Something 14

Title : Something 14

Author : –

Cast : Taeny

Sub-Cast : Find Yourself

Genre :-

Chapter 14

Aku berbeda saat disampingmu..kau mengendalikanku dan itu nyata? Tentu saja…

Dipagi seperti ini Taeyeon malah terjaga untuk memandang wajah malaikat itu. Tiffany begitu pulas. Jika gadis itu tahu ia disini dan tengah memperhatikannya, apakah Tiffany bakal berteriak? Atau menimpuknya dengan bantal? Taeyeon terkekeh kecil. Tiffany gadis yang benar-benar berbeda. Saat semua mengejar untuk mendapat secuil perhatian Taeyeon, Tiffany malah sebaliknya. Gadis itu memang sangat berbeda dan Taeyeon benar menyukai itu. sisi dimana Tiffany, hanya gadis itu yang punya.

“ kau tahu? Kau membuatku selalu menatap untuk tahu seperti apa kau sampai kini Fany-ah” bisiknya pelan. Tiffany mengerang, mungkin merasakan geli saat napas panasnya menggelitik pada telinga gadis itu. Tiffany bergerak hingga kini malah langsung mengahadap pada Taeyeon. Gadis pirang dapat jelas menatap wajah cantik itu dengan puas. Apa ia mengakui bahwa sangat jatuh pada pesona yang ditawarkan Tiffany? Atau ia hanya merasakan ini pada Tiffany? Entahlah..

“ Kau sangat cantik..”

Flashback

Taeyeon menatap pada sepanjang jalan. Ia sangat membenci hujan, sangat. Ia tak menyukai sesuatu yang basar dan bulir itu juga menyakitkan memorinya. Ibunya meninggal dan dimakamkan saat hujan dan sekarang.. ia berdiri dibawah guyuran yang sama. Sakit.. bukan untuk luka didahinya atau rasa pegal diseluruh tubuhnya. Ia sakit dan itu lebih dalam lagi. Ada disudut sana.. hatinya. Untuk gadis yang begitu ia harapkan..

TIIIIiiIIIIInnnnNNNN

Sekelebat sinar dan ia masih berdiri disana. Ia bahkan tak perduli jika ia akan kembali terkapar sama. Lagipula, tak ada yang bisa ia harapkan..

‘’ Hyori..” gumamnya memejamkan mata.

Hanya saja, tak ada rasa sakit. Kecuali kehangatan. Seseorang menariknya..

 

Dan semua seolah berhenti bergerak. Bahkan tubuhnya terasa lebih ringan. Apakah ia sudah mati? Ah ini sudah berakhir. Setidaknya itu yang ia pikirkan jika saja orang itu tak melepas pelukannya.

“ aigoo Nona, apa kau akan menghabiskan waktumu dan hidupmu dibawah ban besar itu? aku tidak tahu kenapa orang selalu berpikir bunuh diri adalah jalan paling mudah”

Taeyeon membuka matanya. Menemukan gadis dengan pakaian… terlalu sederhana, topi dan rensel jelek (menurutnya) berdiri didepannya.

 

“ apakah anda akan berdiri disana? Dimana rumah anda? Akan saya antarkan jika anda tidak keberatan. Maaf jika lancang, hanya saja, saya harus memastikan anda tidak mengakhiri hidup anda sekali lagi” kembali gadis yang Taeyeon perkirakan lebih muda itu berbicara. Bahkan ia terkekeh untuk kalimat yang menurut Taeyeon tidak lucu sama sekali. Wajahnya yang terkena hujan lebih mempesona bagi taeyeon. Memang pakian itu sangat mengganggu untuk pandangan Taeyeon yang terbiasa dengan pakaian rapi dan indah. Tapi.. ia sangat indah.

 

“ hey.. apa kau baik-baik saja?”

Sekali lagi, dan tubuhnya nyaman untuk menerima uluran tangan itu menyentuh dahinya. Berbeda dengan pikirannya, tangan itu sangat lembut.

 

“ apa kau kabur dari rumah sakit?” dan gadis itu membelak matanya setelah menyadari bahwa gadis pirang itu masih memakai pakaian khas orang di rumah sakit. Lengkap dengan perban kepala kecuali masker muka yang dibuatnya untuk menutupi mulut dan hidungnya.

 

Taeyeon berniat mati tanpa diketahui atau dibuntuti public. Lalu kemudian menyadari, Bagaimana jika ada berita bahwa seorang pewaris tunggal KIM Group melakukan aksi nekat bunuh diri karena patah hati? Wow.. kenapa ia baru sadar itu sekarang.

 

“ aigoo.. ayo aku akan kembali mengantarmu ke Rumah Sakit. Dimana kau dirawat, apa disekitar sini?” tiffany mengambil sepeda yang tergeletak dibawah kaki mereka dan memandang Taeyeon kembali. Siapa gadis itu? kenapa ia begitu hangat?

“ hey..”

 

“ namamu.. siapa namamu?” akhirnya Taeyeon membuka suaranya. Memandang pada mata indah itu. dan anehnya perkenalan itu kenapa harus dibawah guyuran deras hujan seperti ini? Sangat aneh karena Taeyeon membenci hujan, sebelumnya dan mungkin.. akan berbeda setelah ini.

 

Gadis itu mengerutkan keningnya bingung.. gadis yang bahkan terlihat seperti zombie beberapa detik yang lalu itu tiba-tiba berbicara bahkan langsung menanyakan namana.. hey, dia tidak tergabung dalam sindikat penjual gadis-gadis cantik kan? Okey, sekarang ia bahkan mengaku bahwa ia termasuk gadis cantik. But, semua perempuan memang terlahir cantik kan? Hum.. setidaknya dia sedikit lebih benar.

“ ha?”

 

Gadis pirang itu terlihat aneh. Bahkan wajahnya ia tak bisa lihat karena perban dan masker. Apa ia bisa mengatakan namanya? Bagaimana jika orang itu berniat jahat?

“ namamu.. siapa namamu?” ulang Taeyeon sekali lagi.

 

“ uhmm… Ti-ffany.. Hwa-ng” ujar gadis itu sedikit ragu. Hanya saja, ia bisa melihat bahwa mata itu bersinar. Okey, apa ia baru saja salah lihat? Mungkin efek hujan membuat iris itu terlihat seperti.. kebiruan? Mata orang korea tidak ada yang seperti itu.

 

“ Tiffany Hwang? Arraseo.. aku akan mengingat itu nona Hwang” ujar Taeyeon berbalik kemudian. Sebaris senyuman terukir dibalik maskernya, tidak.. apa ia sudah jatuh dalam pandangan pertama? Bahkan ia tak tahu bagaimana perangai asli gadis itu. hanya saja..

ia sangat indah.

 

Taeyeon Meninggalkan Tiffany yang hanya bisa tercengang sambil menatap punggung yang mulai menghilang itu. hey.. apa maksud itu. apa gadis tadi memang salah satu anggota sindikat penjual dan perdagangan manusia?

“ Hiiii.. aku harus segera pulang” Tiffany mengambil langah cepat menjauh.

Flashback end

 

Taeyeon terkekeh kecil. Ia menaiki ranjang dan merebahkan diri disamping Tiffany. ia tak perduli jika gadis itu terbangun dan menghajar dirinya sekali lagi. Ia hanya ingin.. merasakan kehangatan itu. saat pertama kali ia merasakan pada gadis ini.

“ sepertinya memang benar.. aku begitu membutuhkanmu..”

*

 

Tiffany masih memandang pada langit di Jepang. Ia suka dengan hal baru. Dan anehnya atau memang takdirnya, semua yang luar biasa, semua yang tak dikiranya, semua itu datang dari gadis itu.. Kim Taeyeon.

Omong-omong tentang gadis itu, bagaimana bisa ia ada dikamar Tiffany? Dan apa-apaan senyuman itu?  ia membenci saat lembut senyum itu mampu membuatnya bergetar. Aih…

 

“ apa yang kupikirkan” gumamnya dan mengalihkan pandangan lagi.

Rumah ini benar-benar luas.. Tiffany bahkan butuh dua hari untuk menghafal jalan. Ia ta bisa jika asal, mungkin saja ia akan nyasar.

“ mengerikan.. “ gidiknya kembali.

 

Brukk

Tiffany menoleh saat suara keras itu terdengar. Ia memandang pada seorang pria yang tengah merutuk pada dirinya sendiri karena menjatuhkan beberapa buku bacaan. Rakas Lee..

 

Ia tak ingin bertemu dengan laki-laki itu. bukan benci, tapi beberapa kali mereka berpapasan dan laki-laki itu benar buruk sikapnya. Hanya saja..

Kakinya melangkah untuk membantu memungut beberapa buku disana.

 

“ apa yang kau lakukan?” laki-laki itu bertanya dingin. Memandag Tiffany dengan tajam,  tapi gadis berambut coklat tua itu masih melanjutkan pekerjaannya.

Sampai pada buku terakhir dan ia bangkit.

“ kau bisa membawanya sedikit-sedikit. Itu akan lebih baik bahkan jika kau harus bolak-balik beberapa kali bukan?” Tiffany menyimpan tumpukan buku yang diambilnya diatas meja bundar itu. mengabaikan Rakas yang bahkan hanya bisa tercengang untuk perlakuannya.

 

Bukankah harusnya Tiffany menghindarinya, bahkan harusnya gadis itu membencinya. Untuk semua yang dikatakannya waktu itu.. apakah itu bahkan tidak menyakitkan? Tapi gadis ini masih disini, untuk membantunya?

 

“ Fany-ah..” mereka menoleh pada gadis pirang yang tiba diantara mereka. Taeyeon memandang tajam pada Rakas dan tentu saja, you know.. keduanya saling memandang tak suka.

“ apa yang kau lakukan pada gadisku?” Taeyeon berujar dingin.

 

Tiffany yang berada pada keduanya memandang pada Taeyeon dengan bingung. Lalu pada Rakas dan kembali pada Taeyeon. Oke itu sangat memusingkan.

 

“ memang apa yang aku lakukan? Apa aku serendah itu untuk menyentuh gadismu? Aku tidak memiliki selera yang begitu rendah Kim Taeyeon..” ujar Rakas memandang dengan tak kalah tajam. Dan anehnya, ia melirik pada Tiffany dan gadis itu tak terlihat marah? Gadis itu begitu kuat. Tak seperti yang dibayangkannya. Dan.. ia benci kenyataan itu.

 

“ rendah? Wow.. seorang pengawal berani mengatakan hal itu pada istri tuannya? Aku sangat terkejut” Taeyeon tertawa mengejek. Memandang rendah pada Rakas.

Kembali Tiffany menemukan keduanya saling memandang dengan tajam.

“ cih.. seorang putri kerajaan memiliki selera yang seperti ini? Aku lebih terkejut untuk satu kenyataan itu” sindir Rakas dan kini memandang Tiffany. Tapi yang ia lihat? Gadis dengan rambut coklat yang bahkan tidak terlihat mengerti apapun?

 

Apa gadis ini sangat lugu atau bodoh untuk mengerti? Ia mengerutkan kening sekaligus menekuk wajahnya saat ia berharap menyakiti mereka dan berakhir selalu gagal seperti sekarang?

Apa yang bisa membuat mereka bisa setidaknya saling membenci? Bukankah takdir Taeyeon sebagai seorang pewaris sudah cukup menyulitkan dan menyakitkan bagi Tiffany? Setidaknya itu yang terlintas dalam pikiran Rakas sampai sekarang. Menyakiti gadis itu, Tiffany.. bukankah dengan semua katanya dan melihat pada kekuasaan Taeyeon dan keluarganya.

Ah.. apa gadis itu begitu menggilai Taeyeon? Atau bahkan hanya sebuah harta dan kesenangan? Semua yang ada didunia ini tak terlepas dari itu semua.

 

“ Oh.. apa kau sedang patah hati karena kau masih sendiri? Tak heran.. seseorang sepertimu rasanya tak bisa untuk memiliki rasa cinta” mereka menoleh pada Yuri yang baru saja bergabung dengan mereka. Gadis kecoklatan yang terlihat tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.

 

Tidak, ia juga tidak sadar dengan seorang gadis lainnya berada di kursi panjang sambil menikmati jus jeruknya. Kenapa mereka bahkan tidak menyadari bahwa Jessica bahkan mungkin sudah disana untuk beberapa waktu yang lalu. Bahkan..

“ Hey.. apa kalian tidak berniat renang? Taeyeon Unnie akan lebih bagus kau berlomba denganku. Menghabiskan waktumu disana hanya memusingkan saja, kau tahu hal itu” Yoona menatap mereka dari dalam kolam. Ia menyimpan tangannya untuk menyangga tubuh dipinggiran keramik dan memandang mereka bergantian.

 

Tiffany mengerutkan keningnya. Apa tidak ada dari ketiganya yang bahkan menyadari kehadiran orang lain. Ia bahkan harus mengabaikan suasana disekitarnya saat matanya menangkap dua gadis kembar yang dimana Krystal berada pada pelampung bebek besar dan Krysela yang mendorong kecil pelampung itu ketengah kolam. Hey.. mereka terlihat sangat konyol untuk ukuran anak orang kaya. Apa hanya Tiffany yang berpikir bahwa orang kaya dalam bayangnya sama arogant dan teratur seperti Taeyeon?

 

Ia kembali mendongak melihat Taeyeon dan Rakas. Melihat bahwa laki-laki itu menatap keseluruhan saudara itu dengan menggertakkan giginya. Terlebih dengan kehadiran Seohyun yang baru saja bergabung dengan membawa piringan buah. Muak..

“ cih.. kalian terlarut dalam kesenangan yang sama” ia bergumam dan berbalik menjauh. Membawa tumpukan bukunya dan menghilang dibalik tembok besar berwarna putih disana.

 

“ jangan memperhatikannya seperti itu, aku cemburu..” Tiffany menoleh pada Taeyeon. Gadis itu memandang Tiffany dengan sedikit mengerutkan keningnya. Eh.. apa yang dikatakannya barusan? Cemburu? Untuk apa?

 

“ kenapa kau sangat perhatian padanya? Apa kau tidak muak melihatnya memperlakukanmu seperti itu? manusia seperti Rakas harusnya kau menjauhinya” Taeyeon berujar dingin. Menatap mata Tiffany yang mengerjap cepat.

“ aku tidak perhatian padanya..”

“ kau membantunya memungut buku itu”

 

“ aku tidak bisa membiarkan orang susah didepanku”

“ apa kau juga seperti itu padaku?”

Tiffany ini mengerutkan keningnya. Seperti itu padanya Taeyeon? Apa yang dimaksud gadis itu sebenarnya. Wait, apa mereka.. pernah bertemu?

“ apa yang kau pikirkan? Kajja..”

*

 

“ tolong hati-hati disana, kabari Grandma jika ada yang mengganggumu” wanita tua itu memeluk tubuh Tiffany dengan lembut. Ia memandang pada gadis lainnya yang masih senantiasa dengan wajah dinginnya. Yah jangan menghitung Seohyun dan Jessica yang berdiri disana setelah melempar senyuman hormat.

 

Lalu nenek Kim menatap pada kelima gadis yang tidak terlihat berniat membuka mulutnya untuk berbicara. Yah, ia juga tak berharap banyak dengan hal itu. meskipun mereka tetap pada satu keluarga yang sama, namun ia tak bisa menepia kenyataan terus mengikuti untuk itu.

“ Kami berangkat” Yoona yang pertama kali memutar tubuhnya untuk berjalan meninggalkan perkarangan rumah megah itu. tatapan matanya mendingin sejak tahun lalu.

Apa yang akan dilakukannya tidak akan memberikan efek berarti bahkan jikapun itu untuk kebaikan mereka.

 

Entah kenapa, meskipun Taeyeon tetap berada untuk selalu memberinya senyuman hormat, atau si kembar Krys yang terlihat tersenyum dengan hangat, Yuri tetap dengan sikapnya yang dingin namun terkesan baik. Berbanding dengan satu gadis pirang dengan mata tajam yang sudah berada di dalam mobil putihnya. Ia bahkan tidak memandang padanya. Ah, ia harus mengakui bahwa rasa benci itu masih teringgal dalam hati Yoona, pada gadis pirang lainnya. Ah.. bukan hanya gadis itu, kelimanya memiliki sesuatu yang mereka tak akan ungkapkan pada banyak orang.

 

Dan saat mata tuanya yang memperhatikan tiga mobil itu menjauh, ia tetap disana. Berdiri dengan terpaku pada jalanan yang mulai lenggang.

“ aku tak punya satu hal bisa kulakukan. Hanya ini agar kalian bisa terlindungi dengan baik. Taeyeon tolong.. jaga Tiffany untuk mereka” gumamnya lirih

*

 

“ kau tak harus seperti itu” Seohyun membuka suaranya setelah sekian lama mereka terdiam dalam perjalanan menuju bandara. Ia menoleh pada gadis pirang yang masih terlihat sangat serius dengan kemudinya. Yoona bahkan tidak berbicara atau menggodanya seperti biasa. Gadis itu begitu dingin dan itu terlihat sangat menyeramkan.

 

Ia memang tak tahu apa yang terjadi pada keluarga itu, keluarga KIM. Ia juga tak mengerti mengapa Yoona berakhir dengan marga Im dan bahkan tidak memakai marga ayahnya Kwon. Ia tak cukup berani untuk bertanya atau mencari tahu.

Gadis itu, jika ia harus mengungkapkan.. Yoona lebih rapuh jika kalian melihatnya dengan baik. Dibalik semua apa yang dilakukannya, Yoona berbanding terbalik. Ia adalah cerminan dan bayangan, dan sayangnya ia selalu menutupi semua dengan kepalsuan.

 

“ apa..”

“ sikapmu tadi, aku tidak ingin ikut campur tapi..”

“ lupakan”

Seohyun menoleh pada gadis itu kembali. Bahkan nada itu..

“ aku tak memintamu untuk mengasihaniku Seohyun”

 

Apa? Apa Seohyun terlihat tengah mengasihani gadis itu sekarang? Apa niat baiknya bahkan- ckk

“ aku tidak mengasihanimu”

“ lalu apa? Semua yang kau lakukan dan katakan seolah bahwa aku bersalah padanya. Kau bahkan tidak tahu segalanya Seohyun” ujar Yoona dingin. Ia tak menoleh sama sekali. Tetap dengan wajah dan tatapan dinginnya untuk menyetir. Dan gadis berambut hitam lurus yang tersentak terkejut. Ia tak berkutik bahkan saat gadis itu sudah berada disana. Dibandara..

 

Aku.. Sepertinya.. salah karena aku berharap bisa memperbaiki segalanya..

TBC

Advertisements

40 thoughts on “Something 14

  1. Ini terlihat flat tapi tidak apa, setelah lama menunggu akhirnya author update juga 😄 gue bener bener bingung deh sebenarnya masalah mereka apa sih ? Dan kenapa YoonHyun berakhir dengan keadaan yang menegangkan ? 😚😑 hmph tapi hayati mengerti satu hal. Jadi alasan Taeyeon jadi stalker Tiffany selama sebulan gara gara insiden itu toh ?? Wah wah sebuah pertemuan tidak sengaja yang mengubah jalan hidupnya 😀 lanjut ya thor, btw yang ngomong terakhir itu Yoong apa Seob ?? Itu loh yang “aku…cih…blablabla. . . “

    Like

  2. Kok jadi yoohyun kek berantem sihh ,serem lagi ..
    Ouwhh ,awal pertemuan TaeNy sperti itu toh kekeke ..
    Itu cwo bkin risih cast nya 😑😑😑

    Like

  3. owh jadi gitu toh awalnya tae ketemu phany pertama kali…
    sampai saat ini jujur ga ngerti masalah keluarga mereka tuh kenapa @.@
    at least author kembali lagi, tetap semangat jaga kesehatan ya thor 😀

    Like

  4. Aku sama kayak pany nih, masih belum tahu apa” tentang masalah keluarga kim. Ohh begitu thoo pertemuan pertama taeny, pany ngira tae sindikat penjual para gadis wkwkwk😆

    Like

  5. aaa~ jadi teany pernah ketemu sebelumnya yah.. makanya si tae jadi tergila-gila ma phany.. emg yah phany mah gtu.. nggak hanya cantik wajahnya saja tapi hatinya jga baik.. nggak jauh beda sma nyatanya jga.. ^^ semangat terus nulisnya thor jgn lupa jga kesehatan kuga.. ^^

    Like

  6. Iyaa,,ane juga sama kyk seohyun. Penasaran knp yoona margany Im bukan kwon kalo emg bpknya emg sama ma yuri 🤔🤔🤔

    Like

  7. Ohhh jadi taeyeon itu pernah ketemu sma tiffany pas dia mau coba bunuh diri??? Terus knp grandma nya nyuruh taeyeon untuk lindungin tiffany demi mereka?? Apa maksud nya?? Apa artinya tiffany buat mereka??? Dan apa yg sebenarnya terjadi dengan mereka semua???

    Like

  8. jadi itu alasan tae suka sama fany, sayang fany mungkin ga liat wajah tae dengan jelas dan mungkin sekarang dia ga inget pernah ketemu tae sebelumnya
    duh itu hubungan keluarga makin ribet aja kayaknya wkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s