Forever II

Title : Forever 2

Author : –

Cast : Taeny

Sub cast : find your self

Genre : Yuri, Little action

Tiffany hanya memandang keluar jendela mobil. Menatap pada pepohonan yang menjulang tinggi disepanjang jalan. Disekitar ini sangat sejuk dan menenagkan. Bukan karena rintikan kecil yang membuatnya terlihat sangat basah, hanya saja.. ini daerah lembab dan dingin. Pinggiran kota yang tak terjamah tangan manusia. Entah apa yang dipikirkan Taeyeon untuk membangun rumah mereka disana. Jauh dari perkotaan dan sekolah. Jauh dari interaksi langsung dengan masyarakat. Jika dipikir, mungkin gadis berambut abu itu telah memutuskan ikatan dengan banyak orang. Kecuali dengan rekan bisnisnya.

Ia menoleh pada Taeyeon yang masih focus dengan alat kemudi. Ia tak banyak mengerti dengan semua yang dipikirkan oleh Taeyeon. Meskipun nyatanya ia mengenal baik gadis itu. hanya saja, apakah yang tengah melintas dalam dirinya sekarang? Taeyeon adalah sosok mysterius yang bahkan terkadang ia tak bisa memahaminya. Gadis itu.. Tiffany tahu Taeyeon sosok yang begitu luar biasa. ia dengan segala pesonanya dapat menaklukan banyak hal. Gadis itu terlahir dengan otak cerdas yang bahkan tak terkira dan terlintas sebelumnya.

 

Siapa yang dapat menemukan gadis dengan kemampuan berbisnis layaknya pebisnis handal saat umur masih sangat belia? Gadis yang begitu hebat dengan menanggung segala rasa yang dipendamnya sedemikian rupa. Apakah Taeyeon sosok yang dikenalnya selama ini? Mengapa sangat sulit mendekati hal dingin itu dan menolongnya dari kegelapan? Andai saja ia bisa melakukan satu hal yang dapat membantu tanpa membebani. Apa hal itu? sampai sekarang ia mempertanyakan satu hal hal yang sama. Pertanyaan.. dan ia terus pertanyakan.

 

“ apa yang kau pikirkan?” Tiffany mendengar jelas gadis itu berbicara. Ia tahu terlalu larut dalam imajinatif dan angan yang terlalu tinggi. Ia menoleh pada Taeyeon dan memandang langsung mata hazel yang melembut padanya. Adakah satu hal ini begitu indah? Mata ini hampir mirip dengan mata-mata cerita kuno tentang legenda para vampire. Tapi gadis ini bukan keturunan itu. Taeyeon adalah manusia. Tapi terkadang, ia meragukan pesona memikat yang terus menempel dalam diri gadis ini. Ia melebihi sebuah ekspetasi dan menyebalkan menemukan bahhwa setiap hati dan mata memandang pada sosoknya.

 

“ hu’um.. tidak ada sama sekali…” Tiffany menjawab dengan gelengen kecil. Ia kembali memfokuskan diri kedepan. Melihat bahwa mereka sudah berada pada lingkungan dengan populasi manusia yang banyak. Ah.. sudah dekat dengan sekolah. Sekarang ia berada pada tingkat akhir high school. Satu tingkat sama dengan Krystal dan Yoona. sedang Yuri dan Jessica berada pada meja kuliahnya. Dan Taeyeon? Ia tidak dapat membatah bahwa Taeyeon terlihat masih terlalu muda. Bagaimanapun tanpa memegang satu pelajaran sekolah gadis itu membawa mereka pada kehidupan yang melimpah. Pertanyaannya, dari mana mereka mendapat ini semua?

Kau lupa bahwa mereka punya banyak peninggalan dari pendahulu bukan? Menjualnya tidak akan sulit untuk mendapatkan uang dan membentuk satu usaha… Mengembangkannya.. dan menjadi seperti sekarang. Ah ia tak ingin mengingat hal ini.. tapi, terkadang kedua itu hadir dalam mimpi buruknya. Sayang sekali dirinya masih sangat belia kala itu. semua yang tersisa dari mereka yang di tinggalkan sudah terjual. Tidak terlalu banyak. Hanya sepetak tanah dan sebuah rumah mewah. Anehnya, rumah itu terasa sangat tak layak untuk ditinggali. Setiap mata akan menemukan kenangan yang terasa pahit. Hingga malam itu, dan paginya mereka sudah tak disana lagi. Entah apa yang terjadi, Tiffany terbangun dalam sebuah kereta yang menuju bandara. Ia tak akan menanyakan Taeyeon yang bisa membuat mereka melewati pengamanan bandara Internasional hingga mereka sampai disini. Ia juga tak akan menyalahkan Taeyeon yang membuat mereka harus terlihat menyedihkan untuk tinggal didalam Apartement kecil dan sempit dalam satu tahun. Tapi, ia juga tak akan mengatakan bahwa ia sangat merasa bersalah menemukan Taeyeon yang harus bekerja mati-matian dikala umur masih sangat belia. Ia tak akan mengungkit semua itu. tak akan pernah.. seperti yang dikatakan Taeyeon pada mereka..semua hanyalah takdir…

‘tak ada yang memintaku melakukan hal ini. Ini hanya sebuah takdir dan aku mengikutinya. Jadi kalian, jangan berpikir tentang bagaimana aku sangat berusaha, kalian hanya perlu melihat bahwa aku tidak membenci kejadian itu. aku juga tak menyalahkan bagaimana kehendak Tuhan mempermainkan keluarga kita. Kalian masih sangat belia untuk tahu tentang penderitaan. Katakan apapun yang kalian inginkan. Aku akan mengabulkannya’

“ kau mengatakan baik-baik saja tapi kau bahkan mengabaikanku Fany-ah..” Tiffany tersentak saat Taeyeon sudah mendekat padanya. Ia bahkan dapat merasakan udara panas yang menerpa wajahnya dan matanya membelak kaget menemukan bawa Taeyeon sudah merangkak mendekati kursi tempat duduknya.

 

“ Tae..”

“ aku tak suka kau mengabaikanku sayang.. apa yang kau pikirkan dan kenapa seolah itu ada hubungannya denganku. Matamu terus melihat padaku dan itu sangat mengganggu” Taeyeon tak sedikitpun menarik diri untuk memandang pada mata coklat tua itu. ia menyukai garis kemerahan yang selalu terpancar dari kedua pipi gadis ini. Berbeda dengan saudaranya yang lain, Tiffany sangat Istimewa baginya. Tidak, Tiffany sangat special bagi semua saudara yang lain. Pertanyakan semua alasan pada mereka. Karena Taeyeon bahkan membingungkan hal yang sama.

Tiffany tak berkutik. Selalu.. Taeyeon selalu membuatnya seperti ini. Bukan saatnya merasakan debaran itu mengganggu pada pikirannya yang semakin mengacau. Ia tak suka dengan tatapan lembut yang terus membuatnya lemah. Gadis ini tak pernah gagal membuat hatinya berdetak berlebihan. Dan.. ia tak pernah berhasil menyembunyikan Sesuatu hal dari mata gadis itu. Taeyeon seolah dapat mengetahui segala hal. Bahkan untuk satu yang tidak disadari orang lain.

“ Tae..” Tiffany akan bergerak menghindar saat setelahnya Taeyeon melepas sabuk pengaman dan menarik tubuhnya. Tiffany membelak kaget saat Taeyeon merengkuhnya dan membawa keduanya pada kursi penumpang belakang. Ia mendongak menatap wajah itu sekali lagi.

“ ap-“

“ Ssssttt… ada seseorang disini” taeyeon meletakkan telunjuknya pada bibir tipis Tiffany saat gadis itu akan berbicara. Mata hazel itu berkilat kecil dan mengisyaratkan pada Tiffany untuk tetap tenang. Jika dipikir, dimana ini? Ini bukan tempat Tiffany menuntut ilmu. Ini bukan sekolahnya. Sebuah bangunan tua yang terlihat sangat usang berdiri tak begitu kokoh didepan sana. Seolah akan merubuh jika semakin diterpa angin atau hujan. Lalu, apa yang akan dilakukan Taeyeon dengan membawanya kesini.

“ Seseorang mengikuti kita sejak perempatan pertama. Jika aku langsung membawamu kesekolah akan terjadi keributan jika orang itu berulah. Aku hanya tak ingin semua ikut terlibat..” seolah dapat membaca ekspresi yang gadis itu tunjukan padanya, Taeyeon tersenyum dan memberikan sedikit kejelasan.Tiffany mengangguk mengerti dan tetap dalam kediamannya. Siapa disana? Siapa yang mengikuti mereka? Apakah..

“ siapa dia?” Tiffany mendongak, berbisik lirih seolah takut bahwa suaranya akan terdengar. Keadaan ini bukan pertama kalinya Ia jalani. Meskipun segudang pertanyaan yang tersimpan dan ingin ia lontarkan, ia tak tahu apa semua saudaranya juga bisa menjawab. Jelas, kejadian malam itu masih berkaitan hingga kini. Kenapa? Bahkan banyak nyawa yang sudah terkorbankan demi hal ini, dan mereka masih berdiri menghadang. Mengapa tak sekalian saja orang-orang itu merenggut nyawa mereka malam itu. Tidak, jika hal itu terjadi Tiffany bahkan tak mengharapkannya. Ia membutuhkan saudaranya.. ia butuh Taeyeon.

“ tunggu disini.. jangan keluar.. Yoona akan sampai untuk menjemputmu” Taeyeon melepas pelukannyya dan memandang Tiffany dengan senyuman seperti biasa. Senyuman yang selalu menuntut semua orang mengatakan ‘iya’. Dan bahkan sebagai gadis paling keras kepala dikeluarga, Tiffany akan tunduk pada tatapan itu. dan ia bahkan tak sempat berkata saat dengan tenang Taeyeon berjalan keluar dari mobil. Ia jelas melihat bahwa gadis itu kini berubah total. Ia tak akan mempertanyakan apa yang akan dilakukan dan terjadi setelahnya.

‘bagi kami semua..kau ibarat lambang keluarga ini Tiff..’

‘jangan libatkan dirimu. Kau tahu nyawa kami lebih dari satu jika kau khawatir hal itu’

‘ini bukan hal besar. Kau tak usah khawatir’

‘apapun yang terjadi jangan keluar dari jalurmu’

‘kami disini.. dan tak ada yang harus kau takutkan diluar sana’

 

“ siapa kalian dan apa yang kalian iginkan. Keluar sekarang” Taeyeon berujar dengan tenang. Mobil yang mengikuti mereka terparkir dibalik semak dan mata hazelnya masih mampu melihat bayang itu. salahkan ranting kayu yang sudah tua dan membolong disana. Mereka salah jika berpikir semak kecil itu bahkan bisa menyembunyikan mobil berukuran besar. Sungguh ironis masih ada saja manusia dengan kapasitas otak kecil seperti mereka. Dan.. mereka lebih rendah karena berani berurusan dengannya.

Beberapa detik kemudian muncul beberapa orang dibalik sana. Matanya dengan tenang menatap sekitar 6 orang yang berdiri tak jauh dari semak. ia sering terjebak dalam situasi yang sama, hanya saja ini bukan hal yang begitu besar.

“ siapa kalian?”

Mereka saling memandang dan kembali pada Taeyeon. Gadis berambut abu itu terlihat sangat tenang dan bahkan tak memiliki emosi. Pada dasarnya seseorang yang terkepung dengan jumlah lebih dari tiga orang saja akan menampilkan ekspresi takut. Berbeza karena gadis dengan mata hazel itu sangat menyukai untuk terlihat dingin dan menjaga raut wajahnya tetap pada garis arrogant yang tinggi.

 

“ dimana gadis itu?” Tanya salah satu yang paling tengah. Taeyeon melirik pada mobilnya dan menghela napas kasar. Apa mereka tak bisa membiarkan Tiffany tenang? Jika gadis itu-

“ untuk apa kalian mencarinya?” Taeyeon menatap mereka dengan wajah yang sama. Tak ada emosi dalam nada suaranya. Atau.. ia tengah menyembunyikan satu hal yang tak akan ia perlihatkan. Tidak didekat gadis yang mungkin saja mengintip dibalik kaca. Ia tak suka melibatkan dirinya.

‘tak ada pilihan. Harus ada yang melindungi Stephany’

“ kami tak akan mengatakan untuk apa mencarinya. Biarkan kami membawanya dan kau akan baik-baik saja” ujar yang lainnya. Ia mengeluarkan pistol dari saku Dan diikuti oleh beberapa diantara mereka.

 

Taeyeon menatap pada mereka dengan tenang. Tiga dengan pistol, satu dengan pisau lipat dan dua lagi yang tak bersenjata tetapi tubuh mereka kekar dan terlihat kuat. Tidak, meskipun ia memiliki tinggi yang tak setinggi mereka.. nyali dan kepercayaan dirinya lebih dari itu.

“ baiklah.. kalau begitu aku tak akan menyerahkan gadisku. Apa yang akan kalian lakukan” Taeyeon menjawab dengan tenang.

“ kalau begitu kami tak ada pilihan lain. Serang..’’ setelah satu teriakan yang menggema derap kaki yang berlari menerjang padanya. Taeyeon masih dengan wajah yang begitu arrogant. Ia hanya..

“ kalian salah memilih lawan” gumamnya lirih.

 

Dua yang akan melayangkan tinju dan dengan lembut ia memutar tubuhnya. Ia dengan lihai menghindari serangan yang bahkan ia sadari bahwa satu orang menunggu dibelakangnya dan akan memberikannya tendangan. Tapi lihat.. kakinya dengan santai terangkat untuk menahan dan berbalik untuk memukul tengkuk laki-laki itu. ia menahan satu tangan yang hendak menyentuh wajahnya dan memutar tubuhnya hingga laki-laki itu terpaksa tersungkur dengan tangan terkunci dari belakang.

“Akkkhhh”

Dorr dorr dorr

Taeyeon berbalik lagi dan menunduk saat sebuah tendangan kuat akan menyentuh bahu kanannya. Dengan menyeringai kecil ia menarik pisau dari tangan itu, saat menyadari bahwa tiga peluru bersamaan mengarah padanya. Otaknya bekerja dengan cepat. Mata hazel melirik dengan lihai, dan melempar pisau itu pada satu arah.

Trank..

Mencengangkan saat ketiga peluru yang saling berbalik arah. Tepat mengenai pada ketiga lainnya. Menarik dirinya saat pisau yang ia lemparkan dengan perhitungan cepat berbalik padanya. Tangannya dengan tenang menyentuh ujung tajam itu dan memutar kembali pisau pada arah yang berlawan.

Jlebb..

Pisau itu tepat pada bahu salah satu yang kekar yang hanya bisa meringis untuk duduk. Ia memandang pada ketiga yang kini tergeletak, kaku. Ia hanya menyayangkan kenapa ketiganya berani melepas tembakan sembrono seperti itu. apa mereka tak pernah mendengar bahwa ia yang bahkan tak bersenjata sekalipun akan mengalahkan puluhan pasukan dengan senjata lengkap. Dan hal itu pernah terjadi.

Taeyeon menyeringai saat menangkan dua wajah yang sudah memucat menatap pada matanya.

“ dengarkan kataku.. pergilah dan bawa semua kekacauan hari ini. Jika aku menemukan wajah yang sama menghadangku atau mengganggunya, berarti malaikat mautmu telah datang” Taeyeon menyeringai dingin.

“ ma-maafkan kami” keduanya segera berdiri. Memapah pada satu yang hanya dapat berteriak kesakitan karena luka pada bahunya. Taeyeon mungkin harus memikirkan untuk mengatur kecepatan lemparan pisau setelah ini. Hanya dengan dorongan seperti itu ia dapat melihat bahwa lukanya bisa sedalam itu.

 

“ aree arre.. Unnie.. kau bermain tanpa menunggu ku?” ia berbalik saat mendengar suara Yoona mendekatinya. Gadis berambut pirang itu turun dari mobil hitamnya. Memandang pada ketiga tubuh kaku yang terdapat luka tembak pada dahi dan dadanya.

“ apa kau membawa pistolmu?”

Taeyeon menggeleng dan ikut menatap pada ketiganya. Mata dinginnya berubah lembut dan sedih. Ia tak ingin seperti ini. Siapa mereka dan apa yang mereka inginkan, bukanlah satu hal yang ia ingin bagikan.

“ mereka saling menembak. Setidaknya seperti itu saat angin lain akan meniup frekuensinya” Taeyeon mengambil handphonenya dan seperti tengah berbicara pada seseorang.

 

Greppp

Taeyeon menoleh saat ia merasakan bahwa seseorang tengah memeluknya dari belakang. Ia tersenyum saat menyadari rambut coklat yang telah menyembunyikan wajahnya dipunggung  Taeyeon.

“ Fany-ah..”

“ Hikkss…”

Taeyeon membelak kecil saat isakan itu membuat dirinya mematung. Ia memandang pada Yoona, gadis pirang itu melempar senyum kecil dan berbalik dengan pelan. Mata birunya seolah mengatakan bahwa Taeyeon harus mengurus gadis itu, Tiffany.

“ Mianhae” Taeyeon mengangkat tangannya balas memeluk tiffany dengan lembut.mengusap rambut yang tertata dengan sempurna itu. menyalurkan rasa hangat, menenggelamkan pada satu titik… kenyamanan.

“ Jangan tinggalakan aku Tae” lirih Tiffany masih sedikit sesenggukan. Apa yang didengarnya, apa yang dilihatnya. Meskipun ia pernah terjebak dalam situasi ini, tapi.. ia terlalu takut akan kenyataan bahwa ia hidup diantara kegelapan yang tak kunjung pergi.

“ Tak akan pernah” bisik Taeyeon lembut.

TBC

 

Advertisements

36 thoughts on “Forever II

  1. Ihh sumpah deh tae kuat bwgd lah itu tembakan knp bisa berbalik.. aje gile tae kekuatanya melebih manusia, super girls tae hadeh geleng geleng kepala lah

    Like

      1. Super buat pany thor.. authornya jg super buat Kami para reader betah lama lama di hum mu thor.. asikkk ahh

        Like

  2. widihhhh.. tae hbat bgt.. berguru d mane tuh si tae.. brasa nonton debus.. kgak mempan d tembak gtu.. hahahaha pengen bgt dpt my hero kyak tae gtu.. brasa d lindungin bgt deh… semangat terus thor.. ^^

    Like

  3. Sebenernya siapa mereka? Kenapa dengan fany? Apa jangan2 rambut kelima saudara itu berubah warna karna nggak di cat? Tapi karna emang mereka bukan manusia seutuhnya? Apa karena mereka anggota avengers? Duhhh thor aku tuh nggak bisa di giniin 😖😖 jangan bikin hidupku penasaran dahh… Btw semangat uts nya 😂😂😂😂

    Like

  4. Ya ampun baby ,kamu ada ada aja deh ,lg uts smpet_smpet nya nulis ff 😂😂😂

    Jangan bilang jwban uts kamu fany dan tae 😂😂

    Tae dan yg lain punya kekuatan super kah ??
    Dan ppany tidak termasuk krna dia bkn anak kandung appa dan eomma tae ??
    Ff action ,keren salut dek..

    Like

  5. Kenapa org’ slalu mncari pany ?? . Msh penuh misteri disini ??

    dan sy lebih senang jika tae disini sprti superwomen yg keren .wkwkwk
    Smngat UTS dek . Aku jg lg UTS + ngerjain tgs yg menumpuk .hehehe

    Like

  6. tiffany menyimpan misteri nih, siapa sebenernya tiffany ? kereen nih tae sama saudara yg lain punya kekuatan superkah ????
    Semangat ya UTS moga hasilnya baik 🙂

    Like

  7. Gwe pikir di chap 2 bakal baper2 an tpi jreng jreng kok malah gulat2an wkwkwkkkk
    Makin tertarik sma ini ff krna gwe pikir ini ff kisah nya kaya biasa gtu trnyata ada sesuatu dri panny dan taeng sma semua nya berusaha melindungi panny .. blum ada flashback nih knp panny di cari orang2 itu ..
    Krna di chap awal cma orang tua mrka mati di bunuh saja …
    Tapi pas saat scene di mobil gwe paling suka , kaya nya “melamun”yg paling nyaman gtu yaa buat panny 😂😂😂😂😂😂😂😂😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s