Insomnia and Care

Title :Insomnia and care
Cast : TaeNy
Genre : Yuri

Malam sudah menunjuk angka 01:20 am, tapi lihat gadis berambut hitam panjang itu. Ia masih menatap pada layar kaca yang menampilkan acara komedi. Hanya saja, ia tidak tertawa. Itu sangat lucu, terbukti karena penonton begitu menyukainya. Tapi berbeda dengannya. Ia masih dengan wajah datar.. Atau mengantuk?
Gelas coklat disampingnya sudah mengepulkan sisa dari asap hangat. Dingin.. Karena ini sudah masuk musim salju. Beberapa hari yang lalu matanya sudah menangkap buliran kapas kecil menyinggahi kaca mobilnya. Dan diluar pasti buliran itu sudah bertambah banyak. Ia menyukai dingin, itu membuatnya lebih cepat tidur karena ia akan berada dibalik selimutnya sepanjang malam. Hanya saja, kali ini faktor yang sama kembali lagi. Tidak bisa tidur… Insomnia.
Gadis itu menghela napasnya kasar. Ia butuh tidur. Besok jadwalnya sangat padat. Pagi sekali dan ia harus terbangun.

Plukk..
Ia terkejut saat tangan lembut menepuk pundaknya. Menoleh dan menemukan seorang gadis yang tersenyum hangat padanya.
” tidak bisa tidur?” suaranya begitu halus dan bernada. Oh.. Tolong jangan lupakan itu terdengar seksi karena gadis ini benar-benar memiliki husky voice yang menggoda.
” ppany-ah.. Kau belum tidur?” ia memberi sedikit ruang agar Tiffany duduk disampingnya. Menatap gugup saat gadis itu semakin tersenyum lebar dan mengangguk.
” hum.. Aku hanya ingin ke kamar mandi. Apa yang kau lakukan selarut ini? Bersemedi?” Tiffany terkekeh sendiri dengan ucapannya. Lalu menangkap senyum simpul yang dilemparkan gadis didepannya. Ia menggeleng kecil dan kembali menatap pada layar datar yang bervolume kecil. Akan sangat buruk jika ia mengganggu penghuni lain yang sudah tenang dengan mimpi mereka.

” aku sedang menghitung jumlah kubik marmer dan memikirkannya. Bagaimana jika marmer itu dipasang sebagai langit-langit dorm. Apakah bagus atau tidak” ujarnya kemudian. Ia dapat mendengar gadis disampingnya tertawa kecil dan memukul bahunya.
” pemikiran yang aneh Tae… Marmer putih atas bawah. Kau akan kebingungan dan takut saat bangun dan berpikir kamu tergantung terbalik diatap saat melihat marmer diatas matamu” balas Tiffany. Mereka saling memandang dan kemudian tertawa. Berusaha menjaga suara mereka agar tak membuat kegaduhan lainnya.

Hening~
Tiffany menoleh kembali pada Taeyeon. Melihat gadis berambut hitam yang sangat serius dengan acara didepannya. Matanya menangkap ekspresi lain. Tentu saja.. Gadis itu kelelahan. Jelas, karena Taeyeon sudah tiga hari ini selalu pulang tengah malam. Mereka memiliki jadwal individu yang benar-benar padat. Dan Taeyeon selalu tenggelam dalam pekerjaannya. Gadis itu terlalu profesional dan menuntut pada kesempurnaan. Dan mungkin.. Dia menjadi begitu memforsir dirinya.
” kau lelah.. Tidurlah..” Tiffany mendekat dan memeluk tubuh mungil leadernya. Merasakan bahwa gadis yang lebih tua menghela napasnya, untuk kesekian kali.

” aku akan melakukan itu jika saja aku bisa. Lihat.. Aku menghabiskan dua mug coklat dan satu gelas susu. Aku sudah tidak kuat lagi untuk menambah yang lain. Aku suka dengan hangat selimut ku dan anehnya aku bahkan tidak bisa memejamkan mata” ujar Taeyeon menunjuk tiga gelas diatas meja dan selimut yang membungkus kakinya sampai dada.
Tiffany tersenyum kecil. Taeyeon pasti benar-benar tersiksa dengan ini. Ia pernah mengalami itu sekali, dan itu sangat menyiksa. Pada akhirnya ia bahkan tak bisa memejamkan matanya dan bangun dengan begitu kelelahan. Seluruh tenaganya menurun. Ia bahkan harus menahan kantuk saat rapat dengan petinggi SME. Lalu bagaimana dengan gadisnya? Taeyeon sering mengalami hal ini. Tapi ini adalah kesalahan dan sangat buruk bagi kesehatannya.

” kamu membutuhkan tidurmu sekarang Tae..” Tiffany menatap nanar pada gadis yang benar-benar diambang kelelahan. Apa yang bisa ia lakukan agar gadis itu terbantu? Biasanya ia akan memeluk tubuh leadernya dan terus membisikkan lullaby yang lembut. Tapi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Taeyeon tidak mendatanginya. Gadis itu malah berakhir dengan duduk sendirian dan mendengarkan tawa penonton di televisi.
” aku tahu.. Kau tidurlah. Aku akan menyusul” ujar Taeyeon dengan senyuman. Sudah jelas, Tiffany menatapnya dengan nanar. Taeyeon benar-benar insomnia dan ini berbeda dengan kebiasaannya yang lalu. Mungkin alasannya ia tak mendatangi Tiffany karena ia tahu, meskipun sampai Tiffany melakukan hal yang sama ia tak akan bisa tidur. Pada akhirnya Tiffany akan ikut bergadang dan itu tak akan baik. Tiffany sering sakit, kekebalan tubuhnya paling lemah diantara yang lain. Sedikit salah memberikan angin padanya, gadis ber eyes smile itu akan flue. Akan buruk jika Taeyeon memberatkannya dengan permasalahan tidur. Tiffany sudah lelah seharian dengan jadwalnya, apa Taeyeon setega itu membiarkan waktu istirahatnya berkurang? Oh.. Taeyeon tak akan bisa melakukan hal yang begitu.

” no.. Kajja.. Kau harus tidur juga” kali ini Tiffany tak akan perduli jika gadis itu menolaknya. Harus ada yang bisa memberikan gadis itu ketenangan, dan Tiffany salah satunya.
” Fany-ah..” Taeyeon mencoba menarik dirinya kembali tetapi ia kalah cepat saat Tiffany menyeretnya masuk kedalam kamar gadis itu. Bukan satu hal yang mengejutkan. Karena ia sering dan bahkan selalu berada disana. Ia terlalu menghafal sudut kamar ini dan gadis yang masih menyeretnya sedikit paksa menuju ranjang besar ditengah ruangan.

Tiffany berbalik dan mendorong kecil tubuh mungil leadernya. Memberikan sedikit penataan pada selimut putih itu dan menatap pada Taeyeon yang mendongak menatap matanya.
” kau butuh istrahat…”
” kau juga. Kemarilah..” Taeyeon menggeser tubuhnya dan menepuk Pada ranjang.
” tentu saja” gadis itu melompat dan menempatkan dirinya dengan nyaman. Menatap lurus satu objek yang tak memindahkan arah pandangnya pada wajah Tiffany.

” be-”
” Fany-ah.. Buka bajumu” ujar Taeyeon tiba-tiba memotong perkataan Tiffany. Gadis itu terkejut, bukan hanya karena suara Taeyeon yang mendekat padanya tapi karena perkataan gadis itu.
“A-apa?” ulang Tiffany pelan dan.. Gugup. Terlebih mata onix lembut yang terlihat lelah itu begitu intens menaruh perhatian pada wajahnya yang memerah. Apa yang dikatakan gadis itu barusan? Apa ia begitu butuh tidur sekarang? Sepertinya otaknya salah menerima informasi. Sepertinya telinganya salah menangkap perkataan gadis itu. Sepertinya, dan sepertinya. Meskipun banyak spekulasi didalamnya…dan ia masih memandang kaget pada satu pernyataan gadis itu, Kim Taeyeon.

” pliss Fany-ah.. Kurasa aku akan baik jika itu dilakukan. Aku sangat mengantuk” Taeyeon menatapnya memelas. Jika sudah seperti ini, apa yang harus ia katakan jika bukan iya dan baiklah. Tak ada pilihan karena mata gadis itu sudah sangat menghipnotis kesadarannya.

Tiffany menghela napasnya pelan. Gadis didepannya sudah terlihat sangat berantakan. Sedang mereka harus bangun pagi untuk jadwal yang padat. Satu saja kesalahan dan mereka akan fatal. Tiffany tahu akan hal itu.
“Baiklah..” ujarnya kemudian. Menanggalkan baju tidurnya yang berwarna pink keatas lantai. Ia sempat menoleh menatap pada Taeyeon yang masih disana. Ini sangat memalukan saat harus membuka pakaianmu didepan mata yang menaruh perhatian begitu banyak pada tubuhmu. Hanya saja, saat melihat sorot kelelahan dimata itu, Tiffany tak akan kuat untuk menolak.
Ia melepas pengait bra nya hingga tubuhnya yang setengah telanjang itu ditatap oleh mata onix lainnya. Ia kembali mendekat pada Taeyeon.

” kemari..”
Taeyeon melompat girang dan langsung memeluk tubuh Tiffany. Kontak ringan saat tangannya menyapa pada punggung polos itu. Taeyeon menyelam pada lekukan lehernya dan napas hangatnya begitu menggoda saat memberikan Sensasi aneh pada Tiffany.
” mianhae.. Memaksamu” bisik Taeyeon pelan. Atau lirih? Entahlah.. Yang jelas itu sangat kecil hingga Tiffany akan mengira Taeyeon hanya bernapas dengan pelan.
” no problem.. Istri akan selalu menuruti suaminya. Kau ingat itu” bisik Tiffany dengan halus. Taeyeon tersenyum dengan lebar mendengarnya. Ritus hangat yang selalu memberikannya kebahagiaan.

Taeyeon menatap sekali lagi pada gadis yang memeluknya dengan hangat. Mengirimkan berbagai pergerakan kecil seperti rasa ingin yang begitu dalam.
Bibirnya turun dengan sangat perlahan sebelum benar-benar menyapa pada salah satu gundukan favoritenya. Bibir hangatnya sudah menanamkan penuh satu itu dalam kekuasaannya. Tiffany tersenyum kecil dan mengusap rambut Taeyeon. Gerakan yang selalu ia lakukan saat gadisnya dalam keadaan yang sama. Satu tangan Taeyeon sudah berada pada salah satu kembarannya. Menangkup.. Hanya menangkupnya. Tidak lebih. Bibirnya bergerak kecil memberikan hisapan dan Tiffany cukup bodoh untuk menggigit bibirnya menahan desahan yang akan meluncur dengan Bebas. Ini tidak Bagus jika Taeyeon sampai mendengarnya.

Hey.. Leader hanya ingin tertidur dengan nyaman. Satu hal yang salah karena ia begitu menikmati untuk bermanja seperti ini.

” aigoo.. Kau seperti bayi sekarang. BabyTae hum?” Tiffany menunduk mengecup pipi kekasihnya yang masih asyik dengan dot(?)nya. Tangan Tiffany masih memberikan usapan lembut pada rambut hitam itu.

Ia tahu dari pergerakan itu, tak ada nafsu. Taeyeon nya ingin tertidur dengan cepat. Lagipula, jam sudah menunjuk hampir jam dua. Sangat buruk jika mereka harus terbangun lambat. Ia kembali fokus pada wajah bayi besarnya. Taeyeon sangat imut dan polos jika seperti ini. Terlepas dari segala imej nya yang berkharisma dan berkelas, Taeyeon tetap seperti dirinya jika disamping Tiffany. Dan bahkan kamera tak dapat menipu dengan hal itu.

Tiba-tiba ia begitu ingin mencandai gadis ini. Tiffany sengaja menarik diri dari Taeyeon dan lihat.. Gadis itu begitu menggemaskan.
” ppany-ah..” rengek Taeyeon dan menarik kembali Tiffany. Tentu saja mulutnya kembali menemukan posisi awal mereka.
” aigoo.. Look my big baby here.. So cute” ia tak dapat menahan diri untuk tidak mencium pipi itu dengan gemas. Taeyeon benar-benar…
Ia kembali tenang. Dan menatap Taeyeon dengan Lembut. Sebelum kantuk menyerangnya dan mereka terjatuh dalam tidur.
*
Pagi dan Tiffany yang pertma kalinya membuka mata. Ia memandang pada Taeyeon dan posisi mereka masih sama seperti malam tadi. Ia dengan setengah telanjang dan seorang gadis lainnya yang masih sangat terlelap didadanya. Ia merasa sedikit malu saat memandang pada pergerakan bibir Taeyeon. Dia persis seperti bayi yang tengah menyusu pada ibunya. Dan anehnya, Taeyeon begitu Indah bagi mata seorang Tiffany.

Dia juga punya hal yang sama, tapi kenapa dia sangat menyukai punyaku

Tiffany tersenyum dan mengusap pipi Taeyeon dengan lembut. Gadis itu bergerak kecil dan membuka matanya.sangat menggemaskan saat ia dengan polos menatap pada Tiffany yang tersenyum
” morning Taetae..”

Taeyeon mengerjap matanya beberapa kali lalu perlahan melepas bibirnya dari dada Tiffany. Semburat merah muncul pada sisi pipinya yang langsung ia benamkan pada bantal.
Tiffany tergelak dan tertawa dengan kencang. Ia tak perduli jika orang akan berpikir ia gila sepagi ini.

” aigoo.. Apa kau malu Tae.. Hey kau bahkan menikmatinya semalaman” ujar Tiffany mencolek sedikit bahu Taeyeon.
Gadis berambut hitam semakin memerah.
Malu
” shut up fany-ah” ujarnya terbenam dalam bantal.

Disinilah kedelapan berdiri. Gadis paling tinggi itu menyender dengan memainkan handphonenya dengan malas. Tidak jauh berbeda dengan gadis paling pendek yang terus fokus dengan berbagai game di ipadnya. Lalu Yoona, gadis berwajah cantik yang menyender pada bahu Seohyun yang tengah membaca bukunya. Yuri yang masih berada didunia fantasynya dan Hyoyeon yang mengabdikan kebersamaan mereka dengan kamera.

Oh.. Tolong.. Kau lupakan kumpulan manusia yang berada tak jauh dari mereka. Flash kamera dan juga teriakan yang masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Orang menyebut ini.. Penggemar, SoNe.
Taeyeon tersenyum tulus saat matanya menangkap gambar lainnya dilayar besar salah satu stasiun TV. Jessica Jung, teman sahabat, keluarga dan juga adiknya. Ah.. Ini sudah berlalu sangat lama. Mereka bahkan sudah mengeluarkan album tanpa gadis dingin itu. Tapi entah kenapa. Apa karena ia dan mereka semua sudah berada dalam satu group yang sama dalam waktu yang lama? Ini menyakitkan saat salah satu diantara mereka menghilang seperti ini.

Ah.. Aneh sekali. Kenapa ia begitu khawatir sedang gadis kecoklatan itu tersenyum dengan sangat baik sekarang. Setidaknya…

Makasih ia masih terikat denganmu Yul..

” tae..” Tiffany berjalan mendekatinya. Tangan gadis itu langsung menyentuh pada dahinya dan mengerutkan kening.
” kau demam Tae” ujarnya lirih. Taeyeon tersenyum dan menggenggam tangan itu lembut.
” aku baik-baik saja sayang.. Don’t worry..” Taeyeon melempar senyum manisnya. Setidaknya ini bukan masalah besar. Ia hanya demam karena kelelahan dan susah tidur.
” ikko.. Minum vitaminmu..” Tiffany menyodorkan botol kecil yang langsung diambil

Taeyeon dengan Senyuman. Tiffany tak pernah melewatkan hal sekecil apapun tentangnya. Mungkin jika Tiffany tak ada, Taeyeon tak akan bisa mengingat hal kecil yang penting. Seperti vitamin ini. Ah.. Dia memang membutuhkan Tiffany dengan sangat.
” gomawo.. Aku mengantuk” bisik Taeyeon kecil. Tiffany tersenyum dan menarik gadis yang lebih tua untuk duduk di sofa depan Sooyoung.
” tidurlah.. Aku bangunkan saat kita akan masuk. Dan lanjutkan tidurmu di pesawat nanti okay..”

Sosok begitu sempurna.. Dan ia menyukainya.. Tidak, ia mencintainya.
” saranghae..”
” nado saranghae Taetae”

End

Advertisements

59 thoughts on “Insomnia and Care

  1. ye ye ye ye happy taeNy day thor…. ^^ gomawo.. cerita seru bgt.. sweeet bgt pkoknya.. palagi sempat bahas sang mantan terindah.. hehee jeongmal gomawo thor.. kangen mereka.. ^^ sukses thor.. jga kesehatan juga thor..

    Like

  2. Ahhh kangen kangen gw thor ^^ bener bener ilangnya lama ajj tp gpp deng pergi lama balik langsung update sih gpp hehehehe suka ajj big baby tae nyusunya gak nyusahin tp bdn makin tinggi gak thor wkkkkkkwkw

    Like

  3. Otakku yg tadinya down lngsung fresh .awww terlalu manis untuk dilewatkan

    Kupikir ad sdkt adegan’ yg err .wkwkwkkw
    Ahh aku sudah kecanduan taeny kyknya.huhuhu T__T
    Maapkan aku tuhan

    Gmw dd .akak salanghae .hehehe
    Bkl ditunggu yg chapter

    Like

  4. ah gila suka sama os ini, oke emang ada part byuntae tapi pas baca tuh kesannya malah lucu dan gemesin, taeny keliatan manis banget jadinya. sukaa πŸ˜†πŸ˜†
    os ini pokoknya sweet deh, dan suka sifat tae yang gemesin gitu
    berharap lebih banyak os atau ff series yang lebih sweet atau bahkan yang bikin baper
    makasih buat ceritanya thor πŸ™‚

    Like

  5. Cintailah produk” dalam dan luar negriii…#apaandahhhh…
    Tae soooo damn it….!!! Gw salvokkk ama jln ceritanya… iya taeny gk bermaksud buat 28++ tapi tolonggg pembaca sempat terlenaaa ommmm~~~
    Aduh kan… gw blom bisa move on…
    Taeny daebak…
    Authornya udh gilakkk…
    Set dah ah… apapun makanannya minumnya teh botol sosrooo…. apapun keadaanya alurnya tetep byun doloooo…
    Ah… gw gk/jera… baca ginian… wkwkwk
    Thanks thorrr see ya n hwataengggg!!!

    Like

  6. gak salah emang kalau tae itu big baby..mau tidur aja hrus kyk gituan..😁😁😁😁
    fany harus ngikut kemauan sang suami trbyun itu..
    lucu + manis banget taeny…

    Like

  7. Kebiasaan taeng kok mirip gw yaa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    kalau insom pasti ya gtu laa wkwkwkwkwkwkkkkkk..
    Aduh jdi kangen sma bebeb honey ku 😳😳😳😳😳

    Like

  8. Hadeeh (tepuk jidat)..! si Taetae mau tidur aja ribet banget, pake minum susu sebelum tidur lg, ck apalagi dari sumbernya langsung…

    Like

  9. Hadeehh,,enaknya kyk dede ngempeng,,haha,, author na udh bkin aku mikir kemana2 taunya mo bobo nyusu dlu hobinya. πŸ˜€ tae ksian fany,, dingin,, woi,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s