Something 15

Title : Something 15

Author :-

Cast : Taeny

Other Cast : find yourself

Genre : YURI

Suasana sekolah megah ini terlihat sangat lenggang. Setiap murid enggan keluar saat panas seperti sekarang. Yah angin memang sedikit menyejukkan berbanding terbalik dengan sang surya yang terus menyeruakkan sinarnya.

“ apa yang kau lihat?” Tiffany menoleh saat suara lembut itu menyentakkan kembali kesadarannya. Ia terlalu larut dalam pandangan akan dedaunan hijau yang tertiup angin diluar.

 

Ia menoleh dan menemukan Taeyeon yang tengah menopang dagu menatap intens padanya. Beberapa hari ini Tiffany baru mengetahui bahwa si pirang mesum ini sangat protective terhadapnya. Memang Taeyeon tak membatasi siapapun untuk berteman dengannya, Ia juga tak memilih siapapun itu.  Baginya Tiffany memang harus memiliki banyak interaksi dengan dunia luar. Tapi.. untuk beberapa alasan Taeyeon tiba-tiba memerintahkan guru pembimbing Tiffany untuk memindahkannya. Dan alasan itu masih dipertanyakan oleh Tiffany sendiri.

“ ania..itu terlihat menyenangkan” Tiffany memperbaiki duduknya . ia mengambil kembali novel yang terletak diatas meja dan membuka beberapa halaman.

 

“ menyenangkan?”

“ hum.. angin itu terasa sangat bebas namun juga berbahaya secara kebetulan. Mereka tak terlihat, kita dapat mengetahuinya dari perasaan yang mungkin menyimpannya. Sangat unik..” jelas Tiffany dengan pelan. Matanya tetap fokus terhadap kalimat yang tertera didalam buku itu. Mengabaikan tatapan Taeyeon padanya.

 

Taeyeon masih dengan mata yang sama terhadap Tiffany. Ia tersenyum tipis. Ia tidak bodoh untuk mengetahui kiasan bait itu. Oh ayolah.. Taeyeon memegang predikat juara pertama untuk keseluruhan sekolah. Otaknya yang cerdas tak mampu ditipu dengan hanya kiasan kecil itu. Ia hanya tersenyum dan tetap memandang Tiffany.

“ hey nyonya kim, kau menyindirku kah?” Taeyeon meletakkan tangannya diatas meja dan menatap Tiffany dengan senyuman menggodanya.

 

“ mwo?! Ya.. kenapa kau malah memikirkan kepedeanmu itu huh? Ish.. “ Tiffany menoleh cepat padanya dan melotot. Namun semburat pink dipipinya itu tak mampu disembunyikan. Lagipula panggilan apa barusan. Nyonya Kim? Gadis mesum ini selalu mempunya banyak hal yang membuatnya tersipu malu?

 

Taeyeon tertawa kecil dan mengacak rambut Tiffany dengan gemas. Membuat gadis berambut coklat itu  menggerutu dan menatap tajam Taeyeon. Bagaimanapun Taeyeon terlihat sangat suka membuat rambutnya berantakan.

 

“ hey Taeyeon..”

Keduanya menoleh dan menemukan Sooyoung dengan senyuman lebar menghampiri mereka.

“ Choi Sooyoung.. wae?”

Sooyoung memandang keduanya lalu tersenyum

“ hay Tiffany..” Sooyoung mengabaikan pertanyaan Taeyeon dan memilih menyapa gadis disamping Taeyeon.

“ oh.. ne Sooyoung” senyum Tiffany.

 

Taeyeon menatap keduanya datar. Entah mengapa ia tak suka cara Tiffany tersenyum terhadap Sooyoung, no ia tak suka jika Tiffany tersenyum lembut kepada orang lain selain dia. Taeyeon Menarik tangan Tiffany hingga gadis itu duduk semakin dekat padanya.

 

“ nani Sooyoung..” ujar Taeyeon dingin.

“ yare yare Taeyeon-ah.. kau sangat cemburuan” ujar Sooyoung lalu tertawa puas. Ia sangat menyukai untuk menggoda Taeyeon. Terlihat sangat lucu. Bagaimanapun Taeyeon dan dirinya tumbuh bersama sebagai teman sejak kecil. Taeyeon, Yuri, Yoona, Krys twin, Jessica dan dirinya, mereka sama-sama karena keluarga yang memiliki ikatan kontrak kerja sama.

 

Dan diantara mereka, Taeyeon sangat menonjol dengan banyak hal. Taeyeon terkenal sangat jenius dan hebat. Meskipun begitu, jangan lupakan Yoona,Yuri dan si kembar. Gadis-gadis yang merupakan adik Taeyeon itu tak kalah dengan Taeyeon sendiri. Mereka…

keturunan ini menyeramkan.. Sooyoung bergidik dalam hati membayangkan kakak adik yang merupakan sahabatnya itu

 

“ ada apa?” Taeyeon menatap kesal sooyoung. Ia menyadari bahwa gadis tinggi menyebalkan itu sangat sengaja membuatnya cemburu.

Sooyoung tersenyum geli dan menempatkan dirinya di bangku depan mereka.

 

“ kalian akan ikutkan?”

“ ikut? Ikut apa?” bingung Taeyeon. Ia memandang pada Tiffany dan menemukan gadisnya itu juga menatap padanya ingin tahu.

 

“ acara tahunan seperti biasanya. Kali ini kita akan ke pantai.. haha aku tak akan melewatkan untuk melihat gadis-gadis berbikini dan memotret mereka” sooyoung dengan tertawa puas mengabaikan kedua gadis yang menatap aneh padanya.

“ acara tahunan?”

“ ne.. kami mengadakan juga tahun kemarin. Tapi itu hanya seputar liburan biasa untuk mengunjungi beberapa Negara. Tapi kali ini kita kepantai, aku tidak tahu kenapa Yoona bahkan Yuri menyetujui ide ini” ujar Sooyoung menjelaskan. Bagaimanapun Tiffany memang sangat awam untuk hal semacam ini.

 

“ oh..” Tiffany hanya bergidik dalam hati, beberapa negara? Gadis tinggi itu mengucapkannya secara enteng seolah hal itu adalah hal yang biasa. Benar-benar, bagaimana mungkin ia harus terikat dengan mereka yang memiliki banyak sekali hal diluar pemikirannya sekarang?

“ kau ikut Taeyeon” tanya Sooyoung kembali. Terdengar lebih seperti pernyataan dan wajib dilakukan dibanding dengan pertanyaan.

Gadis pirang itu berpikir sebentar dan mengangguk malas.

 

‘‘ kurasa kita butuh sedikit liburan. Terutama gadis nakal ini. Dia terus belajar dan mengabaikanku”  ujar Taeyeon menatap Tiffany

“ mwo-ya.. ish..”

“ baiklah.. kita berkumpul besok. Kita akan berangkat bersama yang lainnya” Sooyoung tersenyum puas dan melangkah pergi setelah berpamitan dan sedikit menggoda Taeyeon dengan mencolek pipi Tiffany. Dan kalian tahu jelas apa reaksi si cute itu. Dengan kesal ia memeluk Tiffany dan mengatakan bahwa Tiffany harus mandi dengan bunga kembang tujuh rupa.

 

‘’ memangnya aku ini kutukan, dasar pendek” ejek Sooyoung

‘‘ kau saja yang terlalu tinggi. Dasar tiang”

“ aish.. dasar byuntaeng. Tiff hati-hati padanya”

“ ya!! Pergi kau, dasar menyebalkan”

*

 

Suasana kantin terlihat sangat ramai. Mereka yang sudah sangat kelaparan akan memenuhi disana. Seohyun mengerutkan keningnya dan memandang sekitar, tak ada tanda-tanda mereka bisa duduk diantara meja disana.

“ semua penuh” ujar Sunny memandang mereka

‘’ yah.. kita tak bisa berharap lebih. Aku malas harus ke kantin yang satunya disana, terlalu jauh” ujar Jessica dan bersedekap.

 

“ bagimana jika kafe. Aku sudah lama tidak disana” ujar krystal mengusulkan

“ kafe? Uh.. kurasa tidak” ujar Seohyun kemudian

“ wae?”

“ itu.. k-karena..” Seohyun nampak ragu harus mengatakannya. Haruskah ia mengatakan pada sahabatnya secara terang-terangan? bukankah seharusnya mereka mengetahui hal itu secara pasti apa yang tak ingin ia temui dikafe itu.

 

“ yah.. tidak heran. Disana tempat para pewaris menyebalkan itu sering berkumpul bukan?” ujar Jessica sedikit malas. Ia terus bersandar pada tembok. Ia sangat mengantuk dan beberapa kali menguap. Ia sebenarnya sangat malas kalau saja mereka ini tidak menyeretnya paksa untuk ikut.

“ oh.. maksudmu Taeyeon dan gank-nya? Yah.. bagaimanapun kalian juga termasuk didalamnya. Terutama gadis ini” tunjuk Sunny pada ketiga gadis didepannya. Termasuk Tiffany yang baru tiba dan tidak mengetahui apa-apa. Ia memang baru keluar dari toilet dan langsung menyusul, dan saat sampai ia mendapat tunjukan dari Sunny. Sedikit bingung ia menatap mereka dengan pandangan polosnya.

 

“ abaikan saja mereka. Aku sangat lapar sekarang” ujar Krystal mulai merengek

“ aish.. kau juga sama saja” cibir Sunny

“ apa.. aku sangat lapar. Kau tahu aku tidak sempat sarapan karena telat bangun” Krystal mencoba membela diri. Ia memang tak berbohong. Tadi pagi ia belum sempat makan apapun dan hanya minum segelas susu karena hampir terlambat.

Dan sekarang mereka harus memperdebatkan hal kecil saat perutnya terus meronta meminta makan. Jinjja.. ia butuh nasi dan sejenisnya sekarang. Bukan omong kosong atau hal lainnya.

 

‘‘ ya sudah.. kajja” Jessica yang sedari tadi diam kini angkat bicara. Mendapatkan perhatian dari sahabatnya yang lain

‘‘ na-ni? Bukankah kita memang akan makan sesuatu? Abaikan saja suami kalian itu untuk sekarang. Kita butuh energi sebelum kelas selanjutnya” ujarnya datar.

Membenarkan ujaran Jessica mereka berbalik dan melangkah menuju kafe yang berada digedung seberang mereka. Perjalanan cukup singkat, namun Menyadari bahwa pandangan tertuju pada mereka. Saat-saat seperti ini membuat mereka merasa enggan untuk menampakkan diri. Apalagi bisikan dan tatapan itu.

“ apa hanya aku yang merasakannya..mereka seperti membicarakan kita” bisik Tiffany pada Jessica yang tetap dengan wajah coolnya.

“ abaikan saja. Ini bukan hal pertama untukmu bukan? Kau tahu alasannya” senyum Jessica lembut.

 

Tiffany tak cukup bodoh untuk menyadarinya. Lalu memandang pada almamater yang digunakannya. Jelas, karena nama Taeyeon yang tertera dibagian kanan diatas dadanya.

“ kita seperti selebriti. Aku harap memang kita akan terkenal seperti artis diluar sana” ujar Sunny tertawa kecil. Bersenandung kecil dengan senyumannya. Berbanding teralik dengan Seohyun yang mati-matian ingin menyembunyikan diri.

“ aigoo.. seharusnya aku sudah menduga hal ini” gerutunya bersembunyi dibalik tubuh Sunny. Yah, walaupun itu tidak mungkin karena postur tubuhnya yang paling tinggi diantara sahabatnya yang lain.

 

Kelimanya tetap melangkah dan memasuki kafe besar itu. Menatap dan menemukan keadaan yang cukup lenggang. Yah bagaimanapun tidak sembarang orang dapat memasukinya.

Bukankah sudah dijelaskan bahwa para pewaris yang dibicarakan tadi sering makan disini? Jangan tanya harga jualnya. Kau tak dapat menebaknya. Tiffany memasuki kafe inipun dengan sedikit berat. Tangannya yang berada di kantung almetnya meremas handphon dengan gusar.

 

Taeyeon sudah memberikan hak penuh padanya. Semua kekayaan itu, bisa digunakannya. Termasuk uang yang ada di Payment handphonenya sekarang. Tapi..

“ apa ini tidak kemahalan? Kita bisa makan dikanting seberang sana” bisik Tiffany kembali

“ no Tiff.. kita sudah masuk, terlanjur disini dan aku sangat lapar” ujar Krystal sedikit mempout bibirnya. Kenapa tidak ada yang bisa mengerti perutnya sekarang?

“ but…”

“ no more but’s honey.. you must be enjoyed” ujar Jessica kini. Ia tengah berkutat dengan buku menu ditangannya.

 

Meskipun duduk dimeja paling pojok, namun tak sedikit yang menatap pada mereka. Menyadari bahwa diantaranya telah menjadi perbincangan dan terkenal akhir-akhir ini

“ bukankah itu mereka?’ “ yah.. itu Jessica Jung, kekasih Kwon Yuri”

“ bukan itu saja, ada kekasih Im Yoona juga disana”

‘’ hey.. itu kekasih para pewaris itu “ “ iya..”

“ bukankah itu anak baru itu?” “ wow.. dia sangat cantik”

“ jangan keras-kers. Dia kekasih Kim Taeyeon” ‘‘ oh jinjja? Ma-maaf..’’

“ wah.. beruntung sekali mereka”

“ berhenti melihat mereka, jika Taeyeon cs tahu kita dalam masalah”

 

“ aish.. aku sudah mengatakan jangan datang kesini” desis Seohyun yang mendengar bisikan terlalu keras itu. ia mengambil buku menu dan menutupi wajahnya. Lagipula kenapa mereka harus dilihat seperti itu. Mereka bukan artis atau sejenisnya. Hanya saja, apa harus dikatakan beruntung atau sebaliknya karena terlibat hubungan dengan para pewaris yang sudah dianggap sebagai harta dunia itu.

“ aish.. ini berlebihan sungguh” gerutu Tiffany kecil juga ikut menundukkan kepalanya. Merasa malu? Entahlah..

 

“ sudahlah.. dont heard It..” ujar Sunny yang telah memesan makanannya.

‘’ benar..’’ Krystal menambahkan dan memasukan potongan daging dalam mulutnya.

“ aish..’’

~

“ hey cantik..’’ tiga orang laki-laki menghampiri mereka. Ketiganya tersenyum mencoba menarik perhatian kelima gadis yang masih sibuk dengan makanannya.

“ wow.. bolehkah oppa bergabung?” salah satu diantaranya menarik kursi dan menempatkannya disamping Tiffany. Menatap wajah gadis yang terlihat bingung karena tak mengenalnya.

 

“ wah hyung.. kami juga ingin bergabung” ujar dua sisanya. Dan langsung berada diantara Seohyun dengan Sunny dan satunya memilih berdiri dan mengerling nakal pada Krystal.

 

“ eh?” Tiffany menatap pada temannya yang lain.

“ aku Nichkhun. Kau sangat cantik, siapa namamu ” ujar laki-laki itu tersenyum kembali.

“ a-aku? Tif-fany”

“ wow nama yang sangat indah. Secantik orangnya..” ujar Nichkhun kembali. Mencoba menggoda gadis ini lebih jauh. Tidak dapat ia bohongi, gadis ini memang sangat cantik.

 

“ oh.. makasih” senyum Tiffany canggung

“ Jangan canggung seperti itu” Nickhun kembali menguarkan senyumannya

Tiffany menatap laki-laki itu dan mengedarkan pandangannya pada sekitar. Lihat.. mereka kembali menarik perhatian. Sekarang apalagi?

 

“ Tolong jangan terlalu dekat.. aku tidak terbiasa” Tiffany menggeser duduknya sedikit. Bagaimanapun ia tak ingin seseorang itu melihat hal ini. Tiffany cukup tahu bahwa orang itu bisa saja melakukan hal yang lain.

“ Ne? Apa aku melakukan kesalahan?”

 

“ Krys.. kau makan apa? Boleh aku memintanya?” laki-laki yang berdiri disamping Krystal itu menatap dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin.

Krystal memutar bola matanya malas

“ pesan saja sendiri kai. Aku rasa kau punya cukup uang untuk membali makan ini”ujar Krystal dingin

“ tapi aku ingin makan berdua denganmu. Apa itu salah?”

 

“ yah.. sangat salah. Menjauh darinya sebelum aku mematahkan lehermu dan kau tak akan bisa menelan apapun sesudahnya” ujar sebuah suara dingin.

Mereka semua menoleh dan menemukan.. ‘Mereka’

“ e-eh? Krysela?” Kai terbata menatap mata tajam gadis berambut hitam itu. Menyadari itu ia segera menggeser menjauh dari Krystal.

 

“ kau mau saja mencari masalah dengannya” ujar Yuri dingin.

Yuri melangkah duluan dan berdiri tepat disamping Jessica.

‘’ apa mereka juga menggodamu?” tanyanya dingin. Jika mereka berani melakukan hal itu, mungkin mereka siap dengan segala resikonya.

Merasa bahwa Yuri menatapnya, Jessica mendongak. Lalu menggelengkan kepalanya.

‘’ yokatta”

 

“ ehem.. hey you, apa kau tak lihat Yoona disini? Kau duduk dimana sekarang?” ujar Sooyoung menatap pada laki-laki yang masih berada diantara Seohyun dan Sunny itu.

Ia tersenyum saat menatap Sunny yang melihatnya. Ia melangkah lebih dekat pada gadis keturunan Korea itu dan mengecup keningnya.

“ aku mencarimu dari tadi”

“ mian.. aku sangat senang saat berkumpul dengan mereka” ujar Sunny pelan.

 

“ oh.. maafkan kami Taeyeon-ssi, kami hanya ingin mengenal teman-temanmu lebih dalam. Ini anak baru bukan? Aku baru melihatnya” ujar Nichkhun masih disamping tiffany dan melempar senyum pada gadis itu.

Memang, Nichkhun baru pulang dari jepang karena mengikuti pertandingan balap. Ia merupakan pembalap nasional korea dengan umur yang masih belia. Dan mungkin ia memang tak mengetahui bahwa gadis yang tengah ia coba dekati adalah seseorang yang salah.

 

“ jangan salah melihatnya Nichkhun” ujar Yoona datar. Ia melangkah dan duduk dibangku samping Seohyun.

“ apa yang sedang kau makan?”

“ um? Sop buah..” Seohyun menyendokkan sedikit buah didalam mangkuknya dan menyodorkan sendoknya pada Yoona. Lebih tepatnya seperti menyulang gadis itu.

“ manis..” ujar yoona setelah menerima suapan itu. Senyuman itu hampir terlihat seperti tengah memuji Seohyun bukan mengomentari sop buahnya.

“ kau belum makan siang?” Seohyun mengalihkan pembicaraan dengan kembali menatap makanannya.

Yoona menggeleng dan menopang dagunya menatap kembali kedepan. Mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya. Menarik..

 

Sedikit perkumpulan, apalagi para keturunan terkenal itu menarik banyak perhatian. Semua mata tertuju pada mereka terutama pada Taeyeon yang masih berdiri dengan wajah coolnya.

“ kenapa memangnya? Aku hanya mencoba lebih dekat” ujar Nichkhun sedikit kebingungan. Ia menyadari sepertinya gadis disampingnya ini menjadi tujuan dengan apa yang dikatakan oleh Yoona tadi. Tapi.. apanya yang salah?

 

“ Nichkhun-ssi”

Mereka kembali menatap pada objek itu. Melihat Taeyeon yang masih dengan wajah yang sama, datar. tidak, mereka semua tahu bagaimana perangai gadis ini jika itu menyangkut Tiffany. Taeyeon sudah jelas. Mereka sangat tahu apa yang tersirat dibalik mata itu hanya mampu menelan ludahnya gugup.

 

Jelas.. mata biru itu, terlihat menyorotkan kemarahan dan kecemburuan.. jika laki-laki bernama Nichkhun itu tak segera menyadarinya, apa yang akan terjadi?

‘’ gawat ”  gumam Sunny pelan. Ia berharap seseorang atau mereka dapat menghentikan gadis itu jika sesuatu meledak seketika. Taeyeon terlihat sangat menyeramkan.

 

‘’ ne?” Nichkhun menatap bingung. Tentu saja, karena ia memang tak tahu apa-apa.

Taeyeon masih mengatur sendiri napasnya. Matanya masih menatap datar. Ia tak ingin membuat banyak keributan. Tidak didepan gadis yang tengah menatap padanya.

Please.. jangan buat keributan

“ men-”

 

Drekk..

Mereka serempak menoleh pada Tiffany saat gadis itu bangun dengan tiba-tiba. Karena jelas suara gesekan kayu itu menimbulkan suara. Tak hanya itu, Tiffany melangkah mendekati taeyeon dengan pelan.

“ mianhae..’’ ujar Tiffany kemudian.

 

Taeyeon menatap padanya dan menghela napas. Siapa yang menyalahkan Tiffany? Tak ada yang meyalahkan gadis cantik ini.

“ eh? Aku bingung sekarang” ujar Nichkhun kembali. Kenapa gadis yang diincarnya itu malah mendatangi Taeyeon dan mengucapkan kata maaf.

 

“ hy-hyung.. g-gadis itu, kekasihnya Tt-taeyeon” ujar Kai saat telinganya menangkap suara dari pengunjung kafe lainnya.

‘‘ eh?? Jinjja?? M-mianhae.. m-maafkan aku” ujar Nichkhun dan langsung beringsut pergi diikuti dua laki-laki tadi. Mereka sempat mendengar mereka mendebatkan sesuatu.

 

“ kau tak mengatakannya padaku”

“ aku juga baru tahu hyung”

“ aduh.. kenapa aku harus berurusan dengan keturunan itu”

“ sabar hyung..’’

“ aish.. diam kau”

 

“ dasar bodoh” ujar Yuri menarik kursi satunya dan duduk tepat disamping Jessica.

“ kalian membuat mereka terbirit seperti itu”

“  bukan kami, hanya Taeyeon”

“ sama saja”

 

Taeyeon dan tiffany masih berdiri disana. Dengan Tiffany menundukkan kepalanya takut.

‘’ aku tak akan memarahimu. Dia yang menggodamu bukan?” Taeyeon berujar lembut dan mengusap rambut Tiffany. Menatap wajah cantik itu yang mulai mendongak padanya.

“ eh.. b-bukan hanya itu. Aku minta maaf k-karena..’’

 

Taeyeon mengangkat sebelah alisnya dan menunggu gadis itu berbicara. Tak biasanya Tiffany terlihat canggung seperti sekarang. Gadis yang selalu berani memarahinya dan mengatainya banyak hal. Mengomentari dan terus mengutuknya karena selalu mengganggu. Kenapa ia tiba-tiba terlihat seperti sekarang?

 

“ what is it baby.. why?. Yo don’t do anything wrong’’ Taeyeon menatap intens padanya.

‘’ i-itu.. aku menggunakan paymentnya” ujar tiffany pelan, hampir seperti berbisik. Ia kembali menunduk dalam tak berani menatap wajah Taeyeon sekarang.

 

‘‘ uphh.. hahaha.. aigoo baby.. kenapa kau sangat menghawatirkan hal itu hum?” Taeyeon tertawa dan mengundang banyak kembali perhatian. Termasuk sahabatnya yang lain, menatap mereka curiga dan ingin tahu.

Taeyeon menarik Tiffany dan memeluknya lembut.

 

“ semua milikku adalah milikmu sekarang sayang.. jangan sungkan seperti ini, Nyonya Kim” bisiknya. Mengecup pipinya kilat.

Aish tetap saja dia mesum!!

*

 

Keesokannya seperti yang terjadwal mereka akan berangkat bersama menuju pantai. Liburan musim panas yang menyenangkan. Memang sedikit saja waktu mereka untuk menghabiskan liburan yang hanya diberi waktu 3  hari ini. Itu karena beberapa kakak kelasnya harus mengikuti ujian. Tentu saja ujiannya sedikit berbeda. Kau tahu bagaimana sistem sekolah internasional yang sudah menjadi legenda ini.

 

“ wah.. laut..woahhhhhh…” Krystal turun pertama kali langsung berlari menuju pantai yang terlihat sangat indah disana. Hanya saja, mungkin ia tak bisa bermain sekarang karena matahari sudah hampir tenggelam. Ini menjadi perjalanan yang sangat jauh karena mereka harus menempuhnya dengan mobil selama 4 jam lebih.

“ dia sepertinya sangat menyukai laut yah” ujar Soyooung yang berada dimobil belakang mobil kedua gadis kembar itu. Ia menatap Krysela yang ikut turun dan hanya tersenyum geli melihat bagaimana semangatnya gadis berambut coklat itu.

 

“ hey kalian.. masuk dulu untuk beristrahat. Ini sudah sore, kalian bisa menikmati pantai besok pagi” ujar Sooyoung dari mobil jipnya. Ia satu mobil dengan Sunny, Hyoyeon dan Nichole. Ketiga gadis itu hanya terlihat sangat mengantuk untuk melihat apa yang dilakukan Krysela dn Krystal diluar.

 

Mobil sport merah milik Yuri berada tepat dibelakang mobil Sooyoung. Ia memandang datar ketika melihat bagaimana sahabatnya yang lain terlihat begitu semangat. Baginya ia hanya ingin mencoba berlibur sedikit.

“ sangat melelahkan” ujarnya menarik perhatian Jessica disampingnya.

 

Lalu mobil sport berwarna Hitam milik Yoona. ia hanya terlalu malas mengomentari.

“ kau suka laut?”

Seohyun menoleh padanya dan tersenyum semangat

“ dulu Appa sering mengajakku bermain kepantai. Tapi itu sudah sangat lama” cerita Seohyun dengan senang. Yoona hanya tersenyum kecil.

 

Dan terakhir mobil baru milik Taeyeon. Mobil berwarna hitam itu hanya melaju kecil. Taeyeon tak ingin bersuara dan mengganggu gadisnya yang sudah terlelap sekarang. Untuk kedua kalinya ia mendapati gadis itu tertidur dimobil. Mungkin Tiffany sangat kelelahan setelah berbicara banyak sepanjang perjalanan.

 

Keenam mobil itu memasuki perkarangan rumah pinggir pantai yang lumayan luas. Langit sore menutup perjalan melelahkan mereka kali ini.

Villa ini berdiri didekap tepi pantai. Memang sudah gelap, tapi deburan dan suara angin semilir diluar sudah membuat merasa bahwa suasananya sangat indah dan elegant. Yah, kita tak bisa menyalahkan bagaiman seorang pewaris bernama Choi Sooyoung itu bisa hebat juga bukan? Memang masih dibawah para pewaris keluarga Kim itu, tapi keluarganya juga termasuk dalam jejeran ternama.

 

“ baiklah.. villa ini hanya punya empat kamar yang tersisa” ujar Sooyoung setelah mereka berkumpul diruang tengah yang lumayan luas. Ia tersenyum dengan smirknya saat siluet hitam yang sudah menghilang dibalik salah satu kamar dilantai dua. Ia yakin orang itu pasti akan memilih tak berkumpul dengan mereka.

“ yang tersisa? Memangnya ada berapa kamar sebelumnya?” tanya Krystal yang masih cemberut karena ditarik paksa masuk oleh Jessica. Ia masih ingin bermain diluar.

 

“ Lima, tapi salah satunya sudah dibooking orang. Berarti masing-masing kamar ada tiga orang” jelas Sooyoung dengam smirknya.  Menekan kata booking dan memandang kearah kar atas.

“ oke kalau begitu. Aku Seohyun dan Krystal satu kamar” ujar Jessica sedikit malas. Ia mengambil posisi berbaring pada sofa karena mengantuk. Ini lebih melelahkan meskipun ia hanya duduk disamping Yuri yang meyetir. Baginya, bokong sexynya sudah hampir kebakar karena terlalu lama duduk.

“ hum.. aku, Krysela dan Hyo satu kamar” ujar Sooyoung kemudian.

“kalau begitu Yuri dan Yoona” sooyoung menambahkan

“ berarti terakhir aku dan Nichole. Kita kamar yang dibawah saja. Aku malas naik turun tangga” ujar Sunny dan mengambil koper putih yang tergeletak dilatai.

 

“ lalu Taeyeon dan Tiffany bagaimana?” tanya Nichole. Ia menyadari sepertinya kedua temannya itu tak ada.

“ oh kau pikir siapa yang aku maksud membooking kamar tadi hum?  mereka berdua ada dikamar lantai atas” ujar sooyoung dengan smirk yang semakin melebar.

“ berdua? Mereka satu kamar?”

“ ne” Sooyoung mengambil sebotol air minum dan meneguknya.

 

“ mwo-ya. Kenapa mereka berdua satu kamar? Aku juga ingin satu kamar dengan istriku”  ujar Yuri frontal.

“ eh? Seo.. kajja, aku harus menyusun bajuku” Jessica menarik tangan Seohyun dan membawa mereka pergi menghilang dibalik pintu kamar samping dapur.

 

“ ish..” gerutu Yuri. Bagaimanapun ia tetap ingin bisa sekamar berdua dengan Jessica. Ia akan menikahi seorang Jessica Jung bukan kedua gadis yang terkekeh geli disampingnya ini.

‘‘ sudahlah.. biarkan Taeyeon menghabiskan honeymoon nya..” ujar Hyoyeon terkekeh geli.

“ kajja.. aku ingin mandi dan istrahat. Berhenti menggerutu” ujar Hyoyeon menarik tangan Yuri yang masih terus kesal. Yoona menggeleng dibelakang mereka dan menyusul.

*

 

Taeyeon membaringkan Tiffany dengan pelan pada ranjang yang lumayan besar itu. Gadis cantik itu terlihat sangat pulas tidurnya. Harus Taeyeon akui, ia tak bisa berhenti untuk mengagumi bagaimana Tuhan memahat sempurna gadis ini. Wajah tanpa cacat yang mampu membuat dirinya berdesir aneh.

“ sampai kapan kau mau tidur hum? Ini sudah waktunya makan malam” bisik Taeyeon lembut. Ia membenarkan rambut yang menutupi wajah cantik Tiffany.

 

“  aigoo.. apa aku harus menciummu baru kau akan bangun nona?”

Taeyeon tersenyum saat Tiffany mengerang dan malah memperbaiki posisi tidurnya. Dia benar-benar kelelahan. Bagaimanapun Taeyeon yang seharusnya merasakan kelelahan. Ia menyetir selama empat jam sedang Tiffany hanya terus mengoceh dan mengomentari apapun yang dilihatnya sepanjang perjalanan. Tapi sepertinya gadisnya lebih merasa letih, mungkin karena tenaganya habis untuk berbicara? Mungkin.

 

Taeyeon memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setidaknya ia harus mengurangi rasa ngantuknya dengan air dingin didalam sana.

Ia keluar dengan baju kasualnya berwarna hitam dan hot pants berwarna putih bersih. Ia melangkah pelan menuju ranjang dimana sang gadis masih terlelap sempurna.

“ Fany-ah..” bisiknya.

“ baby.. ireona..” ia mengusap pelan pipi tiffany dengan jarinya.

 

Tiffany mengeryit sebentar dan menggumamkan sesuatu.

“ bangunlah.. kita harus makan malam, apa kau tak lapar?” ujar Taeyeon kembali.

Tiffany membuka perlahan matanya dengan malas.

“ Tae..”

Taeyeon tersenyum menunduk mengecup bibir tipis Tiffany.

“ bangunlah.. kau ingin mandi atau langsung kebawah?”

 

Tiffany mengambil posisi duduk dan memandang tepat bola mata kebiruan milik Taeyeon.

“ aku ingin mandi..”

“ ka~.. aku tunggu dibawah ne” Taeyeon mengecup kening itu sebelum melangkah keluar kamar. Meninggalkan Tiffany untuk mengumpulkan kembali nyawanya yang masih diambang kesadarannya.

 

Taeyeon melangkah menuruni tangga villa milik keluarga Sooyoung ini. Lumayan mewah untuk ukuran villa keluarga. Ia memandang interior yang dibuat khusus dengan kayu itu. Sangat bagus dan elegant. Terasa lebih alami. Apalagi untuk kamar yang ditempati Taeyeon diatas. Kamarnya dengan Tiffany sangat bagus karena nuansa laut terlihat sangat kentara. Mereka bisa menikmati pemandangan pantai dengan jelas diatas balkon kamar.

Terlebih untuk keseluruhan jendela divilla ini tidak dipasang dengan kaca. Dibiarkan terbuka dan angin bebas menghembus masuk kedalamnya. Sepertinya ini hanya untuk menekan anggaran. Memasang Ac hanya akan menghabiskan banyak biaya karena jarang digunakan. Angin sepoian itu sudah lebih dari cukup.

Namun untuk pengaman kita tak perlu mempertanyakannya bukan? Ini villa khusus, tentu saja akan memiliki pengamanan yang ketat. Ruang besar ditengah villa ini juga semakin mempermanis dengan keadaannya yang tidak membatasi diri dengan dapur dan ruang baca diujung sana.

“ lumayan” gumam Taeyeon

 

“ Taeyeon.. kau sudah bangun?” seseorang menepuk bahunya

“ oh.. Jessica”

“ hum.. Tiffany mana?” Jessica memilih untuk duduk disofa berwarna krem itu

“ dia sedang mandi. Dimana yang lain?” Taeyeon mengedarkan pandangannya.

 

“ oh, Sunny dan Nichole tengah memanggang daging dibelakang. Seohyun dan Krystal sedang memasak sup didapur” jelas Jessica tersenyum kemudian. Gadis berketurunan Amerika itu mengeluarkan handphone miliknya dan memainkan game.

‘’ so-ka.. Sooyoung mana?”

 

Jessica memandang kembali Taeyeon dan memikirkan sebenatr

“ dia membantu Sunny memanggang daging. Kalau saudaramu yang lainnya aku tidak tahu”

Taeyeon hanya menganggukkan kepalanya dan memilih untuk duduk didepan gadis itu mengambil salah satu buku bacaan dan membuka acak perhalaman.

 

“ kalian disini? Taeyeon dimana Tiffany?” tanya Hyoyeon saat tiba diruang tengah.

“ masih mandi. Apa yang kau lakukan?” tanya Taeyeon.

“ membawa peralatan ini. Kalian bantu kami, bawa ini” Hyoyeon meletakkan setumpuk mangkuk pada tangan Taeyeon dan langsung melenggang kedapur

“ dasar..” gerutu Taeyeon dan melangkah membawa mangkuk itu ke taman belakang. Ia menatap dimana keempat temannya masih sibuk dengan alat pemanggang.

 

Taman ini sangat bagus karena langsung terhubung dengan pantai. Meskipun keadaan laut itu sangat gelap namun taeyeon dapat melihat bagaimana air yang begitu banyak itu memantulkan cahaya bulan disana.

“ oh Taeyeon”

“ aku disuruh Hyo membawa ini” Taeyeon meletakkan mangkuk itu diatas meja.

“ oh.. baguslah. Pekerjanya semakin banyak” ujar seseorang dibelakangnya.

 

Taeyeon berbalik dan menemukan Yoona, Krysela dan Yuri yang baru saja meletakkan sofa berukuran sedang disampingnya.

“ karena kau sudah disini, bantu kami mengeluarkan bangku dan sofa didalam. Itu sangat berat” ujar Yoona tersenyum evil.

Taeyeon menggerutu kecil namun tetap mengikuti mereka.

~…~

 

“ terimakasih makanannya~”

“ ah jinjja.. i’m so full” ujar Krysela menyender pada tangan sofa.

“ ne.. aigoo..” ujar Krystal yang ikut bersandar. Bukannya bersandar pada sofa ia malah menyandarkan dirinya pada Krysela. Dan dengan reflek tangan itu memeluk tubuhnya lembut.

 

‘’ jadi apa yang akan kita lakukan malam ini? Terlalu awal untuk tidur” ujar Sooyoung memandang temannya yang lain.

“ jangan tanya padaku. Aku akan ikut saja” Yoona memilih untuk membuka flip handphonenya sedang kepalanya sudah jatuh dan menyender pada bahu seohyun.

“ bagaimana kalau kita bernyanyi saja”

“ hum.. ayo kita nyanyi dan bermain” Sunny bersorak.

 

Malam semakin larut saat suara tawa akan kekonyolan itu masih terdengar. Tiffany memandang mereka dengan senyuman. Sudah sangat lama ia tak sebahagia ini. Apa ini yang namanya memiliki keluarga? Terasa menyenangkan sampai matanya enggan untuk menutup. Ia menolak untuk mengakhiri perasaan yang menderanya sekarang.

God.. thanks..

 

“ wae?’’

Tiffany menoleh pada sosok disampingnya.  Gadis bermata biru yang kini tersenyum dan mengusap lembut rambutnya. Gadis ini selalu membuatnya berdesir dengan berbeda. Sepertinya ia harus mengakui bahwa semenjak bertemu Taeyeon semua kebahagiaan itu silih datang dan bertumbukan. Apa ini. Tuhan begitu menjaganya. Mengapa ia tak menyadari hal ini sejak bertemu dia, Kim Taeyeon.

 

“ fany-ah.. wae? Kenapa kau malah melamun?” Taeyeon menatap Tiffany dengan bingung. Tangannya yang sedari tadi membelai rambut tiffany kini berganti pada kening gadis itu.

“ kau tidak sedang demam atau sakitkan?”

Tiffany tersenyum kembali dan menggeleng.

“ aku baik-baik saja”

“ oh.. baiklah.. kajja, kita tidur” Taeyeon bangkit terlebih dahulu dan mengulurkan tangannya.

“ ne..”

 

“ hey kalian.. cepatlah tidur. Besok kalian ingin main sepuasnya di pantai itu kan? Jangan habiskan tenaga malam ini” Taeyeon menyahut.

“ oh batta.. aku juga ingin tidur. Hyunie, Jessie unnie.. kajja” Krystal bangkit dengan semangat. Ia bahkan melupakan kenyataan bahwa ia tengah mendapat giliran untuk hukuman sekarang.

“ ya, kau ingin kabur oh. Kau sedang dihukum sekarang krystal..” ujar hyoyeon yang juga mendapat hukuman dari Krysela dan yoona.

‘’ yaish.. itu tidak penting” krystal berjalan duluan meninggalakan mereka yang masih bermain disana.

 

“ kalau menyangkut laut dia sangat bersemangat sekali” ujar Nichole yang memilih untuk membereskan meja.

“ hum.. kalau begitu ayo kita tidur juga. Aku sangat mengantuk”

“ ne..”

“ Yuri unnie, tolong angkat Jessica unnie ke kamar kami” Seohyun menatap Yuri yang baru akan bangun dari sofa. Ia mendongak menatap seohyun.

“ ne?”

“ itu.. Jessica unnie tertidur” Seohyun menunjuk pada sofa lainnya dimana gadis bernama lengkap Jessica Jung itu sudah berkelana dialam mimpinya.

“ aigoo..” Yuri terkekeh kecil dan perlahan menempatkan Jessica pada lengannya. Ia tak yakin gadis itu akan terusik, hanya saja ia ingin semua hal yang berkaitan dengan gadis ini dilakukan secara lembut dan hati-hati.

*

 

Seohyun yang pertama kali bangun pagi ini. Ia memandang ruangan besar dimana tak ditemukannya mortal selain dia. Ia menghela napasnya pelan.

“ apa mereka belum bangun?” gumamnya. Ia melangkah menuju dapur dan menemukan seseorang yang tengah terkelungkup pada meja.

“ eh?”

Seohyun mendekat perlahan. Menatap pada si pirang yang sepertinya tengah tertidur.

Kenapa dia disini?

 

Seohyun ragu apakah ia harus membangunkan gadis ini atau membiarkannya mengambil waktu tidur. Wajah tidurnya sangat tenang dan terlihat sangat pulas.

Mungkin ia insomnia lagi…

 

Seohyun memutuskan untuk membiarkan gadis itu tertidur sedang dirinya mulai berkutat dengan peralatan dapur. Ia memilih bahan makanan yang dibutuhkannya dari kulkas dan mulai mencuci.

“ pagi Seohyun” sebuah suara membuatnya menoleh. Ia menemukan Krysela baru memasuki dapur dengan pakaian musim panasnya. Sepertinya ia sudah siap untuk menjelajahi pantai diluar.

“ pagi Krysela.. dimana yang lainnya?” Seohyun tersenyum dan kembali mengiris wortel

 

“ oh kurasa mereka masih bersiap” Krysela menarik salah satu bangku dan menatap pada satu objek. Ia baru menyadari bahwa ada orang lain selain Seohyun disini.

“ loh? kenapa Yoona tidur disini?” Krysela memandang bingung gadis pirang lainnya.

“ h-“

“ tolong jangan mengganggunya Krys, Yoona unnie kadang mengalami insomnia.  Biarkan dia mengambil tidurnya sebentar” Seohyun berujar tanpa menoleh pada mereka.

Krysela yang berniat membangunkannya akhirnya kembali menarik tangannya kembali dan mengangguk.

“ o baiklah.. lagipula ia sudah bersiap.. mungkin ” ujar  Krysela setelah menyadari bahwa sepertinya Yoona bahkan sudah mandi dan berpakaian. Yoona terlihat sangat bagus dengan hot pants hitam dan baju singlet berwarna birunya.

 

Satu persatu mereka terbangun dan terdengar suara tawa atau candaan diruang tengah. Kini Nichole dan Sunny lebih memilih untuk membantu Seohyun memasak dibanding harus mendapat kejahilan temannya yang lain. Krystal dan Sooyoung yang sedari tadi malah sibuk untuk mengomentari kapan masakan akan selesai.

“ baiklah.. kalian berisik sekali. Panggil yang lain” Sunny yang baru meletakkan semangkuk sup ayam diatas meja menatap kedua gadis itu dengan kesal karena bukannya membantu malah membuat mereka pusing dengan ocehannya yang terlalu banyak.

*

 

“ wahhh.. laut..’’ Krystal yang memang paling semangat berlari duluan meninggalkan yang lainnya dibelakang.

“ dia itu ck ck” gumam Hyoyeon menatap geli pada Krystal yang sudah berlarian dibibir pantai. Ia melihat gadis itu melambai pada mereka dengan semangat.

 

“ heyyy… kalian ayoo.. ini sangat mengasikkan” teriaknya.

 

“  yah.. kita juga butuh banyak hiburan. Kalian ingin main itu?” tanya Sooyoung menunjuk beberapa orang yang tengah menaiki banana both. Bukan hanya itu, banyak sekali permainan yang bisa mereka pilih disini. Maklum saja, sebenarnya ini adalah salah satu tempat pariwisata, bisnis dari keluarga Choi. Dengan kata lain sooyoung sengaja mengajak teman-temannya dengan tujuan sekalian mempromosikan tempat ini, karena memang baru diresmikan bulan lalu.

 

“ nanti saja. Aku mau jalan-jalan” ujar Taeyeon yang memilih tetap jalan. Ia terlihat sangat elegant dengan hot pants hitam dan baju berbahan jeans tipis singletnya. Tidak lupa dengan kacamata hitam yang menyembunyikan bola mata kebiruannya serta topi yang dipakainya menghadap belakang.

Taeyeon menggandeng tangan Tiffany. Menatap pada gadis yang kini membiarkan rambut coklatnya tergerai dan dibawa kesamping kanan lehernya.

 

“ dimana kacamatamu?” Taeyeon menoleh pada Tiffany. Mereka masih berjalan menyusuri pantai.

Tiffany menoleh pada gadis pirang itu.

“ aku meninggalkannya didalam” ujar Tiffany masih dengan wajah tersenyum. Ia senang dengan air dan termasuk didalamnya adalah pantai.

“ aish.. kau ini..” Taeyeon melepas kacamata yang digunakannya dan memakaikan pada tiffany. Dan memakai dengan baik topi putihnya untuk sedikit menutupi sinar matahari langsung.

“ gomawo” Tiffany tersenyum kembali.

 

Mereka masih berjalan sepanjang bibir pantai. Taeyeon tersenyum melihat bagaimana tiffany tertawa kecil saat ombak kecil menggelitik kakinya.

“ kau harusnya melepas ini, aigoo” Taeyeon berjongkok dan melepaskan sepatu sandal yang digunakan Tiffany itu. Membawanya untuk digenggam ditangan kiri, sedang tangan kanannya kembai menggenggam tangan Tiffany lembut.

“ apa kau memang sangat romantis Tae?” Tiffany mendongak menatap taeyeon yang terlihat sangat menikmati pemandangan disekitarnya.

“ hum? Bagaimana menurutmu?” Taeyeon tersenyum menggoda.

 

Tiffany mengerucutkan bibirnya dan kembali menatap kedepan.

“ aku tidak tahu. Yang aku tahu kau gadis mesum”

“ hey.. apa tak ada kesan lain? Kenapa kau terus mengataiku mesum?” Taeyeon menoleh pada gadis cantik itu.

“ itu benarkan? Kau mesum dan tak ada yang bisa membantahnya. Tapi.. kau memang sedikit berbeda”

Taeyeon terkekeh dan mengeratkan genggamannya.

“ aku bukan type yang suka menunjukkan apa yang kurasakan. kau pasti menyadari itu juga bukan?”

 

Tiffany kembali menatapnya. Melihat bagaiman senyum tulus Taeyeon terlemparkan padanya. Ia tenggelam begitu saja. Ia juga harus menyetujui bahwa apa yang dikatakan taeyeon memang ada benarnya. Jelas, karena ia bukan orang bodoh. Taeyeon terlihat memiliki sifat yang aslinya tertutup dan lebih banyak diam. Taeyeon sangat berkharisma dan ia akan fokus untuk segala hal yang dilakukannya.

 

“ tapi ketika aku bertemu denganmu, semua yang terjadi sangat murni mengalir. semua senyuman dan kebahagiaan ini adalah real darimu. jangan katakan bahwa aku berbohong, kau tahu itu berbeda saat bersamamu. semua yang terjadi, aku tak meghendaki jika hatiku nyaman denganmu sayang…. thank you fany-ah..” Taeyeon tersenyum padanya. Senyum sangat indah dan membuat Tiffany tak mampu untuk berkata.

Setiap kalimat yang mampu membuat hatinya kembali terasa aneh. What is it..

 

Hening~

“ aku simpan ini dulu sekalian mengambil minuman” Taeyeon mengusap rambut Tiffany lembut dan melangkah untuk kembali ke villa.

Tiffany masih disana. Menatap Taeyeon dengan wajah yang sulit dijelaskan.

Apakah ia telah jatuh dalam pesona yang ditawarkan gadis mesum itu? Atau karena ia telah lama mendapat banyak penderitaan dan gadis itu datang membantunya. Apakah ini hanya perasaan untuk sesaat atau ia memang telah..

 

“ aish.. kenapa aku memikirkan begitu banyak?” gumam Tiffany dan melepas kacamata yang digunakannya. Ia tak bisa mengerti mengapa jantungnya kini selalu berdetak lebih kencang. Hey.. ini terlalu cepat untuk jatuh cinta. Mereka baru bertemu selama seminggu lebih. Ia tak mau menyalah artikan apa yang dirasakannya sekarang.

Tiffany mengehela napasnya dan memandang lautan biru itu.

Biru.. kah?

“ dia juga suka warna itu” gumam Tiffany

Lagi-lagi ia kembali mengingat gadis itu.

“ aish.. aku bisa gila” gumam Tiffany kesal.

 

“ Tiffany”

Suara berat itu membuat Tiffany menoleh.

Matanya membelak kaget menatap laki-laki yang berdiri tak jauh darinya. Laki-laki yang memakai baju hitam itu juga sama terkejut dengannya.

‘’ ……” gumam Tiffany.

Kenapa..

 

TBC

Advertisements

52 thoughts on “Something 15

  1. Berutung nya mrk yg pasangan ama para pewaris dek ,

    Cmn ama ppany, tae bisa berubah dan mau berubah ..

    Ppany ,tae tulus tuh ,
    Itu cwo siapa drk yg tiba_tiba nyamperin ppany di pinggir laut ,masa nickun 😑😑😑

    Like

  2. omo.. omo.. omo… nuguya?? namja?? eeyyy.. kyaknya bakalan ada badai nih.. moga aja taeny baik2 aja.. waahhh.. acara tahunannya luar binasa bgt yah.. liburan ke beberapa negara kayak hal biasa aja.. kyak keliling jakarta aja… hahahaha tetap semangat nulisnya thor jaga kesehatan juga… ^^

    Like

  3. Wooo YoonHyun baikan 😄😄😄😄 kenapa taeny semakin sosweet kekeke orang kaya memang sesuatu. Dan please kenapa ada nickhun disini 😑 benar benar mengganggu dan siapa yang bertemu tiffany di pantai ? Nickhun kah ? Hayati mulai paham jalan ceritanya tinggal masalah keluarga mereka aja yang hayati belum paham. Setelah beberapa chapter sekarang gue tau kalau krysela itu sister complex what the what 😂😂 thor, hyonic juga keturunan pewaris ??

    Like

  4. Finally back thor…
    Thor mohon dikoreksi soalnya aku binggung hehehe 😂
    Aku baru ngeh itu waktu sooyoung bilang ada 3 kamar tersisa dan sbelumnya ada 5, trus 1 kamar 3 orang sedangkan kan total mereka ada 12, nah itu gimana thor pas di cerita kan jadinya (sica,krystal,seohyun), (soo,hyo,krysela), (yoona, yuri), (sunny,nicole), terakhir (taeny) jadinya totalnya lima sedangkan si soo bilang
    “Lima, salah satu kamar sudah dijadikan tempat penyimpanan barang. Sisanya ada tiga. Berarti masing-masing kamar ada tiga orang” kan jadinya berbanding terbalik kalo misalnya salah satunya dipakai penyimpanan barang berarti sisanya 4 tapi kalo diliat di ceritanya jadinya ada 5 kamar kan ya kepake @.@

    Like

  5. nahhhh..siapa lgi tuh yg muncul???mantan pacar kah???hehehe
    taeny mah enak lah soo itu presidenx loksmith kok jdix bisa sekamar..😂😂😂😂😂😂

    Like

  6. Baru mau cinta” an eh ada pengganggu, siapa tuh thor, usir jauh” thor 😁
    Btw taeny bobo bareng, ga ngap”in kan thor,, hehe

    Like

  7. Ah! males klo ada cowoknya!!
    Apalagi cowoknya dedemit lampir..(ihhh)
    tpi tetap aja gue penasaran,, lanjut thor. Fighting

    Like

  8. Sweetnya moment taeny. Enak ya jd taeyeon, holkay…apa aja bebas smua org segan sma dia wkwkwk
    Knp fany belum nyadar jg thor klo dia jatuh cinta? Ga ngakuin gtu.
    Siapa cwo itu? Cwo dimasa lalu tiffany?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s