Complete 2

Title : Complete 2

Author : –

Cast : Taeny

Sub-cast : Find yourself

Genre : Romance, Yuri

Taeyeon melangkah menuju kelasnya dengan tenang. Ini masih pagi, dan tidak biasanya ia akan datang sepagi ini. Kau tahu ia terlalu pandai untuk menerima kembali pelajaran didalam sana. Dan disinilah ia berdiri, memandang pada mejanya yang terpenuhi berbagai macam hadiah. Ia tak harus mempertanyakan siapa pemiliknya, karena jelas ia sudah menerima hal yang sama untuk kesekian lakinya. Semua  terbungkus dengan rapi dan anehnya itu tidak menarik perhatiannya sama sekali. Ia juga mempertanyakan mengapa dirinya begitu terkenal. Oh ayolah, siapa yang bisa menolak pesona seorang putri keluarga KIM itu. ayahnya yang sudah memiliki nama sebagai pengusaha lokomotif yang bahkan sudah diakui keberadaannya di dunia. Dengan nama dan predikat sebesar itu, bagaimana mungkin tak ada yang tak menginginkan gadis berambut hitam itu. hanya saja..

Taeyeon mengerutkan keningnya dan menyingkirkan berbagai hadiah itu kedalam plastic merah besar. Jangan Tanya berapa kali ia melakukan hal itu, karena ia akan membuat semua petugas kebersihan menunggunya untuk membereskan barang yang menurutnya tidak berguna itu.

 

“ hey kau..” ia memanggil salah satu siswa yang berjalan melewati kelasnya. Laki-laki dengan kacamata tebal itu menoleh padanya dan pipinya memerah. Mimpi apa ia semalam hingga dewi sekolah itu memanggilnya.

“ n-ne..” ia berjalan mendekat saat Taeyeon memberinya isyarat mendekat.

Taeyeon tak segera menjawab. Ia memandang laki-laki itu yang hanya dapat mematung dan berdiri dengan wajah bodohnya. See.. pesonanya bahkan dapat membuat orang tak berkutik banyak.

“ bisa aku memintamu membuang ini?” Taeyeon menunjuk pada dua kantung plastic dibawah mejanya.

Laki-laki itu mengerutkan keningnya. Bukankah itu dari fansnya?  kenapa Taeyeon ingin membuangnya?

“ ap-“

“ jangan banyak bertanya. Itu menggangguku.. aku ingin belajar. Akalu ini ada disini bagaimana aku bisa duduk?” Taeyeon menjawab dengan dingin. Ia jelas dapat melihat laki-laki kutu buku itu tersentak kaget karena ia tiba-tiba memotong pembicaraannya. Namun kemudian laki-laki itu mengangguk paham dan mulai membawa kedua kantong itu menjauh. Entah ia bawa kemana. Taeyeon tak begitu perduli.

 

Taeyeon kemudian memandang pada hamparan daun yang bergerak kecil tertiup angin. Ia menyukai kesendiriannya dan kesepian ini. Hanya saja.. ia tak bisa melakukan dalam waktu lama saat suara keras mengganggunya.

“ Taetaeee…” dan gadis dengan rambut terkucir ekor kuda berlari riang padanya. Tersenyum dengan matanya yang indah. Dan ia cukup merasakan perasaan aneh saat hatinya bergetar aneh untuk melihat hal itu.

“ kau datang lebih awal..” Tiffany menempatkan dirinya disamping gadis dingin itu.

“ hmm.. “ Taeyeon memusatkan kembali pandangannya pada luar jendela. Akan berbahaya saat ia terus menatap Tiffany. ia tak bisa menolong bahwa ia begitu menginginkan gadis disampingnya.

“ Ya.. Tae. Aku disini dan kau bahkan tak menyapaku dengan senyuman?” Taeyeon terkejut saat Tiffany menarik wajahnya menghadap pada Tifany. So close.. ia bahkan dapat merasakan napas gadis itu menerpa pipinya.

Sahabatnya. Tiffany.. sahabatnya..

pemikiran itu terus terngiang dalam otaknya. Memaksa Taeyeon menelan pahit kenyataan saat gadis itu tak bisa dimilikinya.

Taeyeon tersenyum lembut. Menggenggam tangan yang masih memegang pipinya itu dengan lembut. Senyum mulai terukir dari wajah malaikatnya. Senyuman yang dipaksakan untuk menerima seuatu yang tak ingin ia ketahui.

 

“ arrayo.. morning Ppany..” Taeyeon menatap pada gadis keturunan Amerika-Korea yang tersenyum dengan lebar. Ia menyuai saat mata itu melengkung membentuk sabit yang ia yakini, itu lebih bersinar dibanding yang atas sana.

“ morning Tae-tae…” Tiffany mengecup pipinya kilat. Hanya kecupan dan deguban dalam jantungnya tak bisa ia tahan. Kenapa gadis ini begitu frontal? Apa ia ingin membuat Taeyeon jantungan?

~

Taeyeon membuka matanya, mimpi itu. entah sudah berapa kali ia terus memimpikan hal yang terjadi pada masa sekolahnya. Tentu saja, kebanyakan darinya adalah tentang Tiffany. kenapa gadis itu begitu mempengaruhinya?

Ia menatap pada langit kebiruan diatasnya. Ia.. lagi-lagi tertidur disini, diatap kampusnya. Ia memandang pada jam tangan putih yang melingkar pas ditangannya. Jam sudah menunjuk jam satu siang. Kelas sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Ia tak punya banyak waktu untuk kembali kesana dan membuat karangan untuk alasannya. Ia hanya mengambil handphonenya dan mengirim pesan singkat pada Yuri. Mengatakan bahwa ia tak masuk dan meminta gadis hitam itu membawakan tasnya.

‘ ya!! Kau pikir aku ini pembantumu? Kenapa kau senang sekali menyuruhku?’

‘ bukan, kau kekasih sahabatku. Jadi lakukan itu dan aku tidak akan mengadu pada sica baby’

‘ kau mau mati?! Aish.. dan jangan memanggilnya sica baby.. itu panggilan khusus dariku untuknya’

‘ ne ne.. kau berisik’

‘ menyebalkan!’

‘ terserah’

 

Taeyeon hanya tersenyum geli pada percakapan itu. ia bertaruh Yuri pasti tengah menggerutu dan mengeluarkan berbagai mantra dikelas sekarang. Meskipun begitu, entah kenapa gadis tinggi itu akan sangat membantunya. Ia bahkan tidak akan menolak jika mereka meminta banyak bantuan. Pada dasarnya, Yuri adalah teman yang baik. Dan ia bersyukur bisa mempercayakan Jessica pada Yuri.

Taeyeon mengantongi kembali handphonenya dan mengambil tas yang tergeletak begitu saja di lantai. Ia sempat melirik kearah taman belakang kampus. Memincingkan matanya saat menemukan temannya yang lain disana.

“ yoona?”

Apa itu calon tunangannya.. hehe.. aku ingin melihatnya. Taeyeon tersenyum aneh.

Taeyeon tak cukup untuk melihat wajah gadis lainnya. Ia sudah mencoba memanjat pada pagar pembatas, tetapi sialnya daun dan dahan menghalangi jarak pandangnya. Ah.. lagipula sejak kapan ia begitu penasaran dengan orang lain? Taeyeon menertawakan dirinya yang begitu bodoh. Ia lalu turun dari pagar itu dan berjalan menuju pintu rooftop. Sekali lagi ia menatap pada arah taman. Dan kemudian ia pergi.

*

Taeyeon melempar kunci mobilnya yang dengan sigap ditangkap oleh salah seorang yang membukakan pintu.  Ia berjaln dan melepas mantelnya.

“ dimana dia?”

Salah seorang maju dan mengambil mantel itu sedang yang lain langsung mengambil alih tasnya.

“ nona Tiffany? setelah sarapan dia tidak keluar kamar nona Kim..” ujar kepala pelayan. Mengantar gadis berambut hitam itu ketangga.

“ dia belum makan siang?” Taeyeon mulai melangkah menaiki tangga. Diikuti keempat pelayan lainnya.

“ belum nona. Saya mengetuk pintu kamar dan dia mengatakan tidak lapar” uajr pelayan dibelakangnya dengan hormat. Taeyeon menghela napasnya pelan. Gadis itu terlalu keras kepala, dan itu benar-benar tidak pada tempatnya.

Ceklek~

Ia membuka pintu kamar. Bersih.. Tiffany tidak disana. Ia menyapukan pandangannya di sekitar dan nihil. Gadis berambut coklat itu tidak terlihat disana. Dimana gadis itu?

Ia menengok pada kamar mandi, tidak ada. Bahkan sampai pada balkon dan gadis itu masih tidak ditemukannya.

“ aishh.. dimana dia” kesal Taeyeon. Ia melangkah keluar kamar dan memutar menuju ruang disamping kamarnya. Ruang music, tidak ada. Apa iya Taeyeon harus mengecek satu persatu ruangan diseluruh area rumahnya. Kakinya melangkah kembali menuruni tangga, menuju pada halaman belakang.

Dan..

Disanalah gadis berambut coklat itu berdiri. Tiffany bahkan terlalu serius untuk menyadari bahwa Taeyeon berjalan mendekatinya. Entah apa yang menarik perhatian Tiffany begitu dalam. Apa karena danau buatan itu? atau air hangat yang mengalir tenang dan bahkan tidak tersentuh salju itu? we don’t know..

Taeyeon menghela napasnya lega. Setidaknya gambaran gadis itu akan pergi darinya tidak terjadi.

“ kupikir kau menghilang.. “ Taeyeon menyapa gadis yang tersentak kaget dan memandang padanya dengan cemberut. Ia melayangkan pukulan kecil pada bahu gadis itu.

“ ya! Kau bisa memberikanku kode jika kau datang, kau mau aku mati berdiri?” Tiffany menatap tajam pada gadis yang hanya tersenyum aneh disampingnya.

“ kau terlalu tenggelam dengan pikiranmu Fany-ah.. apa yang sedang kau lakukan hum? Disini sangat dingin” Taeyeon memandang serius gadis itu. memberikannya tatapan bahwa Taeyeon sangat menghawatirkannya. Apa Tiffany tidak sadar cuaca hari ini terus mendingin, bahkan sinar mentari sudah menghilang dibalik awan tebal berwarna hitam. Ini musim salju, tapi ia juga menemukan rintikan kecil hujan disana.

“ hanya menikmati pemandangan. Aku tidak berpikir kau akan membuat danau buatan sebesar ini. Kau memang sangat mengerikan jika menyangkut seni” Tiffany menoleh dan menatap kembali pada hamparan air yang bergerak kecil itu. jika musim panas, ia yakini danau itu akan terlihat sangat bening. Ia bisa melihat bahwa pantulan sinar bahkan menembus kedalamnya. Dan satu perahu berukuran sedang disana, begitu menarik perhatiannya.

Taeyeon tersenyum kecil dan ikut memandang pada arah yang sama. Bedanya, ia tak begitu menikmati pemandangan itu. hatinya yang berdetak aneh ini begitu mengganggu konsentrasi. Tapi ia juga tak bisa menyembunyikan kenyataan. meskipun ia merasa tidak nyaman dengan degub jantungnya tapi hanya disamping gadis ini ia akan menikmati segalanya. Merasakan.. kesempurnaan.

Bermain dengan kata persahabatan untuk menutupinya.. kau membuatku begitu sakit dan aku masih bisa tersenyum menerima hal itu.

 

“ ayo masuk. Aku tak ingin kau sakit” Taeyeon mengulurkan tangannya kearah Tiffany. gadis berambut coklat itu memandang padanya lalu senyum yang begitu Taeyeon sukai hadir. Eyes-smile yang mampu mengalihkan dunianya.

“ kajja… aku ingin makan siang denganmu” Tiffany menerima uluran itu dan berbalik menggandeng Taeyeon dengan semangat. Melupakan kenyataan bahwa dengan sentuhan kecilnya itu, Taeyeon seolah akan terbang.

“ kau menungguku?”

Tiffany menoleh padanya dengn tetap tersenyum

“ tentu saja. Kau pergi begitu pagi. Bahkan saat kamu tidak ada jadwal kelas pagi ini”

Taeyeon tersentak.  Darimana gadis itu tahu? Apa-

“ aku melihat jadwalmu dibuku note diatas. kau bilang aku boleh memakai dan bermain apapun yang ada dikamarmu. Jadi sekalian saja aku membacanya” Tiffany terkekeh geli dengan ucapannya sendiri. Berbanding terbalik dengan Taeyeon yang hanya mampu menutupi rasa kesalnya. Kenapa ia begitu bodoh? Bagaimana jika Tiffany sampai menemukan hal-hal aneh yang terselip disana?

“ tae..”

“ hum..”

Tiffany berbalik menatap padanya. Mereka berhenti tepat didepan sofa coklat muda yang berada diruang tamu. Taeyeon emmandang heran pada gadis itu.

“ kau.. masih tetap sama” ujar Tiffany lirih. Dan Taeyeon cukup tahu bahwa gadis itu mungkin menemukan hal tentangnya yang ia sembunyikan. Hanya saja, ini berbeda dengan dua tahun lalu. Mereka sudah dewasa.

“ apa maksudmu fa-“

“ jangan membohongiku Kim. Kau tak pernah bisa membohongi orang yang sudah tumbuh denganmu dari kau masih memakai popok” Tiffany menaikkan sedikit volume suaranya. Ia menatap tajam pada gadis itu.

Taeyeon menghela napasnya pelan.

“ lalu?”

Tiffany menatap padanya nanar. Dan Taeyeon mengepal kuat tangannya.

“ jangan megasihaniku Fany-ah..” ia berbalik memunggungi gadis lainnya. Ia tak bisa menunjukkan wajah menyedihkan pada gadis ini.

“ Tae..”

Taeyeon menarik napasnya mendinginkan kepalanya. Entah kenapa, pembicaraan ini singkat, namun kepalanya terasa begitu berat. Kenapa gadis ini selalu berhasil membuatnya seperti ini. Senyumnya yang mampu menggetarkan hatinya, tawa yang selalu membuatnya bahagia, setiap kata yang keluar dari bibirnya seolah merupakan sihir baginya. Namun dilain waktu, tatapan gadis itu begitu menyakitinya.

Hanya berpusat pada satu titik.. persahabat yang terikat karena kita begitu sama. Kau membuatku gila untuk menginginkanmu tapi bahkan bayangmu saja sulit ku capai. Katakan padaku kenapa kau lakukan hal itu? aku menyukaimu dan hanya itu yang aku tahu.

 

“ sudahlah.. aku lapar. Kajja..” Taeyeon berbalik dan tersenyum. Seolah ia dan Tiffany tak pernah membicarakan hal itu. selalu, ia akan berlindung dibalik topengnya. saat semua dunia akan menyerang, Taeyeon hanya perlu seperti ini, iya.. meloncati masalahh dan semua akan baik-baik saja. Seperti biasanya.

*

Yoona menyender ditembok salah satu kelas. Tangannya terlipat didada, dan tersenyum saat orang-orang yang melewatinya menyapa. Rutinitas yang membosankan saat ia harus berpura-pura memasang wajah malaikat dan baik.apakah ia boleh menolak? Jika iya, ia tak ingin lahir dikalangan keluarga ini. Lihat tiga pengawal dengan pakaian formal yang berdiri dan mengawasinya disana. Ini masih dikampus dan semua orang begitu memberikan banyak perhatian padanya.

Yoona menghela napas pelan.

“ Yoona-ssi..”

Ia menoleh saat suara lembut menyapanya.gadis dengan rambut coklat panjang dan tersenyum lembut padanya. Parasanya begitu indah. Ia tak ingin mengatakan hal ini, gadis ini begitu cantik. Walaupun ia tahu ia juga perempuan. Dan anehnya, orang tuanya dengan nama sebesar ini berani mengambil banyak resiko menjodohkannya dengan seorang gadis?

“ ah.. apa kau punya waktu? Aku ingin mengajakmu mengobrol” tapi, Ia tak salahkan mencoba dekat dengan tunangannya itu? hanya sebuah formalitas dan ia menjaga begitu banyak nama sekarang. Bukankah ini kenapa ia dilahirkan? Tameng keluarga merupakan hal wajar karena ia anak satu-satunya.

Gadis didepannya menatap pada jam tangannya dan tersenyum. Mengangguk..

Mereka berjalan dengan banyak perhatian yang jatuh pada keduanya. Satu gadis dengan nama keluarganya dan gelar bangsawan yang disandangnya dan satu gadis yang beruntung karena keluarganya menjadi diplomatic pemerintah terbesar, presiden.

“ apa kita menarik sekarang?”

Gadis disamping Yoona menoleh saat mendengar gadis itu menggerutu kecil. Ia tersenyum.. percuma jika ia menggerutu sepertinya, semua tak akan berjalan baik.

“ kita tak dapat menghindari takdir. Kecuali kau ingin menulis kembali satu garis yang kau inginkan” ujarnya tenang. Cukup mengejutkan saat Yoona menoleh padanya dan tersenyum tipis.

“ kau memang berbahaya. Tak heran orang menjulukimu si jenius” Ujar Yoona dengan kekehan. Gadis disampingnya menoleh dan mengerutkan keningnya. Apa maksudnya?

Yoona menyadari bahwa gadis itu menatap padanya begitu lama  dan ia balik menatap tepat pada gadis itu. hanya sebentar, dan dadanya bergemuruh dengan aneh. Mata bening itu menghipnotisnya begitu dalam.

“ menemukan seorang putri president tumbuh menjadi gadis dengan kecerdasan bukan hal yang harus dipertanyakan. Aku harusnya menyadari hal itu” Yoona yang pertama kali mematahkan tatapan mereka. Ini berbahaya jika ia lanjutkan. Ia akan- ah.. tidak usah ia katakan apa yang dirasakannya sekarang.

“ aneh mendengarnya darimu. Kau tumbuh dikeluarga yang begitu ketat dengan pengajaran politiknya. Kau bahkan belajar begitu banyak” gadis itu menarik salah satu kursi. Berlawanan dengan Yoona yang berada didepannya. Seorang pelayan menghampiri keduanya memberikan buku menu.

“ vanilla late dan choco bread cream..”

“ coffee late dan rainbow bread’s”

Yoona menatap kembali pada gadis itu.

“ kau benar. Kenapa kau tidak mengambil politik jika kau berbakat berbicara?” Yoona melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat berhenti karena memesan makanan.

Gadis itu tersenyum kembali. Yoona bersumpah senyum alami itu sangat sedap untuk dinikmati. Manis.. dan ia tak menyalahkan jika harus mengatakan bahwa ia tak pernah menemukan species yang seperti itu disekitarnya.

“ sayangnya aku tidak tertarik. Aku lebih suka memahami bagaimana sirkulasi darah dan perkembangan DNA dalam tubuh dan anatomi. Aku menyuki bau laboratorium dan berbagai uji coba dengan cairan kimia. Pada dasarnya aku memang menyukai sesuatu yang berhubungan dengan biology” jelasnya sedikit lebih banyak. Yoona tersenyum mendengarnya. Kebanyakan pasti orang akan membanggakan kemampuan dasar mereka dengan pengalaman itu, tapi gadis ini begitu special. Ia berbeda. Setiap tuturnya luwes layaknya keturunan orang terhormat pada umumnya. Hanya saja, ia memiliki sopan santun yang berbeda. Tidak, ia bahkan baru menemukan seseorang dengan pemikiran matang dan pembicaraan yang logis. Dan..

“ aku suka itu” ujar Yoona dengan senyuman mautnya.

Gadis itu tersenyum malu. Mengalihkan padangannya pada jendela besar di ujung sana. Piano yang berdiri kokoh itu begitu menarik perhatiannya.

“ apa kau suka alat music?” Yoona mengalihkan pandangannya.

Gadis itu mengerutkan keningnya.

“ hum?”

“ Choi Seohyun, kau menyukai alat music?” ia tak harus menjaga formalitas saat tengah berdua dengan gadis itu bukan? Lagipula, ini awal untuk pendekatan mereka.

“Sangat tidak nyaman untuk memakai kamu dan aku dalam pembicaraan santai kita. Bagaiman jika kita melepas kata formal dan berbicara dengan lugas? Aku rasa itu lebih nyaman?” Yoona tersenyum.

Seohyun, gadis itu tersenyum dan mengangguk paham

“ baiklah Yoona Unnie..’’

“ itu terdengar lebih bagus”

“ oke kembali ke topic, kau suka music?” Yoona menatap pada tunangannya yang terus tersenyum manis. Ia mengangguk kepalanya dengan semangat.

“ hanya saja, aku tak terlalu pandai didalamnya” ujar Seohyun.

“ benarkah? Aku ingin mendengarmu memainkan piano itu. bisakah?” Yoona menatap padanya dengan memohon. Gadis bermarga Lim itu sangat menggemaskan saat ia menggunakan aegyonya. Meskipun Seohyun buka type yang menyukai hal yang berbau keimutan, tetapi gadis ini memiliki aegyo yang begitu lucu. Dana anehnya ia tak bisa untuk mengatakan tidak pada permintaan itu.

“ aku tidak akan bertanggung jawab jika permainanku kurang memuaskan” Seohyun mulai berjalan mendekati gran piano itu. menatap takjub.

Yoona tetap pada posisi duduknya.

Seohyun mulai menekan tuts demi tuts disana. Dan Yoona tersenyum saat mendengar alunan melody yang memasuki telinganya.

Melody itu, aransement dari Mozart sonata- sangat classic, dan ia terlarut begitu saja. Bukan hanya dirinya, bahkan pelanggan disana. Mereka menaruh banyak perhatian pada penampilan menakjubkan seohyun.

Seohyun menutup permainannya dengan tepuk tangan yang gemuruh. Lihat, bahkan orang berdesakan dipintu sana sudah menujukkan bawa dirinya memang bermain dengan sangat mempesona.

Ia membungkuk dan tersenyum. Berjalan kembali pada mejanya dan meatap pada Yoona yang melempar senyuman begitu menawan.

“ tidak bisa bermain dengan baik? Apa itu barusan? Aku harus mengatakan kau menakjubkan Seohyun-ah” ujar yoona dengan senyuman lebar.

Seohyun merasakan pujian itu sungguh membuatnya malu.

“ g-gomawo..”

*

Taeyeon hanya menggerutu kecil mengikuti langkah semnagat Tiffany. bagaimana bisa ada gadis yang begitu menggilai shopping seperti ini?lihat tas belanjaan yang sudah memenuhi kedua tangannya. Salahnya juga, karena gadis itu tiba-tiba begitu semangat saat ia mengusulkan untuk berbelanja beberapa potong pakaian. Bagaimanapun setelah meminta izin untuk berada di korea lebih lama, usul ayah gadis itu begitu mengejutkan

‘ kenapa tidak sekalian Tiffany lanjut kuliah disana? Kau bisa menjaga Tiffany, Taeng..’

 

Dan disinilah mereka berada. Menatap pada gadis berambut coklat yang masih memiliki banyak tenaga untuk menjelajahi berbagai tempat di Mall besar itu. dan apa yang terjadi dengan Taeyeon? Gadis cute itu hanya mengekor dibelakang. Ia tak mungkin mengatakan bahwa ia lelah atau Tiffany akan sangat marah padanya. Oh yeah.. sifat keduanya yang bertolak belakang memang begitu mengerikan. Jika Taeyeon adalah type elite yang senang dengan ketenangan, maka Tiffany berada pada level gadis elite sosialita yang senang bercengkrama dan bergosip banyak hal. Anehnya keduanya saling menarik dan begitu serasi.

“ Fany-ah.. biarkan aku makan malam dulu…” Taeyeon akhirnya mengeluarkan suaranya setelah hanya terus menggerutu dalam hatinya. Ia berbicara selembut mungkin. Memastikan bahwa gadis itu tak tersinggung. Siapa yang akan tahu bagaimana seorang gadis yang tengah asyik dengan dunia belanjanya terganggu. Ia hanya bergidik ngeri dalam hatinya.

Tiffany berbalik dan menemukan sahabatnya itu berjongkok beberapa langkah dibelakangnya. Ia tersenyum dan merasa sedikit berlebihan untuk membuat gadis itu harus mengikutinya.

“ arra.. kajja kita ke café itu” Tiffany menunjuk tempat yang beberapa meter didepan mereka.

Taeyeon berbinar dan mengangguk semangat.

Dan ia hanya dapat merasakan bahwa kakinya begitu gembira. Akhirnya butt sexynya bisa sedikit beristrahat. Oh Tuhan, ia begitu bersyukur kali ini. Satu hal yang begitu membuatnya seolah tak ingin bergerak kemana lagi.

“ ikko.. aku mentraktirmu” Tiffany menyimpan cup ice cream didepan gadis yang sudah menyimpan kepalanya diatas meja.

Taeyeon berbinar menatapnya.

“ gomawo Ppany-ah..” Taeyeon langsung mengambil ice cream itu dan menyendok banyak. “ a.. ini enak..”

Tiffany tersenyum memandang gadis itu begitu menyukai ice cream vanilla yang dibelikannya. Ia tak bisa mengabaikan bahwa ia tahu segalanya tentang gadis itu.

“ aigoo.. kenapa kau makan seperti anak kecil. Berapa umurmu hum?” Tiffany mengusap sedikit cream yang berada diujung bibir gadis lainnya.

Taeyeon tersentak terkejut, terlebih saat jempol yang terhias sedikit cream itu Tiffany bawa untuk dijilatinya sendiri. Wajahnya memerah, malu. Dengan hanya skinship kecil, kemana larinya wajah dinginnya siang tadi? Atau wajah tenang dan datarnya selama ini? Memalukan saat didepan gadis ini, semua topengnya bisa tergoyahkan dengan mudah.

Dan keheningan terjadi beberapa saat. Tiffany merutuki dirinya sendiri yang berani melancangi garis yang dibuatnya. Ia memandang pada Taeyeon yang juga terdiam. Apa yang harus dilakukannya?

“ ta-

“ Tiff..” keduanya menoleh saat suara berat itu menarik perhatian mereka. Tiffany membulatkan matanya saat menemukan laki-laki itu berada tepat dibelakangnya.  Nichkhun…

“ Tiffany.. aku tidak mengatakan kau ada di Korea” laki-laki tersenyum manis padanya. Tangannya terulur akan memeluk gadis berambut coklat itu, hanya sajaTiffany bergerak berlawanan. Menjauh..

Nichkhun mengerutkan keningnya.

“ Tiff.. apa yang salah?” laki-laki itu berusaha mendekat dan kembali Tiffany melangkah mundur. Mata gadis itu, memerah. menahan tangis.

Taeyeon berada diantara keduanya dan memandang dengan bingung. Hanya saja wajahnya mendingin kembali. Manik dengan terselubung dibalik air mata yang siap akan jatuh kapan saja. Ia menghela napasnya karena begitu memperdulikan gadis itu.

“ me-menjauh.. k-kumohon..”

Nichkhun memandang terkejut pada gadis itu. apa ia melakukan kesalahan? Mereka tidak bertemu begitu lama dan selama itu ia tak begitu mempermasalahkan dengan jarak mereka.

“ Tiff.. apa ada yang sa-“

“ tolong jangan mendekatinya” Taeyeon menahan tangan Nichkhun yang hendak menyentuh Tiffany. laki-laki itu memandang padanya, bingung.

“ apa kau-“

“ kajja..” Taeyeon kembali memotong pembicaraannya dan menarik Tiffany keluar café. Memberikan beberapa lembar won pada pelayan dan mengambil barang belanjaan Tiffany. lelaki itu tak mengejar mereka, mungkin terlalu shock dengan dua kelakuan tiba-tiba yang terjadi padanya.

Satu, Tiffany yang menghindarinya dan dua, gadis yang tak dikenalnya membawa Tiffany pergi.

“ apa-“

*

Taeyeon hanya membiarkan keheningan menyelimuti mereka. Sepanjang perjalanan pulang gadis itu terus melamun. dan disini, saat sampai dikamar ia menangis begitu pilu. Seolah seluruh beban dunia telah dipindahkan diatas kepalanya. Tiffany masih memunggunginya dengan suara isakan yang terdengar jelas.

“ sudah aku katakan untuk tak mendekati orang lain Fany-ah..” gumam Taeyeon. Namun, cukup untuk didengar oleh telinga gadis lainnya.

Tiffany berbalik cepat, menatap pada Taeyeon dan mengambil posisi duduk didepan gadis itu. matanya sembap. Ia Menangis habis-habisan, dan ia menyadari itu sangat memalukan. Terlebih Taeyeon melihatnya..

“ lihat.. apa yang kau katakan dulu? Aku membiarkanmu dan kau begitu menyedihkan hum? Kau menyakitiku sayang..” Taeyeon menatapnya nanar. Ekspresinya meluntur dan sedih. Ia mengusap wajah Tiffany dengan lembut.

Tiffany kembali menangis, kali ini ia menubruk pada gadis lainnya. Memeluk Taeyeon begitu erat. Apa salahnya dengan hukuman ini? Salah.. begitu salah…

“ mi-mian hiks.. mianhae.. hikss..” ujar tiffany disela isakannya yang semakin menjadi.

Taeyeon menghela napasnya pelan dan mengusap rambut Tiffany dengan lembut. Sedikit mengangkat gadis itu duduk dalam pangkuannya. Ia selalu seperti ini. Melemah dengan air mata Tiffany. ia tak bisa melihat dan mendengar gadis itu bersedih. Tuhan begitu menjadikan hatinya tergantung pada Tiffany.

“ it’s okay.. aku baik-baik saja sekarang. Jangan begitu memikirkannya..” bisik Taeyeon lembut.

Tiffany menggeleng tegas.

“ kau terluka karenaku Tae..”

Taeyeon menatap pada gadis itu dan tersenyum.

“ aku tidak serapuh itu Fany-ah.. jika kau memintaku membuktikan segalanya. Aku akan lakukan itu meskipun harus menunggumu dalam waktu yang begitu lama. Lihat.. bukankah aku bertahan menjadi sahabatmu selama dua tahun ini? Aku masih disini dan aku tak perlu menghawatrikan segalanya. Permainan itu masih berlanjut sampai kau katakan kau menyerah..” Taeyeon tersenyum manis. Mengecup pipinya lembut.

Tiffany mengigit kecil bibirnya. Merasa begitu.. bodoh.

“ aku menyayangimu, itu kenapa aku masih berada disampingmu. Bahkan jika seluruh dunia menghianatimu, aku satu-satunya yang akan berdiri sebagai orang yang bisa kau percayai.. aku sudah berjanji hal itu” bisiknya lembut. Dan ini, saat Tiffany sudah tak mampu menahan rasanya.  Bibirnya menemukan diri sudah mendarat sempurna pada bibir Taeyeon. Memberikan lumatan kecil dan lembut. Ia bisa merasakan gadis itu menegang karena perlakuannya.

Ah, sudah berapa lama ia tak mencicipi rasa bibir ini? Rasanya sudah sangat lama. Dan bibir itu masih memberikan rasa yang berbeda. Hangat, cinta, sensual, kepuasan.. lidahnya mencicipi lipglos yang dipakai Taeyeon. Begitu menggoda.. saat erangan Taeyeon memenuhi rongga mulutya.

Tiffany kehilangan akalnya. Harum tubuh itu begitu menangihkan bagi penciumannya. Tolong jangan salahkan jika ia menjadi begitu agresif meminta lebih. Bahkan saat tangan Taeyeon sudah beralih kepunggungnya. Memberikan belaian yang begitu menggoda. Panas.. keduanya bahkan tak memutuskan ciumaan yang begitu basah dengan saliva yang terus mengalir didagu masing-masing. Haus.. kehausan masing-masing tubuh.

“ ahh…” satu erangan meloloskan diri dari bibir tipis Tiffany. tak puas, mulut panas Taeyeon sudah beralih pada lehernya. Menemukan satu spot yang sudah begitu dihafal lidahnya. Memberikan banyak jilatan disana. Tiffany mengerang seperti kehabisan napas. Gadis itu tak pernah gagal membuatnya mengemis lebih.

“arrhhh..” kissmark terlukis indah pada leher jenjangnya.

Taeyeon menatap pada gadis itu kembali. Tiffany mengambil napasnya dengan cepat. Lalu matanya kembali berbentur dengan mata onix gadis lainnya yang menatapnya dengan lembut.

“kau begitu merindukan sentuhanku sayang?” Taeyeon mengecup bibirnya beberapa kali dan menatap dengan wajah menggoda.

Tiffany mengerucutkan bibirnya dan memukul pelan bahu gadis itu.

“ diamlah..”

Taeyeon terkekeh dan memeluk kembali tubuh Tiffany. ia menghirup banyak harum gadis itu. menikmati moment yang sudah lama ia rindukan.

“ kau tak ingin menceritakan tentang mantanmu tadi?” Taeyeon berbisik pada Tiffany. gadis itu terdiam dan melonggarkan pelukannya, menatap pada mata lain yang begitu menghangatkannya.

“ kau.. apa akan ba-“

“ ssttt.. hey.. aku sudah bilang, mereka yang ada disampingmu selain aku, bukan apa-apa. Itu terlihat jelas bagiku sayang” Taeyeon memberikan smirknya yang langsung disambut dengan pukulan lembut dari Tiffany. hanya saja, gadis bereyes-smile itu tak dapat memberikan bantahan. Tidak perduli seberapa banyak orang disampingnya, lelaki yang mendekatinya, banyak hati yang mendambanya, satu-satunya yang mampu memberikan perasaan aneh hanya satu orang.. gadis ini, Kim Taeyeon.

“ baiklah.. dia, Nichkhun. Kami berpacaran sejak setahun yang lalu. LDR lebih tepatnya..” ujar Tiffany mulai bercerita, saat ia akan turun dari pangkuan Taeyeon, ia dapat merasakan gadis itu mengeratkan pelukannya. Ia memandang pada gadis yang hanya melempar senyum setannya.

Byuntae mode on..

 

“ apa kau menyukainya?” Taeyeon tersenyum. Meyakinkan gadis itu untuk jujur padanya.

“ um.. aku menyayanginya..”

Taeyeon tersenyum tipis mendegarnya. Tidak harusnya ia merasakan ini, tapi gadis yang ia cintai juga menyayangi orang lain? Apa ia tidak boleh merasakan sakit?

“ ya! Aku belum selesai.. aku menyayanginya, karena aku harus lakukan itukan? Aku tidak tahu bahwa perasaanku karena aku juga tidak mengerti. Aku.. hanya merasakan satu perasaan aneh dan itu kau” jelas Tiffany menangkup pipi Taeyeon dengan lembut. Menatap tepat pada onix itu.

Taeyeon menyeringai dan mengecup lembut bibir tiffany sekali lagi. Terlarut saat lidah liarnya menemukan jalan untuk mengeksplorasi lebih pada mulut gadis lainnya.

“ ummhh.. taehh…”

Taeyeon melepas pagutan keduanya dan terkekeh. Dua kali Tiffany terengah karena perlakuan yang sama. Dan ia begitu menyukai reaksi berlebihan gadis itu akan ciumannya.

“ lalu kenapa kau menangis? Kau terluka karena apa?”

Tiffany kembali mendung.

“ dia berselingkuh..”

Taeyeon tertegun. Laki-laki seperti itu masih tercipta didunia seperti ini? Oh, ia melupakan bahwa dunia ini masih memproduksi banyak manusia, berbeda karena iblis diantara mereka masih berkeliaran dengan santay. Bisikan jahanam dan perlakuan yang memang membedakan setiap dari mereka.

“ aku sakit, karena dia bercumbu dengan gadis lain di hari aniv kami. Kau tahu aku tak terbiasa disakiti, bahkan dihari dimana aku begitu bahagia kembali ke korea dan berencana memberikan kejutan untuknya. Dan dia..”

Taeyeon tersenyum tipis dan mengelus punggung gadis itu menenangkan.

“ LDR memang permainan paling aman karena aku tak bisa untuk merasa bahwa aku menghianatimu Tae..” ujar tiffany lirih. Sangat kecil sampai senyum Taeyeon mengembang begitu besar.

“ kau tahu, aku menangis bukan karena aku merasa ditelantarkan, aku hanya kecewa.. dia tidak bilang dulu kalau ingin berselingkuh. Ini bukan permainan seperti yang kita lakukan. Itu berbeda. Jika dia mau berselingkuh harusnya dia mengatakannya dan aku tidak akan apa-apa. Tapi dia bahkan tidak mengucapkan hal yang berkaitan dengan itu” ujar Tiffany kesal.

Taeyeon entah harus merespon dengan apa. Gadis itu kecewa dan menangis karena Nichkhun tidak mengatakan untuk berselingkuh? Heck.. gadis ini benar-benar..

“ ini bukan berarti aku suka permainan seperti yang kita lakukan…” Tiffany menatap pada Taeyeon dengan tegas. Gadis itu hanya mengangguk dengan tersenyum aneh. Masih ada gadis seperti ini? Dan dia begitu terkejut.

“ arra.. kajja tidur.. “ Taeyeon menariknya hingga mereka jatuh keatas ranjang. Ia memeluk tubuh Tiffany dengan protective, selalu..

Dan gadis lainnya tesenyum dalam kebahagiaannya.

“ Tae..”

Tiffany mendongak menatapnya

“ hum?” Taeyeon menarikan tangannya untuk menyingkir beberapa helai rambut yang menutupi wajah Tiffany.

“ I love you..”

Taeyeon tersenyum lebar..

“ I love you more..”

Dan ia akan bermimpi banyak sekali mimpi indah dengan Tiffany didalamnya. setidaknya masih awal dan mereka masih panjang.. mungkin…

TBC

Advertisements

60 thoughts on “Complete 2

  1. Ini TaeNy mantan atau bagaimana .. kesalahan pada mereka ketika Fany minta ijin selingkuh kah dan Tae mengijinkan begitu . Yg buat fany mikir kalau ini bukan Penuh kesalahan Dia ..

    Heiii aku mau FF Someting di lanjut dnk .. kno udah buat yg baru lagi 😑😑😑

    Like

  2. coman di satuin aja yah thor.. hehehe permainan yg aneh menurut gue.. tpi tae kuat bgt bisa laluin permainannya dengan sabar krna mikir pasti ujung2nya si pink monster balik lagi ke pelukan taetaenya.. so sweet TaeNy.. semangat terus thor.. jaga kesehatan selalu..^^

    Like

  3. oke first of all salam kenal buat author
    baru baca nih ff ini, langsung excited begitu ada pairing yoonhyun. gue loyalist soalnya 😁
    chap 1 nya belom baca jadi ijin baca ff nya ya thor. makasih 🙏

    Like

  4. Teman tapi mesra .^___^
    Diabetes ma taeny .

    Anyway jika pany udh ungkapkan cinta .apkah mereka udh real couple thor ato ???

    Krna mrk masih status shbt .msh bingung ma statusnya

    Semoga aj udh resmi

    Like

  5. What the heck… ini gw yg lemot apa ini beneran kya yg gw bayangin
    Jadi maksudnya taeny tuh udh bareng tp mereka pas ldr bolehin masing2 selingkuh gtu? Wtf-_-” gils baru pertama kali gw nemuin pasangan macem gtu

    Like

  6. Lah ppany adaada aja sejak kapan orang selingkuh izin dulu kepacarnya dasar😂😂

    Mereka mainin permainan apasih tahu bulat? Superstar smtown? Coc? Get rich? Cookie run? Atau apa;(

    Like

  7. bru chapter 2 tapi bikin yg baca meleleh saking sweetnya..
    selalu dan selalu di tungguin lanjutanx ya thor..
    gomawu udah buat cerita yg bagus2..
    fighting..
    😍😍😍😍😍😍

    Like

  8. Masih belum paham hubungan nya di masa lampau tpi yg gw baca sih taeny saling cinta …
    Aduh si nenk pannya ,knp kalau mau selingkuh tak cakap dlu ???
    Itu orang nya kelewat polos atau macam mna hmmmm 😥😥😥😥😥😥 tak akan orang selingkuh itu buat pengumuman kan ????

    Like

  9. Lah maksudnya apa thor, permainan? Permainan Yg gimna maksudnya thor, ampe tae ajj gak kesakitan gitu.. apa sblumnya mrk punya hubungan.. sumpah kurang peka gw hahhaha

    Like

  10. Ada satu yg bkin gue bingung? Ada apa dg taeny? Apa mksd dri permainan? Fany awalnya mengelak kah klo dia sbnernya pnya prasaan? Atau mereka HTS mungkin?
    Tp yg psti untuk chap ini gue bahagia krn taeny pnya moment sweet dan tae berusaha untuk bkin fany bahagia.

    Semangat trs thor untuk lanjutin ff ini! Gue akn brusaha untk slalu apresiasi crita luar biasa ini

    Like

  11. asli bingung hubungan antara taeny
    mereka saling suka tapi entah kenapa ga bisa bersatu? terus permainan apa yang di maksud?
    penasaran 😆😆 kayaknya bakal lebih seru kedepannya

    Like

  12. Si gembel kirain nangis gara2 disakitin taunya alesannya karna blm ngomong kalo mau selingkuh wkwkwkwk dodol 😂😂😂
    Weh permainan apa tuh ? Mreka sebenernya udah cinta2an 😱😱😱

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s