IN your SIDE

Title : IN Your SIDE

Cast : Taeny

Genre : Romance, Yuri

Taeyeon pov

Apa aku boleh mengatakan hal seperti ini adalah sebuah kelangkaan yang gila? Maksduku, aku bahkan benci melihat kenyataannya. Menyedihkan, benar begitu? Oke.. aku tidak sangat poor seperti yang kalian bayangkan. Aku tidak lahir di panti asuhan, atau keluarga miskin. Aku bahkan sangat membingungkan dengan keadaan keluargaku yang memiliki segalanya. Benar.. segalanya..

“ aish.. ini membuatku sangat susah berjalan. Geli..” gerutuku sambil menuruni tangga rumah.

“ hay Taeng.. hari pertamamu disekolah baru. Jangan nakal ne?” seorang menyapa dan menyempatkan tangannya untuk mengacak rambut panjangku yang berwarna kecoklatan.

“ aish.. aku bukan anak kecil lagi. Berhenti memperlakukanku seperti itu oppa” ujarku menyingkirkan tangannya. Ia tertawa keras dan aku hanya memandangnya dengan kesal.

 

Kris Kim, kakak keduaku. Bergender laki-laki tulen, tinggi 180. Rambut kecoklatan sedikit panjang dan selalu diikat. Kulit kecoklatan dan bertubuh atletis. Umur 21 tahun berbeda 3 tahun denganku. Playboy yang menjaga perasaan gadis? Seperti itulah yang selalu dikatakannya. Ia memiliki banyak gadis yang mengelilinginya dan anehnya dia selalu menolak mentah-mentah saat aku mengatakan dia adalah seorang playboy. Dasar aneh…. Setidaknya aku bersyukur dia tak pernah melebihi batasnya. Meskipun selalu memiliki pacar yang mudah didapatnya, ia tak pernah ingin membawa mereka diatas ranjangnya. Syukurlah kalau itu benar. Oh, Apa aku harus memanggilnya oppa? Atau hyung? Entahlah..

 

“ berhenti menggodanya Kris. Kau kuliah pagi dan kau bahkan belum mandi. Dasar jorok..” seseorang menyahut dari belakang.

Kim Jiwoong. Kakak pertamaku turun sambil matanya tetap focus pada buku bacaannya. Ia sedikit berbeda dengan Kris. Jika Kris sangat suka membuat onar dan berlarian meramaikan rumah, maka Jiwoong adalah sosok tenang dan mysterius. Ia lebih banyak meghabiskan waktunya untuk membaca dan bekerja. Benar.. karena dia adalah anak pertama, Appa selalu membuatnya berada dikantor seharian.

Jiwoong, berbeda enam tahun diatasku. Single, tampan, tenang, cool, berwibawa, dia lebih menurunkan banyak sekali sifat Appa didalamnya.

 

“ hey Taeng.. kau harus berhenti bermain dengan si bodoh ini. Kau punya banyak kecerdasan jadilah anak yang baik dan sarapan denganku” Jiwoong memperbaiki kacamata bacanya dan tersenyum padaku. Sudah kukatakan Jiwoong sangat tampan. Maksudku, Kris juga seperti itu. tapi aku lebih senang bersama dengan Jiwoong, sifatnya sangat dewasa dan selalu melindungiku. Berbanding terbalik dengan Kris yang selalu menjahiliku sejak kecil.

“ hey.. kau secara tidak langsung mengataiku bodoh hyung..”

See.. dia bahkan lambat sekali merespon perkataan Jiwoong untuknya. Ya Tuhan, salah apa aku memiliki kakak sepertinya.

“ kau memang bodoh oppa..” ujarku mulai mengambil tempat tepat disamping appa..”

“ aku tidak…” Kris menyusul duduk disamping Jiwoong oppa.

“ yes.. kau saja yang tidak menyadarinya oppa” ujarku menjulurkan lidah padanya.

Appa hanya tersenyum melihat perdebatan kecil kami. Ini selalu terjadi dipagi hari bahkan hampir sepanjang hari jika kami bertemu. Selalu ada yang kami perdebatkan. bahkan kami akan terus bertengkar untuk satu semut yang tersasar diatas meja. heck.. jika mengingatnya bukankah ini sangat konyol?

“ tidak. Dan kau, berhenti memanggilku oppa. Kau harus belajar memanggilku dan Jiwoong Hyung dengan sebutah ‘hyung’ juga Taeng..” ujar Kris. Entah sudah berapa kali kami membahas permasalahn ini. Maksudku, kami hampir selalu membahas ini.

Kris selalu memprotes jika aku memanggilnya dengan sebutan Oppa. Apa yang salah? Aku perempuan. Lihat.. aku bahkan punya payudara.

“ tidak. Aku tetap akan memanggilmu dengan oppa. Berhenti membahas hal itu” ujarku kesal dan mulai mengambil roti yang sudah disiapkan diatas meja.

“ aih.. kau punya buddy taeng.. itu tandanya kau harus memanggilku hyung. Bukan oppa..” Kris memang sangat keras kepala. Sangat.. itulah kenapa kami berdua tak bisa bertemu. Aku memiliki sifat yang tidak ingin mengalah dan kris juga sangat pengganggu dan berisik. Jika kami bertemu hampir semua yang kami lakukan hanya beradu pendapat dan saling mengejek.

 

“ it-“

“ berhenti berdebat diatas meja makan Taeyeon Kris.. makan sarapan kalian dan berangkatlah.. kau juga yeobo.. simpan koranmu. Kau tidak akan berhenti jika terus melihat itu” Umma datang dari dapur dan menegur kami. Sangat halus, sampai appa bahkan tak berani membantah. Maksudku, kami tak ada yang berani padanya. Perempuan sangat menyeramkan jika marah. Hey.. aku juga perempuan.

“ bagaimana kuliahmu Kris” appa menatap pada Kris.

“ hum.. baik appa..”

“ kau tidak melakukan kenakalankan?” appa menatap padanya dengan tajam. Dan lihat, laki-lai itu dengan bodohnya hanya tertawa.

“ tidak.. aku anak baik appa..”

Bohong..

 

“ baiklah. Lalu Jiwoong? Bagaimana dengan perusahaan?” ia menatap pada Jiwoong yang sudah mulai memotong kecil dagingnya. Ia memang sedikit aneh karena selalu makan makanan berat dipagi seperti ini. Jika orang lain makan roti atau segelas susu, Jiwoong akan memilih daging.

“ aku akan bertemu dengan investor baru hari ini. Ini sangat terlambat dari jadwal. Bingung sekali kenapa mereka selalu mengundurkan waktu seperti itu” gerutunya. Jiwoong memang sangat menyukai disiplin. Dia tak pernah ingin seuatu hal itu ditempatkan pada waktu yang salah. Perfecsionis.

“ hhum.. baguslah. Appa akan melihat kinerjamu nanti siang..”

 

“ dan kau baby boy.. apa kau siap dengan sekolah barumu?” appa menatap padaku. Lagi-lagi seperti itu. aku memang sangat menyukai mobil dan robot untuk mainanku sejak kecil. Tapi aku perempuan appa.. berhenti memperlakukanku sebagai laki-laki..

“ appa.. aku perempuan.. pliss..”

Appa tersenyum kembali dan mengambil gelas kopinya.

 

“ tapi kau punya buddy..” bukan, bukan appa yang menyahut. Tentu saja Kris yang sudah tersenyum evil kearahku. Ah.. anak ini benar-benar mengesalkan.

“ aishh.. berhenti mengejekku.. dasar beruang teddy..” ujarku mengejeknya. Aku selalu mengatai Kris sebagai beruang mengingat dia dulunya sangat gemuk. Bahkan jika hanya mengingat hal itu akan membuatku tertawa sendiri.

“ apa kau.. dasar pendek. Seharusnya kau tinggi seperti kami Taeng. Kau laki-laki, dan teman-temanmu akan tertawa” ujarnya kembali.

“ aku bukan laki-laki. Opaa.. aku perempuan “ ujarku mulai merengek dengan kesal. Kenapa dia sangat senang membuatku naik darah bahkan sepagi ini?

“ tapi kau pun-“

“ kris..” Umma kembali dari dapur dan menyimpan sup yang barus saja dibuatnya.

“ mianhae Umma..”

 

Rasakan itu. dasar oppa bodoh.

End pov

*

Taeyeon menatap pada sekolah yang berdiri gagah didepannya. Ini tidak sebesar sekolahnya yang ada di Inggris dulu, tapi ini lebih bagus karena bangunannya tidak kalah dengan disana. Ia menatap pada jejeran pohon sakura sepanjang jalan. Masih menguncup. Tapi ia sangat menyukainya,, ini terlihat indah.. pasti akan lebih lagi saat bunganya bermekaran.

Plukk..

Ia menoleh saat seseorang menepuk bahunya. Dan bolehkah ia kabur sekarang?

“ hehe.. tae..” gadis itu tersenyum dengan sangat lebar. Bersinar seperti biasanya. Tiffany Hwang. Gadis yang merupakan anak dari tetangga mereka. Ia bertemu terakhir kali dengan gadis itu saat ia berusia 15 tahun, itu artinya sudah tiga tahun ia tak bertemu dengan Tiffany. oh.. ia lupa, satu bulan kemarin ia terus bertemu dengan gadis itu. kenapa? Karena sialnya gadis itu tetap menjadi begitu penting di keluarganya.

 

“ Fany..” ujar Taeyeon dengan lesu. Ia merasa sangat tidak beruntung bertemu dengan gadis berisik seperti Tiffany. entah apa yang akan terjadi padanya. Namun, ia Merasa sedikit senang jika Tiffany adalah teman disekolah barunya karena kau tahu, akan sangat canggung bagimu jika berada pada lingkungan yang baru. Hanya saja, kau tidak tahu saja Tiffany hampir memiliki semua sifat Kris. Mungkin sebenarnya Kris dan Tiffany adalah saudara. Atau mereka berdua jodoh? Ah.. ia tak bisa membayangkan bagaimana jika mereka benar menjadi pasangan. Apakah mereka akan saling bernyanyi sepanjang jalan pulang?  atau mengobrol dengan suara besar? Atau mereka akan terus tertawa tanpa tahu sebabnya? Entahlah..

 

“ kenapa kau lesu seperti itu? kau belum sarapan?” gadis itu mendekat pada Taeyeon dengan wajah khawatir. Sudah jelas, gadis ini juga sedikit bodoh. Siapapun yang melihat rautnya akan tahu kalau Taeyeon merasa tidak suka dengan kehadiran Tiffany. dan sungguh ajaib dengan gadis itu, dia tidak tau.

“ sudah…” Taeyeon menyingkirkan tangan Tiffany yang berada pada bahunya dan kembali melangkah. Baru menyadari bahwa mereka berdiri terlalu lama disana, didekat gerbang. Jika saja matanya tak menangkap akan masuknya mobil hitam mengkilap. Ia tak akan move dari tempatnya.

“ taetae. Tunggu aku..” gadis itu berlari mengejarnya. Ah.. kenapa pula Tiffany harus memanggilnya dengan panggilan itu? sangat memalukan karena mereka bukan anak berumur 5 tahun lagi. Taeyeon berjalan sedikit lebih cepat saat menyadari adanya pandangan dari beberapa murid dilorong.

 

“ ya.. aku memanggilmu. Kenapa kau mengabaikanku Taetae..” Tiffany berhasil menyusulku dan kini memandangku dengan wajah cemberut.  Gadis ini benar-benar sangat tidak menggemaskan. Memang dia pikir dia berumur berapa harus bertingkah seperti itu?

Taeyeon menghentikan langkahnya dan memandang tiffany dengan wajah dingin.

“ berhenti memanggilku dengan sebutan itu. sangat memalukan” ujarnya ddatar. Tiffany mengerjapkan matanya dan memiringkan kepala.

‘’ panggilan apa?” tanyanya dengan wajah polos.

Argghhhh…

Rasanya Taeyeon akan segera gila jika memang ada gadis yang tidak memiliki kepekaan seperti ini.

 

Taeyeon menghela napasnya mencoba sabar.

“ Taetae.. itu bukan panggilan yang cocok untukku. Kau lihat aku sudah besar Tiffany…” sepertinya ia membutuhkan banyak sekali stok kesabaran untuk gadis yang satu ini.

“ hum? Lalu aku harus memanggimu dengan apa? Taeng? Taenggo? Yeonie? Hum..” Taeyeon menghela napasnya kasar, lagi. Ia mulai melangkah kembali. Meninggalkan Tiffany yang masih sibuk dengan nama panggilan untuknya. Gadis itu bahkan lebih menghawatirkan nickname dibanding untuk membantunya mencari ruang kepala sekolah atau kelasnya. Sialnya.. ia bahkan berteman dengan gadis itu.

 

“ya Taetae.. kau meninggalkanku lagi” Tiffany sepertinya kembali kedunia nyata dan sekarang berlari mengejarnya. Aigoo.. sungguh bodoh. Kenapa gadis itu tidak melamun sampai ia menemukan ruang kepsek saja? Dan ia bahkan tidak menghiraukan untuk menghentikan memanggilnya seperti itu? Taeyeon tahu gadis itu sedikit out of the box.. tapi ini terasa lebih parah.

Tiffany berhasil berada disampingnya. And what the hell.. ia kini mengaitkan lengannya dengan lengan taeyeon. Sangat dekat..apa yang dilakukan gadis itu sebenarnya?

“ aku tidak bisa menemukan nama yang cocok untukmu. Tetap Taetae saja kurasa lebih baik. Benar?” oke, kali ini ia bahkan lebih bingung saat gadis itu tersenyum dengan.. sangat manis. Seolah kesan lugu dan bodohnya hilang begitu saja. Hhey.. ia bisa merubah kepribadiannya dalam waktu sesingkat ini. Sepertinya ada yang salah.

“ apa yang kau lakukan?” Taeyeon berusaha untuk melepas lengannya dari ?Tiffany. tapi gadis itu semakin mengeratkannya dan kini memandang pada Taeyeon dengan memohon.tunggu.. memohon? Untuk apa?

“ Taetae.. aku akan mengantarmu ke ruang Kepsek.. kajja..” dan seperti itulah sampai ia merasakan dirinya tertarik dengan paksa oleh gadis itu.ada yang tidak beres dengan sikapnya. Tentu saja.

~

“ oke.. sampai kapan kau mau memegang tanganku Fany-ah..’’ ujar Taeyeon setelah mereka berdiri tepat didepan sebuah pintu besar.

Tiffany tersentak dan segera melepas lengan gadis lainnya. Ia merasa sangat malu. Sepertinya sikapnya yang suka melamun harus dikurangkan mulai saat ini.

“ mianhae..”

“ terserah.. Taeyeon berjalan memasuki ruangan itu.

 

“ apa yang kau lakukan?” beberapa menit saat ia keluar dari sana ia menemukan Tiffany tengah menyender pada tembok. Gadis itu melipat tangannya. tersenyum padanya dan membungkuk menghormat pada kepala sekolah yang juga ikut keluar dengan Taeyeon.

“ oh Tiffany. kebetulan sekali. Karena kau juga berada dikelas yang sama dengan Tiffany Hwang.. kau bisa menuju kelasmu dengannya kan?” ujar Mr.Kang tersenyum.

Taeyeon membelak kecil. Sekelas dengan Tiffany? mimpi buruknya terjadi kembali. Apa yang menjadi dosa masa lalunya? Setiap ia bersekolah dengan Tiffany, ia kan berakhir dikelas yang sama dengan Tiffany. ini bukan menjadi hal yang baik tentu saja. Gadis berisik dan malas. Bodoh juga jangan lupa. Tiffany bukan gadis yang menyukai buku sepertinya, Tiffany bukan seseorang yang suka ketenangan sepertinya, mereka sangat bertolak belakang.

“ baiklah.. terimakasih Mr.Kang” ujar Taeyeon memaksakan senyumannya. Ia berjalan terlebih dahulu disusul Tifffany dibelakangnya.

Gadis itu.. entah kenapa menjadi lebih tenang. Wait.. apa yang terjadi? Ah kenapa ia begitu perduli. Bukan urusannya jugakan? Iyakan? Aish..

 

“ Tiffany..” Taeyeon menghentikan langkahnya. Yang otomatis gadis itu juga mengikutinya. Kini Taeyeon berbalik menatap Tiffany dengan datar, seperti biasanya.

“ hum?”

Taeyeon menghela napasnya lebih banyak.

“ aku ingin ke toilet.. tunjukkan dimana tempatnya” ujar Taeyeon.

Tiffany tersenyum dan mengambil langkah lebih dulu. Tidak biasanya. Sudah Taeyeon katakan, ada yang tidak beres dengannya semenjak mereka masih di koridor terakhir tadi. Apa yang merasukinya?

Suasana begitu hening. Hanya derap langkah mereka yang berirama. Taeyeon merasa kembali menarik dirinya yang membingungkan. Sangat aneh merasakan suasana seperti ini disekitar gadis berisik seperti Tiffany. apa gadis itu terluka karena perkataannya? Atau perbuatannya? Tapi bukankah mereka memang selalu seperti ini?

 

“ apa ada yang salah?” Tiffay berbalik padanya dan tersenyum dengan manis. Lagi-lagi.. ia merasa sesuatu memang sudah terjadi pada gadis ini. Taeyeon tak bodoh untuk mengartikan bahwa perubahan sikapnya dengan drastic ada kaitannya dengan suatu hal. Sialnya, ia bahkan tak bisa menebak hal apa itu. berkaitan dengan dirinya atau hanya gadis itu saja.

Taeyeon menatap pada pintu toilet perempuan.

“ aku tahu apa yang kau pikirkan. Jangan khawatirkan hal itu.. semua kau bisa percayakan padaku” Tiffany melempar eye-smilenya.

Taeyeon tak merespon dan berjalan melewati gadis itu begitu saja. Ia memilih bilik pojok. Memandang pada dirinya dengan senyuman miris. Sangat menyedihkan bukan?

“ fuck..’’ rutuknya. Ia benci seperti ini. Tak mengetahui apakah gendernya sebenarnya.

 

Lihat.. secara fisik Taeyeon sangat sempurna. Rambut coklat panjang, mata onix gelap dan hidung mancung. Bibir tipis dengan warna pink alami. Tubuhnya tidak terlalu tinggi Tapi tergolong imut dan menggemaskan. Kulit putih saljunya.. ia sangat cantik!

Hanya saja..

Yang berada dibalik celananya.. buddy.. ia memilikinya. Sangat memalukan dan sangat menyesakkan. Ia ingin benar-benar berada pada tingkat kenormalan wanita. Silahkan tertawa.. ia juga bukan keinginannya seperti ini. Jika saja hal itu tidak terjadi padanya. Jika saja ia tak menyetujui hal itu. Sialnya.. ia memiliki tubuh atas wanita dan bawah.. laki-laki. Double gender.

“ shitt..” ia memukul keras tembok kamar mandi dan merutuk. Mengatur nafanya yang memburu. Antara kebingugannya..

 

“ Tae..” seseorang mengetuk pintu kamar mandi. Bukan, gadis itu Tiffany. Taeyeon hampir melupakan bahwa gadis itu berada diluar. Jika saja ia tak cepat menyadarinya, mungkin akan berakhir dengan meluapkan kemarahannya disana.

“ apa kau baik-baik saja? Kelas akan dimulai sebentar lagi” ujar Tiffany dibalik pintu. Terimakasih padanya untuk menyadarkan Taeyeon begitu banyak.

“ aku akan segera keluar”

“ hum..” ia mendengar langkah kaki menjauh. Beruntung untuk ketidak pekaan gadis itu atas dirinya. Setidaknya ia tak akan menerima banyak pertanyaan darinya. Ah lagipula sejak kapan Tiffany begitu perduli dengan orang lain. Hanya pertanyaan tidak bermutu dan menceritakan atau berkomentar banyak hal. Tapi ia adalah type yang tidak banyak menuntut untuk Taeyeon untuk jujur segala hal.

 

Taeyeon memperbaiki seragamnya dan melangkah keluar. Menemukan Tiffany tengah menyender pada wastafel sambil melipat tanganya. Serius.. satu hal yang tak pernah ditemukannya pada gadis itu. apakah tidak bertemu selama Tiga tahun merubah banyak gadis itu? entah kenapa, ia merasa begitu banyak hal yang dipendam gadis itu dibalik sikapnya yang konyol.

“ ehemm..” Taeyeon sengaja berdehem menyadarkan gadis yang sudah tenggelam dalam dunianya.

Tiffany menatapnya dan kembali tersenyum. Sangat dipaksakan..

“ kau sudah selesai?” Taeyeon mengangguk sebagai jawaban.

“ baiklah.. kajja..” Tiffany membalik dirinya untuk memastikan penampilannya sebelum berjalan menuju pintu.

“ apa yang terjadi?”

Satu pertanyaan menarik perhatian Tiffany. ia kembali berbalik menatap Taeyeon yang berdiri tak jauh dari tempatnya tadi. Gadis itu kini lebih serius dan itu menakutkan.

 

“apa maksudmu Taetae..” Tiffany kembali tersenyum. Kini mencoba lebih senatural mungkin. Dan sangat bodoh karena tentu saja gadis lainnya begitu mengenalnya. Sepertinya ada bergunanya juga mengenal gadis itu sejak kecil. Ia menghafal begitu banyak sikap dan perilakunya

“ berhentilah mencoba berbohong. Kau orang yang terlalu jujur Fany-ah..” desah Taeyeon kasar. Ia begitu merutuki dirinya yang kini begitu memperlihatkan dirinya yang perhatian. Tidak seperti biasanya. Sial.. meskipun ia terus merutuki dirinya yang seperti itu, ia tak bisa menghentikannya. Menemukan satu perbedaan mengenai gadis itu membuatnya khawatir. Ia.. tak rela.

 

Tiffany menghela napasnya dan berjalan mendekati Taeyeon.

“ tidak ada yang ter-“

“ bohong..” bukan hanya Tiffany,, bahkan Taeyeon terkejut dengan dirinya sendiri. Apa yang tengah terjadi padanya?Tiffany tersenyum begitu saja. Ia meyakini mungkin gadis didepannya tengah bergulat dengan pikirannya. Keluar dari zona dan kebiasaannya Selama ini.

“ arraseo.. aku memang tengah memikirkan sesuatu sekarang. Bukan hal yang penting. Jadi mari keluar dan menuju kelas. Ini Hari pertamamu nona.. jangan tunjukkan sikap gangster disini” ujar Tiffany terkekeh.

Taeyeon memandangnya dan kembali mendengus kesal. Percuma..

“Satu.. kau berubah dan aku menyadarinya Fany-ah..dua.. kau bahkan tak pernah seperti ini sebelumnya ..tiga.. kau berbohong dan aku tidak suka Fany-ah” ujar Taeyeon berjalan melewati gadis itu begitu saja. Meninggalkan Tiffany dengan senyumannya yang miris.

 

“ aku akan katakan padamu. Tapi, apa kau yakin bisa membantuku?” Tiffany berbalik dan menatap pada pungggung Taeyeon disana. Gadis yang masih berdiri membelakanginya dan tangannya yang masih berada diatas knop pintu yang siap untuk dibuka.

“ apa kau bisa membantuku jika aku mengatakan segalanya?” Tiffany mengulang. Menarik perhatian gadis lainnya yang langsung berbalik menatap padanya serius. Sudah ia duga, meskipun dibalik sikap dinginnya, Taeyeon tetaplah gadis itu.

“ katakan”

Tiffany mendekat padanya. Satu pergerakan mengejutkan saat gadis itu menatapnya dengan nakal dan melingkarkan tangannya pada lehernya.

“ jadilah pacarku taetae..”

“ n-ne?!!”

 

TBC

Advertisements

79 thoughts on “IN your SIDE

  1. Ppany yg awalnya konyol jadi drontal gitu wkwk tiba2 minta tae jdi pacarnya, si tae jga gimana caranya punya bobbs ama itu ? emaknya waktu hami ngidam apaan ampe tae kek gitu 😂😂

    Like

  2. Hadooh itu bijimana crta ny doubel genre .. Fany udh tao blom klo tae doubel genre.. Semoga fany bisa menerima tae ap ad ny

    Like

  3. I just wanna see you to be my girl friend…
    Tanggung bet dah ah…taeny buat pusing… yg satu gender gk jelas… yg satu agresif gk jelas… hufttt selamattt…
    Yeah chapterr…
    see ya thor n hwataenggg!!!

    Like

  4. walah kenapa langsung nembak phany.. hehehe tapi itu lbh baik dri pda d simpan.. hahahaha curhat bgt sih.. hehehe terima aja tae.. cantik guti yg nembak.. hahaha semangat terus thor.. jaga kesehatan juga arthornim ^^

    Like

  5. Astagahh ..ppanh agresif amat kekeke ..
    Tp i like it ,
    Waahh ..tae punya buddy .. apa aja lah dek ,asal TaeNy kekeke

    Like

  6. Nama wpmu ganti beb??? Saya bru bc ffmu lg 😀

    Ntu tae cow apa cew?wkwkwkwk 😀 atas cew bawah ad buddy :p
    Pani’ahh slalu agresif :p

    Like

  7. Jadi taeyeon itu berkelamin ganda thor?
    Haha suka sama karakternya tiffany thor. Lanjut thor bikin ena-enanya thor biar makin seru 😀

    Like

  8. Hihihi😆😆 gw suka ada ff baru lagii.. double genre itu tuh susah ngebayangin bwgd lah.. istimewa ajj tae anugrag bwgd ia kan

    Like

  9. Atas P bawah L, si Tae jd gegana gitu !
    Kirain si Fany ada masalah apa gitu, gk tau’a d balik sikap’a ada udang d balik bakwan 😂 kek’a seru nih, gmna kelanjutan nasib Tae.

    Like

  10. woah langka banget nih ff indo yg futinari(?) .. 👍👍👍

    jadi makin penasaran.. ini gue ngarep ada 17+ boleh ga yah secara kris ajah kemungkinan masih perjaka.. #plak #efekkebanyakanffgenregitudiaffbegitu XD

    Like

  11. Baru lagi … dan suka again wkwkwkkkkk ,apa sih yg gk suka kalau taeny 😂😂😂😂😂
    Kirain OS trnyata chapter dan di tunggu moment2 tatang sma panny nya 😊😊😊😊😊😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s