Something 13

Title : Something 13

Cast and sub-Cast : SNSD

Genre : Yuri

Chapter 13

Tiffany tengan duduk menatap pada genangan air didasar kolam. Entah apa yang dipikrkan gadis itu hingga Taeyeon yang mengambil tempat disampingnya ia hiraukan.

“ Apa yang kau pikirkan Nyonya Kim?” Tiffany menoleh dan menemukan smirk itu tepat disampingnya.

“ Aigoo.. sejak kapan kau disitu?”

Taeyeon mengangkat bahunya cuek dan ikut melihat kedasar kolam. Tak ada yang menarik. Bahkan marmer putih atau kilau mentari pagi yang memantul itu menurutnya tak menarik sema sekali. Lalu apa yang dilihat Tiffany? Menatap bayangnya atau mengagumi diri sendiri?  Okay, itu tidak mungkin karena Tiffany tidak seperti itu.

“ ada yang kau ingin tanyakan?” Taeyeon menatap kembali pada gadis itu. kedua iris yang saling memandang, adakah yang lebih indah dibanding gadis didepan ini?

“ Apa?”

Taeyeon mendekat hingga jarak itu hanya tersisa sedikit. Jika saja ia bisa mendengar bahwa degub jantung itu kian terasa lebih cepat. Apa Taeyeon tidak mengerti? Ini bukan Tiffany yang biasanya. Ia tak bisa mengabaikan rasa itu jika Taeyeon terus melakukan hal seperti itu berulang kali. Please.. gadis bermata biru itu membuatnya selalu melambung jauh dan berangan yang banyak. Ini menyakitkan jika ia kembali pada kenyantaan bahwa ia tak bisa menebak apa yang ada pada gadis itu.

“ apa kau terluka pada apa yang dikatakan Rakas?”

Tiffany menatap pada gadis itu dan menggeleng. Tidak, ia merasa sakit tentu saja. Hanya saja, ini bukan apa yang membuatnya merasa susah atau resah.

“ lalu? Apa kau ingin tahu semuanya hum?”

Tiffany membelak.

“ bagaimana kau..”

Taeyeon terkekeh kecil.

“ kau sangat mudah ditebak. Bagaimana jika kita mengbrol di kamarmu hum?” Taeyeon memberinya kerlingan nakal.

“ aish.. menjauh..”

“ haha.. arraseo. Jika ada yang ingin kau ketahui tentang ku, kenapa kau harus mencari pada orang lain? Aku ada dan aku tak akan melanggar untuk membohongimu sayang~”

Tiffany terdiam dan menatap gadis pirang itu dengan serius.

“ kau menguping obrolanku dengan Seohyun tadi?” ia memandang pada Taeyeon sambil melipat tangannya didada.

“ hum? Ah.. ne. aku akan membangunkan istriku sebenarnya” Taeyeon kembali melempar senyuman.

“ aish.. “

“ Kau bisa bertanya semuanya. Aku akan menjawab itu. kau tahu Fany-ah, aku tak membawamu hanya untuk melahirkan keturunan untukku. Aku benar membutuhkanmu”

“ ha?”

Taeyeon tersenyum menunduk mengecup bibir tipis itu. hanya sebuah kecupan dan Tiffany masih tak mampu berkutik untuk melepasnya. Terlalu kaget dengan pernyataan yang membingungkan itu atau dengan sentuhan lembut yang Taeyeon berikan pada bibirnya.

“ aku tahu itu sulit jika untuk menjalani hubungan saat kau bahkan tidak mengenal baik pasanganmu. Jadi, ayo kita saling mengenal satu sama lain sayang~”

~

7 hours later

Jessica hanya dapat menggerutu kesal dengan gadis didepannya sekarang. Tiffany.. yah gadis itu membuatnya terus menerus mengehela napas. Bagaimana mungkin ada manusia yang sangat keras kepala seperti gadis cantik ini? Taeyeon meneleponnya karena Tiffany menolak untuk kepesta yang akan dilaksanakan malam ini. Dan jessica sudah berusaha membujuknya tapi lihatlah ia.. gadis itu hanya terus melipat tangan didadanya dan mengatakan hal yang sama

“ Taeyeon memintaku menemaninya kejepang bukan keacara seperti itu. Aku tak mau. Itu tak ada dalam perjanjian”

“ tapi kau pasangannya Tiff. Taeyeon tidak hanya bertemu dengan satu orang tapi banyak koleganya”

‘‘ karena itu aku menolak Jessie. Aku tak mau. Bagaimana jika aku melakukan sesuatu yang membuatnya malu? Itu akan membuat Taeyeon kesusahan” Tiffany tetap dengan pendiriannya.

“ kau tidak sendiri Tiffany Hwang. Aku ada disana, Seohyun dan Krystal juga. Lagipula itu hanya acara peresmian dan meeting biasa saja. Apa susahnya kau berdiri dan tersenyum menyapa mereka oh?” Jessica ikut berdiri

Tiffany tetap menggeleng keras. Seohyun dan Krystal yang duduk disofa sudut kamar hanya dapat menggeleng kecil dan terkekeh dengan pernyataan dan perkataan kedua gadis yang entah sejak kapan mereka beradu mulut itu. Seohyun maupun Krystal tak berniat ikut campur, karena sepertinya menjadi penonton lebih menyenangkan.

“ khah… yah kalian berdua. Bantu aku disini. Jinjja.. kalian santai sekali” Jessica menatap kedua manusia yang masih tertawa kecil itu tajam.

“ baiklah unnie, berhenti melotot okay..” Seohyun berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Tiffany.

“ aku tetap pada pendirianku Seo.. jangan memaksaku” Tiffany langsung menyambutnya dengan wajah cemberut. Seohyun hanya dapat tersenyum kembali

“ unnie.. apa kau mau membuat Taeyeon unnie malu? Dia seorang pewaris dari perusahaan besar tak membawa pasangannnya, sedang adiknya saja ada. Unnie.. lakukan ini demi Taeyeon unnie dan keluarga ‘K2’ ne?” Seohyun membujuk dengan senyum manisnya.

“ tapi..”

“ ayolah unnie..kau ingat betul Taeyeon Unnie mengatakan apa bukan?” seohyun membujuk lagi. Kini ia langsung membuat tiffany tak berkutik.

Kau.. bagian keluarga kami sekarang sayang~

Tiffany mengingat setiap kata-kata itu. Ia menghela napasnya dan mengangguk

“ baiklah.. aku pergi” ujarnya pelan.

Ketiga temannya tersenyum lebar dan bersorak

“ akhirnya.. baiklah.. waktunya berdandan” Ujar Jessica kemudian. Lantas mereka sibuk dengan gaun masing-masing

“ apa aku harus memakai ini?” Tiffany menatap horror gaun yang dipegangnya. Gaun yang dibeli Taeyeon dan Yoona tadi siang.

“ aku tak tahu mereka memilih gaun yang seperti ini” ujar Seohyun juga menatap miliknya. Memang keduanya tak ikut saat Taeyeon dan Yoona mengajak mereka berbelanja. Alasannya mereka lelah dan butuh istrahat. Tapi tak disangka mereka akan pulang dengan..

“ Menurutku itu bagus. Jessie unnie.. bagaimana menurutmu” Krystal mengangkat gaun tiffany. Jessica sempat mengerutkan keningnya dan mengetukkan jari pada dagu lancipnya. Lalu ia menatap Tiffany dan gaun itu bergantian

‘‘ sangat bagus itu akan pass di tubuhmu” ujar Jessica kemudian

“ tapi..”

“tak ada tapi-tapian Tiff.. pakai dressmu agar kita tidak terlambat. hampir satu jam sebelum acara dimulai”

Takut dengan tatapan tajam yang Jessica berikan, dengan gontai Tiffany mengganti pakiannya.

~30 menit kemudian

Taeyeon tengah memperhatikan handphonenya saat ia mendengar suara heels itu menuruni tangga rumahnya. Kepalanya menoleh menatap gadis-gadis itu.

“ o..ohh…” yoona bergumam kecil. Ia tak dapat menutup rasa kagumnya melihat gadis itu.

Seohyun sangat cantik dengan dress hitam yang dibelikannya. dress itu membentuk ‘S’ line tubuh seohyun dengan sempurna. Gadis itu tumbbuh dengan bagus sekali selama ini, apa ia harus mengatakan bahwaia tak akan melepasnya lagi?

“owh..” ia tak mampu mengeluarkan satu katapun dari mulutnya. Tatapannya tak teralihkan.

“ gadisku sangat cantik..” seringai Yuri menatap Jessica

Jessica memakai dress putih selutut. Kerahnya rendah hingga hampir memperlihatkan belahan adanya. Kesan

Jessica sangat sexy dengan pakaian itu. Terlebih ia sengaja memperlihatkan bahu putihnya.

Ia juga memakai aksesoris kalung mutiara yang sepadan dengan warna bajunya. Heels berwarna coklat krem mempermanis.

“Aku tak tahu kau bisa secantik ini” Krysela berujar menatap krystal yang hanya dapat menyeringai menatapnya.

“ Jinjja.. kalau begitu kau harus memberiku hadiah karenanya”

Krysela menyungging senyum sombong “ apa yang kau inginkan?”

“ Aku akan kupikirkan nanti” Krystal tersenyum manis dan menggandeng tangan Krysela. Rambutnya bergelombang dengan dress soft pink yang manis. Potongan pakaian yang memperlihatkan leher dan bahunya menambah kesan anggun. Dengan heels berwarna putih yang membalut kaki mulusnya.

Namun dari semua ekspressi itu, Taeyeon hanya terdiam membisu. Otaknya tak mampu berjalan dengan baik. Lidahnya kelu untuk berujar. Jantungnya berdegup kencang menatap tajam gadis yang berjalan anggun menuruni tangga rumah itu.

Dress pink selutut dengan heels biru tua yang indah. Tas jinjing berwarna senada dengan heelsnya.  Rambutnya dibawa menyamping ke bahu kirinya hingga memperlihatkan leher kanannya. Belum lagi potongan dress yang memperlihatkan punggung rampingnya dibelakang. Serta bandul bunga yang memberinya

kesan fresh. Owh.. Tiffany memberikan kesan cute, beauty dan menggoda dalam satu pandang.

Taeyeon sedikit menjilat tepi bibirnya dan berdehem. Mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak tak karuan. Gadis itu.. kenapa bisa sangat cantik? Apa dia bukan manusia? Dia terlalu indah untuk dikatakan manusia biasa.

Menormalkan diri sendiri ia berjalan mendekati tiffany yang sudah akan berada dianak tangga terakhir. Ia menyungging senyumnya menyambut gadis itu. Tangan Tiffany menyambut uluran tangannya.

“ kau sangat cantik Fany-ah..” bisik taeyeon pada gadis itu.

“ t-thanks..” tiffany merasakan wajahnya terbakar mendengar pujian itu. Rasanya ia benar melambung jauh ke awan. Taeyeon benar-benar membuatnya gugup.

“ kajja”

Taeyeon membukakan pintu mobil itu untuk Tiffany.

“ kau cantik sekali”

“ kau sudah memujiku dua kali taeyeon. Apa aku secantik itu?” Tiffany memutar bola matanya malas dan melangkah untuk menempatkan dirinya pada kursi mobil.

Taeyeon tersenyum dan menunduk. Mensejajarkan wajahnya dengan wajah Tiffany. Menatap langsung bola mata kecolatan gelap yang dimiliki Tiffany.

“ sudah jelas bukan? Kau dewi Fany-ah..” Taeyeon mengunci bibir tipis itu dalam kelembutan. Memberikan beberapa sengatan listrik bagi keduanya. Melumat lembut dan mencicipi rasa lipglose yang terbalut tipis diatas lipstik berwarna merah itu.

Manis..

“ Ck.. always pervert..’’ ujar Tiffany setelah pagutan mereka terlepas.

Taeyeon tertawa dan perlahan menghidupkan mesin mobilnya. Dan mobil mewah itu melenggang keluar dari perkarangan rumah.

Keheningan menyelimuti perjalan keduanya sebelum ..

“ Kau punya utang padaku setelah acara ini Fany-ah..” ujar Taeyeon kemudian.

“ Hum? Apa aku..”

“ Ne.. setelah acara selesai. Kita perlu mempercepat proses babynya” Taeyeon menampilkan seringai mesumnya.

“ Ya! Byuntae..”

“ Salahkan tubuhmu yang menggoda itu”

“ Aishh..”

*

Taeyeon menggandeng tangan Tiffany memasuki ruangan besar tempat pesta itu dilaksanakan. Pasangan lainnya telah memasuki ruangan itu beberapa menit yang lalu.

“ apa kau benar-benar sehebat itu?” ujar Tiffany tiba-tiba. Ia hanya tidak habis fikir dengan gadis yang masih senantiasa dengan wajah coolnya itu.

“ hum? Maksudmu apa?” Taeyeon menoleh menatap Tiffany. Haruskah ia mengatakan beribu kali, gadis yang mengapit lengannya dengan lembut ini sangat cantik. Wajahnya begitu sedap dipandang dan sangat… se..xy.

“ Kau.. acara seperti ini benar-benar diluar expetasiku taeyeon.cerita dari luar begitu kental tentang kau dan keluargamu. Kekuasaan dan kehebatan kalian. Hanya saja, apa kau memang sehebat itu? Aku bingung kenapa orang mesum seperti mu sampai ingin menandaiku” Tiffany menoleh menatap tepat pada bola mata indah itu. Kebiruan yang lembut, tegas, dingin dan menenangkan. Ia harus mengakui yang dikatan banyak orang itu benar. Taeyeon sangat sempurna. Senyum jarang yang membuat orang rela untuk melakukan apapun deminya. Wajah cantik, kharisma namun juga tampan dan cool secara bersamaan. Lebih sempurna dan berbahaya.

“ ah..kau bisa menilaiku secara pandangmu saja sayang~.. aku tidak melarangnya” Taeyeon menyungging senyum tipis. Tapi entah kenapa memberikan kesan manly dan meng..goda.

Tiffany menggerutu kecil. Jelas saja barusan gadis mesum itu memasang wajah sensual. Menyebalkan..

Keduanya masih berjalan. Mengabaikan pandangan dari orang-orang yang mulai berbisik kecil. Ah.. Tiffany harus mengakui bahwa tempat ini membuatnya tidak nyaman. Beberapa mata yang melihat kearahnya dengan bingung, cemburu dan entahlah. Apa ia harus mengatakan bahwa laki-laki disana tengah menatap aneh kearah dirinya? Seolah tengah berlomba memikat gadis bermata indah itu.

“ siapa gadis itu?” “  bukankah ia keturunan KIM?” “ ah yah.. dia presdire muda yang terkenal itu” “wah.. siapa pasangannya itu? Sexy sekali” “benar.. kurasa mereka sangat cocok. Membuatku iri saja”

“ Taeyeon..” suara berat memanggil mereka. Keduanya menoleh dan menemukan seorang laki-laki berumur berjalan dengan didampingi dua orang laki-laki berbaju formal. Senyum pria tua itu melebar saat mmandang taeyeon.

‘’ Hey.. kau sudah sangat besar. Bagaimana mungkin aku sampai tidak berhasil mengenalmu sekarang” pria itu tertawa meodius tetapi terkesan sangat berwibawa dan terhormat.

“ ah ne.. bagaimana kabar anda Mr. Kwon?” tanya Taeyeon dengan sopan

“ Sangat baik. Perusahaan telah banyak berkembang berkat putriku. Terimakasih banyak kau ingin bekerja sama dengan perusahaan kami” pria itu tersenyum kembali. Senyumnya seolah mengingatkan Tiffany pada seseorang. Tapi siapa.. ia berpikir keras

“Anda terlalu berlebihan paman. Bukankan Yuri adalah temanku, dia saudariku? Kami dekat satu sama lain. Lagipula kerja sama dengan Kwon Ent. Sangat membantu untuk pengembangan perusahaan saya nantinya”  Taeyeon tersenyum tipis.

Yuri? Jadi orang ini ayah Yuri? Pantas saja senyum itu mengingatkannya pada seseorang. Tiffany tersenyum saat Mr. Kwon menatapnya dan melempar senyum hormat. Bukankah itu berarti orang ini juga ayahnya Taeyeon?oh ia lupa dengan penjelasan Taeyeon tadi.

Kami bukan satu ayah. Dia adalah ayahku setelah mommyku menikahinya. Pada kenyyataanya dia bukan ayah kandungku..

“ Begitu kah? Syukurlah jika bisa memberikan keuntungan yang sama. Aku sempat khawatir jika kalian tidak akur mengingat kalian dulu sering sekali bertengar bahkan untuk masalah kecil” Mr. Kwon kembali tertawa mengingat putrinya dan Taeyeon dulu saat masih kecil sering sekali bertengkar. Mereka sangat akrab, namun juga menjadi rival dalam beberapa hal.

Tapi semenjak hal itu terjadi Taeyeon lebih banyak diam seolah membatasi diri dengan tembok pemisah yang complete. bersyukur mereka kini kembali dipertemukan disekolah yang sama.

“ Dad- maksudku aku sempat menduga kau akan tetap berada di Inggris. kalian sudah sangat lama disana” Mr.Kwon kembali membuka suara.

“ saya harus kembali untuk memegang perusahaan dan mengembangkan berbagai bisnis disini. Teman-teman saya juga lebih banyak menetap di korea”

“ Ah begitu. Kau benar sekali. Oh, kalau begitu aku harus pamit Taeyeon-ah, banyak hal yang pastinya menunggumu didalam. Masuklah.. maaf mengganggu kalian. Mari~” senyum Mr.Kwon sebelum ia beranjak pergi.

“ Ne..”

“  kau tidak akur dengan Yuri, taeyeon-ah?” Tiffany melempar pandangannya menatap Taeyeon yang kini kembali melangkah. Mau tidak mau ia ikut menyesuaikan langkah anggun Taeyeon. Karena tangannya yang masih berada dilengan Taeyeon. Hanya saja, ada yang berbeda dengan ekspresi gadis itu setelah bertemu Mr.Kwon. harusnya ia sudah menduga hal ini. Pasti sangat berat bagi Taeyeon menjalani hidupnya..

‘’ Ania~ aku, Yuri, Yoona, dan dua si kembar Krys, kami sangat dekat satu sama lainnya. Hanya saja kami memang sering meributkan hal kecil karena masih anak-anak waktu itu” Taeyeon tersenyum, seperti tengah mengingat masa lalu.

Tiffany tidak banyak bertanya. Ia tetap menurut dan bersikap lembut. Saat banyak sekali tamu undangan yang datang untuk sekedar say ‘hallo’ dengan pasangannya disamping ini. Kim Taeyeon.. dia memang terlihat sangat berkharisma. Tiffany bahkan sempat merinding saat beberapa wanita yang menyapa mereka menatap padanya dengan tatapan tajam menilai. Walaupun kemudian ia menyadari, dia..  gadis bernama Taeyeon ini memang sangat terkenal dan memikat.

“ kau lelah?” Taeyeon menoleh padanya.

Tiffany hanya menggeleng kecil. Bohong jika ia tidak lelah, berdiri disana dengan banyaknya tatapan dan perhatian serta harus menerima banyak pertanyaan dan berpura-pura tersenyum Tiffany sangat lelah. Ia tak pernah seperti ini sebelumnya. Dan harus ia akui, mendapat banyak sekali perubahan tiba-tiba, membuatnya sedikit merasa malas.

“ kajja..” Taeyeon menggandengnya denga lembut. Bukan lagi hal yang mengejutkan melainkan rasa nyaman saat telapak tangan hangat itu menggenggam tangannya. Ia merasa seolah Taeyeon mampu melindunginya dengan segala apapun yang didepan mereka.

“ kita mau kemana?” bingung Tiffany saat Taeyeon malah menariknya menuju parkiran mobil.

“ tentu saja pulang”

Tifffany mengerutkan keningnya sejenak.

“ bukankah tidak sopan meninggalkan pesta saat acaranya belum selesai?”

Sebenarnya apa yang tengah dipikirkan gadis ini? Mengapa bahkan dengan membuka segalanya Tiffany tak mampu menebak yang diiginkannya.

“ Dan membiarkan gadisku terus mengutukku dalam hatinya? Kau tenang saja tidak ada peraturan dimana kita harus disana sampai pesta berakhir. Lagipula kita harus membiarkan para tamu bernapas sedikit. Kau tidak lihat disana sangat mengesakkan?” Taeyeon berujar sambil menghidupkan mesin mobilnya.

“ aish.. aku tidak tahu peraturan seperti itu”

*

“ Ja.. kita sudah sam-pai..” Taeyeon menoleh disamping dan menemukan gadisnya telah jatuh dalam tidurnya. Ia menyadari bahwa keheningan tiba-tiba menyeruak beberapa menit yang lalu. Ah.. inikah keadaan jika gadis bernama tiffany ini tak banyak bicara? Mengenal satu sama lain selama seminggu. Tiffany gadis yang cerewet dan sangat berisik. Ia banyak berbicara dan menceritakan segala hal yang dialaminya disekolah.

Tidak, Taeyeon tidak keberatan sama sekali. Ia senang karen Tiffany dapat terbuka meskipun mereka baru mengenal. Yah, bagaimanapun Taeyeon telah menandainya begitu jauh. Mungkin Tiffany berpikir tak ada salahnya memberikan kesempatan untuk dekat dengan yang lainnya.

“ Such a beautiful huh?” Taeyeon terus memandang wajah tidur itu dengan damai. Tiffany pasti sangat lelah karena menemaninya secara tiba-tiba. Bagaimanapun seperti yang sering dikatakannya. Ia bukanlah orang yang terbiasa dengan hal seperti ini. Berbeda dengan Taeyeon yang sudah terbiasa dengan segala hal yang berbau kekayaan termasuk didalamnya pesta dan kekuasaan.

Tiffany hanyalah Tiffany. Gadis dengan senyuman manis dan wajah cantik yang mengalami berbagai hal. Taeyeon tak cukup bodoh untuk menyadari segala hal yang menimpa gadisnya ini.  Gadis yang luar biasa hingga Taeyeon terjatuh dengan sendirinya.

Taeyeon tersenyum dengan lembut mengangkat pelan tubuh Tiffany dan menggendongnya ala bryde style.

“ Nona muda.. Nona Tiffany..?” empat orang pelayan menghampirinya. Salah satu langsung menutup pintu mobil dan yang lainnya membawa mobil mahal itu keparkiran keluarga.

“ Dia tertidur.. jangan khawatir” Taeyeon menyungging senyum kecil melihat kepala pelayan yang berumur 40-an itu terlihat menghawatirkan Tiffany. Yah.. bagaimanapun taeyeon tahu mereka (para pelayannya) sangat menyukai perangai gadis ini.

“ Syukurlah.. saya pikir Nona Tiffany sakit”

Seorang diantara mereka membuka lebar pintu rumah dan membungkuk hormat saat Taeyeon berjalan melewati mereka.

Kakinya melangkah perlahan dengan lembut. Takut jika salah-salah ia akan membangunkan Tiffany. Sesampainya dilantai dimana kamar Tiffany berada, seorang pelayan membuka kamar itu.

“ gomawo.. kalian istrahatlah”

dua orang pelayan itu membungkuk hormat dan melangkah pergi.

Tangannya membelai lembut rambut Tiffany. Memberikan sentuhan menenangkan bagi gadisnya. Ia tersenyum menatap wajah itu.

‘’ Mianhae merepotkanmu Fany-ah.. gomawo” ia berbisik lirih dan mengecup kening Tiffany agak lama. Ia sempat membetulkan selimut Tiffany dan memastikan gadisnya tak akan kedinginan. Lalu melangkah meninggalakn kamar luas itu.

Malam ini.. terasa lebih hangat.

TBC

 

Advertisements

57 thoughts on “Something 13

  1. Gak nyangka update dua chapter sekaligus euy tapi gak apa-apa siy, sering-sering ya thor #plakk TaeNy emang so sweet banget ya, gak nyangka taeng nguping pas seobaby dan tiff unnie ngobrol di kamar. Ngomong-ngomong mereka masih di jepang kan thor ? Kenapa pelayan yang di jepang juga suka sama tiffany ? Bodo amat ah, makasih untuk YoonHyun-nya dan sampai habis membaca hayati baru sadar, Yuri tidak ada (‘_’)

    Like

  2. Ihh gpp sih thor lebih banyak momment taeny gw lebih nyaman malahan makin betah lah taeny sllu di sorot 😆😆 sih cute dan si sexy pany lengkap bwgd kan klo mrk punya baby😃😂

    Like

  3. Sweet banget lah taeny, makasi ya thor taeny momentnya ^_^
    Tapi kadang-kadang aku penasaran sama keluarga hwang hehehe apakah nanti diceritain ga tentang kluarga phany?

    Like

  4. ye ye ye ye uri TaeNy.. gomawo thor.. arthor emg jjang.. ^^ so sweet bgt sih TaeNy.. mskinpun dikit yg pnting ada YulSicnya.. gomawo jga thor.. ^^ Kim Taeyeon hebat bgt ye.. nggak bsa ngebayangin kayak apa hebatnya tae.. udh kaya, mempesona, cantik plus ganteng pula.. hehehe daebak.. tetap semangat nulisnya thor dan jgn lupa jaga kesehatan.. ^^

    Like

  5. alurnya keren, salut buat ide sama jalan ceritanya karakter TaeNy keren banget di ff ini, TaeNy Jjang, terus bwrkarya thorr

    Like

  6. Sepertinya tiffany cantik banget sampe2 si taeyeon bungkam liat tiffany 😂😂.
    Apa tiffany tidak pernah tau keularga taeyeon sebelum nya??
    Kurasa si Taeyeon beneran falling in love sama tiffany 😊😊.

    Like

  7. Cieeee..mulai merasakan ada ehem2 gtu wkwkwk cepet official lah, ya walaupun tae udh ngapa2in fany tp kan belum official

    Dan gue bru inget wktu neneknya taeyeon mkir tentang tiffany, spt keturunan aslinya? What? Apa ada ssuatu dibalik crita fany?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s