IN your SIDE

Title : IN your SIDE (2)
Cast : Taeny
Subcast : Find yourself

~
3 tahun yang lalu

Mr.Hwang hanya menghela napasnya mendengar penuturan dokter yang menjelaskan keadaan satu-satunya putri yang ada sekarang. Ia menoleh pada Tiffany dan matanya begitu sedih melihat bagaimana gadis itu terbaring lemah disana.
“ terima kasih dokter..” setelah laki-laki itu menghilang dibalik pintu ia berjalan perlahan mendekati anak gadisnya. Menatap seberapa banyaknya kabel yang menggantung. Satu-satunya hal yang dapat membantu anaknya tetap hidup.
Mimpi yang sangat buruk dengan kecelakaan maut yang bahkan merenggut istri dan putra pertamanya. Hanya gadis ini yang masih bertahan meskipun dengan keadaan yang begitu menghawatirkan.
“ jangan meninggalkan Daddy Steph.. Daddy’s love you..” ujar Mr.Hwang mencium kening putrinya.
..
“ bagaimana keadaan Tiffany?” Mr.Kim menatap pada sahabatnya. Taeyeon sudah berjalan menuju ranjang rawat Tiffany dan menatap teman sebangkunya. Gadis itu pucat, tidak seperti biasanya dimana sinar matahari seolah akan kalah dengan senyumannya.
“ syukurlah dia sudah melewati masa kritisnya. Hanya saja.. Tiffany masih belum sadar” ujar Mr.Hwang sedih.
Mrs.Kim mengikuti putrinya dan menatap pada gadis kecil itu.
“ kasian dia.. masih sangat muda..” ujar Mrs.Kim mengusap lengan Tiffany yang mengurus.
“ apa ppany akan baik-baik saja Umma?” Taeyeon menatap pada ibunya.
Mrs.Kim tersenyum mengusap lembut rambut putrinya.
“ kita harus banyak berdo’a untuknya..”

“ apa yang dikatakan dokter?” Mr.Kim mengusap punggung sahabatnya. Lalu menatap pada istrinya yang mendekat. Membiarkan Taeyeon masih berada di dekat ranjang Tiffany. gadis kecilnya memandang gadis seumurannya dengan iba. Meskipun setiap pulang sekolah, Taeyeon akan banyak berbicara tentang Tiffany yang mengganggunya tetapi tidak ada yang dapat menampik bahwa keduanya dekat. Tumbuh sejak mereka menjadi tetangga sejak kecil, dan Tiffany selalu menjaga Taeyeon dengan baik. Dibanding dengan putrinya, Tiffany memang lebih mudah mengakrabkan dirinya dengan lingkungan. Dan ia bersyukur, bisa mempercayakan Taeyeon pada anak gadis teman karibnya.
Tetapi sudah seminggu Taeyeon selalu pulang dengan Kris dan Jiwoong. Gadis kecil itu juga terlihat lebih pendiam. Apa karena Tiffany tidak bersamanya? Kemungkinan karena itu. Taeyeon tak begitu bersahabat dengan orang sekitarnya, anak gadisnya sangat tertutup dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar. Tidak heran dengan nilai dan prestasinya.

Mr.Hwang terdiam sementara. Lalu entah untuk kesekian dia menghela napasnya. Lebih kasar..
“ luka pada perut dan dadanya lebih parah. Dokter sudah hampir menyerah, aku banyak bersyukur dia memang anak yang kuat” Mr.Hwang tersenyum miris.
“ sabarlah Hwang..” Mr.Kim menyemangati sahabatnya.
“ lalu?” Mrs.Kim memandang sahabat suaminya dengan iba. Taeyeon sudah bergabung dengan mereka. Gadis berambut sebahu itu menempatkan dirinya disamping sang ibu dan menatap ketiga orang dewasa yang berbincang disana.
“ rahimnya terluka.. artinya kami tak akan mendapatkan keturunan… Tiffany, meskipun sudah menikah nanti, tidak ada laki-laki yang akan bisa membuatnya memberikan kami cucu” ujar Mr.Hwang kembali. Kali ini ruangan persegi yang luas itu hening.

Mrs.Kim berusaha menahan air matanya mendengar hal ini. Ia mengerti bagaimana rasanya dengan hal itu. ia memiliki tiga anak yang akan memberikan banyak suara dirumah mereka. Tetapi keluarga sahabatnya.. ia kehilangan istrinya, putranya, dan putrinya yang tersisa terprediksi tak akan bisa memiliki anak. Apa yang begitu baik dengan hal seperti itu.
“ aku tidak tahu harus mengatakan apa..” Mr.Kim menepuk pundaknya mencoba menyemangati.
Mr.Hwang menatap pada putri keluarga Kim.
“ Kim Taeyeon, benar?” Mr.Hwang tersenyum pada gadis kecil lainnya. Taeyeon yang merasa dirinya disebutkan tersenyum dan membungkuk hormat.

“ anyeong Mr.Hwang..”
“ anyeong Taeyeon-ah.. terimakasih karena sudah menjaga Tiffany untuk kami selama ini” senyum Mr.Hwang kepada gadis lainnya. Ia begitu menyukai sikap pendiam anak ini. Sangat kontras dengan putrinya yang hyper. Mereka terlihat sangat serasi bersanding bersama. Ah darimana pemikirannya berasal. Mengapa ia begitu segila ini untuk tak mempercayai laki-laki setelah putrinya seperti ini.
“ tidak. Tiffany lah yang selalu menjaga saya. Dia adalah.. gadis yang baik” jujur Taeyeon dan menatap Tiffany disana. Tidak bisa ia bohongi, kehadiran gadis yang telah bersamanya sejak mereka kecil begitu besar pengaruhnya. Meskipun gadis berisik itu sangat berbeda sifatnya dengan Taeyeon pribadi, tetapi ia tak menampik bahwa Tiffany adalah gadis yang sangat baik.

“ syukurlah jika seperti itu” Mr.Hwang tersenyum tulus.
..
Taeyeon bahkan tidak dapat mengeluarkan sedikit banyak kalimat yang tertanam dikepalanya. Ia memandang pada kedua orang tuanya dan Mr.Hwang yang berdiri dengan wajah tersenyum tipis, penuh harap. Bahkan tanpa mereka bertanya apakah Taeyeon akan menyukai hal itu.
“ 25% lebih baik dibanding hanya 0% dokter” ujar Appanya dan tersenyum. Ibunya tak banyak berbicara meskipun wajahnya sedikit lega dan sedikit.. tak rela.
“ baiklah.. pencangkokan ini lebih banyak mirip dengan operasi penggantian alat kelamin. Apakah hal itu sudah disepakati?” pria dengan pakaian putih itu menoleh pada Taeyeon yang hanya terdiam mematung. Tunggu.. apa yang tengah terjadi dan kenapa ia terbaring disini?

“ ini keajaiban yang aneh. Jika laki-laki bahkan sangat kecil kemungkinan untuk dapat membantu keluarga anda, tetapi gadis ini mungkin dapat banyak menolong. Tetapi prosedur tetaplah prosedur tuan, perubahan ini akan kami control sebanyak mungkin setelah pencangkokan dilakukan” ujar dokter wanita yang berada disamping ibunya.
“ saya juga terkejut. Kami banyak berharap untuk operasi ini. Tolong lakukan hal yang terbaik” uar Mr.Kim dengan senyuman.
Apa-apaan senyuman itu Appa..kau menjadikan putrimu sebagai kelinci percobaan?
Ingin rasanya Taeyeon berteriak marah disana. Tetapi lidahnya terasa kelu dan ia lemas. Terbaring dan menatap sayu pada ibunya. Mencoba menghentikan kegilaan yang sudah akan terjadi pada tubuhnya.

“ tolong.. jikapun memang hal ini terjadi. Jaga nyawa putriku dengan baik” Mrs.Kim menatap pada putrinya dengan air mata. Ia tak mungkin menghentikan hal ini meskipun hatinya tak akan menginginkannya. Dilain hatinya ia begitu menolak pemikira gila akan experience ini, tetapi dilain lagi ia juga ingin membantu gadis yang begitu banyak membantu Taeyeon selama ini.
Lagipula.. Tiffany sudah seperti putrinya sendiri. Apa salahnya dengan mengikat takdir gadis itu dengan anaknya?
“ kami akan melakukan yang terbaik” ujar ketiga dokter. Pupus sudah harapannya.. ia hanya terbaring menahan air matanya dan perlahan kesadarannya menghilang.
*
Kembali pada kedua gadis yang berdiri berhadapan disana. Tiffany masih menatap Taeyeon dengan mata nakalnya, sedang gadis lainnya mengerutkan keningnya lebih banyak.
“ aigoo.. lihat wajahmu” Tiffany melepas diri dan tertawa begitu keras. Ekspresi gadis itu sangat menggemaskan. Siapapun tak akan berhenti untuk mencubitnya karena hal ini. Lihat.. apa ini gadis yang terkenal sebagai gadis arrogant dengan tatapan dinginnya itu? begitu polos hingga ia begitu jatuh dengan wajah imut temannya.
“ aish.. ini bukan hal lelucon Tiffany Hwang..” desis Taeyeon dengan kesal. Ia menatap tajam Tiffany yang masih terkikik disana. Ia sangat membenci ekspresi kemenangan yang ditunjukkan Tiffany padanya. Ini tak pernah terjadi sebelumnya. Tidak.. bahkan gadis itu lebih banyak selalu mengikutinya. Tetapi kini? Aish..
“ apa kau menolak pernyataan cintaku Kim Taeyeon?” Tiffany menyeringai kecil menatap pada gadis itu dengan serius. Taeyeon kembali mendengus kesal.
“ apa kau tengah mencoba menggodaku lagi seperti tadi? Maaf saja.. aku tidak akan jatuh dua kali” ujar Taeyeon menyedekapkan tangannya didada. Memandang wajah gadis lainnya yang tersenyum dengan misterius.

“ hey.. aku mengatakan jujur sekarang. Oke..” Tiffany berusaha menahan tawanya saat Taeyeon bahkan melempar pandangan dingin kembali. Ah.. gadis itu semakin menggemaskan jika bersikap seperti itu.
Taeyeon tak menjawab dan berbalik menuju pintu. Ia banyak membuang waktunya dengan omong kosong ini. Ia mengambil langkah cepat dan memandang pada jam yang melingkar pada tangannya. Sudah lewat dua menit untuk jam pertama. Benar-benar.. kenapa ia begitu memaksakan diri untuk menjadi sangat perhatian dengan gadis aneh itu. bukankah sudah jelas gadis itu hanya akan membuatnya banyak mendapat masalah?
Akhhhh lagipula kenapa ia harus menjaga gadis ini?

-tolong jaga Stephany Taeng.. Daddy bisa percayakan dia padamukan?
– N-ne.. sya akan menjaganya.
– terimakasih.. kau suami yang baik untuk anakku..

Suami.. Hell..
karena perjanjian bodohnya itu ia kini terikat begitu banyak dengan Tiffany. gadis berisik, pengganggu, menyebalkan dan senang dengan mempermainkan orang. Selalu seperti ini.

Bahkan yang terjadi padaku juga demi keluarganya.. sampai dimana ia akan terus menyusahkan dan membuatku menderita seperti ini?
*
Taeyeon kini berdiri didepan kelas barunya untuk memperkenalkan diri. Ia memandang sekeliling kelas dan tak menemukan gadis itu. dimana Tiffany? bukankah sangat jelas gadis itu berada dibelakangnya tadi? Ah apa peduli Taeyeon sebenarnya. Bukankah bagus jika memang dia tidak disini? Akhirnya ia bisa sedikit menghirup udara dimana tak ada harum gadis itu disekitarnya.
“ Kim Taeyeon.. aku pindahan dari Inggris.. mohon kerja samanya” ujar Taeyeon dengan dingin dan membungkuk kecil.
Siswa-siswi disana menatapnya dengan..terkagum? oh.. tentu saja. Apa Taeyeon boleh menyombongkan diri Karena ia memiliki paras yang rupawan dan sangat sedap dipandang.
“ baiklah Taeyeon.. jadi kau akan duduk di-“
Brakkk..

Semua menoleh pada pintu yang terdorong dengan keras dan Tiffany berdiri disana dengan terengah. Tersenyum dengan cengirannya yang bodoh. Ah. Sekarang bayang kebebasan Taeyeon menghilang sudah setelah Tiffany muncul dihadapannya. Ternyata mereka tak main-main dengan sekelas bersama Tiffany, lagi. Hanya tiga tahun dia terbebas dari gadis itu dan kini..
Aku sungguh sial bertemu dengannya..
“ Ms.Hwang.. kau terlambat lagi..” ujar guru wanita itu menatap garang pada Tiffany. merasa heran mengapa gadis cantik bereyes smile itu sangat sering untuk terlambat masuk kelasnya. Entah ia begitu menyukai pemandangan dan lupa waktu atau melamun ditempat hening. Siapa yang tahu. Gadis itu benar-benar memiliki dunianya sendiri.

“hehe.. saya ketiduran di toilet Mrs.. maafkan saya” tiffany melempar cengirannya kembali dan memandang dengan puppy eyes andalannya.
“ aish.. sana duduk ditempatmu” ujar Mrs.Jeon padanya.
“ kau yang terbaik Mrs..” Tiffany tersenyum lebar dan melangkahkan kakinya kerarah mejanya yang berada pada baris ketiga paling kanan. Tepat disamping jendela besar yang bersinar oleh matahari.
“ aigoo..baiklah Taeyeon. Kau bisa duduk d-“
“ disini Mrs..” Tiffany kembali bereriak lagi. Membuat seisi kelas menatapnya dengan tajam karena dia sangat berisik.
Mrs.Jeon memandang pada Tiffany dan Taeyeon bergantian. Melihat kondisinya sepertinya kedua gadis itu saling mengenal. Dengan Taeyeon yang terlihat ingin menolak tetapi tak kunjung mengeluarkan apa yang ingin dikatakannya dan Tiffany yang berdiri antusias memandang pada mereka.
Rekor dalam pelajaran Taeyeon unggul begitu banyak. Berbanding terbalik dengan Tiffany yang hanya berada pada golongan biasa saja. Atau bahkan harus dikatakan kategori anak harus mengulang. Mungkin jika mereka menjadi teman sebangku Taeyeon akan membantu Tiffany belajar lebih baik.
Hanya pemikiran guru muda itu saja.

“ baiklah.. jangan mengganggu temanmu Tif.. dan Taeyeon kau menjadi teman bangku Ms.Hwang” ujarnya setelah terdiam beberapa detik. Oke.. satu helaan nafas Taeyeon dan wajah berseri Tiffany membuka pelajaran mereka kali ini.
*
“ aigoo.. pantas saja Mrs.jeon memintaku membantu pelajaranmu Fany-ah. Apa-apaan dengan nilai ini?” Taeyeon menatap takjub dengan enam lembar kertas didepannya. Sangat disayangkan itu bukan hal yang bagus. Lihat seberapa banyak lingkaran merah yang ditandai salah ini. Apa ia masih mengulang kebiasaanya yang lama?

“ yah.. aku tak bisa menolong jika itu tentang Matematika dan Fisika” ujar Tiffany mempout bibirnya dengan kesal. Ia lagi-lagi harus dipanggil menghadap wali kelasnya setelah menerima keenam kertas itu secara bersamaan.
“ aku penasaran kenapa nilai bahasa inggrismu dan Kimia mendapat 90 sedang yang lain bisa sejauh ini. Serius fany-ah.. Matematika 2,5? Apa yang kau lakukan dengan nilai sebagus ini?” Taeyeon menatap gadis disampingnya dengan wajah menahan tawa. Oh.. bukan kali pertama ia menemukan kertas seperti ini. Sebelumnya dimasa mereka SMP dulu, Tiffany tak jauh berbeda. Ia hebat dalam bidang olahraga, music dan Bahasa Inggris. Tetapi pelajaran dasar seperti Bahasa Korea dan Matematika sangat buruk. Lebih bagus jika ia mendapat 50 saat ujian dan ia menangis terharu karena merasa senang. Tetapi.. itu adalah nilai terburuk bagi Taeyeon. Semua pelajaran hampir mendapat nilai sempurna.. itulah Taeyeon.

“berhenti mengataiku Taeyeon. Aku tidak sepintar kau”ujar Tiffany mulai merasa kesal melihat mimic wajah gadis disampingnya.
Taeyeon bukannya membungkam malah semakin tertawa keras.
“ aigoo Fany-ah.. kau tinggal sudah lama di Korea dan lihat apa yang kau tulis disini?” Taeyeon tertawa terbahak hingga ia hampir merasa bahwa napasnya habis. Berbanding terbalik dengan Tiffany yang kini semakin mempout bibirnya dengan kesal sekaligus malu.
“ aish.. aku tidak bagus dalam bahasa Korea Taeyeon..’’ ujar Tiffany kembali.
“ akhh.. perutku.. aigoo.. hey, kau lihat baik-baik soalnya. Bagaimana bisa kau menjawab soal seperti ini. kau ini benar-benar bodoh yah?” Taeyeon menatap geli pada gadis disampingnya.

“ ya. Aku tidak bodoh. Aku hanya bepatokan pada matahari terbit dan pagi. Dilakukan bersama atau banyak orang. “ ujar Tiffany menjelaskan.
“ dan bagaimana bisa kau menjawab basketball disini? Aihh..” Taeyeon mengangkat kertasnya dan mendorong pada Tiffany.
“ aku pikir karena itu dilakukan banyak orang”
“ tidak semuanya. Lihat.. clue selanjutnya Tif.. apa ada orang yang bermain basket dengan menggunakan parang dan cangkul?.. kau benar-benar tengah melamun yah” ejek Taeyeon kembali.
“ Ya.. Siapa yang tahu kalau jawabannya bercocok tanam. aku tidak pernah tahu hal seperti itu” ujar Tiffany membela diri. Kenapa Taeyeon sangat suka mengejeknya. Bukan kemauannya jika tidak bisa seperti ini. Setiap otak manusia memiliki kecerdasannya yang menonjol dan itu berbeda.

Kenapa semua orang terus menganggap bahwa seseorang dengan kemampuan intelektual tinggi dan kecerdasan dalam Matematika dianggap pintar. Sedang mereka yang tidak memiliki kemampuan didalamnya akan dianggap bodoh? Tiffany hanya salah satu dari sekian juta yang membenci hitungan dan ia tak suka berpikir banyak. Dunia yang ia jaga adalah tentang saling berinteraksi dengan orang sekitar dan membangun hubungan yang baik. Apa itu juga bukan kecerdasan? Ah.. ritus kehidupan manusia yang hanya mengenal tentang satu jalan lurus dan tak berani mengambil diluar jalurnya. Memuakkan~..

“ baiklah baiklah.. berhenti melamun. Kau tidak akan mendapat petunjuk apapun jika terus seperti itu” Taeyeon membuka suaranya setelah menyadari mungkin gadis itu bahkan terlalu banyak memikirkan kata-katanya.
Tiffany menoleh padanya dan tersenyum kecil.
“ mian” ujar Taeyeon pendek. Ia melempar pandangannya kearah lain dan menolak menatap Tiffany yang kini mengerutkan keningnya. Ia mengamati kedua pipi gadis yang memerah mungkin malu dan ia akui, ia menyukai reaksi itu. gadis yang bahkan terlalu memegang gengsi untuk mengungkapkan apa yang dipikirnya. Gadis yang menolak mentah-mentah pemikiran orang yang bertentangan dengannya. Gadis arrogant yang banyak menuntut pada kesempurnaan dan sesuatu yang mahal. Kim Taeyeon, gadis dengan pribadi tertutup dan Tiffany suka saat ia bisa masuk kedalamnya.

“ its okay.. tapi kau harus membantuku untuk belajar” ujar Tiffany. Taeyeon menoleh padanya dengan mengerutkan wajahnya. Tentu saja, sosok individual sepertinya tak terbiasa dengan kehadiran orang lain. Tapi Tiffany bukan pada garis itu. mereka saling mengenal sudah sangat lama dan bahkan gadis itu sudah terikat jauh dengannya. Meskipun dengan paksaan dan Tiffany meyakini gadis itu sangat tidak menyenangi hal itu. terbukti dengan banyak sikap yang berubah bukan hanya darinya saja, tetapi juga gadis itu, Kim Taeyeon.

“ terserah kau. Asal kau yakin saja bisa menerima semua yang aku ajarkan. Aku bukan orang yang cukup sabar jika mengajari orang” ujar Taeyeon cuek dan mengambil bukunya. Tenggelam dalam bacaannya dan mengabaikan tatapan berbinar dari gadis disampingnya.
“ tenang saja.. aku akan segera pintar” ujar Tiffany terkekeh dengan ucapannya sendiri. Taeyeon bahkan meragukan hal itu, tetapi kenapa tidak mencoba?
*
“ hey sayang.. kau berkunjung” Mrs.Kim menyapa Tiffany yang baru saja menginjakkan kakinya di kediaman keluarga Kim. Wanita paruh baya itu menghampiri kedua gadis yang baru saja memasuki pintu dan memeluk Tiffany dengan hangat. Gadis lainnya ini bagaikan putri baginya. Tiffany tetap anak dari sahabatnya dan ia melihat begitu banyak kemiripan yang tertinggal dari orang itu pada Tiffany.
“ umma.. Tiffany kangen” ujar Tiffany balas memeluk wanita yang merupakan ibu Taeyeon itu. dan gadis itu? ia bahkan hanya menonton drama pendek itu dengan wajah anehnya. Bagaimana manusia begitu memainkan diri dengan saling memeluk dan wajah seolah mereka tak bertemu sudah sangat lama. Oke.. mereka memang sangat jarang bertemu. Meskipun keluarganya tetap berada di Korea setelah ia belajar di Inggris, tetapi yang ia tahu juga Tiffany harus pindah ke Amerika beberapa bulan setelah ia sadar. Mungkin Mr.Hwang merasa sedikit sedih dengan rumah yang penuh kenangan atas istri dan putranya itu.

Dan menjadi pertanyaan terbesar Taeyeon sekarang adalah karena gadis ini bahkan kembali setahun yang lalu dan sekolah disini, di Korea. Berjauhan dengan sang ayah yang ada di belahan benua Amerika sana. Apa yang menjadi alasannya kesini?

“ kau sudah sangat besar sayang.. lihat kau semakin cantik saja” ujar Mrs.Kim menatap takjub pada Tiffany yang bahkan lebih tinggi dari putrinya sendiri.
“ benarkah? Umma masih sangat awet muda. Apa rahasianya umma?” Tiffany tersenyum dan mereka melepas pelukannya dengan saling memandang. Kedua wanita yang saling memuji diri dan meninggalkan Taeyeon yang bahkan merasa dirinya bagai angin karena diabaikan begitu saja. Hello.. ia tidak sekecil itu sampai mereka harus meniadakan dirinya dalam perckapan itu. oke.. lagipula Taeyeon tak berminat untuk saling melempar canda tidak jelas itu. tapi hey.. Ummanya bahkan tidak menyapanya setelah melihat Tiffany disini. Gadis itu mengambil begitu banyak perhatian dari keluarganya.
Tapi entah kenapa.. ia begitu menyukai saat gadis itu terlihat tertawa dengan baik sekarang. Sudah ia katakan, Tiffany begitu dikenalnya meskipun ia selalu mengabaikan kehadiran gadis itu disampingnya. Ini ekspresi yang begitu ia sukai, natural dan tidak palsu. Tidak seperti saat ia berada disekolah. Kenapa? Ini bukan berarti ia menyukai gadis itu. tidak tentu saja, lagipula ia juga seorang gadis. Gadis yang memiliki p-

“ aishhh” Taeyeon menghentakkan kakinya dengan kesal karena pemikiran sendiri dan melangkah menaiki tangga menuju kamarnya dilantai atas. Mengabaikan kedua pasang mata yang memandangnya dengan bingung.
“ dia kenapa?”
“entahlah”
“ apa dia cemburu karena aku memeluk umma?” Tiffany menatap pada wanita paruh baya itu. Mrs.Kim menggeleng dan tersenyum. Sangat tidak mungkin untuk hal itu. Taeyeon bahkan bukan tipe yang akan memperlihatkan dirinya.
“ tidak sayang. Mungkin ada yang tengah dipikirkannya. Naiklah.. umma akan menyiapkan camilan untuk kalian berdua”ujar Mrs.Kim dan diangguki oleh gadis lainnya. Ini mengapa ia begitu menyukai keluarga Kim. Sangat hangat dan menenangkan.
~
Tiffany memutar knop pintu dan menemukan gadis itu sudah berbaring diatas ranjanganya. Kapan ia terakhir berada di kamar ini yah? Mungkin tiga Tahun yang lalu. Ia selalu menghabiskan waktunya sepanjang hari untuk bermalas-malasan dikamar Taeyeon. Ia bahkan akan mengabaikan tatapan kesal gadis lainnya.
Jika Taeyeon mengambil waktu senggangnya untuk belajar, maka Tiffany akan memilih menatap gadis itu dan menikmati habis camilan gadis itu. mengingatnya, Tiffany merasa bahwa sampai kini ia tetap menyukai hal itu. saat kebersamaan mereka.. hanya Ia dan Taeyeon tentu saja.

Tiffany melangkah perlahan untuk duduk pada pinggir ranjang besar. Menatap pada rambut coklat itu sebentar.
“ Tae..” ia berbisik lirih takut jika gadis itu tengah tertidur karena kelelahan. Tetapi kemudian Taeyeon berbalik dan menariknya dengan keras hingga kini Tiffany tepat berada dibawahnya.
“t-tae..”
Taeyeon menatapnya dengan tajam. Mata onix yang.. ia tak tahu harus mengatakan apa untuk pemandangan itu. membuatnya gugup.
“ aku masih normal.. benarkan?” ujar Taeyeon lirih..

TBC

Advertisements

59 thoughts on “IN your SIDE

  1. Jdi ceritanya taeng jga suka tuh ama pany cuman gengsi aja ngakuinnya dan tamengnya adalah dengan bersikap cuek dan dinginnn…. sweeettt

    Like

  2. Apa rahim nya taeyeon dipindah ke pany, dan taeyeon ganti kelamin gitu?
    Biar fany biasa melahirkan?
    Taeyeon kasihan jadi kelinci percobaan….😄

    Like

  3. Tae jgn nakal dong ke Fany! Kasihan Fany uda menderita dr kecil. Keluarga Kim sayang bgt ma Fany nich, mdh2an Taeny cpt pacaran

    Like

  4. Wow luar biasa taeng ganti kelamin & itu di rekom sama ortunya….
    Paraaaahhh hahaha..

    Demi apapun udh bisa ngebayangin pani hypernya kaya gimana ,kacaaaau wakaka…

    Penasaran sama hubungan taeny kedepannya kalau taengnya masih begitu…

    Like

  5. Hehe,, bener biasanya klo dah cium tau jwban ya,, kya di film2 tuh 😀 modus tae,,
    Oy, thor tapi msh bingung jg itu ya fany kehilangan rahim, kok tae jd punya titit.. nah kmrn kyknya punya boob tae? Flashback kurang banyak author,,? Mksh,, author 🙂

    Like

  6. apa tae tae jatuh cinta?? gak pa2 lah.. hehehe siapa sih yg bkalan nahan sma pesonanya tiphany.. hehehehe semangat terus thor.. jaga kesehatan juga ^^

    Like

  7. Berarti taeyeon ganti kelamin buat tiffany? Terus rahimnya tae dikasihin ke fany gitu thor? Kasian tae jadi kelinci percobaan sama orangtuanya 😀 .pasti biar pas dewasa nanti taeny dijodohin

    Like

  8. Cieee yg merasa udh gk normal sampek nanya masih nirmal atau nggak… wkwkwk… tae taeee lo mah idup susah amat… tiffany yg lebih parah aja santai aja tuh… bahkan dia bersinar mengalahkan mata si hari… wkwkwkw…
    Gw sabar nunggu lo updet thorrr wkwkwk
    See ya n hwataenggg

    Like

  9. Ahh kelinci percobaan yah 😂😂..
    Duh tae knp fany lebih tinggi dari loee hahaha. .
    Taeyeon nariknya jngn keras” kasian fany dibawahnya hahha 😂.
    Semangat author baby lanjutanny ditunggu. 😊

    Like

  10. Whaaaaaatttttt ? Jd Tae gnti kelamin atas ide ortu’a !!! Oh my gosh 😱 extreme beud itu ide’a, kasian si Tae jd kelinci percobaan#poorTae
    Tp lucu klo liat si Tae inget sama itu’a dia selalu kesel😂
    Ku msh bingung Thor knp si Tae d jadiin bgitu ? Pan prcuma Fany tetep gk bisa punya keturunan ! Atau rahim Tae d pindah k Fany ? Emang bisa gitu ???
    Tau ah bingung aku’a 😭

    Like

  11. Oalah gitu toh,
    Kyknya ortunya si bocah lebih sayang ke phany ya wkwkw
    Diem2 si atang sbenernya emng suka ama phany hahaha

    Like

  12. Gw baca dri atas dan baca pelan2 tpi gk ada yg gwpaham wkwkwkkkk 😂😂😂😂…
    Pas fb end baru gwpaham..
    kelinci percobaan nya menggemaskan 😆😆😆😆😆😆
    taeyeon nya masih galak sma panny ,tpi panny suka di galakin tatang #apainicoba

    Like

  13. SuMpah demi apa gue blum komen di ff ini lah padahal gue udh baca dihh masa Ia gue lupa.. haduh thor maaf ken kadang rada khilap pelupa gue Ia dimaklumi Ia 😆😆😆 idih ternyat ehh ternyata tae banyak sekali pengorbananmu nak 😧dan untungnya gak knp knp qm lah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s