Something 16

Title : Something 16

Author : –

Cast : Taeny

Sub-cast : Yulsic, yoonhyun, Soosun etc

Genre : Yuri

Kenapa.. kenapa dia tahu namaku?

Tiffany menatap dengan polos dan memiringkan kepalanya. Tiffany mengerjapakn matanya dengan bingung. Siapa laki-laki didepannya? Apa mereka pernah bertemu? Bahkan dia mengetahui namanya. Hey.. dia tidak ingat pernah bertemu dengan laki-laki ini sebelumnya. Apa mereka pernah berjumpa dan ia lupa dimana dan waktunya? Okey, sekarang sepertinya ia butuh kejelasan.

“ ne?”

Laki-laki itu mendekatinya dan Tiffany otomatis berjalan mundur. Ia tak bisa terlalu dekat atau percaya dengan orang yang baru dikenalnya. Okey, Taeyeon terkecuali. Walaupun begitu bukannya Taeyeon juga orang yang baru ditemuinya? Iya juga, kenapa ia baru sadar. Oke,Tapi ini berbeda.

Laki-laki itu tersenyum kecil dan berhenti. Ia menyadari bahwa gadis itu tak ingin didekatinya. Ah, apalah dia yang baru bertemu sekarang. Bahkan setelah lama dan ia begitu tercengang melihat bahwa gadis ini begitu banyak berubah. Kecuali surai kecoklatan dan mata indahnya yang sama dengan orang itu.

“ tenanglah Tif. Aku tak akan menyakitimu” Ujarnya tersenyum dengan hangat.

Gadis itu mengerutkan keningnya.  Orang ini berkata seolah mengenal Tiffany dengan baik. Siapa dia?

“ kau.. siapa?” ujarnya agak ragu. Ia tak terlalu pintar bela diri. Melawan tenaga laki-laki dengan tubuh tinggi dan lebih besar darinya akan sulit. Oh, apakah Ia barusan berharap bahwa Taeyeon akan segera datang? Kenapa hatinya tergantung pada gadis itu sekarang?

Laki-laki tersenyum kembali. Tiffany mengakui senyum itu terlihat manis dan menenangkan. Seolah mengatakan bahwa ia bukanlah orang yang akan menyakiti Tiffany.

“ oke..”

Laki-laki tersenyum kembali.

‘’ sebelumnya, perkenanlkan namaku  Choi Siwon. Kau pasti bertanya-tanya darimana aku tahu namamu bukan?” Siwon menatap Tiffany yang hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali.

“ apa kau tidak mengingatku?”

Tiffany mengerutkan keningnya sebentar. Apa mereka pernah bertemu? Tuh kan, pasti ia pernah bertemu dengan laki-laki itu karena dia bahkan tahu nama Tiffany. tapi dimana? Apa memorinya semakin memendek akhir-akhir ini? Rasanya ia hampir melupakan berbagai hal penting.

“ um..”

Siwon lagi-lai tersenyum. Lesung pipitnya begitu menarik perhatian Tiffany. apakah ia mengakui bahwa laki-laki ini sangat mempesona?

“ lihat.. kau kebingungan Tif. Kita mengenal dari kecil..”

Kembali, kerutan didahi Tiffany semakin dalam. Memori seperti apa yang dimiliki laki-laki itu? bahkan kejadian saat ia berumur masih kecil? Apakah itu artinya siwon juga dari panti yang sama dengannya? Tapi.. dilihat dari penampilannya, Siwon bukanlah anak kalangan bawah. Ia memiliki kulit yang bagus dan baju serta perlengkapan diri yang terlihat mahal. Eyy… sekarang ia bahkan bisa membedakan hal branded degan sekali lihat. Kebiasaan memang sangat mengerikan mengingat ia terikat gadis bermarga KIM yang menyeramkan.

“ maaf.. aku tidak mengingatnya..” ujar Tiffany merasa bersalah.

“ tidak masalah. Lagipula aku juga tidak ingat hal itu. tidak ada yang salah dengan kita berdua. Bagaimanapun kita bertemu terakhir kali saat kau berumur 5 tahun. Sekarang kau bahkan sudah sangat cantik dan terlihat baik. Aku tak menyangka gadis cengeng dulu bisa berubah sebaik ini” ujar Siwon dan berakhir dengan tawa melodius. Berbanding terbalik dengan Tiffany yang mematung disana. Lima tahun? Umur itu.. saat ia terbangun dan mempertanyakan dirinya. Itu adalah masa dimana ia menyadari bahwa ia tak dirumahnya, ia tak bersama orang tuanya. Ia berada pada lingkungan asing.. apakah..

“ k-kau.. menge-nalku?”

Siwon tersenyum tipis dan mengangguk. Hanya satu gerakan kecil dan ia membelakkan matanya.

“ a-apakah..”

“ semua pikiranmu tentang kau terbuang hanyalah pemikiran saja. Ada cerita dibalik semua itu Tif.. “ ujar Siwon lembut. Ia melangkah mendekati gadis itu yang masih terdiam dengan wajah shock. Tentu saja, menerima kenyataan bahwa dirinyya tidak semenyedihkan iu, bukankah akan menjadi hal yang begitu mengejutkan?

“ apa kau ingin mengetahui segalanya?” ujar Siwon. Tiffany mengangkat kepalanya mendongak pada laki-laki yang menatap padanya dengan serius. Apakah itu artinya, ada alasan dibalik penderitaannya selama ini? Kenapa ia bahkan tidak memiliki clue sedikitpun tentang masalah yang menimpa dirinya. Ia selalu bisa berpikir dengan logis. Namun kali ini, otaknya tak bisa bekerja dengan baik. Ia hanya menatap kosong pada laki-laki yang menguarkan senyumannya.

“ a-aku..”

Grepp..

Seseorang menariknya mundur. Ia memandang terkejut pada Taeyeon yang sudah menatap tajam pada laki-laki bernama Siwon itu.

 

“ selamat pagi Nona Kim” ujar Siwon dengan senyumannya.

Wait.. mereka saling mengenal. Tiffany memandang satu pertanyaan lurus pada wajah dingin Taeyeon yang semakin menajam.

“ Kurasa aku sudah memperingatkan keluargamu untuk tak menyentuh Tiffany, Choi Siwon” ujar Taeyeon dengan nada rendah, sangat rendah hingga bulu kuduk Tiffany meremang ketakutan. Nada ini.. adalah nada yang sama jika gadis itu tengah menahan emosinya. Tentu saja, itu sangat menyeramkan.

“ aku tahu hal itu. sebut saja ini keegoisanku nona Kim. Aku rasa gadis disampingmu lebih banyak memiliki pertanyaan. Apakah kau akan terus menyembunyikan tentang segalanya pada Tiffany?” senyum Laki-laki itu. Taeyeon benar-benar muak dengan senyuman yang  terlemparkan padanya.

“ oh.. apa aku terlihat sejahat itu? bukankah gadis ini baik-baik saja denganku? Pergilah.. jangan pernah berpikir untuk mengambilnya” ujar Taeyeon tersenyum mengejek.

Siwon melempar senyuman kembali.

“ baiklah.. Tiff.. jika kau merasa kurang akan semua penjelasannya. Katakan segalanya padaku. Aku disana untukmu” ujarnya.

Taeyeon secara otomatis menggertakkan giginya dan menarik hingga Tiffany berada dibelakangnnya.

“ jangan berharap gadis ini disana. Aku bersumpah ini terakhir kali kau mendekatia tau berada disekitarnya. Jangan pernah mendatangi Tiffany lagi.. “

Siwon tersenyum menantang. Ia suka dengan sikap berlebihan yang Taeyeon tunjukkan untuk gadis berambut cokat lainnya.

“ aku pastikan.. dia akan mendatangiku Kim taeyeon. Cepat atau lambat..”

Taeyeon menggertakkan giginya dengan marah. Hingga laki-laki itu menghilang dari pandangannya dan ia berbalik megahadap pada Tiffany. ekspresi gadis itu terlihat serius.

“ kau menyembunyikan sesuatu yang berkaitan denganku atau keluargaku Taeyeon” ujarnya dengan dingin. Taeyeon menghela napasnya pelan.

“ apa saja yang dikatakan laki-laki itu padamu?”

Tiffany memundurkan langkahnya.

“ kau belum menjawab pertanyaanku Tae..”

Taeyeon menghela napasnya.Mencoba meraih tangan gadis itu, dan Tifffany kembali menolak. Melangkah semakin menjauh.

“ oke.. aku tahu tentang keluargamu atau semua tentangmu. Aku tak mungkin tak Menyelidikimu karena kau berada disampingku sayang..” Taeyeon berusaha bersikap lembut. Kembali mencoba mendekati gadis itu.

“ dan kau tak mengatakan apapun? Aku mencari tahu segalanya tentang keluargaku selama ini Taeyeon. Apa kau.. apa kau berusaha menutupinya dariku?” Tiffany memandang gadis itu dengan kecewa. Setelah sekian lama, setelah gadis itu bahkan telah meyentuhnya dan satu kenyataan yang tersembunyi dan gadis itu tak mengatakan hal apapun. Kecewa yang dirasanya terasa begitu berat. Apa ia merasa bahwa Taeyeon menghianatinya? tapi kenapa..

“ a-aku memperca-yaimu tae..” Tiffany menunduk. Menahan dirinya agar Taeyeon tak menyadari bahwa ia menahan tangisnya sekarang. Sangat memalukan Karena gadis itu bahkan kini telah berdiri dihadapannya. Mengangkat dagunya dengan lembut. Mata biru yang menatapnya dengan sangat hati-hati.

“ apa kau tak mempercayaiku lagi?” Taeyeon berujar perlahan. Tiffany menggeleng kecil. Bukan berarti setelah segalanya ia tak akan mempercayai Taeyeon. Hidup dengan gadis itu sudah membuatnya mengerti satu hal.

-Ada yang tengah dia lakukan jika tak ada satupun yang mengetahui pergerakannya-

“ aku ..”

“ lihat aku sayang..”

Tiffany kembali mendongak menatap Taeyeon. Tenggelam dalam senyuman yang terkuar dari bibir itu. dan matanya menutup merasakan Taeyeon menciumnya, sangat lembut. Hanya ciuman polos dan ia merasakan air matanya mengalir dengan sendirinya. Merasakan emosi.. merasakan sesuatu hal yang aneh..perasaan tak tenang sekaligus seuatu yang menenangkan. Entahlah.. terasa berputar dan ini membingungkan.

Ia merasakan tangan Taeyen mengusap pipinya. Bibir keduanya masih terpagut dan melangkah pada ciuman yang lebih. Ia dapat merasakan pergerakan Taeyeon yang mulai melumat bibirnya bergantin.

Dan ia terlarut begitu saja. Semua beban dalam pikirannya menghilang. Tanganya terangkat melingkar sempurna pada leher taeyeon. Kepala keduanya saling bergerak mencari posisinya. Taeyeon menarik protective saat tanganya sudah melingkar pada pinggangnya dan turun meremas pada butt sexy Tiffany.

“ ahhmmmhhh…”

Ia dapat merasakan Taeyeon tersenyum diantara ciuman mereka.

Chu~

“ bagaimana perasaanmu?” Taeyeon bertanya setelah melepas pagutannya. Tangannya terulur mengusap bibir Tiffany dengan lembut. Ia mengecup hidung mancung itu sekali lagi. Menarik tiffany dari dunianya yang masih berputar.

“ dasar byun. kau mengambil kesempatan dalam kesempitan” ujar Tiffay kesal.

“ dan kau menikmati kesempitan itu” Taeyeon tertawa. Suasana kembali meringan.

“ aku akan mengatakan apa yang ingin kau ketahui. Tapi kau tahu aku bukan seorang yang memiliki kemampuan penjelasan yang bagus. Pulang dari sini.. kita akan bertemu dengan seseorang yang tahu segalanya..” Taeyeon menyingkirkan sedikit helai rambut yang jatuh menutupi wajah Tiffany.

“ seseorang yang tahu segalanya? Apa dia tahu tentangku atau keluargaku?” Tiffany menatap harap.

Taeyeon tersenyum dan mengangguk.

“ ne.. kau bisa mempertanyakan segalanya pada orang itu. bahkan jikapun kau tak mempercayainya, aku akan dengan senang hati menyediakan semua informantku dan kupastikan mereka untuk mencari semua informasi yang kau butuhkan..” ujar Taeyeon

Tiffany tersenyum kecil. Ia bukan tak mempercayai Taeyeon. Meskipun ia adalah orang baru didekat gadis itu, tapi.. ia tahu gadis bernama Kim taeyeon itu bukan orang jahat. Ia terlalu baik, bahkan jikapun untuk membohongi orang lain.

“ aku lebih menginginkan kau tetap disampingku sayang. Lihat mataku dan tahulah bahwa aku menginginkanmu” ujar Taeyeon menatap matanya.

*

“ kalian darimana saja?” gerutu Jessica saat melihat keduanya sudah berjalan mendekat.

“ mian” Taeyeon menjawab malas.

“ terserah.. kajja Tiff kita naik itu” Jessica menarik Tiffany dan membawanya berjalan menuju Krystal dan Sunny yang sudah melambai pada mereka dipinggir pantai.

“ ya!! Mau kau bawa kemana gadisku” teriak Taeyeon kesal. Jessica berbalik dan hanya menjulurkan lidahnya lalu kembali membawa tiffany.

‘’ ck.. kenapa dia sangat kekanakan” gumam Taeyeon memilih untuk menjatuhkan dirinya pada kursi pantai. Ia menoleh pada gadis kecoklatan yang terlihat sangat santay berbaring sambil memainkan handphonenya itu.

“ kau tidak bergabung dengan para bocah taman kanak-kanak itu?”

Yuri menoleh dan tersenyum kecil

 

“ menonton terlihat lebih bagus. Aku tidak mau membuat kulitku semakin gelap” ujar Yuri dan mengundang kekehan keduanya.

‘’ kedengarannya menarik”

Jadilah kedua makhluk itu hanya menonton sahabatnya yang lain. Taeyeon mungkin punya alasan untuk bergabung, tapi sepertinya  ia ingin sekedar bermalas-malasan terlebih dahulu. Menikmati pemandangan akan terasa lebih menyenangkan.

‘’ hey kalian berdua.. ayo bergabung. Jangan hanya tiduran disitu. Tidak asik~” Hyoyeon berjalan mendekati kedua gadis yang masih berbaring. Entah tengah melamunkan apa.

‘’ tidak.. sebelum mataharinya berhenti berpotensi membuat kulitku semakin hitam” ujar Yuri kembali.

‘’ dasar bodoh..’’ cibir Hyoyeon mengambil segelas jus diatas meja.

 

Taeyeon hanya tersenyum tipis mendengar mereka. Ia bangkit dari tempat ia berbaring dan melangkah mendekati sahabatnya yang sebagian dari mereka sudah basah. Yah, bagaimanapun mereka bermain di air.

“ kau sangat menikmatinya hum” Taeyeon memeluk Tiffany dari belakang. Mengecup beberapa kali leher jenjang milik Tiffany.

“ eh.. Taetae..’’

Tiffany sempat tersentak dengan gerakan tiba-tiba itu namun ia tak melanggar untuk melepaskan. Ia membiarkan saja gadis pirang itu tetap memeluknya.

“ ini sangat menyenangkan. Aku selalu berharap untuk menikmati liburan dipantai dan bermain sepuasnya dulu. Tapi karena pekerjaan yang menuntut, aku bahkan harus berpikir ulang untuk melakukannya. Bagaimanapun ini adalah pengalaman yang berbeda. Terimakasih Taeyeon..” Tiffany menoleh menatap wajah Taeyeon dengan senyuman indahnya. Eyes smile yang mampu membuat Taeyeon sampai kini terus meleleh menatapnya.

Chu~ Taeyeon mengecup bibirnya kilat.

 

‘’  ania~ kau pantas mendapatkan banyak kasih sayang dan kebahagiaan Fany-ah..” bisik Taeyeon.

Tiffany hanya menatapnya kembali. Merasakan kehangatan dari senyuman dan setiap kata-kata yang diucapkannya.

“ kajja.. mereka mengajakku main” Taeyeon tersenyum dan melepaskan pelukannya.

Bagi Tiffany ini adalah pengalaman dan sesuatu yang tak dapat ia lupakan sepanjang hidupnya. Meskipun berawal dengan kejadian dimana ia harus terus mengutuk gadis pirang yang telah berani merampas harta sucinya, ia harus mengatakan bahwa kini ia merasakan kebahagiaan yang tak pernah diirasakan sebelumnya. Mengenal banyak orang yang memberi kasih sayang dan perhatian. Berteman dengan anak-anak yang harus ia akui mereka jauh dari bayangan Tiffany. Bersekolah ditempat mewah yang jarang orang biasa untuk memasukinya. Lalu, tinggal dirumah bak istana dan dilayani bagaikan seorang putri kerajaan. Apalagi yang harus Tiffany katakan selain sebuah mimpi yang terus menggerogoti dengan kebahagiaan yang silih datang bersamaan.

‘‘ sudah kubilang hati-hati’’ Tiffany menoleh dan menemukan Seohyun yang kini tengah duduk dipasir pantai. Sedang Yoona berjongkok didepannya dan menatap lutut Seohyun yang berdarah.

Eh? Berdarah? Apa yang terjadi?

 

“ Seohyun kenapa?” Tiffany menatap pada Nichole yang juga ikut menatap pasangan didepan mereka.

‘’ dia terjatuh saat berlari tadi “

Tiffany hanya membulatkan mulutnya dan mengangguk mengerti. Ia tak mendekat pada sahabat barunya itu. Lagipula disana sudah ada Yoona. ia bisa mempercayai gadis itu.

‘’ ini akibatnya kalau kau tak mendengar perkataan suamimu” Yoona meniup pelan lutut Seohyun. Ia sangat khawatir meskipun itu tergolong luka ringan. Baginya, ia tak ingin apapun terjadi pada gadis ini. Tidak selama ia bisa melindungi Seohyun.

“ ini hanya luka kecil. Kau tak perlu khawatir seperti itu it-ita ita itah..” Seohyun meringis kecil saat Yoona malah menyiram kecil lukanya dengan air laut.

Apa gadis pirang yang satu ini tidak tahu kalau itu sangat perih? Bagaimanapun ini air garam.

“ luka kecil atau luka besar sama saja. Itu tetap menyakitkan. Jangan bergerak, aku akan mencari tumbuhan aloevera dulu ‘‘ Yoona beranjak.

“ Berlebihan” ujar Seohyun. Meskipun begitu ia merasa senang dengan perhatian itu.

 

‘’ kita hanya perlu mempercayakannya pada calon dokter itu” ujar Taeyeon yang berdiri disamping Tiffany. Ia terlihat sangat tenang sambil menggigit kecil potongan buah ditangannya. Tidak, lebih tepatnya buah yang tengah dipegang Tiffany.

“ kau bisa mengambil dengan tanganmu sendiri. Disana masih banyak” Tiffany menatap gadis pirang itu dengan kesal. Bagaimanapun gadis ini juga tak hanya menggigit buahnya tapi menjilati tangannya. Dan itu geli sekaligus..

“ kalau begitu itu tidak romantis sama sekali” Taeyeon malah mengedipkan matanya dengan genit.

“ ish..’’

Tiffany kembali menatap seohyun yang meringis kecil.

 

“ kau tidak apa-apa?”

“ kau bisa lihat sendiri dia sedang terluka Fany-ah. Kenapa kau malah bertanya seperti itu” bukan, yang menjawab bukanlah Seohyun. Melainkan gadis mesum yang sudah ikut berjongkok disamping Tiffany.

“ ais.. aku tidak bertanya padamu bodoh..’’ dengan kesal Tiffany memukul pelan kepala Taeyeon.

“ haha.. lagipula kau menanyakan pertanyaan yang sudah ada jawabannya” Taeyeon tertawa kembali.

“ asih.. diam kau..”

“ aduh aduh.. i-iya ampun sayang.. hahaha… aduh.. “ Taeyeon berusaha menghindari cubitan dari Tiffany.

“ ish.. dasar menyebalkan”

 

“ kalian sedang apa disitu?”

Ketiganya menoleh saat Yoona berjalan mendekati mereka. Ia kembali duduk disamping Seohyun dan seperti menggigit sesuatu.

“ ania.. abaikan saja kami. Hanya memastikan bahwa adikku akan merawat adik ipar dengan baik” ujar Taeyeon tersenyum tipis.

Yoona menoleh menatapnya dengan wajah datar.

‘‘ kau tidak usah khawatir. Aku sudah belajar banyak tentang hal seperti ini “ Yoona menggigit dan mematahkan kecil ranting tumbuhan itu sampai mengeluarkan air bening dan menempelkannya perlahan pada lutut Seohyun.

“ uh..”

“ ini lebih ampuh dibanding anti septik biasa “ Yoona menatap wajah meringis gadisnya.

‘’ yah.. kami hanya harus mempercayaimu bukan?” Taeyeon menatap kembali pada lutut yang berdarah itu. Pendarahan kecil itu sudah berhenti.

“ ini efek dari air garam tadi. Aloevera akan menutupi lukamu dan mengembalikan sarafmu yang tegang. Jangan terlalu banyak bergerak dulu sekarang” ujar Yoona mengambil air putih yang disodorkan Taeyeon padanya.

“ thanks..”

“ kajja.. kau istrahat saja” Yoona menempatkan Seohyun pada lengannya. Dan berjalan menuju kursi santay di dekat pohon besar tempat mereka beristrahat.

“ Seohyun kenapa?”

Yoona menurunkan seohyun pelan dan membiarkan gadis itu berbaring disalah satu kursi.

“ terjatuh. Lututnya tergores karang disana”

Yuri menatap Seohyun dan Yoona bergantian lalu tersenyum kecil.

“ kurasa ia akan baik-baik saja”

Yoona menatap Yuri dan mengangguk kecil.

 

“  Sunny.. apa Yoona mengambil jurusan kedokteran?” tanya Tiffany saat tengah memakai baju pelampung.

“ ya.. ne, dia mengambil jurusan itu untuk pilihan pertama”

“ hum? Lalu pilihan keduanya?”

“ tentu saja bisnis. Dia seorang pewaris utama Im Group.. dia dan Taeyeon sudah dipersiapkan dengan matang untuk menjadi sesuatu yang lebih besar. Kau tidak menyadari kalau kau tengah menjalin hubungan dengan salah satu dari keluarga terkenal dunia itu?” Nichole menepuk pelan bahu Tiffany dan tersenyum sambil mengancungkan jempolnya.

“ tidak. Yang aku tahu dia gadis menyebalkan yang berani menyentuhku dengan sembarangan” ujar Tiffany datar dan mengalihkan pandangannya. Matanya menangkap objek itu, Kim Taeyeon yang tengah mengobrolkan sesuatu dengan Sooyoung dan Hyoyeon.

“ yah.. kita tak bisa berkomentar banyak tentang hal itu” ujar Jessica yang baru mulai memakai baju pelampungnya.

“ tapi seriously, apa Yoona bisa menjalani dua hal yang berbeda itu dalam satu waktu? Maksudku Dokter dan Pebisnis itu bukan jalan yang mudah. Banyak hal dan istilah berbeda sekaligus sulit didalamnya” Tiffany kembali menatap ketiga gadis didepannya.

“ kau tidak mengetahui hal ini?”

Tiffany menatap Sunny dengan wajah bingung. Apa yang tidak ia ketahui.

“ Taeyeon bahkan mengambil jurusan yang sama dengan Yoona, Kedokteran… dan juga Hukum. Yah keduanya itu berada diluar jurusan bisnis “

“ eh? Hon-toni?” kagetnya.

Ketiga gadis itu mengangguk bersamaan. Kenapa ia bahkan tidak tahu hal ini. Ia sampai merasa tak bisa berbicara apapun lagi. Gadis pirang yang terus mengganggunya itu.. sejauh apa dia?

 

“ Taeyeon baru berumur 21 tahun, tapi ia memiliki bakat yang luar biasa. Ia menyelesaikan study kedokterannya dalam waktu satu tahun. Dan setahun kemudian ia lulus sebagai siswa dengan prestasi terbaik bagi jurusan hukum. Dan tahun ini ia mengambil jurusan bisnis karena memang itu adalah takdirnya” jelas Nichole kemudian. Ia memang baru kembali dari jepang setelah menjalani study disana selama dua tahun. Bukan hal mengejutkan mendengan sahabat kekasihnya itu meraih banyak hal yang diluar pemikiran manusia. Bagaimanapun.. dia adalah Kim Taeyeon.. orang itu, kau tak dapat mengukur seperti apa ia yang sebenarnya.

“ dua jurusan itu.. ditempuh masing-masing satu tahun? Apa, ia memang sehebat itu?” gumam Tiffany masih tak dapat mempercayai pendengaranya sendiri. Meskipun Nichole mengatakan dengan jelas, meskipun ia meyakini diri bahwa telinganya berfungsi dengan baik, meskipun- itu adalah hal yang bahkan tak bisa ia bayangkan.

“ Yoona mengambil jurusan yang sama dengan Taeyeon. Bedanya Yoona langsung membawa bisnis dan kedokteran dalam waktu yang bersamaan. Tapi bukankah sudah banyak desas desus akan kecerdasan kedua bersaudara Itu diluar sana? Aku tak akan kaget jika lain kesempatan Yuri atau sikembar Krys bahkan bisa menjalani dua atau bahkan lebih study dilain waktu. mereka memiliki bakat mematikan itu”

Tiffany menelan ludahnya mendengar perkataan Jessica. Sepertinya ia telah terjebak dengan makhluk Tuhan yang berbahaya.

“ harusnya aku bahkan bisa menyadari hal itu. Dia monster..” gumamnya.

 

“ ne? Kau mengatakan apa?”

Tiffany menoleh cepat karena terkejut mendengar suara Taeyeon yang sudah berada didekatnya. Sepertinya ia sudah tenggelam dalam pemikirannya sendiri dan tak menyadari gadis pirang itu sudah berada disampingnya.

“ eh? A-ania..’’

Taeyeon mengerutkan keningnya bingung. Kenapa gadis ini tiba-tiba berubah dengan cepat.

“ fany-ah.. kau tidak apa-apa?”

Tiffany tersenyum canggung dan mengangguk kecil.

“ hey.. kau bersikap aneh”

Tiffany menatap Taeyeon dengan berusaha untuk tetap tenang.

“ Fany-ah..”

“ aku.. aku ingin ketoilet sebentar” ujar Tiffany dan langsung melangkah menjauh.

“ ada apa dengannya” bingung Taeyeon. Ia langsung memandang ketiga gadis yang sedari tadi menatapnya.

 

“ ne.. kalian mengatakan apa pada gadisku. Jangan menggosipkan yang tidak-tidak tentangku padanya” ujar Taeyeon menatap tajam ketiga gadis itu.

“ kenapa kau malah bertanya pada kami. Huh.. dasar pendek” ujar Jessica dan berjalan menjauh. Sebenarnya untuk menghindari tatapan intimidasi gadis pirang itu. Bagaimanapun itu terlihat lebih mengerikan.

“ aku tidak pendek.. aku bahkan lebih tinggi darimu. Dasar batu es” kesal Taeyeon. Memilih menyusul tiffany. Merasa curiga dengan sikap gadisnya.

T.B.C

Advertisements

72 thoughts on “Something 16

  1. Ohhh jadi laki2 itu siwon toh,mau ngapain dia??? Jgn blg mau rebut tiffany dari taeyeon,awas aja kalo iya 😠.
    Itu si taeyeon 1 jurusan nyelesain nya 1 tahun??? Berarti 3 jurusan dalam 3 tahun?? Daebak!!!! 😮😮😮 Bahkan yoona ngambil 2 jurusan sekaligus , woahhhh bener bener daebak !!!!!! 😱😱😱😱😱

    Like

  2. Kek’a Fany udh mulai suka sama Tae, dan ternyata Taeyeon itu memang sangat” misteri punya segudang hal yg membuat org lain tercengang-cengan 😎
    Taeyeon yg ini memang WOW, amazing, awesome, extraordinary n’ apa-apalah gitu 😂
    Btw, Thor kamu lama beut comeback’a ?😁

    Like

  3. Thorr akhirnya update ff ini

    Penasaran sama asal fanny dari mana, gue takutnya kalo nanti fanny tau keluarganya pasti ada konflik 😦

    Tae kenapa lu sangat sangat…..

    Fighting💙💙

    Like

  4. siwon? kirain mantan fany hhaha
    next chapter apa masa lalu fany bakal kebongkar?
    itu tae sama yoona jenius banget kalau gitu 😂😂
    kalau mau protect sih terserah, asal kalau pake clue jangan susah” ya thor 😅

    Like

  5. Mudah mudahan kemunculan siwon tidqk menganggu hubungan taeny ya…..,
    Taeyeon hebat banget dalam waktu satu tahun bisa menyelesaikan pendidikanya… emang daebak..

    Like

  6. aktor salam kenal maaf baru comment di chapter ini dikarekan keasikan baca dari chapter 1 sampe 16 gk brenti” hehhee
    ijin baca ya author
    kayaknya masa lalu tiffani penuh misteri banget ya dan pasti taeyeon rahasiain sesuatu deh

    Like

  7. Pany bkan yg terbuang?
    Ad ap ini di masa lalu pany…
    Mereka kalo udh kmpul kok malah ngeselin.. ckckck
    Itu pany tba2 mersa canggung gtu ama tae.
    Mereka pinternya berlebihan. Hahahaha

    Like

  8. masa lalu tiffany bikin penasaran, apa ada hbngn.a dengan keluarga taeyeon ya,?? Thor 😮😮 kaya.a keluarga siwon jahat deh kaya.a 😫😫 makin seru thor cerita .a

    Like

  9. Daebbak yoontae IQ brp mereka .manusia ato orang orangan .wkwkwkkw
    Dan author yg tau pd akhirnya .*gajeabaikan*
    Taeny sweet .merindukan moment mereka weh .kapan lagi

    Gmw authornim

    Like

  10. Tuh kan, keluarga hwang itu masih penuh misteri.. apa jangan2 ada hubungannya dengan dengan keluarga kim..
    Kapan nih taeny punya dedek bayi wkwkw XDD

    Like

  11. Nungguin ncnya kapan munculnya sih thor hehe.. 😀
    ada part ncnya tapi malah di skip bikin yang full nc dong thor plisss 😀

    Like

  12. heol daaaaaeeeeebbaaaakkk taetae.. nggak bisa berkata2 kyaknya.. gue bingung mo ngomong apa soal otak yg di miliki tae sma yoong.. itu otaknya terbuat dri apa yah.. hehehe dan taetae selalu bisa bikin meleleh dengan sikap2 dan kata2nya.. owww beruntungnya dikau phany..aaaa~~~.. hehe tetap semangat thor.. jaga kesehatan juga ..^^

    Like

  13. Hoo terimakasih author-nim untuk updatenya jadi siapkah siwon ? Dia anak panti juga ? Kok bisa kenal sama tatang ? 🤔 baiklah hayati akan menunggu untuk chapter berikutnya dan terimakasih untuk yoonhyun momentnya Kekeke 😘😘 jujur aja karna efek translate otomatis hayati agak susah ngerti 😅

    Like

  14. Oh siwon. Danger is coming! Ada firasat buruk nih sama siwon moga2 aja mah ga ya wkwk
    Taeyeon gilee sempurna bgt wkwk smpe dibilang monster

    Like

  15. Kirain si kun dek ,arrghh ..jngn sampe kun masuk .. siwon mau ubrak_ubrak taeny kah ,semoga aja ppanu ttep percaya tae ..

    Hwaiting dek

    Like

  16. Ishh ishhh masa Ia gw telat baca part Ini sihh.. ia tuhan sok sibuk ajj gw😕
    Ohh cwo itu siwon kira gw sihh baekhyun 😆😆 iakali ajj baek lebih tinggi gitu

    Like

  17. ya ampunnn..pintar banget si yoontae..pngen juga pnya otak encer kyk mereka..
    tuh siwon muncul mau ngapain coba..hadehhh mulai timbul org ktiga nih..
    😧😧😧😧

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s