My main Woman

Title : My main Woman

Cast : taeny

Genre : –

Oneshoot

“ unnie.. kami berangkat dulu…” Yoona, gadis bermata rusa itu menyapanya dengan hangat. Ia merasa sedikit bersalah saat menyadari bahwa dirinya merepotkan visual grup yang satu itu. bagaimana tidak. Karena ia demam dan tidak ada satu orangpun di dorm, Yoona rela terbang jauh-jauh dari China dan menemaninya. Mengantarkannya ke Rumah sakit dan bahkan memasakkannya makanan.

“ ne..apa kau akan langsung kembali ke China? Maaf merepotkan kalian” ujarnya merasa bersalah.

“ ania.. tidak apa-apa. Pertama aku harus mengantar gadis ini ke lokasi syutingnya. Kurasa manager oppa benar-benar sibuk untuk konser Taeng Unnie” ujar Yoona mengusap rambut Seohyun yang berdiri disampinga. Membuat maknae itu menggerutu dan mengambil langkah menjauh dari tangannya.

“ oh.. baiklah” Tiffany menjawab pelan. Mendengar nama Taeyeon membuatnya kembali banyak berpikir.

Tiffany hanya merasa bahwa Taeyeon berubah. Ia tidak seperti gadisnya yang penyayang dan perhatian. Mungkin karena jadwal mereka yang semakin menumpuk atau karena persiapan konser solo gadis itu. hanya saja, ia menjadi sangat risau. Di beberapa waktu ia mulai memikirkan jika Taeyeon sudah tidak mencintainya lagi. Terbukti gadis itu sekarang jarang memberikan kemesraan atau berbuat hal yang lebih.

Bukan karena dirinya tertular virus byuntae Taeyeon. Ia merindukan gadis pervertnya..

Taeyeon semakin terkenal. Ia menjadi sosok yang paling diminati oleh banyak orang sekarang. Gadis muda banyak mengejarnya dan mengaku bahwa mereka mengidolakan gadis imut itu. bagaimanapun Tiffany juga mengakui bahwa pesona Taeyeon memikat. Ia perempuan, tapi karisma yang dibawanya meluluhkan semua gender. Sekarang ia mulai kesal dengan satu hal yang dianggapnya sebagai nilai plus dari kekasihnya.

“ unnie.. kau tidak apa-apa?” Seohyun menggenggam tangan kakak yang paling cerewet itu. menoleh pada yoona yang juga sepertinya tidak tahu.

Tiffany menggeleng dan tersenyum.

“ aku tidak apa-apa. Pergilah..kalian akan terlambat jika masih berdiri disini. Sekali lagi terimakasih sudah mengurusku” Tiffany memberi mereka pelukan hangat.

“ ne..”

*

Dan disinilah ia berdiri sekarang. Memandang pada sekeliling apartement luas yang sudah dua minggu lebih tak dikunjunginya. Memutuskan untuk membersihkan debu disana Tiffany akhirnya tenggelam dengan setiap kegiatannya. Melupakan sejenak rasa sedihnya untuk masalah ini.

Tangannya terakhir mengangkat vas bunga terhias dari kaca yang dibelinya di LA tahun lalu. Ia memandang pada foto figure dirinya dan seorang gadis yang memeluknya dari belakang. Taeyeon..

Ia tidak ingat terakhir kali ia memeluk gadis mungil itu. mungkin sebulan yang lalu? Atau lebih? Entahlah. Sekarang ia mulai memikirkan bagaimana jika mereka berakhir. Ia sangat mencintai gadis itu.

Bahkan sampai dimana dirinya merasa bahwa sakit itu menyerang dengan hanya membayangkan Taeyeon pergi meninggalkan. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Taeyeon kaya, pintar, cantik dan tampan dalam waktu bersamaan. Ia juga memiliki banyak penggemar. Suara emasnya jangan ditanya. Kariernya cemerlang. Hidupnya akan menjadi begitu di sorot dan tentu saja.. banyak hati yang menginginkannya. Sebut saja pucuk-pucuk muda yang tumbuh dari kalangan sesama artis. Bahkan sesama management juga tak ada yang tidak menyukianya. Baik laki-laki maupun perempuan.

Ia kembali mengingat pertemuannya dengan satu girband disalah satu acara musik beberapa hari yang lalu. Ia hanya dapat tersenyum dengan masam saat mereka membrondonginya dengan pertanyaan yang banyak. Dan lebih dari itu, dua atau lebih mempertanyakan hubungannya dengan Taeyeon. Jika saja ia tak menjaga nama baiknya sebagai member SNSD mungkin ia akan langsung menjawab bahwa Taeyeon adalah miliknya.

Sayangnya, ia hanya menjawab bahwa Taeyeon adalah sahabatnya. Dan satu kesempatan saat mereka lantas berteriak kegirangan dan mengatakan bahwa Taeyeon masih bisa didapat. Hell.. apa kalian tidak melihat bahwa istri Kim Taeyeon ada didepan kalian sekarang? Satu kalimat yang ditelannya mentah-mentah.

“ akan sangat berdosa jika kau menghianatiku Kim” gumamnya melangkah menuju satu-satunya kamar tidur disana. Harum ruangan itu masih sama..harum Vanilla Blue Bulgarians kesukaan Taeyeon. Ia rasa.. ia benar-benar merindukan gadis itu.

Sekali lagi, otaknya berpikir keras. Akhirnya tangannya terulur untuk melipat semua bajunya dan memasukkan kedalam koper pink. Ia menyembunyikan kopernya dibawah kolong tempat tidur mereka yang besar. Sedang lain lagi dengan tangannya yang mulai menarik salah satu kertas dan menulis bait surat.

Hey my lovely Kim

Aku meninggalkan surat untukmu. Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Katakan padaku apa kau mencintaiku atau sudah tidak lagi? Apa hatimu sudah berubah dan berpaling. Jika benar dengan dugaanku, maka aku akan pergi darimu. Jangan hubungi aku jika memang semua yang kukatakan itu ada benarnya.

Yours, Tiffany

“ kau harus membuktikan bahwa kau tidak menghianatiku tae”

Setelahnya ia menyimpan surat itu. menyiapkan dirinya untuk bersembunyi. Ia tahu, karena managernya mengabarkan bahwa Taeyeon tengah perjalanan menuju apartement mereka sekarang.

*

Tiffany dapat mendengar langkah Taeyeon memasuki kamar. Mungkin gadis itu tengah melihat seisi kamar sebelum matanya menanggkap bahwa Taeyeon berjalan menuju tempat tidur mereka. Dilain sisi Taeyeon mulai membuka surat yang disimpan Tiffany diatas selimut dan membacanya. Tidak ada ekspresi dari wajahnya. Ia mengeluarkan teleponnya dan melempar diri diatas ranjang.

Tiffany dapat mendengar Taeyeon seperti tengah mencoba menelpon seseorang. Tetapi itu bukan dirinya. Karena ia tengah memegang handphonenya sekarang. Ia mengerutkan kening saat menyadari.. siapa yang ditelponnya?

“ hallo sayang..”

Degg..

Tiffany seolah mematung mendengar suara mesra itu.

“ ne.. gadis itu pergi dan meninggalkan surat untukku. Wah..aku benar-benar tidak menyangka akhirnya ia melepaskanku juga” nada suara Taeyeon terdengar begitu ceria. Sepertinya benar.. gadis itu memang sudah tak mencintainya lagi. Ia mulai menangis memikirkan hal ini. Sangat sakit Karena ia begitu mencintai Taeyeon dan akhirnya ia tahu Taeyeon tak mencintainya sedalam itu. terlebih, Taeyeon ternyata memiliki kekasih dibelakangnya. Sungguh bodoh ia tak menyadari hal ini.

“ ah tidak juga. Apa kau sibuk? Kita bisa bertemu dan aku akan memelukmu dengan erat karena aku merindukanmu” ujar Taeyeon sekali lagi membuat Tiffany menutup mulutnya dengan tangan karena menahan isakannya yang semakin keras.

“ baiklah kita bertemu. Ne sayang.. aku juga mencintaimu” Taeyeon mengakhiri bicaranya dan turun dari ranjang besar itu. sebelumnya tangannya mencari pulpen dan menuliskan sesuatu dibawah surat Tiffany dan kemudian tersenyum untuk melangkah keluar.

Memastikan bahwa gadis itu telah meninggalkan kamar Tiffany keluar dari kolong tempat tidur. Matanya sembab karena menangis dan ia masih duduk disamping kaki meja. Ia begitu merasakan hatinya sakit. Kenapa bisa ia menjadi lemah dan tak bisa berbuat apa-apa. Ia boleh saja marah dan menampar gadis itu sebanyak dan sekeras yang ia mau. Tapi ia tak melakukannya. Ia hanya duduk menekuk lututnya dan menangis.

Tiffany mengusap air matanya dan berdiri. Ia menoleh saat menemukan ada beberapa kalimat dibawah suratnya. Tangannya gemetar menyadari itu adalah tulisan Taeyeon, untuknya.

Gadis bodoh, jangan membuat banyak tingkah yang aneh. Jika kau ingin mengerjaiku pastikan saja kakimu tidak terlihat saat bersembunyi. Aku menunggumu di luar untuk makan malam. I love you Tiffany kim..

Tiffany menggigit bibirnya dan melempar surat itu untuk keluar dari kamar.

“ Kim Taeyeon!!” ia berteriak dengan kesal dan menemukan gadis lainnya yang tertawa puas di ruang tengah, menonton dengan tenang.

“ pabo! Aku hampir mati jantungan!!” Tiffany melangkah cepat dan memukul bahu gadis itu dengan keras beberapa kali. Tentu saja Taeyeon meringis diantara tawanya yang semakin keras. Menarik Tiffany lembut dan menatapnya.

“ salahmu. Mencoba mengujiku hum? Kau lupa jika aku ini juga seorang yang jahil sayang~ jangan membuat banyak lelucon denganku” Taeyeon menangkup pipinya dan mengusap air mata Tiffany dengan ibu jarinya. Menatap mata kekasihnya yang sembab karena menangis.

Ah.. ia merasa sedikit berlebihan jika mengingat hal ini. Ia juga bersalah karena terlalu sibuk dan jarang memperhatikan Tiffany. tapi ia memang tak bisa menolak semuanya. Ini sudah jadwalnya.

“ kau membuatku takut” ujar Tiffany berkaca kembali. Bagaimana jika itu benar? Napasnya hampir menghilang saat mendengar itu.

“ tidak akan ada yang berubah dengan cintaku sayang~. Aku tidak mengencanimu karena kesenangan. Aku menyayangimu dengan hatiku. Jika aku mengingkarinya.. Tuhan akan marah padaku. Ingat fany-ah.. perjuanganku untuk mendapatkan mu dan segala cobaan sampai pada titik ini..”

“ aku harus meyakinkan seluruh keluargamu bahwa aku bisa menjagamu dengan baik. Aku harus mencoba mendapatkan restu dari daddymu selama berbulan-bulan. Aku harus bersabar saat keluargamu menjauhkanmu darimu. Saat keluargaku mengatakan banyak hal buruk tentangku untukmu. Tapi aku masih disana dan cintaku masih utuh, dan semakin membesar tiap harinya”

“ lihat.. aku sangat mencintaimu sayang. Bahkan sampai harus menyiapkan diriku untuk mendengar kata ‘iya’ dari mulutmu” Taeyeon mengeluarkan kotak biru dari sakunya dan membuka untuk menunjukkan cincin dari emas putih berhiaskan permata kecil diatasnya.

“ t-tae..”

“ aku mencintaimu Fany-ah.. hanya katakan iya karena aku tak menerima penolakan” ujar Taeyeon dan terkekeh kecil saat mendengar Tiffany menggerutu kearahnya.

“ aish..”

“ kau menangis terlalu banyak. Kali ini kau boleh menangis juga tapi dalam konteks yang berbeda. Will you be my wife fany?” Taeyeon memandangnya dengan mesra.

Tiffany menggigit bibir bawahnya kecil.

“ jangan menggigitnya. Kau menggodaku yah?”

“ yak!” Ratusan kebahagiaannya.. terlilit sempurna hampir membuatnya susah bernapas. Kenapa ia begitu bahagia?

“ hehe.. katakana iya saja Fany-ah. Aigoo.. kau lama sekali” Taeyeon menarik tangannya dan memasangkan cincin itu dijari manis Tiffany.

“ aish.. aku belum mengatakan iya Taeyeon” kesal Tiffany tetapi senyuman lebar terhias dibibirnya

“ kau baru saja mengatakannya”

“ aish..”

“ aku mencintaimu” bisik Taeyeon dan menciumnya. Ciuman yang begitu lembut hingga ia terlalu begitu saja hanya gadis ini yang bisa melakukannya. Hanya Taeyeon.

“ aku juga mencin-“

“ aku tahu. Kau baru saja menerima lamaranku” Taeyeon terkekeh lagi. Kali ini Tiffany mengangkat tangannya mencubit perut rata itu.

Fin~

Advertisements

70 thoughts on “My main Woman

  1. Elah thor kirain beneran si taeyeon udah gk cinta lagi ma fany😒, gue hampir nangis loh tadi, tapi gue kena tipu😤 tapi gue senang akhirnya taeny bersatu 😃

    Like

  2. Pabo Fany! Ngumpet di bawah kolong tp kaki kelihatan. Harusnya Fany tdk perlu meragukan cintanya Taetae. Tdk ada cewek seksi, perhatian dan cantik di dunia ini selain Fany Fany Tiffany. Mana bs Taetae pindah ke lain hati

    Like

  3. Sini cipok dulu… wkwkwkwkk… taeny sweet diabetyessssa
    Arghhhhh… kangen taenyyy…
    Eh gw mau curhat thorrr… kok gw cembokor berat ya kalo panny deket banget ama soo… apalagi belakangan ini soopanny deket bangettt… arghgg… buat skuel dong… soopany selingkuh wkwkkwjwjwjwkk… abaikannn
    Taeny yahuttttt
    Thanks thor see ya n hwataenggg!!!!

    Like

  4. omo..omo..omo..omo… ini apa?? demi apa ini manis bgt.. thor.. loe benar2 yee~ pengen bgt yah gue kena diabetes akut.. lama2 diabetes gue makin nambah and makin parah gara2 loe.. nihh TaeNy.. blum puas apa pukau gue sma konser yang sangat luar biasanya Taetae.. sekarang malah kalian yag muuuaaaaniiss bgt.. ya Allah ya Tuhan.. kalian jjang dah.. tapi arthor ne lbh jjang.. tetap semangat arthornim.. jaga kesehatan juga yah.. ^^

    Liked by 1 person

  5. Oh tuhan kucinta pany ,rindu taeyeon inginkan taeny .wkwklwkwk

    Astaga pas awal bc ampe prtngahan kukira betul taeng akan meninggalkan pany .jantungku bhkan ingin lompat dari sarannya .*lebay* . Tp sumpah endingnya bikin sy jingrak’ dtmpt . Aku butuh taeny dikehidupan nyata .anjir

    Gmw authornim .salanghae

    Like

  6. Adegan yg ppany nulis surat dan tae ngerjain balik aku udh prnh baca dek sblm nya ,tp dbikin ff ama kamu lebih kliatan nyambung dan lengkap ..sweet jg ..

    Like

  7. Salam kenal thor,, 😀 bru bca 2 judul, ampun dah nih author ajaib jailnya,,haha,, ku tertipu 2x,,
    Gemes,, tapi ttp manis,, sip thor..lucu

    Like

  8. Walaupun banyak daun muda, yg dipilih tetep phany untung tae setia wkwkwk…
    Kalo beneran selingkuh kubakal ikutin sedih T.T

    Like

  9. 😂😂😂😂😂
    ceritax mau ngerjain tae eh malah balik d kerjain..emang deh taeny bener2 sweet banget..😍😍😍😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s