Atau sekedar AC yang menyala sedang sekarang.

Taeyeon berdecak kesal dan melepas pagutan mereka. Untuk kedua kalinya..setidaknya biarkan Taeyeon menikmati bibir itu lebih lama. Menyebalkan..

β€œ huffttzz.. aish.. β€œ Tiffany menghirup udara dengan acak. Ia butuh asupan yang banyak. Lihat.. dadanya sampai terasa mencekik.

 

β€œ jangan berlarian seperti itu. apa kau lupa tengah hamil anakku nona Hwang? Apa kau berniat membunuh calon bayiku?” Taeyeon membantu Tiffany untuk duduk dan ia menatap serius pada gadis berambut coklat itu.

β€˜β€™ calon bayimu? Yak!! Dia juga calon bayiku” ujar Tiffany dengan kesal dan memincingkan matanya.

β€œiya iya.. tetap saja itu bayiku” jawab Taeyeon acuh dan mengangkat bahunya dengan tak perduli.

β€œ apa?! Kau mau memonopoli anakku?”
β€œ no.. dia anakku!!”
β€œ anakku!!”
β€œ anakku!!”
β€œAku yang mengandungnya. Jadi dia anakku!!”
β€œ aku yang membuatnya. jadi dia anakku!!”
β€œ a-β€œ Tiffany membelak dan memutar tubuhnya membelakangi Taeyeon. Tidak, jangan sampai gadis mesum iu melihat wajahnya yang memerah sekarang. Taeyeon sangat senang mengolok dirinya.

 

β€œugh.. fany-ah apa kau marah?.. mianhae.. jangan marah ne” Taeyeon yang menyadari bahwa gadis itu membalik menolak menatapnya sekarang. Ia mengintip dibalik bahu gadisnya. Menyadari Tiffany menutup wajahnya dengan bantal sofa. Apa ia menangis?
β€œβ€¦β€

β€œ e-eh.. hey.. a-aku minta maaf. Jangan menangis..” Taeyeon berusaha untuk menarik bantal yang Tiffany gunakan. tapi seolah itu sudah melengket sempurna. Sangat sulit menyingkirkan benda berbahan wol itu dari wajah cantik gadisnya. Aish.. jangan membuat Taeyeon hilang kesabaran dan membolongi bantal itu sekarang. Apa ia juga harus mendeklarasikan perang pada bantalan sofa? Sialan.. ingatkan Taeyeon untuk membuang semua bantal sofa ini setelah mereka pergi.

 

β€œ ppany-ah…”

β€œ shut up.. aku tidak mau melihatmu sekarang” ujar gadis itu kembali menggerakkan tubuhnya saat Taeyeon mencoba untuk menatapnya.

β€œ hey..jangan seperti itu. apa wajahku sudah tidak imut lagi? Ayolah sayang~ aku minta maaf ne. dia anakmu kok. Jinjja..” Taeyeon bergerak untuk duduk didepan gadis itu. menarik tangan Tiffany kembali.

 

Sejujurnya, kenapa yang mereka lakukan hanya saling berebut sesuatu yah? Tadi handphone dan baru saja adalah anak? Apalagi yang akan mereka perebutkan setelah ini? Bukankah sudah jelas kalau mereka membuatnya? Sangat kasihan pada calon bayi yang akan lahir nanti, memiliki kedua orang tua aneh seperti Taeyeon dan Tiffany.

 

β€œ hum.. dia anakku kan?” Tiffany menurunkan tangannya dan menatap pada Taeyeon. Melihat gadis pendek itu kini tersenyum dan mengusap rambutnya dengan sayang.

β€œ tentu.. kau ibunya” ujar Taeyeon.
Dan aku ayahnya.. Taeyeon menarik gadis itu dan memeluknya dengan erat. Iris tajam Taeyeon menemukan bantal yang digunakan Tiffany sebelumnya. Dengan cepat tangan mungil itu menyambar dan membuang kasar benda lucnut dari pandangan mereka. Khah.. ia sedikit lega. Setidaknya ia tidak harus menambahkan benda itu didalam daftar musuh terbesarnya setelah CD dan handphone.

 

Mereka kini terlibat dalam kediaman. Tiffany masih nyaman memeluk tubuh pendek Taeyeon yang mengusap perut ratanya. Jari lentik yang kini bercat pink dengan bintik biru itu memainkan kancing kemeja yang Taeyeon gunakan. Menyamankan diri untuk bergerak lebih dalam pada lekukan leher gadis mungil.

β€œ sudah berapa minggu?” Tiffany mendongak karena pertanyaan Taeyeon yang memecahkan keheningan mereka. Gadis pirang menunjuk pada perutnya yang sudah terbuka dua kancing bawahnya. Tunggu.. sejak kapan gadis mesum itu menggerayangi absnya dengan tangan bebas?

β€œ Tae..”

β€œaku tidak melakukan apapun. Look.. hanya berinteraksi langsung dengan bayik- maksudku bayimu” ujar Taeyeon dengan wajah tak berdosa.

 

Tiffany memutar bola matanya dengan malas. Namun tak melanggar jari jahanam yang sudah mulai mengelus kembali. Sialan gadis pendek ini. Selain otaknya ternyata nafsunya benar-benar sudah tak bisa ditolong lagi. Ah sudahlah…

β€œ hum.. kata dokter sudah hampir 6 minggu..’’ Tiffany kini mengangkat tangannya dan menindihi diatas tangan gadis lain. Ia melempar senyumnya.

 

β€œ dan kau baru memberitahuku sekarang?” Taeyeon mengintip wajah gadis yang masih memeluknya seperti guling. Menatap Tiffany dengan wajah serius.

β€œ aku saja baru tahu tadi pagi” decak Tiffany kesal. Ia melepas pelukannya dan mengancing kembali bajunya. Ini akan baik saja membiarkan Taeyeon memperlakukannya jika saja ia sedang tidak β€˜isi’. Pasalnya ini berbeda dan ia tidak mau berakhir mendesah atau mengambil resiko menyakiti calon bayinya.

β€œ oh.. begitu”

 

β€œ apa kau sibuk?” Tiffany menatap kembali pada Taeyeon yang kini tersenyum dengan wajah bodoh. Wait.. gadis itu seolah memiliki rencana aneh dan Tiffany cukup takut hingga menggeser duduknya.

β€œ kenapa kau menjauh? Mendekat kemari..” Taeyeon mengerutkan keningnya dan menatap Tiffany dengan memberi isyarat gadis itu kembali disampingnya.

 

β€œ kau mencurigakan” Tiffany memincingkan matanya.

β€œ apa? Aku tidak berniat buruk. Aigoo.. siapa yang sekarang pervert oh?” Taeyeon menepuk dahinya dan menggeleng dengan wajah meledek pada gadisnya.

β€œ Yak! Lihat siapa yang bicara..ck” Tiffany berdecak kesal. Menatap tajam Taeyeon yang langsung tertawa dengan keras. Tentu saja, gadis browny melotot dan dengan cepat bergerak menutup mulut sialan yang selalu menggodanya. Kenapa Taeyeon senang membuatnya malu? Ada saja yang gadis pendek itu lakukan. Aneh.. ia menyukai semua itu. bahkan termasuk pada kelakuan kurangajarnya.

 

β€œhey.. aku hanya bercanda..” Taeyeon menghindar saat Tiffany sudah mengangkat tangannya memukul pundaknya dengan keras. Owh.. itu sakit mamen. Gadis ini cantik, feminime dan dia sangat sexy, tapi dia terkadang bisa sangat menyeramkan. Terlebih jika Taeyeon sudah menggoda para karyawati, entah lari kemana semua sifat bagus yang Tiffany perlihatkan didepan umum.

β€œ kau menyebalkan” Tiffany mempout bibirnya dan kini malah memposisikan tubuhnya tepat diatas pangkuan sang kekasih. Lihat.. terlepas dari semua hal itu, Tiffany adalah sosok yang sangat manja. Dan Taeyeon begitu menyukai saat memanjakan Tiffany.

 

β€œ aw.. I’m sorry baby.. aku akan mengulanginya lagi”

β€œ mwo?” delik Tiffany

β€œ aish.. maksudku aku tak akan mengulanginya lagi” Taeyeon menyentil mulutnya pelan yang sempat keceplosan. Lalu menatap Tiffany dengan wajah tegas dan senyuman menenangkan.

β€œ dasar…” ujar Tiffany dan menyamankan dirinya kembali memeluk tubuh kecil Taeyeon.
*

Drrttt Drrttt…

Taeyeon bergerak kasar saat handphonenya bergetar. Ia meraba pada meja disamping ranjang tempat tidur, mencoba mencari benda persegi yang sudah berani menganggu tidurnya. Sialan.. dia sangat mengantuk karena terpaksa harus mengerjakan semua file yang ditinggal sekretarisnya yang sakit.

Lagipula kenapa cowok kemayu itu harus terserang demam dan menginap di Rumah sakit sih? Look, Ia sangat kerepotan sekarang. Bahkan gadis berambut blonde itu terpaksa tidur dikantornya. Bersyukur ia memiliki satu ruangan yang dibuat khusus sebagai kamar pribadi. Jaga-jaga jika Tiffany memaksa untuk menemaninya atau ia membutuhkan tidur siang.

 

Taeyeon tidak sempat melirik nama penelpon dan menggeser layar. Jika ini adalah kerjaan orang iseng, tolong biarkan si pendek untuk memberinya pelajaran.

Awas saja kalau tidak penting..

 

β€œ hallo..” jawab Taeyeon dengan suara serak, Khas bangun tidur. ah tidak.. ia masih belum ingin bangun sekarang. Ia butuh tidur banyak.

β€˜t-tae..’

Degg..

 

Taeyeon sepenuhnya terlonjak bangun. Matanya yang sempat menyipit dipaksa terbuka lebar meskipun tidak ada perubahan karena matanya memang terlahir seperti itu. Ia menatap serius pada layar handphonenya yang menuliskan nama β€˜my wifu-ppany’ dengan jelas. Wait.. jam berapa sekarang? Taeyeon melirik pada jam yang sudah menunjuk angka 2 pagi.

 

β€œ sayang.. hey ada apa?” Taeyeon berujar dengan lembut. Tapi kemudian ia menyadari gadisnya tengah..

β€˜ hikss..’

β€œ ppany-ah.. apa kau menangis?” Taeyeon dengan panic bergerak turun dari atas tempat tidur. Memakai sepatunya dan mengambil kunci mobil.

β€˜t-tae.. hiks.. a-aku..aku ta-kut..’

 

Taeyeon semakin tak dapat mengendalikan dirinya. Dengan kasar dibukanya pintu ruangannya dan melangkah cepat menuju lift kantor.

β€œ tenang sayang tenang.. aku akan ke apartementmu sekarang ne..jangan menangis”

Taeyeon dengan tak sabar memandang pada lift yang bergerak turun kelantai paling bawah. Tempat parkiran..

β€˜hiks.. n-ne..p-palli T-tae..’

β€œ ne ne.. sabar sayang aku akan disana secepatnya..”
~
Taeyeon turun dari mobilnya dan mendongak pada satu gedung tinggi yang kini dalam keadaan gelap. Benar.. sepertinya tengah terjadi masalah listrik dan bodohnya ia berdiri dan disana dan mengagumi hitamnya pencakar langit. Hey.. apa dia lupa baru saja ia hampir kesetanan dan mengebut ugalan karena menghawatirkan Tiffany?

Tunggu..

β€œ oh.. ppany..” Taeyeon menepuk dahinya dan berlari meninggalkan area parkiran.

 

Tangannya menekan tombol lift. Eh.. apa yang dilakukan sipendek ini? Sudah jelas tengah mati lampu, apa lift akan bekerja secara manual? Mungkin Taeyeon berharap ada orang yang akan menarik tali dari atas atap dan lift bergerak menuju tempat tujuannya. Bodoh.. tentu saja tidak.

β€˜β€˜ aish..” setelah menyadari kepintarannya yang berlebihan, Taeyeon berbalik manuju tangga darurat. Belum juga kaki yang memiliki diameter tidak seberapa itu menyentuh ujung paling bawah tangga ia mendongak. Menatap pada ratusan marmer berbentuk terasering.

β€œ whut? Aku harus naik ini?’’

Taeyeon terdiam disana untuk beberapa detik. Lampu senter dari handphonenya berkelip kecil dan mulutnya melongo dengan pandangan kosong. Kamar Tiffany berada dilantai 8 dan dia berdiri lantai dasar. kesana berarti dia bersiap dengan resiko capek dan pegal esoknya. Hebat! Mungkin ia akan memiliki tubuh bagus tanpa harus repot pergi ketempat gym, atau resiko buruknya kaki yang tidak seberapa ini semakin memendek tiap lantai keatas.

Drrtt..

Taeyeon tersentak dan hampir melempar persegi panjang dari tangan. Dan cukup helaan nafas ia berlari menaiki anak tangga itu. terserah apa yang akan terjadi pada tubuh mungilnya setelah ini. Setidaknya biarkan mata onix itu memastikan Tiffany baik-baik saja.

 

Didalam pikirannya kini terlintas satu hal. Cukup kuat sampai entah dari mana tenaga bertambah saat itu juga.

β€œ hell.. gadis itu phobia gelap” gumam Taeyeon antara napasnya yang memburu. Kakinya dengan cepat melangkah semakin atas. Seketika hatinya menjadi begitu tegang. Bukan karena paru-parunya yang membutuhkan sekedar udara dan istrahat. Tapi rasa khawatir, dan ini berlebihan.

β€œ aish.. kau benar-benar tidak tepat sekarang” Taeyeon menggerutu pada tali sepatunya yang terlepas. Tidak ambil pusing dibukanya kedua sepatu mahal itu dan dibuang kesamping tangga. Bahkan telapaknya langsung merespon marmer putih yang dingin. Itu bukan masalah.. sungguh. Tapi ini dingin >,<

β€œ brr… mereka harus menanam penghangat lantai” ujar Taeyeon yang mulai melangkah menaiki tangga, lagi.

 

Deru nafasnya menggema pada lorong lantai. Bersyukur kekasihnya tidak memilih lantai 15 atau lantai paling atas. Ini saja sudah membuatnya terseok untuk berjalan menuju salah satu pintu.

Plettzz

Taeyeon terlonjak kaget dan mendongak pada cahaya yang tiba-tiba mengalahkan lampu senternya. Tentu saja itu bukan keamanan yang tengah berkeliling dan menemukan Taeyeon yang berdiri dengan wajah aneh kelelahan didepan kamar. Tapi karena beberapa lampu dilorong itu juga menyala.

β€œ dafuk.. β€œ gerutunya dengan wajah masam. Kenapa lampunya hidup setelah ia berlari ratusan anak tangga? Atau setidaknya biarkan dia masuk beberapa menit dulu. Taeyeon bahkan meninggalkan sepatunya dibawah. Gadis blonde dengan muka ditekuk menekan beberapa digit password apartement kekasihnya. Membuka pelan pintu itu.

 

Mata onixnya memandang sekeliling ruangan, tak ditemukan gadis lainnya. Kaki pendek yang bergetar karena kelelahan memaksa untuk menuju satu-satunya kamar. Memutar knop pintu dengan perlahan. Telinganya menenggak dengan tajam.

β€œ fany-ah..”

Taeyeon berjalan semakin dalam. Matanya lantas menemukan satu gadis yang duduk menekuk lutut disamping ranjang besar ditengah ruangan.

 

β€œ hey.. sayang~” Taeyeon menarik lembut tubuh Tiffany yang bergetar hebat karena menangis. Hey.. kita tahu betul bagaimana jika seseorang yang takut pada suatu hal dan tiba-tiba hal yang ditakutinya tengah atau terjadi beberapa detik yang lalu. Sejenak Taeyeon lupa dengan segala kesialannya diluar sana. Atau gerutuan untuk sepasang sepatu kulit yang entah bagaimana nasibnya. Oke lupakan… jangan ingatkan Taeyeon lagi tentang itu.

 

β€œ sshhh.. tenang sayang.. aku disini.. lihat oh? Taetae disini. jangan menangis” Taeyeon menangkup pipi Tiffany yang sedikit chubby. Mengusap air yang terus mengalir dari kedua mata gadisnya.

β€œ T-Ta-e..hikss..” Tiffany bergerak memeluknya semakin erat. Bertemu gadis ini membuatnya lebih tenang. Segala ketakutannya semakin menghilang. yah itu juga karena lampu kamarnya yang sudah terang dan Taeyeon membantu dibelakang untuk memeluknya. Sejujurnya ia hanya membutuhkan cahaya. Sialnya ia lupa dimana menyimpan stiker senter yang dimenangkannya di pasar malam tahun lalu. Atau handphone yang tiba-tiba mati setelah menelpon Taeyeon.

Oke, ia tidak mengatakan kehadiran simesum ini tidak berguna untuknya. Maksudnya, ia suka Taeyeon disini, menemani dan memeluknya dengan hangat. Tapi sedikit merasa bersalah menemukan gadis ini sepertinya melewati banyak sekali hal. Lift tidak akan bekerja saat lampu mati. Pintar, Tiffany sudah menduga pasti gadis itu menaiki tangga untuk segera menemuinya.

 

β€œ kajja.. kau harus tidur..aku tidak ingin calon bayimu sakit” Taeyeon mengangkat tubuhya dan membaringkan diatas kasur. Gadis pirang duduk disana dan mengusap rambut coklat dengan sayang. Kedua pasang mata saling memandang, melempar senyuman, membagi kehangatan dari tatapan masing-masing.

β€œ calon bayi kita Tae..aku tidak ingin memonopolinya sepertimu” ujar Tiffany lirih. Ia menggeser tubuhnya dan memberi isyarat agar Taeyeon berbaring disampingnya. Sipendek tak menolak, Lagipula ia memang mengantuk. Bersyukur memiliki kekasih yang sangat peka seperti ini.

 

Taeyeon tersenyum dan mengecup keningnya.
β€œ ne.. calon bayi kita. Ja~.. mommy dan baby harus tidur. Ini sudah larut”

Tiffany bergerak kecil dan menyamankan dirinya memeluk Taeyeon. Tak ada percakapan diantara mereka. Bahkan kemudian saat semuanya menjadi gelap, terlelap diantara lengan pasangannya.

Entah apa yang akan diceritakan besok. Kehidupan tetaplah kehidupan..

END.. or TBC (?)

Advertisements

52 thoughts on “TAENY

  1. Hehe,, thor prutku sakit,, km kok lucu anak cp thor πŸ˜€ wkwk, ,
    Bisaan yaa,, ini thor kocak,, ksian tae,, teraniaya nahan mulu disini.

    Like

  2. Wkwkwkwk, sgtu jeleknya sifat taeeeee.
    Mirisss, hhhhhhh
    Tp aku ngakak bca crtamu yg ni…
    Sering2 ya bkin crta yg lucu dan ringan buat d baca…

    Like

  3. Hahahha πŸ˜„πŸ˜„ lucu bgt ini mah kaya sitkom πŸ˜™πŸ˜™ harus HARUS tbc ini. Trims thor udah ngsh crita yg menghibur πŸ’‹πŸ’‹

    Like

  4. Pas ada kalimat ‘dafuq’ gue ngakak njiiirrr ya lorrrddd. Ateng bener bener dah hidupnya selow banget sama barang anjiiir segala sepatu di buang lah. Ngapain di buang kan di tenteng bisa. Holkay mah bebas ya wkwkwkwkw. Fany anjiiir sialan amat tuh ateng ga ada sisi baiknya ngukuk gueeehhh. Lanjut aja thor gantung tuh πŸ˜„πŸ˜„

    Like

  5. wkwk kok banyak kocaknya dari pada sweetnya πŸ˜‚πŸ˜‚
    jadi kangen taeny πŸ˜†πŸ˜† ga sabar nunggu comeback mereka
    btw ff something kapan di lanjut thor?

    Like

  6. Akibat kebanyakan ML phany malah hamil πŸ˜‚, duh si tatang sih penyakit byun nya udh tingkat akhir…
    Terserah author yg mana aja yo wes tapi jangan lupakan “something” ku kangen 😒

    Like

  7. Ngakak nih
    Udah jadi sepasang kekasih kelakuan mereka konyol gini.
    Gimana ceritanya saat taeny baru brtemu gk saling kenal.
    Ayo thor ceritain gimana mereka saat kali pertama bertemu

    Like

  8. Tbc aja thor, tapi jangan bikin konflik yang aneh2 terus bikin penasaran. Tetap di genre rom-com aja. Hanya tulisanmu yang bisa menghibur kami para LS yang fakir moment πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s