Forever

 

Title : Forever

Author : –

Cast : Taeny and Find Your self

Genre : little action, Romance, Yuri

Aku hadir sebagai saksi atas apa yang kau lakukan. Aku tak akan hanya menatap, sudah cukup ku diam dan meratap. Kini aku datang sebagai pembalas atas apa yang telah terjadi itu. Setiap memori terasa masih sangat segar hingga tak bisa kutepis saja.
darah…harum, rasa, tangisan dan teriakan. Apa yang tidak kulakukan saat itu, kini akan kubayar di hari saat kau masih bertahta diatas kekuasaanmu. Hari ini, segala yang mengikutimu hanyalah kematian dan kesengsaraan. Akan aku ubah segala bentuk kesenanganmu dengan hal yang pernah kau lakukan dulu pada mereka. Aku.. adalah apa yang kau takutkan..

**

“ unnie…” dua orang gadis cilik berambut coklat berlari menubruknya dan memeluknya ….Erat, tangisan keduanya sangat menyayat. Ia menatap kedepan dimana rasanya ia akan muntah dan berteriak. Matanya menatap shock.. didepan matanya, dua orang tergelatak bersimba darah. Disamping mereka seorang gadis lainnya duduk lemas karena darah terus mengucur dari dahinya. lalu seorang gadis cilik lainnya yang memandang matanya dengan tangisan diam. Menyayat.. hatinya.. apa ada yang lebih dari kata sakit? Karena itu yang dirasakannya sekarang.

“ unnie.. bebelapa olang datang dan dan-“ salah satu gadis cilik mendongak dengan pandangan sedih yang sangat kentara. Ia melemas. Tak mampu berucap hanya menarik kembali kedua gadis itu dan memeluk mereka. Membiarkan berjalan bebrapa detik sebelum pandangannya menoleh pada sosok tinggi dan kekar yang sepertinya berusaha memberinya isyarat.

“ appa..” ia berlari menuju dewasa itu dan bersimpuh.

“ appaaaa..”

Mereka berlima mengelilingi tubuh penuh darah itu. Melihat dan meringis menatap  bagaimana rasa tersiksanya tubuh dewasa yang selama ini menemani dan menjaga mereka

“ appa..”

“.. jangan menangis..” ujar ayah mereka dengan napas tersengal

“ appa jangan berbicara dulu, aku kan memanggil ambulance” gadis yang lebih tua hendak bangun saat tangan dewasa itu menggenggamnya dan tersenyum

“ tidak, kau merasakan juga appa tidak akan lama lagi Lascrea..” ujar pria itu berusaha terdengar tegar

“ appa.. jangan tinggalkan itall..” gadis cilik yang berumur sekitar 4 tahunan itu menangis tersedu

“ Itall, appa tidak akan kemana-mana. Itall tetap  bersama dengan unnie yang lain ne?”

Gadis bernama krystally itu menggeleng dan kembali menangis. Ia masih kecil, tapi ia cukup tahu bahwa ayahnya mungkin tak akan bisa menemaninya kedepan. ia cukup memahami bahwa keadaan disekitarnya bukan hal yang baik.

“ lihat Yoonzail, Jessica, Yurianna dan unnie .. mereka masih bersama Krystally. Kau tidak akan sendiri baby..” ujar pria itu tersenyum dan mengusap wajah cantik krystally.

“ dimana Stephany?” pria dewasa itu menatap kelima putrinya. Dan menyadari salah satu kesayangannya itu menghilang.

Mereka kini memandang keseliling arah dan menemukan gadis cilik lainnya masih terdiam disana, didekat sofa dengan wajah shock. Berbanding terbalik dengan kelima saudarinya yang menangis tersedu.

“ Stephany…”

Gadis itu menoleh dengan tatapan kosong. Air mata memupuk dan tergeser kecil menuruni pipi halusnya.

“ ap-p-pa..”

“ kemari baby..” senyum pria itu lembut.

“ appaaaa” gadis kecil itu berlari kencang dan tersimpuh didekat pria itu dengan air matanya yang deras.

“ sayang.. Stephany sudah besar dan cantik. Appa senang..”

Gadis cilik bernama Stephany itu masih menunduk dan menangis. Bahunya naik turun karena ia menangis terlalu keras.

“ jangan menangis..”

“ ap-pa..”

“ keenam putri apa sudah besar. Maafkan appa harus pergi secepat ini” pria itu bergumam lirih dan tak sadar menjatuhkan air matanya. Bagaimana mungkin Tuhan tega memisahkan mereka? Terlalu dini untuk meninggalkan kuncup bunga yang bahkan masih butuh dorongan dan kasih sayang ini. Masih terlalu awal tapi Tuhan memiliki jalan lainnya. Apa ia harus mengatakan ini hal yang baik?

“ Lascrea..”

Gadis yang lebih tua mengangkat wajahnya.

“ dia memang bukan adik kandung mu, tapi ia tetap putri keluarga ini. Kelima kalian wajib menjaganya dan kalian wajib saling menyayangi. Tak ada yang harus kalian salahkan, tak ada yang bisa memisahkan kalian. Appa.. titip .. mereka.. appa.. sa-yang..ka-lianh..” mata itu menutup. Diiringi tangis memilukan dari mereka.

Hujan pertama bulan ini turun. Dingin, sakit.. bulir lembut itu seolah memaksa kita menelan pahitnya kehidupan. Ingatan itu..

“ Steph..” Krystally menggenggam tangan gadis kecil yang masih menangis memeluk tubuh dewasa itu.

Gadis itu menoleh..

“ Krys.. apa- ..appa ..hiks..”

Krystally menangis sesenggukan menubruk tubuh yang sama kecilnya dengan tubuhnya. Memeluk erat saudarinya.

“ appa bilang kita tetap berlsama.. jangan menangis” ujarnya. Bahkan ia masih menangis namun berusaha menghentikan tangisan gadis lainnya.

“ Krystally bernal.. Steph macih punya kita cemua” gadis yang mirip dengan Krystally juga ikut memeluknya.

Stepahany terdiam masih dengan tangisan kecilnya. Haruskah ia mengatakan bahwa ini sangat buruk? Baru saja ia menikmati adanya keluarga baru setelah terkurung dengan kehampaan di rumah tua beranaman ‘panti asuhan’. Baru saja ia menikmati kasih sayang dan tawa karena saudari dan orang tua.. baru saja.. baru saja..

“ kajja.. kalian harus bersiap.. unnie akan menyiapkan segalanya” Lascrea menatap kelima saudarinya dengan senyuman yang dipaksakannya.

“ kita akan kemana?”

“ pergi.. kita mulai hidup baru” Lascrea mengusap lembut rambut gadis berwajah cantik yang mirip dengan Krystally.

“ perlgi? Kita akan kemana?”

“ kemanapun asal kalian masih bersama unnie..”

‘’ apa ..kita akan meninggalkan umma dan appa” Stephany yang masih dipeluk dua saudarinya itu menatap Lascrea. Mata beningnya yang polos meneduhkan kini terlihat lebih rapuh dari sebelumnya. Saat gadis cantik itu menginjakkan kaki dirumah mereka. Saat kebahagiaan itu, apa ia akan baik-baik saja, gadis kecil yang malang itu?

Lascrea tersenyum dan melangkah mendekati Ltephany. Mungkin karena Ltephany lebih muda Tiga tahun dibawahnya ia harus sedikit membungkuk karena perbedaan tinggi mereka.

“ steph tidak usah khawatir. Mereka masih tetap bersama kita. Mereka tetap hidup.. disini..” Lascrea menunjuk pada dada gadis kecil itu.

“ hum.. benar..” gumam Stephany kecil.

Tangan kecil itu mengusap rambut Stephanie dengan lembut. Memberikan kekuatan yang sebenarnya ia juga membutuhkan itu.

“ aku berjanji ini terakhir kalia melihat rasa sakit ini untuk kalian… akan kukirim semua yang berani menyakiti kalian keneraka”

*CHAPTER 1*

“ kalian sepagi ini sudah sangat berisik” gadis berambut coklat berumur 18 tahun itu keluar dari kamarnya dengan berantakan. Mata indahnya itu menatap pada ketiga gadis lainnya yang kini menatap kedatangannya.

“ hay Tiff.. selamat pagi” sapa gadis berambut merah dengan semangat.

Gadis berambut coklat terdiam sebelum melebarkan matanya.

Tunggu.. rambut me-rah?

“ a-apa-apaan ini, rambut kalian..”

“ yaps.. kami mengecatnya. Bagaimana? Baguskan?” gadis berambut hijau menyahut.

Gadis itu masih melebarkan matanya saking terkejut. Bagaimana tidak? Tadi malam mereka masih normal, maksudnya rambutnya masih coklat dan sekarang?apa-apaan ini? Apa mereka tengah menggelar konser rambut warna-warni?

“ yaish.. kalian akan mendapat balasan karena mengerjaiku seperti ini” gadis lainnya menyahut dari belakang. Gadis berambut purple memasuki ruang tamu dengan wajah kesal yang sangat jelas dan memandang ketiga gadis didepannya dengan dingin.

“ Yuri.. rambutmu..”

Gadis bernama yuri menandang gadis itu

“ ya.. ketiga gadis itu memasuki kamarku dan mengecatnya seperti ini. Sangat tidak elite..” ujar Yuri

“ bukan aku, hanya kedua bodoh ini” gadis berambut pirang menyahut datar

‘‘ siapa yang kau panggil bodoh Yoona? Sial..” Jessica menatap Yoona kesal. Rambut merahnya seolah menyala siap menerkam gadis berambut pirang itu hidup-hidup.

“ kau dan kembaran bodohku tentu saja. Kenapa aku harus terlahir kembar dengannya, anehnya aku harus terlahir dengan kakak lainnya yang sama. What the hell… Malang sekali nasibku” ujar Yoona menyindir.

“ what?!!” ketiga gadis itu langsung menyahut dengan keras tanda tidak setuju.

“ apa maksudmu rusa? Kau menyebalkan sekali” ujar gadis berambut hijau memandang Yoona tajam

“ tentu saja maksudku adalah aku sangat cerdas beranding terbalik dengan ketiga saudariku..” ujar Yoona santay. Gadis pirang itu masih sangat cool dan tidak menyadari bahwa mungkin ancaman akan datang padanya.

“ oh ya? Kalau begitu kau harus mengakhiri hidupmu sekarang”Yuri bergumam kecil sebelum langsung menangkap gadis itu. Namun Yoona memang lebih gesit, dengan mudah ia langsung berlari menghindar.

“ jangan lari kau” Jessica berteriak kesal menyusul dengan gadis berambut Krystal yang hijau dibelakangnya. Keempatnya berlari mengelilingi rumah besar itu.

“ apa-apaan mereka” gumam gadis berambut coklat itu heran.

Matanya hanya megikuti keempat gadis kembar yang masih terus kejar-kejaran dengan saling mengumpat satu sama lain. Ia harus mengakui.. ada sedikit rasa senang melihat ini.

“ kenapa mereka sangat kekanakan? Ck ck..”

Ia menoleh karena terkejut. Gadis berambut perak disampingnya masih memegang buku bacaan dan tiba-tiba sudah berada didekatnya seperti sekarang.

“ Taeyeon.. kau membuatku hampir mati berdiri”

Taeyeon menoleh dan tersenyum. Rambut peraknya itu lebih berkilau dan membuat ia mengerutkan keningnya lebih dalam. Sejak kapan Taeyeon mengecat rambutnya? Jangan bilang kalau..

“ kau korban empat gadis itu juga?”

Taeyeon masih tersenyum dan mengangguk lalu tertawa

“ aku sangat terkejut karena mereka membuatku terlihat seperti orang tua sekarang. Tapi tak apa. Ini juga termasuk style yang unik”  Taeyeon menatap tiffany dengan mata hazelnya yang indah. Ia harus mengakui bahwa Taeyeon memang memiliki daya tarik tersendiri.

“ hey kalian.. ayo sarapan dan kita berangkat sekolah. Kalian tidak akan membuatku telatkan?” Taeyeon

menghentikan acara kejar-kejaran keempat gadis itu.

“  hahaha..  rambutmu terlihat aneh Taeyeon..” Yuri tertawa terbahak

“ haha.. iya, seperti kakek-kakek” sambung Krystal.

Jessica yang masih memegang leher yoona juga ikut tertawa.

‘’ yaish.. kalian juga sama, seperti permen kapas berjalan” ejek Taeyeon

“ apa?!!”

Dan.. kau bisa menebak bahwa kelima gadis itu kini malah saling berkejaran. Meninggalkan satu gadis berambut coklat yang memandang mereka dengan aneh.

‘ada yang tidak beres dengan otak mereka semua. Sepertinya hanya aku yang waras disini’ batinnya sambil berusaha untuk sabar. Sepertinya ia perlu mempertanyakan apa ia harus bersyukur memiliki saudari agak-ehem- seperti mereka sekarang.

“ Lascrea, Yoonzail, Yurianna, Krystally, Jessica…” kelima gadis itu lantas langsung terdiam saat suara itu memasuki pendengaran mereka. Kelimanya menoleh dan menemukan gadis berambut coklat itu tersenyum dingin menatap tajam mereka.

“ aku sangat lapar dan kalian membuatku harus menunggu kalian? Kalian ingin membuatku terlambat?” gadis itu berujar dengan senyuman, berbanding terbalik dengan kelimanya yang bahkan susah menelan ludah mereka sendiri.

“ ha-hai’.. k-kami kesana..” serempak mereka dengan gugup.

“ baguslah..”

Musim dingin tengah menyapa mereka kini. Tak ada yang berubah selama ini, masih dengan kekayaan yang semakin melimpah, kehidupan yang semakin membaik dan diiringi dengan kelamnya ingatan. Ah.. mereka masih menginggatnya? Ayolah siapa yang bisa melupakan hal itu secepat membalikkan keadaan? Tak ada. Bahkan untuk hati sesuci yang telah ternodai dengan kematian dan kesengsaraan.

“ apa kau sudah mendapat data orang selanjutnya Yuri?” Taeyeon membuka pembicaraan mereka sambil tangannya dengan cekatan mengolesi selai coklat diatas roti panggangnya.

“ sebentar lagi. Aku hanya merasa sepertinya ada yang tengah mencoba melindungi orang ini. Yah.. walaupun aku harus mengatai bahwa kesombonganku ini adalah kepandaianku”Yuri tersenyum sinis dan menuang sedikit susu putih itu kegelasnya

“ aku tak mengira kita akan melakukan ini, tapi seriously mungkin aku adalah orang yang pertama yang menyukai hal ini untuk kita”

“ kau benar Jess.. owh.. aku ada test pagi ini. Kalian menyusul?” Krystal mengambil gelas susunya dan menghabiskan dalam waktu beberapa detik.

“ aku masih harus mengecek laporan minggu ini. Duluan saja” Taeyeon menatap saudaranya yang lain.

“baiklah.. bye unnie..” Yoona sempat mengecup pipi kakak pertamanya itu dan berlari kecil menyusul pada Krystal.

“ sa’.. aku juga harus berangkat. Aku ingin menemui Park Joo..” Yuri mengambil kunci mobilnya yang tergeletak sembarang diatas meja dan melangkah menjauh.

“ huh.. sepertinya aku juga. Tiff, kau ingin menyetir sendiri atau barengan denganku?” Jessica melirik Tiffany yang masih dengan tenang memotong kecil daging miliknya.

“ oh aku ak-“

“ kau tidak boleh menyetir” Taeyeon memotong pembicaraan keduanya.

“ ee?” Tiffany menoleh pada gadis berambut abu-abu yang sudah berkutat dengan ipadnya. Gadis itu terlihat sangat serius dengan apapun yang dikerjakannya. Tak heran, perusahaan yang sudah dipegangnya dari usia 13 tahun itu berkembang sangat jauh.

“ baiklah.. kalau begitu aku berangkat dulu. Taeyeon, pastikan saudariku aman sampai sekolah okay” Jessica mengambil jaket coklatnya dan tersenyum pamit pada Tiffany.

“ Taetae..”

Taeyeon menoleh pada gadis itu. Gadis yang merupakan favoritenya. Dan senyum jarang itu muncul diwajahnya. Wajah malaikat yang mampu membuat semua orang bertekuk lutu dengan hanya membayangkan ini.

“hum? Kau sudah mau berangkat?” Taeyeon menatap gadis berambut coklat itu.

Tiffany mengangguk dan mengambil almamater putihnya.

“ ja.. aku akan mengantarmu” Taeyeon beringsut berdiri dan mengambil kunci mobil yang terletak disamping kopinya.

“ aku bisa diantar supir Tae..”

Taeyeon menggeleng tegas dan menatap tepat pada bola mata coklat itu.

“ no.. kau tak bisa menolakku sayang.. please, aku hanya mengkhawatirkanmu” Taeyeon menyentuh pipi halus itu.

Sayang? Ah ya.. Tiffany terkadang sampai merasakan bahwa ia masih bermimpi. Tak jarang bahwa senyuman dan perasaan yang aneh itu menyerang sarafnya. Apakah ia bersalah jika memiliki perasaan ini untuk kakaknya sendiri? Bahkan Yuri dan Jessica..

“ Fany-ah..”

“ne?”

“ aigoo.. apa kau melamun oh? Kajja, ini sudah hampir jam delapan” Taeyeon menarik lembut tangan itu. Terpaut dengan jemarinya yang lentik. Hangat.. menenangkan.. Taeyeon adalah segalanya seperti saudaranya yang lain. Taeyeon.. adalah hidupnya.

TBC

 

Advertisements

38 thoughts on “Forever

  1. Pasti bakal rameee nih ff, secara 6 bersaudara bruh… Btw kamu kok suka sihh membutunuh ortu karakter utama mu thor? Lol 😂 btw jadi pany itu beda sendiri ya? Bukan kandung gitu sama 5 saudaranya? Atau jangan2 jesstal juga beda ortu juga sama kaya pany?

    Like

  2. Sumpah semua ff author gak kalah menariknya dgn koleksi para author laennya masalahnya ini tuh buat gw nayaman ajj baca dan nunggu kelanjutan cerita taeny dgn segala bentuk alur cerita Yg gak sama tapi gampang bwgd buat dinikmati😆😆😆 thk ia

    Like

  3. wahhh..baru chap 1 aja udah bagus..n pastix smakin keren ceritax..
    fighting thor..
    aq selalu mnunggu karyamu lagi..
    😍😍😍

    Like

  4. Ortunya itu mati knp sakit atau dibunuh. Trus mereka kan masih kecil waktu itu lalu dapet uang darimana.
    .
    Gue juga anak kesepian, tapi gak suka dg yg berisik dan rame, bedanya gue punya sodara 4 cowok semua tp gue gak deket dg mereka.

    Like

  5. Hehe ..itu mrk ber 5 eheem ..kek apa dek ..
    Lucu ,dan ngegemesin tikah mrk ,masa ga sadar pas tidur rmbut i di cat ,saking lelah nya apa lgi si njess nohh wkwkkw

    Fokus uts nya dek ,hwaiting

    Like

  6. Oww oww mereka SAUDARA’AN?
    Tapi pany bukan anak kandung,jadi taeny masih bisa bersatu muehehehe
    #ketawajahat😜
    Semangat uts ya sayyy

    Like

  7. Jadi semua di sini bersaudara ?? Jangan2 nanti ada heheee gw gk tau nulis nya wkwkwkkk..
    itu yg saling cinta tpi sekandung 😅😅😅😅😅 ah lupakan ….
    Tapi fanny kan bukan saudara kndng jdi boleh laa kalu punya perasaan suka sma taeng #shiperakutkumat ..
    Jdi mereka itu seumuran ya thor ?? Krna ini bru chap pertma jdi msih permulaan blum ada “sesuatu”nya …. sip next chap di tunggu ????

    Like

  8. Jadi mereka itu sbenernya bukan sodara kandung? Atau hanya tiffany aja yg bukan?

    Hehe kayanya gue nyampah nih komennya. Udah komen mulu. Gapape kan wkwkk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s