I Wanna a Baby (Sequel abfu)

Title : I Wanna a Baby

Cast : TaeNy

Sub-cast : Royal family

Genre : yuri, Long-shot

~

malam dingin kota L.A . rintik hujan membasahi jalanan yang masih padat. Kota ini seakan tak pernah tidur. Semakin malam semakin sibuk.

Keduanya tertidur . salah satu gadis memeluk gadis lain yang dengan nyaman menyimpan dirinya didalam kurungan tubuh gadis itu.

Seohyun membuka matanya. Ini masih dini hari. Matanya memandang yoona yang tertidur. Ia tak ingin membangunkan kekasihnya, tapi ‘sesuatu’ memaksa dirinya. Ia menggoyangkan lengan Yoona yang masih melingkar ditubuhnya.

“ unnie-ah…”

“……”

Tak ada jawaban. Yoona masih tertidur. Seohyun tak ingin menyerah. Ia menggoyahkan lebih keras lengan Yoona membuat gadis itu menggeliat

“ unnie… ireona…”

“ wae baby~….”

“ unnie-ah… aku mau ice cream…” bisik Seohyun manja.

“hum…” Yoona menjawab dengan gumaman.

“ unnie..” Seohyun mulai kesal.

“ kau bisa mendapatkannya besok baby… jadi ayo kita tidur lagi” Yoona mengeratkan pelukanya.tanpa membuka matanya.

“ shiro.. aku mau sekarang unnie…”

“ ini sudah malam Seobaby. Kau bisa sakit perut kalau makan ice cream malam-malam” Yoona masih menutup matanya.

Seohyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“ ini keinginan anakmu Im Yoona” kesalnya.

Tersentak. Yoona membuka matanya. Memandang seohyun yang langsung mengambil tangan Yoona meletakanya di atas perutnya yang sedikit buncit.. Ini bulan ketiga kehamilanya.

“ hehe… sepertinya kau mulai ngidam nyonya” Yoona menjepit kecil hidung mancung Seohyun dan mengecupnya.

“baiklah.. tunggu disini. Aku akan keluar membelikanya untukmu”

Yoona bangun. Mengambil sweater putihnya dan kunci mobil.

“ hati-hati unnie….”

“ne”

Yoona melangkah keluar dari kamar hotelnya dan bertepatan dengan seseorang yang hendak masuk kekamar tepat disebelah kamarnya.

“ oh? Taeyeon unnie.. kau baru pulang?” tanya Yoona. Ia melirik jam digital di handphonenya. Jam 02.00 …

“ ne yoona. Kau mau kemana jam segini?” Taeyeon memandang bingung.

“ aku ingin ke supermarket terdekat”

“he? Ingin membeli sesuatu?” tanya Taeyeon

“ ne. Seohyun ingin makan ice cream.. “ Yoona tersenyum

“ oh? Malam dingin seperti ini? Tidak salah?”

“ dia ngidam unnie…”

“ aaahh.. i see..”

Mereka sedang berada di L.A untuk masalah pekerjaan. Beberapa diantaranya juga ada yang tengah menjalani project kerja sama dengan perusahaan HOLLYWOOD. Dan taeyeon adalah salah satunya. Itulah mengapa ia baru pulang di jam sekarang.

Dan tentang Seohyun, perusahaan SM.Ent sudah mengetahuinya. Dan mereka tak bisa berbuat banyak selain memvacumkan Seohyun untuk setahun kedepan. Sekaligus menyembunyikan keberadaanya dari media dan masyarakat. Dan kabar yang mengejutkan selanjutnya adalah tentang kelahiran baby dari Jessica dan Yuri. Bayi kembar laki-laki yang sangat tampan yang diberi nama Jasson dan Justin. Kedua Bayi mungil itu sangat mirip dengan Jessica dan Yuri. Kulit mereka putih dengan hidung mancung mungil yang mirip dengan sang ayah. Rambut blonde dan lembut yang diwarisi sang ibu. Alis melengkung tegas seperti alis Yuri dan bibir tipis mereka sangat mirip dengan Jessica. Kedua Bayi berumur dua bulan itu sangat menggemaskan, membuat siapapun tak ingin berhenti menciumnya.

“ baiklah unnie..kurasa aku harus pergi sekarang…” Yoona berujar. Ia melangkah menutup pintu.

“aku ikut”

Dan akhirnya keduanya berjalan keluar dari hotel. Menuju parkiran hotel. Melajukan mobil menembus jalan L.A yang basah oleh hujan.

“kajja” Yoona turun terlebih dahulu. Lalu diikuti taeyeon dibelakangnya. Ini sudah dini hari, namun jalanan dan berbagai fasilitas masih ramai dikunjungi.

“ kau ingin membeli sesuatu unnie?”

Tanya Yoona setelah ia membayar ice cream miliknya.

“ aku sudah membelinya… ayo pulang” kini Taeyeon berjalan duluan

Keheningan tercipta. Yoona hanya fokus dengan kemudinya sedang Taeyeon memandang keluar jendela.

“ Yoona~”

Yoona hanya Menoleh sedikit. Memfokuskan dirinya pada jalanan. “ ne unnie.. wae?”

“ apa yang membuatmu memutuskan untuk mengahamili Seohyun.. dan kau juga terlihat bahagia karenanya” kali ini Taeyeon menoleh pada Yoona. Memandang gadis cantik itu yang terlihat serius.

“ memang apa? Tentu saja karena aku menginginkannya. Aku berharap aku bisa mendapatkan ‘anak’ dari orang yang benar-benar aku cintai. Dan Seohyunlah orang nya” Yoona tersenyum

Belum puas, Taeyeon mengerutkan keningnya..

“ kenapa? Apa kau takut jika seseorang mengambilnya darimu? Itu yang membuatmu menghamilinya”

“ itu juga benar. Aku gerah melihat banyak laki-laki menginginkan Seohyun-ku. Tapi alasan utamanya karena dia adalah seohyun. Aku tidak tertarik pada orang lain jika dia bukan Seohyun” Yoona tersenyum hangat menatap wajah sang leader yang masih mengerutkan keningnya

“ begini saja unnie, aku akan kembali bertanya. Apa yang membuatmu terus mengundur kehamilan Tiffany unnie?” Yoona kini benar-benar memfokuskan dirinya pada Taeyeon. Setelah memarkir mobilnya.

“ karena aku ingin yang terbaik untuknya. Untuk sekarang karir adalah yang utama baginya. Aku tidak bisa menghancurkan karirnya disaat dia tengah berada di puncaknya” ujar Taeyeon. Ia memandang keluar jendela. Menolak menatap Yoona yang kini terlihat sangat serius.

“ jinjja? Apa hatimu tidak takut uunie? Tiffany unnie sangat cantik. Dia juga visual grup ketiga setelah aku dan jessica unnie. Belum lagi dia mudah bergaul dengan siapapun. Teman laki-lakinya sangat banyak.. Sangat mustahil tidak ada yang mencoba mendekati Tiffany unnie seperti Nickhun oppa waktu itu. Apa kau siap dengan semua itu?” tanya yoona. Ia tersenyum sombong saat Taeyeon menoleh dengan cepat padanya.

“ pikirkan itu unnie… itulah kenapa aku berani mengambil jalan sejauh ini untuk Seohyun dan diriku sendiri” Yoona keluar terlebih dahulu.

Keduanya berpisah di depan kamar masing-masing. Namun karena sesuatu hal Yoona mengurungkan niatnya untuk masuk. Ia masih berdiri didepan kamarnya memandang pintu dimana Taeyeon masuk tadi.

“ Taeyeon unnie kalau tidak salah membeli…..

“ YAAAAA!!!!! KIM TAEYEOOOONNN SUDAH BERAPA KALI KUBILANG. JANGAN MAKAN ICE CREAM MALAM-MALAM” suara Tiffany terdengar keras.

“ i-iya Ppany-ah …. ak-aku akan menyimpannya untuk besok… ampuuunnn….”

“ ck… Kim Taeyeon.. kau bodoh sekali” ujar Yoona menggelengkan kepalanya lalu masuk ke kamar hotel untuk menemui Seohyun.

**

Taeyeon menopang dagunya. Ia terlihat berpikir keras. Beberapa kali ia mengacak rambutnya. Sudah empat hari setelah pembicaraanya dengan Yoona di L.A dan itu masih terngiang di otaknya.kini ia dan grupnya sudah kembali ke korea termasuk Yoona dan Yuri yang terpaksa meninggalkan kekasihnya di L.A. Taeyeon menghela napas dan menutup matanya. Membuat Yuri dan Hyoyeon memandangnya aneh.

“ kau ini kenapa sih?” Hyoyeon mulai kesal. Sikap Taeyeon aneh sejak pulang. Dia juga tidak menjawab saat ditanya.

Seperti sekarang, Taeyeon hanya memandangnya sekilas lalu kembali dengan pikiranya.

“ aish…”

“ ya! Pabo. Kelakuanmu sangat menggangguku. Kalau ada masalah kau bisa bercerita. Jangan diam seperti itu…” ujar Yuri melempar bantal sofa.

“ ugh… aku tidak apa-apa.. jangan hiraukan aku.” Taeyeon menjawab cuek.

Yuri berjalan. Menempatkan dirinya disamping Taeyeon. Menatap wajah kekanakan sahabatnya yang terlihat tengah … khawatir? Bingung? Entahlah… bercampur.

“ kau tidak sedang baik-baik saja Kim.. Ada apa?”

Taeyeon menghela napas pelan dan memandang serius Yuri.

“ Yuri-ah… apa yang membuatmu menghamili Jessica?” tanyanya. Yuri tersentak. Ia mengedipkan matanya beberapa kali.

“ hum.. itukah masalahmu Kim Taeyeon?” tanya Yuri bingung.

“tidak juga. Bisa kau jawab saja Kwon Yuri?”

Yuri memandang keatas. Melihat interior dorm mereka yang sudah banyak berubah setelah ia keluar dari dorm dan memutuskan untuk tinggal di rumah yang dibelinya untuknya dan Jessica.

“ aku mencintainya. Jasson dan Justin lahir secara tidak sengaja dariku dan Jessica”

“huh? Apa maksudmu?” bingung Taeyeon.

“ yah.. kami tidak sengaja kelepasan. Hingga ‘mereka’ ada” Yuri tersenyum. Ia kembali mengingat kedua putra kecilnya.

“…..”

“ tapi.. entah kenapa aku menolak mentah-mentah saat Kim Young Min, mengusulkan untuk menggugurkan kandungan Jessica. Aku merasa tidak rela. Aku seperti menolak kehadiran bayi kecil itu, tapi disisi lain aku sangat mengharapkan kehadiran ’mereka’ . seperti ada yang menahanku untuk mempertahankan anak itu. “

“ apa kau mencintainya?”
“siapa?”

“Jasson dan Justin”

“sangat. Aku tidak tahu. Mungkin karena aku terlalu mencintai Jessica dan itu juga membuatku sangat mencintai kedua bayi mungil itu.. ughhh aku merindukan mereka” Yuri memeluk bantal sofa dengan erat. Ia mengambil android-nya diatas meja dan membuka galery. Menatap foto dan video kedua bayi itu sambil tersenyum.

Taeyeon kembali termenung. Menghela napasnya pelan. Ia menunduk memijat pelan pelipisnya yang terasa sedikit pusing.

“ kau sakit Tae..?”

Taeyeon merasakan kepalanya diusap lembut. Mendongak menatap Tiffany yang masih berdiri dengan pakaian kerjanya.

“ kau sudah pulang?” Taeyeon menggeser duduknya memberikan ruang Tiffany untuk duduk. Tiffany lantas menempatkan dirinya disamping Taeyeon.

“ humn.. kau belum menjawab pertanyaanku tae. Apa kau sakit?” Tiffany terlihat khawatir. “ apa kita-“

“ tidak.. aku baik-baik saja. Hanya pusing biasa” Tiffany mengangguk mengerti. Tanganya masih memberi pijatan lembut dikening Taeyeon yang membuat leader tersenyum dan menutup pelan matanya, menikmati perhatian yang Tiffany berikan padanya.

“ kau jangan terlalu banyak memfosir dirimu Tae.. kau bisa bilang pada menejer oppa kalau kau merasa kurang enak badan.” Ujar Tiffany lembut. Taeyeon membuka matanya menatap mata coklat Tiffany yang indah. Keduanya terdiam. Seolah bisa berbicara lewat batin mereka.

Drrt drrt

Taeyeon menolehkan kepalanya menatap handphonenya yang berkedip. Ia mengambil benda canggih itu dan mnggeser layar hijau

“ yeobosseo oppa.. wae?”

“……”

“ ne? Ah.. besok? Mianhae aku masih punya banyak pekerjaan”

“….”

“ ahm… aku akan mencarinya. Ne… baiklah…”

“…..”

“ ne..”

“siapa?” Taeyeon menoleh menatap wajah kekasihnya yang terlihat sedikit ditekuk.

“ leeteuk oppa…” Taeyeon meletakkan kembali handphonenya

“ kenapa dia menelepon mu?” tanya Hyoyeon mengganti channel TV.

“ hum? Dia mengajakku keluar besok. Tapi aku mengatakan kalau aku punya jadwal Full, jadi dia mengajakku untuk makan malam dilain kesempatan” jelas Taeyeon tanpa menyadari kekasihnya cemburu.

“ aku kekamar” terdengar suara dingin Tiffany memasuki rongga telinganya. Tayeon menoleh menatap Tiffany yang berjalan cepat menuju kamarnya.

“ kau tak mengejarnya?” tanya Yuri bingung

“ hum? Untuk apa?” Taeyeon bertanya polos dan membuat Hyoyeon melempar bantal sofa tepat diwajahnya.

“ ya! Kim Hyoyeon.. apa masalahmu huh?!” kesal Taeyeon merapikan rambutnya

“ ya! Pabo Taeyeon.. your Tiffany hwang sedang jealous. Apa kau tak menyadarinya?” Hyoyeon balik berteriak kesal.

“ mwo? Cemburu ? dengan siapa?” Taeyeon memandang keduanya dengan polos. Memangnya Tiffany cemburu dengan apa? Karena ia mengangkat telepon?

“ yaish… dengan siapa lagi kalau bukan Teuk oppa huh? Dia mengajakmu keluar berarti berkencan. And dengan santainya kau mengatakan hal itu didepan Tiffany. Yais… Tuhan.. kenapa kau bodoh sekali” Yuri mengacak rambutnya frustasi.

Taeyeon mengedipkan matanya bingung.

“ tapi kami tidak berkencan. Aku tidak meng’iya’kan ajakan oppa kan?”

“ tetap saja bodoh! Sudah sana… bujuk Tiffany”

“tapi… dia mungkin ingin beristirahat…” Taeyeon menggumam kecil namun masih bisa didengar oleh kedua sahabatnya.

“ Taeng…”

Taeyeon menoleh menatap Yuri

“ cobalah untuk egois sekali saja. Mungkin ada gunanya untukmu. Jika kau tidak ingin kehilanganya maka lakukan hal yang menurutmu benar.” Yuri tersenyum menepuk pelan bahu Taeyeon.

“ baiklah…”

**

Taeyeon memasuki kamar Tiffany tanpa mengetuk pintu. Ia sudah sering dan selalu seperti Itu jika masuk dikamar yang penuh dengan warna pink setiap sudutnya itu. Ia mendengar suara gemercik air dari arah kamar mandi.

‘Tiffany sedang mandi’

Taeyeon memutuskan untuk duduk diranjang yang lagi-lagi berwarna pink itu. Terkadang ia berpikir bagaiman bisa ada manusia yang tergila-gila akan warna itu. Dan bagaimana bisa ia begitu mencintai gadis penyuka pink itu.

Ia mengulurkan tanganya untuk membaca sebuah buku yang tersusun rapi diatas meja kecil samping tempat tidur. Berbagai novel ada diatas meja itu. Ia tahu Tiffany sama seperti Jessica. Kedua american girl itu menyukai novel dan cerita fiksi karangan penulis terkenal. Tiffany bahkan sampai membuat lemari khusus novel dan menempatkanya disudur kamar dekat jendela.

 

Ceklek~ pintu kamar mandi terbuka. Menampakkan Tiffany dengan piyama hufftt pink again, keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk pink ( -_-“) yang tertengger dilehernya.

“ kenapa kau disini?” Tiffany berujar dingin. Ia melangkah dan duduk didepan meja riasnya.

Taeyeon menghela napas pelan dan bangkit. Memeluk Tiffany dari belakang.

“ aku tahu kau kesal.. maafkan aku..” ia membenamkan wajahnya diceruk leher tiffany.

Tiffany hanya terdiam membisu. Ia melanjutkan untuk menggunakan lotion malamnya.

“ Fany-ah ku mohon… aku tidak berkencan dengan Teuk oppa.. kami hanya teman. Hanya kamu yang aku sayang Fany-ah..”

Tiffany menghela napasnya pelan. Ia berbalik menatap Taeyeon yang menatapnya dengan pandangan memohon. Ia tahu seberapa besar Taeyeon mencintainya, dan lebih dari itu ia juga mencintai Taeyeon. Ia merasa bersalah karena marah secara tiba-tiba. Padahal ia tahu pasti Taeyeon sangat kelelahan.

“i know.. mianhae..” ia mengusap pipi Taeyeon yang kini tersenyum hangat sambil menggenggam tanganya.

“ i miss you mushroom…” Taeyeon mendekatkan wajahnya. Tiffany hanya menutup matanya, merasakan benda lembut menyentuh dan mengulum bibir tipisnya. Ia melingkarkan tanganya dileher Taeyeon. Memperdalam ciuman mereka.

Taeyeon mengangkat tubuh Tiffany hingga kini duduk diatas meja rias sedang ia berdiri. Kedua kaki Tiffany melingkar dipinggang Taeyeon, sedang taeyeon mengurung tubuh Tiffany dengan meletakkan tanganya disekitar tubuh Tiffany. Tepat memegang kaca dibelakang tubuh Tiffany.

Ciuman itu kian panas, terlebih dengan keduanya yang saling membuka baju pasangan masing-masing. Taeyeon sedikit memundurkan kepalanya, membiarkan tiffany untuk mengambil nafas sejenak. Ia memandang Tiffany. Gadis itu kini hanya menggunakan bra hitam dan hotpants yang sudah terbuka resletingnya. Tersenyum, ia mengangkat dagu Tiffany yang masih mengatur nafasnya.

“ kau terlihat sangat menggoda…” bisik Taeyeon. Ia menjilati telinga Tiffany hingga membuat Tiffany menggelinjang kegelian.

“Tiffany Hwang Mi Young..” kini keduanya saling memandang. Untuk pertama kalinya Taeyeon memanggilnya dengan nama lengkapnya. Dan entah mengapa, sesuatu hal yang tidak biasa ini membuatnya merasa… takut.

 ‘Tae.. ‘.

Taeyeon tak pernah memanggilnya dengan nama lengkapnya. Terakhir Taeyeon memanggilnya dengan nama itu saat mereka sempat bertengkar hebat dan mereka putus. Selama itu mereka tidak saling menyapa. Saling memegang ego masing-masing, dan berakhir dengan Taeyeon yang menjalin hubungan dengan orang lain. Tiffany sangat terluka dan saat mendengar kabar itu . Hingaa Tiffany demam selama tiga hari.Tapi bersyukur sebulan setelahnya mereka kembali lagi. Dan jika Taeyeon memanggilnya seperti ini, hanya ada dua kemungkinan. Entah dia tengan serius atau.. ia tengah marah? Tapi apa yang telah dilakukan Tiffany? apa ada sesuatu yang ia lewatkan?

Dan meskipun masih berkutat dengan pemikirannya. Mereka bahkan berciuam panas bebrapa detik yang lalu. Apa ia terlalu agresif? Apa ia-

“ w-wae?”
Taeyeon memandangnya tegas. Tiffany tak tahu arti pandangan itu. Ia menelan ludahnya melihat wajah Taeyeon yang serius. Sungguh.. kini ia merasa ketakutan. Bayangan tentang Taeyeon yang akan meninggalkanya membuat lututnya terasa lemas.

“ bisa kau kabulkan permintaanku? Hanya satu.. satu hal yang akan membuatku lebih tenang dan bahagia. Satu hal yang bisa membuatku merasa bebanku hilang tak berbekas. Bisakah?”

Tiffany menggigit pelan bibirnya. Ia merasakan suatu perasaan aneh. Genggaman tanganya yang berada dilingkaran leher Taeyeon menguat. Dengan pelan ia mengangguk dan menunduk.

Ia takut. Ia takut Taeyeon akan meminta berpisah denganya. Ia tak tahu bagaiman ia bisa hidup jika benar hal itu yang akan terucap dari bibir Taeyeon sekarang.

“ Fany-ah..” Taeyeon mengangkat dagu Tiffany. Membiarkan mata onixnya berbenturan dengan mata bulan Tiffany. “ lahirkan sorang bayi untukku”

Tiffany mengerjapkan matanya. Memproses kata-kata Taeyeon dalam otaknya.

“MWOO??!!!!”
Tiffany membulatkan matanya. Memandang Taeyeon yang kini mengusap telinganya akibat teriakan Tiffany yang berjarak sangat dekat denganya.

“ pany-ah~.. aish.. telinga cantikku.. huhuhu..”

Tiffany masih memandang taeyeon.

“k-kau serius dengan ucapanmu Tae?”
taeyeon kini kembali memandang Tiffany. Ia sempat menarik napasnya. Lalu mengangguk mantap.
“ sangat serius…”

Tiffany kini menggaruk pipinya yang tidak gatal. Tatapanya persis seperti anak polos yang kebingungan. Membuat Taeyeon gemas dan mencubit pipinya.
“ ya~ Tae.. ugh…” Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal.

Taeyon tersenyum. Ia mengusap pipi Tiffany dan mengecupnya ringan.

“ bisakah?”
Tiffany dan Taeyeon kembali bertatapan.

“ kau benar-benar menginginkannya?” Tiffany mengusap pipi Taeyeon. Merapikan sedikit helaian rambut yang berjatuhan menutupi dahi gadis lainya.

“ ya.. aku sangat menginginkannya.. dari dulu. Tapi aku takut merusak karirmu, jadi ak-“ Tiffany memotong ucapanya dengan mencium bibir Taeyeon lembut. Kecupan manis yang kian memanas tat kala Tiffany melepaskan baju milik Taeyeon. Sedang dirinnya sudah full naked sekarang.

Taeyeon melepas pagutanya. “ so.. it’s yes honey?”

“ sure.. i give you a baby..” senyum indah itu terpancar diwajah cantik Tiffany.

Taeyeon tersenyum. Ia mengecup rahang Tiffany sebelum turun keleher putih nan jenjang itu. Menghisap kuat hingga meninggalkan banyak kissmark. persetan untuk jadwal apa saja gadis ini. itu urusan belakangan..

“ Taeee…hhh..”
Taeyeon mendorong tubuh Tiffany. Menyudutkanya pada kaca. Menghisap kuat bahu, leher dan belahan dada Tiffany.

“ ahhh.. Taehhh”

Drrrt drrrtt...
Tiffany mendorong pelan tubuh Taeyeon. Membuat Taeyeon mengerang frustasi. Tiffany Meraih benda persegi panjang yang bergetar disampingnya.

“ Khun oppa? Kenapa dia menelponku?” gumam Tiffany.

“ nugu?”

“ Khun oppa. Dia menelponku” Tiffany hendak menggeser layar hijau saat tiba-tiba tangan Taeyeon merebut handphonenya dan mencopot baterai lantas meleparnya kembali diatas meja.

“ eh? Tae.. wae- umhhhnnn…” Taeyeon memotong perkataan Tiffany dengan melumat bibirnya bergairah. Tiffany tersenyum disela ciuman mereka. Taeyeon jealous…

“ ahh..ohhh. taemhhhppp” Taeyeon menghisap kuat dada sebelah kanan Tiffany sedang tanganya meremas dada sebelah kiri Tiffany. Memainkan cerry kecil yang kian mengeras. Tiffany hanya mampu mendesah. Ia meremas tengkuk Taeyeon dengan jari lentiknya.

Taeyeon menatapTiffany. Gadis itu perlahan membuka matanya menatap Taeyeon yang tersenyum kecil. Tangan Taeyeon kini perlahan ditempatkan pada paha Tiffany yang terekspos. Tatapan tajam Taeyeon tertuju pada dada Tiffany.

“ ini tidak akan berakhir mudah kau tahu..” Taeyon berbisik. Tiffany menggigit kecil bibirnya. Merasakan Taeyeon kembali mengusap paha dalamnya hingga menyentuh area pribadinya.
“ i want you.. Miss Hwang.. ania.. Tiffany Kim.”

Desahan terdengar dari kamar itu. Malam hingga hampir menjelang pagi. Tiffany hampir merasa tubuhnya remuk melayani ‘permainan’ Taeyeon. Ia tahu Taeyeon byun, dan ini juga adalah sebagian dari setiap perlakuan cabul Taeyeon padanya. Tapi Tiffany menyadari bahwa dirinya sudah terlanjur jatuh dalam pesona gadis berwajah kekanakan tapi imut itu.

*

Beberapa bulan kemudian~

Taeyeon memperhatikan jam yang sudah menunjuk pada angka 01 : 09 Am. Sudah sangat larut dan ia butuh tidur sekarang. Ia melangkah keluar dari mobil yang membawanya.

“ besok kau ada jadwal siang Taeng. Istrahatlah yang cukup” manager unnie menatap pada leader SNSD itu dengan lembut. Merasa sangat kasihan dengan padatnya jadwal gadis itu. tapi, bahkan penghasilannya tergantung dari mereka. Ia tak bisa mengatakan bahwa dirinya juga membutuhkan kerja keras delapan gadis lainnya.

“ ne unnie.. selamat malam” ujar Taeyeon dengan pelan. Sempat tersenyum dan melangkahkan kakinya memasuki gedung tinggi. Ia menekan angka 27 dimana dormnya berada. Ia tak bisa menahan kantuknya lagi. Ia butuh kasurnya dan melampiaskan rasa lelahnya sekarang. Terkadang ini sangat sulit. Ia harus bekerja dengan seluruh tenaganya dalam beberapa waktu terakhir. Entah untuk kegiatan group maupun individunya. Belum lagi dengan kegiatan solo karirnya yang semakin memperpadat. Tidak, Taeyeon sangat menyukai saat dirinya tengggelam dengan berbagai banyak dan macamnya pekerjaan itu. hanya saja.. ia menyayangkan kenapa ia begitu tak memperhatikan rasa lelahnya.

Ia melangkah keluar dari lift dan menekan beberapa digit assword apartement mereka. Ia meyakini semua sudah tenggelam dibalik selimut mereka sekarang. Musim ini mulai dingin. Sangat menyenangkan bisa menghangatkan diri dibalik sana.

Hanya saja, sepertinya ia harus mengubur harapannya saat tarikan kasar itu menghenpaskannya pada dinding. Dingin dan sakit karena benturan itu membuatnya mengerang kecil. Namun, belum sempat ia memprotes, sepasang benda lembut telah menguasai bibirnya. Ia membiarkan gadis tinggi itu mengambil banyak kesempatan untuk melumat mereka bergantian. Sebuah lidah berhasil menyusup dalam mulutnya. Berpesta pora didalam sana.

“ ummphhh…”

Deru nafas keduanya saling bersahutan. Taeyeon mengangkat tangannya menyentuh pada tengkuk gadis lainnya. Memberikan sentuhan lembut namun erangan kenikmatan membuatnya tersenyum. Ia tak akan membiarkan orang lain menguasai dirinya begitu banyak. Ia membalikkan dirinya, hingga kini ia yang berada untuk memepet tubuh lainnya antaranya dan tembok. Tak memberi kesempatan mereka untuk mengambil napas, ia kembali mendaratkan bibirnya menyentuh bibir memabukkan itu. ia memiringkan kepalanya untuk mendapat posisi yang pas dan kembali meraup bibir lainnya dalam kuasanya.

“ ahhmmpphh….”

Taeyeon menjilat beberapa leleran saliva keduanya yang merembes pada dagu gadis itu. lalu tersenyum puas saat menatap wajah gadis yang berusaha mengambil napasnya.

“ seseorang begitu merindukanku sampai tidak tidur hum? Lalu menyerangku tiba-tiba seperti ini” Taeyeon berujar menggoda dengan menempelkan keningnya dengan gadis yang masih menunduk.

Gadis itu menatap padanya dan mempout bibirnya dengan kesal.

‘‘ dan seseorang begitu menikmati untuk digoda para fangirl huh? “ gadis itu menatapnya dengan tajam dan anehnya ia malah melingkarkan tangannya pada leher Taeyeon.

“ oh.. someone is jealous?” Taeyeon menarik pinggang gadis itu dan melempar tasnya begitu saja ke lantai. Ia menatap mata coklat madu itu dengan lembut. Satu hal yang akan membuat orang lain begitu menggilai pesonanya yang sulit diabaikan. Dengan hanya menatapnya saja… kau akan jatuh sendiri, dalam setiap perangkap yang ditawarkan seorang Kim Taeyeon.

“ I’m not..”

“ yes you are..” Taeyeon tersenyum jahil dan semakin merapatkan pelukannya. Ia begitu merindukan gadis ini. Bagaimanapun mereka memiliki jadwal yang sangat padat. Dan mereka harus rela untuk tidak bertemu dengan waktu yang banyak. Hanya sekedar saling menyapa dipagi hari atau berpelukan dalam tidur tiap malam. Atau lain kali, saat salah satu diantara mereka yang akan berangkat jauh. Dan hanya dengan mendengar suara lewat telpon dengan durasi yang sangat sempit. Ia tak bisa berbohong, ia merindukan kebersamaan mereka.

“ Taetae..” Tiffany, gadis keturunan Amerika itu mengusap pipi mulus kekasihnya. Menatap pada kantung mata yang sangat mengganggu bagi mereka.

“ hmm..”

Tiffany meyakini bahwa gadis ini pasti sangat kelelahan. Ia menarik gadis lainnya menuju kamarnya. Sebelumnya ia sempat mengambil tas Taeyeon yang tergeletak dibawah. Ia yakin, gadis itu pasti akan membiarkan begitu saja jika tidak ia sadari. Taeyeon membutuhkan banyak perhatian akan barangnya sendiri. Dan salah Tiffany karena ia begitu memperhatikan hal sekecil apapun itu tentang gadis itu.

“ istrahatlah.. ganti bajumu dulu” Tiffany menyerahkan piyama putih dengan gambar daun-daun kecil pada Taeyeon. Melihat gadis itu tersenyum kecil dan melangkah menuju kamar mandi. Ia menunggu Taeyeon dipinggir ranjangnya dengan mulai menata bantal dan selimut mereka. Jika sudah seperti ini, rasanya ia sudah menjadi istri gadis itu.

Berbicara tentang pernikahan, ada satu hal yang terus mengganggu pikiran Tiffany sampai kini. kedua keluarga sudah bahkan terus mendesak keduanya menikah, walaupun sembunyi-sembunyi. Tidak, ia tak keberatan menikahi gadis, ini adalah cintanya. Hanya saja, mereka berada diposisi yang jelas rumit. Taeyeon dan Tiffany bukan orang biasa. Mereka seorang public figure, banyak kamera dan mata yang begitu memperhatikan mereka. Ia tidak mungkin mengabaikan para fans yang diluar sana. Mereka sangat berharga untuk satu perjuangan yang sampai kini mereka pertahankan.

“ kau terlalu banyak berpikir, ayo tidur.. aku mengantuk” Taeyeon, entah sejak kapan sudah berada disampingnya. Bukan hanya itu, Taeyeon bahkan sudah menariknya dengan memeluknya protective.

“  Goodnight my love..” bisik Taeyeon lembut pada telinganya.. “ saranghae..” dan hanya kalimat itu, perutnya terasa aneh sekali.

“ night Tae.. love you too..”

*

Tiffany mengerjapkan matanya dan melempar selimut dengan kasar. Ia berlari menuju kamar mandi dan merasakan perutnya menjadi aneh. Ini selalu terjadi beberapa hari ini. Ia akan menjadi sangat lemas. Seperti sekarang..

“ hahhhh…hoekk..”

Tiffany merasakan seseorang mengangkat rambutnya dan tangan lainnya yang memijat tengkuknya dengan lembut. Tidak perlu bertanya, karena pantulan bayangan Taeyeon menjawab segalanya.

“ keluarkan semuanya..” bisik Taeyeon lembut.

“ ughh..”

“ kau tidak apa-apa?” Taeyeon memeluk tubuhnya sebelum jatuh meluruh kelantai kamar mandi.

“ its okay.. aku hanya pusing” ujar Tiffany menyandarkan tubuhnya lebih banyak. Ini tidak untuk pertama kali. Ia bahkan merasa bahwa kebiasaannya menjadi aneh akhir-akhir ini. Entah itu dengan bangun tengah malam dan makan, atau menyentuh keju yang selama ini ia hindari. Kadang ia akan sangat merasa emosi dan menangis di toilet tempatnya syuting. Kadang ia akan sangat merasa capek dengan mendengar orang lain berbicara. Atau terkadang ia akan merasa marah dengan hanya mendengar lagu sedih. Entahlah.. ini sangat membingungkan.

“ kembali ketempat tidur.. aku akan menelpon Dr.Yoo dan meminta untuk memeriksamu” uajr Taeyeon membawanya keluar. Tubuh gadisnya sangat dingin. Tentu saja, ini baru jam tiga dan ia sangat mengantuk. Tapi Taeyeon sangat terkejut saat Tiffany bergerak tiba-tiba seperti itu. rasa kesalnya berubah dengan cepat saat menemukan Tiffany begitu lemah dan pucat. Oh tidak, wajah cantiknya tertutupi dengan kelesuan itu. dan Taeyeon tak suka melihatnya menderita.

“ Tae.. aku hanya kurang istrahat saja. Jangan menelpon dokter plis..” ujarnya lemah. namun kemudian ia menutup matanya erat saat merasakan kepalanya tiba-tiba sakit.

“ no.. kau harus tetap diperiksa fany-ah..”

~

Dr.Yoo tersenyum dan mengantongi kembali stetoskopnya. Dokter pribadi keluarga Kim itu tersenyum dan memandang kedu gadis yang saling melempar pandangan bertanya.

“ bagaiman keadaan istri saya dok?”

Tiffany membelak malu. Apa yang dikatakannya barusan? Istri? Mereka bahkan belum menikah.

“ tenang nona Kim.. Mrs.Kim tidak apa-apa. Dia hanya harus banyak beristrahat yang cukup dan minum vitamin yang saya anjurkan. Ini resepnya” dokter itu menyerahkan secarik kertas pada Taeyeon.

“ baiklah.. saya akan membelikannya. Terimakasih Dokter” Taeyeon menjabat tangannya.

“ sebenarnya ada kabar bahagia untuk anda.. “ dokter itu tersenyum kembali.

“ ne?”

“ nona hwang tengah hamil muda. Usia kandungannya bahkan sudah masuk usia 1 bulan..” ujar dokter berumur 40-an itu dengan senyuman semakin lebar.

Taeyeon mengerjapkan matanya.

“ F-fany.. Ha-hamil?”

“ iya nona..”

Taeyeon entah harus mengekspresikan apa. Ia menoleh cepat pada gadis yang masih dengan wajah terkejutnya. Keduanya saling memandang.

“ goshh.. thank you sayang..” Taeyeon langsung memeluk erat gadisnya. Setitik air mata jatuh pada pipinya dan ia tersenyum dengan sangat bahagia. Ia.. entahlah.. sesuatu yang begitu ia inginkan menjadi kenyatan. Matanya bahkan sudah tidak merasa kantuk dan Tubuhnya bahkan kehilangan lelahnya.

” a-aku.. hamil? aku akan.. jadi ibu?” Tiffany tersenyum dengan air mata bahagianya. ia memeluk Teyeon lebih erat.

 

Malam mulai menampakkan rasa lelahnya. Matahari dan semburat kekuningan disana terlihat. Taeyeon terjaga untuk memeluk tubuh Tiffany dengan lembut. Seraya hatinya terus memanjatkan rasa syukur.

Thanks God..

I love you baby..” bisik Taeyeon pada gadis yang menyembunyikan wajah dilekuk lehernya.

Fin~

Advertisements

66 thoughts on “I Wanna a Baby (Sequel abfu)

  1. owww… kayaknya gue harus periksa kadar gula gue nih.. takutnya gue kena diabetes akut karna SNSD terutama TaeNy.. OMG OMG OMG.. mereka selalu sweet.. tapi paling sweet tetap arthornya donk.. hehehehe semangat terus thor jaga kesehatan juga.. ^^ lope lope buat arthornim.. hehehe

    Like

  2. Arghhhh gw blom iklas ini end gitu aja… gw pen liat si tae merasakan sakitnya disuruh ini itu ama ibu hamil… wkwkwk…. gw pen lihat gw pen tau… dia kacau dan stresss gk yaaa??? Secara ffany tuh org yg paling alay, mendramatisir, manja, maunya banyakkkk
    Wehhhh… taeny gokil…
    Gw gk kebayang anak yulsic yg twin cute gimana???? Ughhhh
    Thanks thorr see ya n hwataengggg

    Like

  3. Sequel thor, buat phany sgt manja dan ngidam lebih parah dari seo, wkhaha,,,.
    Sica udah ngelahirin dua baby, seo hamil phany jg hamil sekarang, lah sunny kapan hamilnya?
    Ayo soo berusaha buat sunny jg hamil, lu pasti iri kan pd kedua temanmu, haha,,,.

    Like

  4. Dari tadi senyum2 mulu liat taeny 😍 ntar tippa ngidam apaan yah ? kim baby jangan minta yg aneh2 yah kasihan ntar taengappa kewalahan

    Like

  5. Stresku langsung hilang gegara taeny ^_^.) .awwww love so sweet btw kapan pany pulang .merindukan moment mereka >,<") .huhuhuhuhu .taeny bogoshieppeo T.T

    Like

  6. Itu si kim gemar banget “anu in” phany tae kagak2 nikah hahaha
    Tuh dede udh nongol aja buruan resmiin wkwkwk

    Like

  7. Beuhh..! hyoyeon unnie emang gokil, langsung kena tuh lemparan mautnya ke wajah tae…ckckck dasar
    Resiko pnya leader super duper polos ya kya gini. Sabar ya Hyo unnie

    Like

  8. Baru kambek baca ff lagi eh nemu ini…. tinggal soosun yg blum 😂😂😂😂😂 kalau boleh sequel nya deh pngen tau panul ngidam apa wkwkwkkkk…
    Kaya nya buat dia sensitivdan cemburuan okey thor ,secara si tatang daun muda nya makin bnyak aja kan😂😂😂😂😂😂😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s