Something 12

Author :

Title : Something 12

Cast and Sub-Cast : SNSD

Chapter 12

Hey kamu yang terus memantul dalam bayang, kenapa kau terus mengusik pada pikiranku? Aku membenci itu..

Taeyeon menaiki tangga rumahnya. Yah, mereka sekarang berada dirumah keluarga KIM di Jepang. Untuk kesekian kalianya Tiffany kembali melongo. Ia tak menyangka dengan apa yang dilihatnya sekarang.

Rumah ini sangat besar. Dua kali lipat dari rumah Taeyeon di korea. Apa dia memang sekaya itu? Kenapa Tiffany masih tak bisa menerka siapa gadis ini sebenarnya. Ia hanya dapat mengagumi rumah itu. Beberapa kali ia berdecak dan menggeleng melihat arsitektur dan kemewahan didepannya. Sungguh.. orang kaya seperti apa Taeyeon ini.

Kakinya terasa berat menaiki tangga besar itu. Bukan karena lelah dengan perjalanan 7 jam dari korea, tapi karena merasa kecil. Ia hanya tak menyangka…

“ kau istrahatlah.. aku yakin kau jetlag tadi. Nanti turunlah untuk sarapan” Taeyeon berhenti didepan sebuah pintu besar bercat putih. Tiffany yang sedari tadi berkutat dengan semua pemikirannya akhirnya tersadar saat suara itu membangunkannya.

“ Tae..” Taeyeon yang tengah membuka pintu itu menoleh menatap Tiffany.

“ Wae?”

Tiffany tak segera menjawab. Ia terlihat memainkan jari tangannya. “ apa kita… sekamar?” tanyanya ragu

Taeyeon sempat mengerutkan keningnya lalu terkekeh kecil. Lalu mengacak rambut Tiffany gemas, membuat Tiffany cemberut karena sepertinya taeyeon senang sekali membuat rambutnya berantakan

“ Ya! Jangan mengacak rambutku” dengan kesal Tiffany menyisir surai indah itu dengan jarinya

“ Haha.. maaf..tenang saja.. kamarku ada disebelah. Kenapa? Kau ingin kita sekamar?” godanya membuat pipi Tiffany memerah karena malu. dengan kesal Tiffany memukul bahunya cukup keras

“ Owg.. kau memiliki tenaga yang cukup kuat nona. Masuklah.. aku harus mandi “ Taeyeon tersenyum dan membuka pintu kamar itu. Lalu meninggalkan Tiffany setelah mengecup kening itu.

Tiffany sempat tertegun lalu tersenyum kecil. Hangat.. menenangkan..

Yah.. senyum itu terlukis sendirinya. Perasaan aneh itu kian menguat dalam hatinya. Perasaan yang berbeda dengan yang dirasakannya pada seseorang dulu. Ah.. kenapa ia harus mengingatnya lagi. Setiap memori itu

merasukinya ia selalu merasa hancur. Tapi kenapa ia merasa perasaan yang berbeda saat bersama Taeyeon?

Apa ia telah…

Tiffany menggeleng kecil dan mencoba berpikir waras. Untuk apa ia harus memikirkan ini? Huh.. ada-ada saja. Tapi.. bagaimana dengan yang telah terjadi selama ini. Ia telah menyerahkan segalanya pada Taeyeon. Apa ini benar?

Tiffany mencoba untuk menghilangkan pikirannya dengan menatap kamar yang akan ditempatinya. Matanya membulat kaget. Kamar itu.. sangat mewah..!! lebih mengerikan dari kamarnya dirumah Taeyeon di korea. Apa ini kamar? Ah.. terlalu berlebihan rasanya. Tiffany benar-benar merasa sangat bingung dengan pemikiran orang kaya seperti Taeyeon. Kakinya sedikit demi sedikit melangkah memasuki kamar itu. Melihat banyak sekali figuran Taeyeon didalamnya. Apa ini kamar Taeyeon sebelumnya? Kenapa ia tak tidur disini saja. Maksud Tiffany bukan seperti itu, apa tidak harusnya Taeyeon ada dikamarnya sendiri? Disini. Tiffany bisa saja dikamar tamu atau kamar disebelahnya bukan?. Ia tak habis fikir. Lagipula…

“ Apa dia memang hebat?” gumam Tiffany kembali menatap kamar mewah itu.

( kau sudah menyebut kata yang sama setiap episode fany-ah #abaikan)

 

Sejujurnya ia tak punya penilaian akan segala yang taeyeon berikan. Semuanya terasa seperti mimpi untuknya. Hey.. Tiffany masih tidur dan bermimpi kah?. Bertemu dengan seorang gadis yang beraninya mengambil keperawanannya dimalam mereka baru bertemu. Dan orang itu lebih parah memintanya memberikan seorang bayi. Lalu kemudian ia dibawa tinggal dirumah yang lebih pantas disebut istana, sekolah di sekolah khusus orang-orang kaya, bergaul dan berpakaian dengan hal yang dibayangkannya. Lalu sekarang, ia dibawa lari oleh gadis itu kenegara yang selama ini hanya dilihatnya dalam televisi. hey.. pantas bukan Tiffany bingung?

“ Aish.. lebih baik aku mandi” kakinya melangkah menuju kamar mandi dan kembali tertegun. Kamar mandinya benar-benar mewah. Untuk ukuran orang kaya saja pasti sangat sulit memiliki kamar mandi seperti yang Tiffany lihat sekarang.

“ Khah… orang kaya ribet”

~

Ia melangkah keluar dari kamarnya setelah menyelesaikan rutinitasnya. Matanya menatap pintu kamar disamping kamarnya. Kamar Taeyeon. Tiffany menggigit pelan ujung bibir bawahnya. Ia ingin menemui Taeyeon, tapi..

“ aku ..”

Dengan hanya mengikuti insting kakinya melangkah mendekati pintu bercat putih dengan ukiran indah itu. Tangannya terulur mengetuk pintu

Tok tok..

Tak ada sahutan. Ia mengulangi lagi dan tetap sama. Tidak ada sahutan dari sang pemilik kamar. Dengan ragu ia memutar knop pintu. Matanya menyusuri isi kamar tersebut.

yah.. ia tak harus terkejut lagi bukan? Kamar ini sama dengan pemiliknya. Sangat mewah. Putih dan gold, sangat elegan.

“ Oh.. Fany-ah..” Tiffany menoleh mendengar suara itu. Taeyeon baru keluar dari kamar mandi dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil berwarna biru.

“ Ada apa? Kenapa kau ada dikamarku?” Taeyeon memberi gestur agar Tiffany masuk.

“ Aku-.. tidak tahu. Aku hanya .. sedikit canggung” jawab Tiffany pelan. Namun Taeyeon masih dapat mendengarnya.

“ Canggung? Ah.. begitu”

Keheningan tercipta beberapa waktu. Tiffany hanya terdiam menatap Taeyeon yang berkutat dengan

handphonenya. Sepertinya gadis itu tengah sibuk dengan sesuatu hal. Beberapa kali Taeyeon berdecak kecil saat tetesan air dari rambutnya yang masih basah itu mengenai handphonenya.

Tiffany lantas berinisiatif sendiri.ia berjalan mendekati Taeyeon yang duduk di ranjang besar itu. Tangannya menarik handuk yang tersampir di leher Taeyeon dan menggunakannya untuk mengeringkan rambut gadis itu. Taeyeon tentu saja merasa bingung namun kemudian ia hanya terdiam membiarkan Tiffany melakukannya. Dengan sedikit ide jahilnya ia menarik Tiffany dan memeluk pinggang itu. Ia menyandarkan kepalanya pada perut rata Tiffay yang memang posisi mereka adalah Tiffany yang berdiri.

“ Hum.. harummu benar-benar enak” Taeyeon menenggelamkan wajahnya menghirup harum tubuh Tiffany

“ Kau masih bisa pervert Tae? Kerjakan apa yang kau lakukan tadi” ujar Tiffany kemudian. Tangannya masih aktif mengeringkan rambut Taeyeon yang basah.

“ Itu bukan masalah besar. Kau lapar? Kita sarapan saja” Taeyeon berdiri dan berjalan untuk menyisir rambutnya didepana cermin

“ Kajja..”

Keduanya berjalan menuruni tangga rumah itu. Mereka masih dalam keheningan sapai mereka tiba diruang makan. Yah Tiffany tak heran dengan keadaan ruangan itu. Ia juga tak perlu menjelaskan seperti apa keadaannya. Namun matanya memandang pada wanita tua dan seorang laki-laki muda yang duduk disana. Mereka tengah duduk dengan anggun dan elegant.

“ grandma..”

Orang yang dipanggil nenek itu menoleh kepada mereka. Senyum hangatnya terukir.

“ Taeyeon-ah.. kemarilah”

Taeyeon menggandeng tangan Tiffany menuju neneknya.

“ Grandma.. aku merindukanmu” Taeyeon memeluk wanita tua itu yang hanya dapat tersenyum hangat.

“ Grandma juga merindukanmu. Sudah sangat lama kau tak mengunjungi grandma di Inggris Taeyeon” neneknya melepas pelukan itu dan memandang Taeyeon dengan deathglarenya

Taeyeon tersenyum kecil

“ aku puya banyak urusan..”

“ yah seperti biasanya kau memang mencari alasan untuk tak pulang” mereka menoleh menatap laki-laki yang berujar itu.

laki-laki itu berperawakan tinggi dan dingin. Ia memandang Taeyeon dengan pandangan… tak suka?

“ oh .. kau juga ada disini ternyata. Rakas Lee. Aku bahkan tidak melihatmu tadi “ taeyeon menyeringai dingin

“ cih..” Laki-laki bernama rakas itu berdecih dan kembali meminum tehnya.

“ oh ya.. Taeyeon.. siapa gadis cantik ini?” Neneknya mengalihkan pandangan Taeyeon dari laki-laki itu.

“ ah.. ne grandma. Bukankah aku sudah mengatakan kalau aku punya calon istri yang baik? Ini dia” Taeyeon tersenyum dan menggandeng Tiffany.

“ jinjja? Dia yang kau katakan itu?”

Taeyeon mengangguk dengan senyuman dan memberi isyarat Tiffany memperkenalkan diri

“ a-anyeong.. na-nama saya Tiffany Hwang” Tiffany berujar gugup dan menunduk. Ia takut keluarga Taeyeon tak menyukainya. Ia menyadari bahwa dirinya adalah orang tak punya. Seperti di film dan drama, biasanya orang kaya hanya menginginkan keturunannya menikah dengan orang yang sederajat. Ohh lihat.. keringat membasahi tubuhnya sekarang. Gugup. Tentu saja.

“ Tiffany.. ayo silahkan duduk nak” nenek tua itu tersenyum pada Tiffany. Membuat Tiffany sempat tertegun. Nenek dari Kim Taeyeon, tersenyum? Seolah bayangan hinaan itu menjadi lalu baginya.

“ Jadi ini yang namanya Tiffany. Taeyeon sangat sering menceritakan tentangmu pada grandma, setiap

grandma meneleponnya”

“ Ah.. ne..” Tiffany tersenyum kikuk dan memandang Taeyeon yang terlihat sangat santai. Berbanding terbalik dengan Tiffany yang sepenuhnya hampir tak bisa bernapas.

“ Tiffany.. apa Taeyeon menyusahkanmu?”

Tiffany mengangkat wajahnya menatap nenek Taeyeon yang masih betah dengan senyumannya. Matanya menatap hangat berbeda dengan kesan kehormatan yang dimilikinya.

“ Ania.. Taeyeon sangat baik. Ia tak menyusahkan sama sekali” Tiffany berujar sopan. Malah mungkin aku yang menyusahkannya.

Wanita tua yang menjadi nenek seorang kim taeyeon itu tersenyum. Sebenarnya ia sudah lama mengetahui tentang tiffany. Semenjak ia mendengar bahwa taeyeon menyukai seorang gadis, ia lantas meminta semua informannya mencari tahu tentang tiffany. Dan yang ia tahu Tiffany adalah gadis yang dibesarkan dari panti asuhan. Tapi..

“ Oh syukurlah kalau begitu. Kau sangat sopan, dan sangat cantik Tiffany” ujar nenek itu tersenyum hangat. Seperti keturunan aslimu…

“ Ne? Ah.. gomawo..”

“ Panggil aku grandma juga Tiff.. kau juga bagian keluarga ini”

Tiffany tersentak lalu kemudian ia mengangguk dan tersenyum “ ne grandma..”

“ jadi.. kau keturunan mana Tiffany?” rakas yang sejak tadi hanya diam kini membuka suaranya. Suara dingin dengan tatapan intimidasi itu memandang Tiffany tajam.

“ hum? Keturunan?” bingung Tiffany

“ tentu saja. Kami perlu tahu seperti apa keluargamu. Apa itu sangat layak dengan keluarga KIM” ujarnya santai. Berbeda dengan Tiffany yang langsung tersentak. Keturunan? Layak? Ah ya.. dia melupakan seperti apa Taeyeon dan latar belakang gadis itu berasal. Tentulah keluarga mereka sangat mementingkan keturunan. Memangnya siapa yang tidak menghawatirkan keturunan selanjutnya jika keluarga mereka tidak sepadan.

“ Aku bukan dari keturunan hebat Rakas-ssi. Aku hanya orang biasa yang dibesarkan dari panti asuhan” ujar tiffany memaksakan senyumannya. Kenapa bisa ia tidak memperkirakan manusia masih menjunjung tinggi kehormatan didunia ini?

Rakas, laki-laki itu kembali mencemooh. Ia memandang tiffany seperti sesuatu yang tak layak.

“ Hohya.. jadi kau hanya datang untuk mengambil kekayaan keluarga KIM kah?”

“ Ne???” Tiffany sepenuhnya membulatkan matanya. Trkejut dengan ujaran laki-laki itu.

“ Rakas..” ujar grandma menekan ucapannya. Berharap agar laki-laki berbaju hitam itu berhenti.

“ Wae? Aku hanya mencoba melindungi keluarga ini” ujar Rakas tenang “ jadi itu benar Tiffany” ia kembali menatap Tiffanny rendah.

Tidak… aku.. tidak…

“ Memang sampah seperti kalian hanya mementingkan harta dan kekayaan. Tak perduli seperti apa kalian akan mendapataakannya. Mungkin menjual diri adalah pilihan mudah bagi kalian” ujar Rakas tajam. Ia memandang remeh Tiffany yang hanya dapat membelak karena kaget dengan ucapan itu.

“ Yah.. dan bodohnya banyak dari kalian yang seperti itu, tidak.. bahkan kalian sampah yang tak sepantasnya ada dimuka bumi” rakas semakin melambung dengan kata-kata yang diucapkannya

“ Rakas.. “ grandma memperingati. Ia memandang Taeyeon yang tengah menunduk disamping Tiffany. Jika rakas tak berhenti sekarang maka…

“ Dan.. kau.. gadis menyedihkan yang hanya menginginkan suatu kesenangan belaka. Kau tak sepantasnya menginjakkan kakimu dirumah ini. Kau tahu kau-“

 

BRRAKKK…

Hening. Mereka menatap satu objek.

Taeyeon….

Ia membanting keras kursinya. Lalu ia menatap Rakas tajam, tidak, sangat tajam. Suatu keamarahan mencuat dari mata itu. Lebih besar.

“ berani sekali kau mengatai kekasihku.. Rakas Lee..” ujar Taeyeon dingin.

“ Tae..”

“ Siapa kau berani mengatur kehidupan dikeluarga ini. Kau bukan siapa-siapa. Berhenti melewati batasmu sendiri Rakas Lee”
Rakas tersentak dengan ucapan itu. Tidak, bahkan Grandma dan Tiffany juga. Tatapan Taeyeon tak tergoyah. Tajam, mengerikan. Tatapan baru yang Tiffany lihat. Ia tak pernah melihat keamarahan itu selama ini. Kenapa.. apa Taeyeon..

“ Siapa kau berani menghakimi siapa yang pantas berada dirumah ini. Siapa kau berani menentukan dan mengatakan sampah seseorang. Apa kau telah menempatkan dirimu pada tempat yang benar?” Taeyeon masih menatap tajam laki-laki itu.

“ Yang perlu kau tahu.. Tiffany lebih besar dari keadaanmu. Dia lebih berharga dibanding keberadaanmu. Dia tak sebanding dengan manusia sepertimu”

“ Taeyeon.. hentikan” grandma menatap keduanya khawatir

“ grandma.. “ Tiffany menatap wanita tua itu. Grandma hanya dapat tersenyum lemah. Tidak ada yang bisa menghentikan gadis pirang itu jika ia sudah marah, dan semua tahu akan hal itu.

“ Ini kenapa grandma takut kalian bertemu” ujar Grandma menatap keduanya. Terlihat ia sangat frustasi dengan situasi seperti itu.

“ Ho ya.. sepertinya kau sangat memperdulikan gadis panti itu Lascrea Kim Taeyeon” Rakas menyungging senyum liciknya dan memandang Tiffany kemudian “ kau sangat beruntung Nona Hwang”

“ Gadis panti? Apa kau perlu diingatkan dimana kau ditemukan keluarga ini Rakas?” sindir Taeyeon menyeringai.

Keduanya kembali menatap tajam.

“ Apa kau melupakan keadaan menyedihkanmu dulu? Sangat menggelikan untuk mengingatnya bukan?”

Rakas mengeraskan rahangnya dan menatap taeyeon marah.

“ Diam kau..”

“ Harusnya kau berhenti mengatakan hal mengerikan Rakas. Kau tahu seperti apa dia jika kau melawan” sebuah suara kembali datang.

“ Yoona…he??!!!?” gumam Tiffany. Apa yang dilakukan gadis itu disini?

“ Kau tahu seperti apa Taeyeon unnie kalau dia marahkan? Kupikir kau orang pintar Rakas. Kau sepertinya senang memancing amarah oh?” Yoona, gadis itu berjalan santai mendekati mereka

“ Apa yang kau lakukan disini?” Rakas menatapnya tak suka

“ Disini? Kau berkata seolah ini adalah rumahmu Rakas Lee. Terserah aku ingin dimana saja bukan? Aku cucu syah keluarga ini..” Yoona menyeringai. Ia menempatkan dirinya disamping Taeyeon.

Tiffany tersentak. Apa katanya barusan? Cucu? Apa Yoona… adik Taeyeon? Kenapa ia tak tahu? Heh.. ia lupa baru mengenal mereka.

“ kau memiliki kata yang benar tajam unnie. Gadismu sepertinya sangat berarti oh?” ia menyeringai menatap Taeyeon yang hanya menanggapi dingin

Taeyeon hanya memandangnya kilas dan kemudian memandang Tiffany. Ia tak suka ada yang menghina Tiffany seperti itu, tak perduli siapa orangnya mereka akan berurusan langsung dengan Taeyeon jika berani. Ia tak tahu kenapa Tiffany sangat berarti untuknya.

“ tak akan kumaafkan jika ini terulang.. ingat dirimu sendiri Rakas. Jika kau sampai menyakiti gadisku, kau.. akan menderita lebih dari apapun” ujar Taeyeon dingin. Ia lantas duduk kembali. Tentu dikursi sampingya karena kursinya sudah terjungkal kebelakang. Terbiarkan sampai ada pelayan yang akan membereskannya nanti

“ cih..” Rakas berdecih kesal. Jelas sekali ia merasa sangat marah dengan perkataan yang terujar itu.

“ Apa maksud dengan ‘cih’ itu Rakas. Kau menantang oh? Taeyeon unnie.. jika kau menyayanginya jangan biarkan dia terluka. Atau… jika perlu kau dapat menghakiminya saja” ujar Yoona memandang dengan seringai dinginnya.

“ Are are.. yoona.. kau datang dan membuat banyak keributan dirumah ini” Rakas masih dengan wajah tak sukanya menatap tajam Yoona yang hanya mengangkat bahunya cuek.

“ Yang aku ingat, saat aku sampai kau terdengar mencari keributan dengan mengatai kakak iparku. Tak ada alasan menghinanya Rakas. Kau tak berhak. Sama seperti saat kau menghina seohyun karena dia menolak pernyataan cintamu. Kau sangat menjijikan”

Rakas mengeraskan rahanganya marah. Tentu ia ingat semuanya. Bukan haya sekali ia bertatap dengan keadaan marah dan tak suka pada pewaris Im itu. Tapi lebih dari itu, ia sangat membenci Yoona. Seohyun.. gadis itu adalah alasannya.

Flashback

Rakas adalah teman sekelas Seohyun sejak sekolah dasar. Ia mengenal Seohyun dengan sangat baik. Gadis itu menjadi pujaan banyak orang sejak kecil. Selain karena Seohyun adalah anak yang cerdas, tapi juga karena ia adalah gadis yang baik. Ia sangat sopan dan tutur katanya sangat lembut. Diam-diam ia menaruh perhatian lebih pada seohyun. Ia selalu mencari cara agar dapat mengenal Seohyun dengan dekat. Ia berusaha selalu berada disekitar gadis itu. Menjadi penolong saat seohyun sedikit kesusahan. Selalu mendukung gadis itu dalam semua kesempatan.

Rakas tak pernah berani terlalu dekat dengan Seohyun. Tapi ia juga tak terlalu menjauh. Ia diam-diam selalu membersihkan bangku seohyun setiap pagi. Menyisikan tempat parkir sepeda untuk gadis itu. Menjaganya dari beberapa teman usil. Dan ia selalu memperhatikan gadis itu.

Sampai di sekolah menengah atas Yoona pindah kesekolahnya.

Yoona adalah seorang gadis yang saat pindah mendapat banyak perhatian karena selain wajahnya yang sangat cantik dan berkarisma, tapi juga karena namanya terkenal. Menjadi pewaris dari perusahaan besar IM Group. Yoona dipuja karena itu. Tapi sepertinya yoona tak menyukai hal itu. Ia sangat dingin terhadap orang luar. Tapi.. tak ada yang menampik dia memiliki banyak penggemar, bahkan banyak yang menyukai sifat dinginnya itu.

Rakas, ia termasuk jejeran yang menghormati Yoona dan keluarganya. karena ia hanyalah laki-laki yang beruntung karena keluarga Yoona banyak membantunya selama ini. Ayahnya bekerja untuk keluarga KIM sebagai kepala keamana dan penanggung jawab keluarga. Ia tentu mengenal keluarga itu beserta keturunannya.

Tapi rasa hormat itu berubah menjadi rasa benci yang teramat. Seohyun, gadis yang diam-diam ia cintai, gadis yang amat dicintai, gadis yang begitu ia gilai yang ia tahu bahwa Seohyun tak terlihat tertarik pada Yoona, tapi… bagaimana bisa mereka berhubungan saat itu?.. Bahkan Seohyun dan Yoona tertangkap berfoto bersama diatas ranjang? Hell.. Yoona membuat hatinya hancur seketika. Ia berduka, hatinya terluka. Ia hancur. Ia kehilangan ibunya sejak kecil, ia hidup miskin sampai ayahnya menjadi kepala bodyguard keluarga ini. Tapi saat ia mencintai, ternyata gadis yang ia cintai sudah dengan majikannya sendiri. Lalu ayahnya juga pergi. Ia sendiri.

Ia menyalahkan keluarga besar KIM. Ia sangat membenci keluarga itu.Tapi ia tak dapat melakukan banyak hal. Sampai ia menjadi ketua muda untuk divisi pelindung keluarga utama. Yah.. pelindung. Keluarga KIM bukan hanya keturunan yang namanya besar dari perusahaan besar yang tersebar diseluruh dunia, tapi karena keluarga ini juga merupakan keturunan bangsawan dan kerajaan.

“ sampai kapan kau berdiri kuat seperti itu Yoona. Kau memiliki segalanya sejak kecil. Sampai kapan kau akan beruntung seperti itu. Dunia benar tidak adil”

end flashback

“ Kau tengah bernostalgi ohh?”  suara dingin Yoona membawa kembali rakas ke alamnya. Pandangan keduanya  kembali tajam.

‘‘ kau yang memiliki segalanya sejak kecil.. tak akan bisa mengerti apa yang kurasakan Im Yoona” Rakas berujar geram dan lantas berjalan meninggalkan ruangan. Ia sempat menatap Ketiga saudara lain, yang baru memasuki ruangan itu, namun ia hanya tersenyum pahit dan lantas berjalan menjauh

“ M-mianhae.. a-aku membuat masalah dikeluarga ini” ujar Tiffany menunduk sedih. Ia merasa buruk dengan pertemuan yang terjadi .

“ Jangan merasa bersalah unnie. Dia bukan siapa-siapa” Ujar Krystal tersenyum padanya. Eh?..

*

Tiffany mengerjapkan matanya. Sinar pagi itu membuatnya silau. Hari pertama ia dinegeri sakura jepang. Tak ingin bermalas-malasan ia segera bangun dari tidurnya. Kakinya melangkah membuka tirai coklat itu, yang kini hanya menyisakan gorden tipis berwarna perak yang tmbus pandang. Ia memandang hamparan halaman yang sangat luas itu. Mengagumi betapa berlebihannya keluarga KIM itu.

Matanya menatap kebun yang terlihat terawat dengan sangat baik. Berbagai species bunga ada disana. Pasti

sangatlah mahal untuk itu bukan? Orang kaya terbiasa dengan kemewahan. Seolah uang hanyalah sebuah benda

yang tak susah didapatkannya. Yang menjadi hal susah bagi mereka, hanyalah kalau mereka menginginkan sesuatu. Tapi tak mendapatkannya. Yah seperti keegoisan yang tinggi. Bukankah hidup mereka terlalu sempit?. Lalu matanya teralihkan kearah kolam.sudah Tiffany ucapkan bukan? Mereka orang-orang kaya memiliki selera yang sangat mengerikan. Ah.. ya, Taeyeon termasuk jejeran itu. Pantas saja.

“ kau sudah bangun unnie?”

Tiffany menoleh menatap pada suara lembut itu. Ditemukannya Seohyun berdiri dipintu kamarnya dengan senyuman indah terhias pada wajahnya yang cantik. Pantas saja Yoona begitu menggilai gadis didepannya ini. Apa kau tak tahu bahwa gadis ini juga ikut? Okey, lebih tepatnya terpaksa ikut. Entah bagaimana Yoona membawa gadis ini, yang jelas ia menemukan Seohyun tengah memandang pada Yoona dengan tajam di Airport kemarin.

“ Ne Seohyun-ah, masuklah..”

Seohyun melangkah memasuki kamar tiffany dan berdiri tepat disamping gadis itu.

“ kau sedang apa unnie?” Seohyun ikut memandang keluar jendela. Sepertinya gadis ini sudah tidak marah, karena bagaimanapun ia tidak punya keluarga di Jepang dan terpaksa harus ikut menginap dirumah ini.

“ Ania~ aku hanya melihat-lihat saja. Rumah ini sangat mengerikan”

Seohyun mengerutkan keningnya menatap tiffany. Mengerikan katanya? Apa Tiffany melihat hantu sebelum ini?

“ apa maksudmu unnie?”

“ rumah ini sangat megah. Aku hanya tak habis fikir dengan keluarga ini. Aku hanya merasa.. mereka berlebihan? Yah seperti itu” ujar Tiffany kemudian. Ia menatap pada gadis disampingnya yang kini terkekeh kecil.

“ wae? Kenapa kau tertawa” Tiffany cemberut padanya. Membuat Seohyun semakin tertawa dan menepuk tangannya. Hey.. Tiffany tidak sedang melawak. Lagipula apa ada yang lucu dengan perkatannya?

“ Unnie.. kau ini seperti tidak tahu keluarga besar KIM dan KWON saja” Seohyun tersenyum kemudian.

“Ah ya.. sebenarnya aku memang tidak tahu mereka” ujar Tiffany memandang polos.

“ He? Kau tak mengetahui mereka siapa?” kaget Seohyun menatap horor pada Tiffany. Sebenarnya gadis cantik didepannya ini berasal dari planet mana? Bahkan keluarga besar ARiashi saja tidak tahu. Seluruh dunia juga tahu seterkenal apa keluarga ini. Lalu bagimana gadis yang dipatenkan sebagai seorang kekasih dari cucu pertama keluarga KIM tidak mengetahuinya.

“ Aku tidak tahu. Lagipula apa mereka memang sehebat itu sampai kau terlihat aneh sekarang” Tiffany melipat tangannya diada. Menatap Seohyun yang hanya bisa membulatkan mulutnya. Sepertinya benar.. Tiffany ini alien yang tengah nyasar dibumi. -_-“

“ Unnie.. apa kau tahu siapa pemiliki sekolah kita?” Seohyun mencoba sabar menghadapi manusia didepannya sekarang. Bagaimanapun dirinya juga pernah diposisi seperti Tiffany, hanya saja ia beruntung karena sedikit mengetahui latar belakang Yoona. Walaupun tidak semuanya. Ia hanya tahu bahwa Yoona adalah anak orang kaya dan dia adalah keturunan Inggris yang keluarganya adalah bangsawan dari Jerman.

“ hum.. entahlah. Yang aku tahu sekolah kita adalah sekolah swasta, yang berarti itu adalah milik pribadi bukan?” Tiffany mengetuk jarinya pada dagu lancip itu. Mencoba menerka apa yang akan dikatakan gadis didepannya lagi.

“ Famous High UnivSchool Imternasional. Kau benar unnie, itu sekolah swasta. Kau tahu siapa pemilik sekolah mahal itu?”

Tiffany menggumam dan berpikir “ apa.. itu milik keluarga KIM?” tanyanya polos.

“ gotca! Itu milik keluarga KIM, lebih tepatnya milik yoona unnie” ujar Seohyun tersenyum kecil

Tiffany membualatkan matanya terkejut. Milik… Yoona? Gadis blonde itu? Ommo..

“ kau terkejut? Aku juga sepertimu awalnya. Aku tidak menyangka dengan gadis yang memiliki kekuasaan sebesar itu. Hanya saja aku sudah bisa menebak selanjutnya” ujar Seohyun santai. Melipat tangannya didada dan terkekeh menatap wajah lucu tiffany yang melongo.

“ menebak? Selanjutnya.. maksudmu apa?”

“ keluarga KIM adalah keluarga yang sangat terkenal. Nama mereka sering dan selalu menjadi trending topik dibanyak media. Bukan cuman karena nama, tapi karena kehebatan mereka dalam beberapa bidang, terutama bisnis” ujar seohyun sambil tersenyum.

“ KIM adalah keluarga yang memiliki perusahaan yang cabangnya hampir ada disetiap negara didunia. Mereka menguasai pemasaran lokal dan internasional bahkan perusahaan mereka hampir dikatakan warisan dunia. Mereka memegang andil yang sangat besar dalam beberapa perekonomian negara, terutama jerman, inggris, jepang dan korea”

“ Apa mereka sehebat itu? Taeyeon.. aku tak menyangkanya” Tiffany menggeleng mendengar apa yang diujarkan gadis didepannya.

“ Ne.Taeyeon unnie, selain dari seorang pewaris Kim Group tapi juga terkenal sebagai Presdir muda yang hebat. Namanya selalu diperbincangkan orang. Apa kau tak pernah melihat di TV atau internet unnie?” Seohyun mengerutkan keningnya. Bagaimana mungkin Tiffany tidak mengenal Taeyeon seperti itu? Mereka bahkan tinggal seatap bukan?

“ aku tidak tahu dia sehebat itu. Aku hanya menemukannya menyeringai malam itu di bar dan sekarang dia menandaiku sebegitu dalam. Bukankah itu menyebalkan? Dia orang yang sangat egois dan keras kepala. Apa orang kaya memang seperti itu?” gerutu Tiffany dengan wajah jengkelnya.

Seohyun tersenyum kecil. Tiffany unnie…Dia memang yang terbaik..

TBC

 

Advertisements

37 thoughts on “Something 12

  1. hai rakas jgn coba” melawan kim taeyeon yak, klo gak mau dtendang hahaha itu si rakas jgn” cuma anak pngut, knp jd sok kek gitu, hajar aja tae, wow sehebat itukan kim taeyeon?? fany smp gak tau apa” tentang tae

    Like

  2. Thor, setelah hayati lumutan cek blog tiap hari, akhirnya author update juga :v Woo ini tambah keren dan mendebarkan XD jadi mereka semua berkumpul disana ? Aigoo tinggal menunggu YulSic dan semuanya menjadi lengkap. Dan rakas itu seumuran taeng kah ? Atau kakek tua ? Mendengar namanya membuatku membayangkan seorang pak tua kekeke 😉 ciee yoonhyun nyelip-nyelip yaa ❤ beruntungnya tiffany dan grandma juga sangat baik. Kupikir mereka tidak akan punya halangan yang berarti jika ingin menikah nanti. Senangnya melihat seobaby bisa jadi teman tiffany nantinya. Lanjut ya thor 🙂

    Like

  3. nggak suka banget sma Rakas.. kenapa juga harus menghakimi orang kayak gitu.. sebel bgt sma rakas.. sok bgt sih orangnya.. songong abis pdahal dia lebih buruk dari phany.. dasar.. eh kok nggak ada YULSICnya sih thor.. kan kngen jga sma YULSIC hehehe tetap semangat nulisnya yah thor jgn lupa jaga kesehatan jga.. ^^

    Like

  4. Suka pas tiffany ngeringin rambutnya tae, dan ngliat tae marah sama rakas, emank rakas tuh siapa sih thor, sok bgt jdi orng, ngomngin tiffany lagi, mk nya tae marah, gimana klu udh dibentak sm tae , tau rasa dia 😁

    Like

  5. Sirakus kukira keturunan bngsawan eh rkyat jlt jg
    Tak tau diri hnya bgian divisi penanggung jwb udh smbng .mnghina eonniku . Dasar bangke busuk loh . Ntr kupenggal dirimu . Wkwkwkwk

    Pany dari plnet tak diknl .mknya kurang inpormasi die . =,=¿¿

    Like

  6. Gimma kga marah kekasihnya di jelekin gitu di depan neneknya.. haduh tuh orang punya 7 kali ia.. kicep kan lw giliran tae ngamuk hahaha rasakan getarannya rakas😃😂

    Like

  7. Idih si rakas itu sombong bgt yak, tidak bisa menghargai orang yg tdk mampu. Padahal sendirinya juga darimana?
    Kurang nih thor taeny momentnya… Wkwkwk

    Like

  8. Aayeee🙌
    Jedarr jediirr jeduar duuaarr🎆🎇🎉🎊 eeeaaa
    Taee oppa jdi hero pannyy😘
    KIM memang brbahaya 😁😀
    Fighting💙💙💙

    Like

  9. aku setuju..”tenggelamkan rakas””
    hmmm..gak nyangka klo yoona yg punya sekolah kirain si tae
    gk ada taeny sweet moment..😢😢

    Like

  10. Dtg2 ngerusuh, lu siapa hellooo…rakas2…kaya belagu itu biasa udah miskin belagu wkwkw gue jahat amat.
    Cieee taeny moment, walaupun ga sbanyak itu tp cukup lah apalagi tae belain smpe sgitunya.
    Widiwwww….gilee taeyeon. Keluarga Kim memang luar biasa. Ada ya manusia sekaya itu, sekali lg gue envy sma lu pany-ah wkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s