Something 10

Cast : Taeny

Sub-cast : Find your self

Genre : yuri, romance, 18+, drama

kenyataannya adalah kau tak mengetahui hal itu sampai sekarang

dan disilah aku akan membuka semua yang menutupinya,bukan untuk topeng saat aku pergi menjauhimu. karena..  aku lelah untuk terus merasa bahwa kau membenciku

Chapter 10

Ini masih sangat pagi. Namun Tiffany tak berniat bermalas-malasan. Ia tahu sangat awal baginya untuk bersiap akan sekolah jadi ia putuskan untuk bersantai terlebih dahulu. Ia melangkah keluar kamar. Dengan masih menggunakan piyama pinknya ia turun menuju ruang tengah.

Benar.. sampai sekarang ia masih terkagum dengan rumah yang telah ditinggalinya selama seminggu itu. Ia hanya terus bertanya dalam hatinya, siapa sebenarnya Kim Taeyeon? Dia seperti bukan keturunan biasa saja. Bahkan sampai sekarang ia masih tak mengenal latar belakang gadis itu.

Yah, walaupun Tiffany telah mengetahui bahwa Taeyeon telah kehilangan ibunya sejak ia masih kecil. Tiffany merasa sedikit kasihan bagaimana Taeyeon menjalani hidupnya sampai sekarang. Walaupun ia tahu dirinya lebih menyedihkan karena dibesarkan dari panti asuhan.

Cih.. apa salahnya sampai orang tuanya membuang bayi yang tak berdosa. Ia masih sangat kecil untuk mengenal yang namanya penderitaan. Ia harusnya berada dalam lindungan dan kasih sayang bukan?

“ kau bangun lebih awal..” Tiffany menoleh mendengar suara dingin itu memasuki telinganya. Menemukan Taeyeon, gadis itu berdiri tak jauh dari sofa tempat ia duduk.

Wait… apa Taeyeon baru kembali dari suatu tempat?

“ kau dari mana?” tanyanya bingung. Ia hanya memandang penampilan taeyeon yang memakai pakaian olahraga. Apa dia baru pulang jogging? Tapi ini sangat pagi untuk keluar olahraga bukan?

“ kau mulai memperhatikanku akhir-akhir ini Tiffany. Apa kau jatuh dalam pesonaku?” Taeyeon menyeringai dan melangkah mendekatinya.

Apa-apaan itu. Tiffany hanya menanyakan kenapa ia bisa keluar jogging dipagi buta seperti sekarang. Kenapa malah membuat spekulasi seolah Tiffany telah terperangkap pada pesonanya. Gosh…

“ kau mengatakan hal mengerikan Kim taeyeon. Aku hanya bertanya-tanya kenapa kau keluar sepagi ini. Apa kau merencanakan sesuatu diluar sana? Pikiran orang sepertimu selalu saja sempit” Tiffany memandangnya datar.

Akan sangat aneh bagi orang lain mengetahui keduanya baru berkenalan dan dekat dari seminggu yang lalu setelah melihat hal ini. Tiffany menantang seorang kim taeyeon? Seolah ia tak takut atau merasa dirinya rendah berhadapan dengan pewaris Kim Group itu.

“ Aku hanya berjalan-jalan ditaman depan. Ini waktu yang sangat tepat untuk melihat kabut pagi” jawab Taeyon tersenyum tipis.

“ Kabut? Sejak kapan kau menyukai hal seperti itu? Kupikir kamu hanya orang aneh yang mengagumi diri sendiri” sindir Tiffany mengundang kekehan lembut Taeyeon.

Grepp..

Taeyeon menarik Tiffany dalam pangkuannya. Memandang mata indah itu dari dekat. Tiffany hanya dapat terdiam karena terkejut dengan perlakuan tiba-tiba itu.

“ Sudah seminggu dari kejadian dibar malam itu. Sekarang aku benar-benar panas sampai tak bisa mengendalikan diriku sendiri.. Tiffany…” bisik taeyeon tepat didepan bibir Tiffany. Tangannya mengusap pipi Tiffany dengan gerakan melingkar. Menatap mata indah Tiffany yang mampu membuatnya benar-benar mengagumi.

“ Ap-pa mak-sudmu?” Tiffany dengan terbata. Ia merasa lututnya lemas. Seringai Taeyeon dengan tangan dingin itu meremas pahanya. Kenapa bisa.. ia tak mengerti.

“ Kau sangat cantik..” Taeyeon menelusuri pipi mulus itu dengan jarinya. Membuat Tiffany dapat merasakan darahnya berdesir dengan cepat.

“ Tae..j-jangan” lirih Tiffany saat wajah Taeyeon mendekati wajahnya. Seringai itu.. bagaimana bisa ia begitu pasrah.

Taeyeon menyeringai sebelum mengecup bibirnya cepat beberap kali.

“ Tenang saja. Aku tahu kita harus sekolah” ujarnya mengecup Tiffany kembali.

Tiffany menghela napas pelan, bersyukur setidaknya ia tak perl-

“ Aapi aku akan melakukannya malam nanti, persiapkan dirimu dengan baik baby..” Taeyeon berbisik panas ditelinganya, lidah itu sempat memberinya kecupan ringan sebelum memeluk tubuhnya protective.

“ Ck.. Byuntae..” Tiffany menatap tajam Taeyeon yang masih menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher jenjang miliknya.

Jelas Tiffany melihat wajah cute itu masih mengantuk

apa ia keluar sangat pagi? Untuk kabut?

“ ini sudah pagi, ayo bangun dan siap-siap” Tiffany mencoba melihat wajah Taeyeon. Namun hanya gumaman yang terdengar darinya. Apa ia tertidur?

“ ya! Kita bisa terlambat kau tahu itukan..” Tiffany memukul bahunya kesal

“ eng.. be enjoyed Fany-ah.. sekolah tak akan sampai mengeluarkan kita hanya karena itu” Taeyeon menjawab kecil sambil menyamankan posisinya memeluk Tiffany.

“ ish.. setidaknya biarkan aku bersiap-siap”

“ ne.. pergilah” Tayeon mengangguk malas

“ ya! Lepaskan pelukanmu dulu bodoh, aku tidak bisa pergi kalau kau masih memelukku” Tiffany memandangnya garang. Aih.. apa ini benar keturunan KIM terkenal itu? Dia begitu bodoh.

“ oh iya hehe” Taeyeon melepas lingkaran tangannya dari tubuh Tiffany.

1 jam kemudian Tiffany melangkah turun Dari kamarnya dilantai dua.

“ Nona muda Tiffany..” sapa tiga orang pelayan wanita padanya

“ Selamat pagi, dimana Taeyeon?” tiffany tersenyum pada mereka. Pada kenyataannya Tiffany sangat akrab dengan pekerja dirumah besar itu. Mungkin karena sikapnya yang mudah beRgaul dan santai. Belum lagi ia murah senyum dan ramah, hampir semua pekerja dirumah Taeyeon sangat menyukainya. Saat kabar bahwa nona muda mereka memiliki kekasih, keseluruhan sangat terkejut, Terlebih saat mereka mendengar kabar bahwa gadis itu berasal dari panti asuhan.

Bayang mereka tentang gadis kumuh, bad dan lugu seolah runtuh saat Tiffany tiba paginya. Setiap bibir terperangah. Wajah porselen dengan rambut coklat gelapnya, kulit putih dengan ditunjang kaki jenjang yang indah. Tubuh sexy Tiffany membuat decak kagum. Bagaimana tidak Taeyeon menyukainya? Bahkan jikapun orang itu nerd, Taeyeon pastikan Tiffany memiliki aura yang membuat banyak orang mencintainya.
Ah.. haruskah ia bersaing dengan orang-orang yang juga menginginkan gadis dalam dekapannya sekarang? O ayolah, seorang pewaris hebat sepertinya tak ingin mengalah apalagi menyangkut gadis ini, Tiffany Hwang.

“ Nona Kim sedang bersama kepala sekretariat kantor nona” jawab yang satunya sambil tersenyum hangat.

“ Ah baiklah, apa kalian masih bekerja?”

“ ne. Apa anda membutuhkan sesuatu nona muda?”

“ania~, aku hanya bertanya. Apa ada yang bisa kubantu” inilah salah satu dari sekian sifat baik yang pelayan sukai dari kekasih nona mereka. Tiffany tak pernah memandang mereka rendah, semua pekerja dianggapnya sebagai teman. ia bahkan tak segan membantu dan menawarkan untuk sekedar masak atau bersih-bersih. Walau[un sebenarnya gadis itu bisa dikatakan harus banyak berlatih memasak, agar tidak membakar dapur atau mencampurkan semua jenis kerang dan syuran dalam satu panci.

“ tidak nona muda. Lagipula anda harus sekolah bukan?”

“ oh iya juga yah.. baiklah kalian selamat bekerja “ ujarnya tersenyum ^^

Selang setelahnya Taeyeon berjalan menghampirinya.

“ sudah selesai? Kau ingin berangkat atau sarapan dulu?” Taeyeon mengusap rambut Tiffany lembut.

“ kita sudah hampir terlambat bukan? Bagaimana jika sarapan dikantin nanti saja? Aku ada test pagi ini” usul Tiffany sambil menatap jam yang melingkar pass ditangannya. Jam yang kau tahu, harga mahal itu tetap mengikuti. Yah, menjadi gadis yang digilai oleh gadis berkharisma dan memiliki banyak sekali kekuasaan memaksa Tiffany harus menerima semua apa yang diberikannya.

Terlebih, saat Taeyeon dengan terang-terangan memberikan hak sepenuhnya untuk menggunakan semua kartu kredit milik taeyeon. Yang kau tahu, isi dari satu saja kartu tipis itu lebih dari ekspetasi kita manusia. Namun, mungkin karena ia dibesarkan dengan kesederhanaan membuat Tiffany harus banyak menimang jika ingin menerima tawaran gadis mesum ini. Ia datang bukan untuk menjadi Nyonya dengan banyak kelimpahan, ia datang untuk membantunya, membantu mereka.. dan untuk dirinya, mendapat perlindungan yang lebih baik.

“ yah itu terserah padamu. Ayo..” Taeyeon mengulurkan tangannya dan disambut Tiffany.

Mobil mewah itu membelah jalanan dengan kecepatan yang stabil. Meskipun Tiffany sudah merutuk karena mereka hampir terlambat, seperti biasanya Taeyeon bahkan hanya tersenyum. Ia sudah merasa terbiasa, entahlah.. perasaan baru yang ia rasakan pada gadis yang telah membuatnya terjatuh.

“ kau sangat rajin” ujar Taeyeon kemudian mengacak rambut Tiffany gemas.

“ aish..”

Taeyeon memutar mobilnya memasuki gerbang dan berakhir pada lapangan luas didepan sebuah gedung dimana kelas Tiffany berada.

“ kau ingin aku mengantarmu?”

Tifany menoleh dan menggelengkan kepalanya.

“ aku bukan anak kecil lagi. Berhenti memanjakanku Tae..”

Taeyeon tersenyum tipis. Membuka pintu mobilnya dan langsung menuju pintu mobil lainnya.

“ sudah tugasku memanjakanmu sayang.. berapa kali aku harus mengatakan hal yang sama hum” Taeyeon menarik tangan Tiffany lembut dan menggenggamnya. Menuntun gadis cantik itu berjalan melewati ribuan mata yang memandang mereka.

“ Sunny-ah..”

Sunny berbalik saat mendengar suara Tiffany memanggilnya. Dan mereka tersenyum, persahabatan yang terjalin dengan erat walaupun hanya baru bertemu.

“ Tiff..”

Taeyeon tersenyum menatap keakraban yang tercipta dan senyuman Tiffany yang mampu membuatnya kembali berdesir aneh.  Gadis ini.. memiliki hal yang berbeda dengan yang lainnya.

“ Sunny.. titip Fany-ku ne..” Taeyeon tersenyum dengan mengecup dahi Tiffany lembut dan menjauh.

‘’ Dia pikir Tiffany barang asal nitip begitu saja. Dasar gadis aneh” gerutu Sunny.

Tiffany mempout bibirnya dan mengangguk membenarkan. Jika menyangkut mengatai dan meggosipkan orang mungkin Lee Sunny akan menjadi ratunya.

“ kajja Tiff.. kita akan test sebentar lagi”

*

Jessica menatap keluar jendela mobil yang tengah membelah jalanan yang membawanya menuju sekolah. Mobil BMW sport berwarna hitam yang ia tahu bahwa pemiliknya baru membelinya tiga hari yang lalu, menemani perjalanan yang sunyi itu. Ia tak banyak berbicara sedari saat mobil itu terparkir dihalaman rumahnya dan orang itu datang menjemputnya.

Yah sebenarnya ia memang tak banyak berbicara sejak tiga bulan yang lalu. Sejak kejadian saat gadis aneh yang entah mengapa bisa sangat populer disekolahnya itu mengatakan bahwa mereka dijodohkan. Gadis aneh yang menyeretnya dalam hubungan yang menurutnya sangat mengerikan, tapi.. gadis aneh yang menyebalkan dan membuat banyak kekesalan dengan sikap dan perilaku egois dan mau menang sendiri itu mampu membuatnya merasakan hal yang berbeda. gadis aneh yang ia nobatkan sebagai pelayannya sejak kecil.

Apakah Yuri masih mengingat hal itu? memang sudah terjadi sangat lama, tapi..
apakah Jessica tengah berharap Yuri tetap memegang janjinya? Terlebih Yuri menyelamatkannya dari perjodohan dengan Lee Dong hae.

 

‘ aku tak bisa membiarkanmu jauh. Kau milikku jessica jung’

Apa-apaan kata egois itu

‘ belajarlah mencintaiku’

‘aku tak ingin kau menjadi milik orang lain. Sebut aku gila, karena aku memang menggilaimu’

‘ aku hanya ingin melindungimu, bukankah seorang servant akan melakukan itu untuk princessnya?

 

Princess..

Yaiisshhh… aku bisa stress.. jinjja

Kenapa pula harus dia? Apa ini karena perusahaan? Tapi..

Ia memandang Yuri yang masih dengan wajah seriusnya. Lagipula.. Yuri memang orang yang baik walaupun egois, dingin dan overprotec, ia banyak berubah sejak hari terakhir mereka bertemu.

“ Ada apa?”

Jessica terkejut mendengar suara dingin itu tiba-tiba

“ Ne?”

“ Kau memandangku. Ada apa? Kau ingin mengatakan sesuatu?” Yuri sedikit meliriknya

“ Ania” Jessica kembali menatap keluar jendela. Melihat daun auntum yang berlomba berguguran ketanah.

“ Jessica” panggil yuri kemudian

“ hum” Jessica masih sibuk dengan pemikirannya.

“ Aku akan ke Jepang malam ini”

Jessica langsung menoleh menatap Yuri yang terlihat serius “ mwo? Ke-Jepang? Untuk apa?” Jessica melempar pandangan tajam padanya. Apakah ia akan pergi untuk meninggalkannya seperti dulu? Apa ini? Ia tak menyukai saat gadis kecoklatan itu menjauhinya. Cukup untuk waktu itu, tidak sekarang..

“ Perjalanan bisnis” jawan Yuri singkat. Ia memutar setir mobil memasuki kawasan sekolah mereka.

Jessica mengangguk mengerti, bernafas lega dengan senyum yang ditahannya. Ia hampir melupakan bahwa gadis didepannya bukan keturunan biasa. Kwon yuri, namanya selalu menjadi trending topic dikalangan pebisnis. Menjadi salah satu pengusaha muda yang berbakat, pewaris dari KWON P.Ent. Ia sejajar dengan pewaris KIM Group, Kim Taeyeon serta pewaris IM Group , Im Yoona. Ketiganya selalu menjadi pembicaraan hangat dengan kemampuan dan keahliannya yang sudah sangat jauh dengan umur yang masih terbilang sangat muda. Hanya saja, Jessica cukup mengenal siapa ketiganya yang dibandingkan banyak orang itu.

“ kau akan lama?”

Yuri terlihat berpikir sebentar “ mungkin hanya dua hari”

“ ohh…”

Dua hari? Itu artinya ia bisa bebas dari Yuri selama itu. Tapi.. kenapa rasanya ia tak rela? Ia sudah terbiasa dengan kehadiran gadis menyebalkan yang penuh dengan kejutan dan romantis ini. Yuri selalu membuatnya kagum akan banyak hal. Awalnya ia berpikir Yuri hanya gadis gila yang mengganggu, namun.. pandangannya berubah setelah sebulan ini. Banyak hal yang terjadi, dan.. ia akui ia merasa aman dan nyaman dengan Yuri. Dengan gadis aneh yang telah hadir kembali padanya, seorang servant pada Princessnya.

“ Dan kau harus ikut”

Jessica menoleh dengan cepat mendengar suara itu kembali memasuki telinganya. Suara dingin yang khas dengan kehalusan dan kelembutan. Suara itu membuatnya terbangun dari lamunan panjangnya.

“ Ne?”

“ Kau akan ikut denganku kejepang” ujar yuri santai mengabaikan jessica yang kini terkejut sepenuhnya.

“ Aku? Ikut denganmu? Kenapa?”

Yuri mematikan mesin mobilnya setelah memarkir dibawah sebuah pohon rimbun depan gedung kelas bertingkat. Ia memandang kearah jessica dan tersenyum. Senyum yang sangat jarang ia berikan pada orang lain selama ini. Namun ia memberikan senyum itu pada jessica dan beberapa sahabatnya. Senyum manis dan hangat.

“ Karena kolegaku terus menanyakan dimana pasanganku”

Jessica menatapnya. Hanya karena itu? Padahal ia sempat mengharapkan yang lain. Tapi..kenapa..

“ Dan juga aku tak bisa membiarkanmu berada disini tanpaku. Mereka akan mencoba mendekatimu. Aku tak suka”

Jessica kembali mendongak menatap pemilik suara itu. Apa yang dikatakannya.. dia..apa dia cemburu?

“ kau sangat cantik. Banyak yang menginginkanmu. Aku tak bisa. Hatiku tak rela. Kau hanya milikku, benar begitukan?” Yuri menatap Jessica serius. Mengundang kekehan kecil Jessica. Kenapa ia suka saat teman masa kecilnya begitu menggemaskan seperti sekarang? Banyak yang menghilang darinya selama ini, hanya saja.. Tuhan mengembalikan lebih banyak lagi. Kwon Yuri, Yul-nya

“ wae? Kenapa kau tertawa?” bingung Yuri

Jessica tersenyum kemudian

“ aku bahkan tak punya alasan untuk dekat dengan mereka bukan? Kau mengambil segalanya dariku Kwon. Apa yang kau takutkan?” ujar Jessica kemudian tertawa. Tawa melodius yang sangat jarang sekali banyak orang lihat dari dirinya. Yang mereka tahu Jessica adalah sosok dingin, misterius, jenius, tertutup dan terpandang. Populer dikalangan banyak anak laki-laki hingga memungkinkan ia sangat banyak mendapatkan perhatian.

“ Ania… Aku tak mengambil semuanya. Aku belum memiliki satu hal darimu. Kau belum memberinya padaku” ujar Yuri dingin.

Kini giliran Jessica terdiam dan memandang serius Yuri yang memilih memainkan smartphonenya. Mereka masih didalam mobil itu. Saling terdiam entah untuk apa.

“ apa.. yang belum kuberikan” Jessica menatap yuri yang masih serius dengan layar persegi yang canggih itu. Yuri telah mengambil semuanya menurut Jessica.
Perhatian Ayahnya, kasih sayang Ibunya, akses keluar masuk mansion Jung, semuanya.. bahkan diam-diam memaafkan dan menerima kembali gadis itu... kembali untuk menemani seperti dulu…

Yuri kembali menatap wajah cantik itu. Wajah yang begitu indah dan menenangkan. Wajah yang begitu ia gilai dan ia kagumi. Kenapa? Ia tak tahu. Gadis dingin seperti Jessica membuatnya luluh. Apa karena rasa sayang sejak mereka kecil? Atau karena perasaan untuk dua orang yang sudah dewasa?

Yuri menyentuh pipi lembut itu. Membuat Jessica terdiam akan perlakuan tiba-tibanya
“ your heart. Your love, aku belum mendapatkannya”

Keduanya saling berpandangan. Terkunci, terperangkap, menyelam mencari arti.

“ Dan aku akan mendapatkannya. Tak akan kubiarkan yang lain menyinggahi dan mengambilnya, itulah tujuanku kembali Princess..” Yuri tersenyum kecil. Tangannya terulur mengusap rambut Jessica lembut.

“ Hujan yah?” Yuri kini menatap keluar mobil

“ gerimis” gumam Jessica kecil. Ia menoleh menatap Yuri yang melangkah keluar dari mobilnya. Lalu gadis itu berjalan mengitari mobil sampai disamping pintu tempat ia duduk.

“ kajja.. aku tak ingin kau sakit nanti” Yuri menariknya dan menutupi kepala jessica dengan blazer putihnya. Menuntunnya berjalan dengan memeluk pinggang ramping itu.

 

kau salah yuri… kau sudah mengambil semuanya. Bahkan mungkin.. hatiku, dulu dan sampai sekarang..’  batin Jessica dan menahan senyum kemudian.

*

“ Oke aku akan bersabar untuk lima menit lagi, kalau si hitam itu tak ada disini aku akan kembali kekelas” jar yoona kesal.  Ia kembali mengambil tempat disamping Taeyeon yang sanagt tenang sambil menyerup tehnya. Kedua gadis di ujung sana melirik pada Yoona dan Taeyeon lalu menghela napas pelan.

“ Berhentilah menggerutu Im Yoona, Kau bisa tenang sebentar kan?” Taeyeon berujar tanpa memandangnya.

“ Sayang sekali aku bukan kau Unnie, aigoo.. Ya! Kalian berdua berhenti berbisik dan tanyakan dimana gadis itu sekarang? Aku harus kembali kekelasku” Teriak Yoona pada kedua kembarannya yang sedari tadi hanya terus menghela napas mereka. Mungkin mereka berpikir bahwa tak perlu beromentar  untuk apa yang dilakukan gadis pirang itu.

“ Tenanglah Yoona, dia akan datang sebentar lagi” Ujar Krysela memainkan rambut Krystal yang menyender padanya.

“ Kau sudah mengatakan hal itu untuk 10 kali terakhir.. Gosh.. Dia tinggal satu atap dengan kalian berdua, apa kalian bahkan tidak tahu dimana dia?” Yoona menatap salah satu kembarannya itu dengan tajam. Mata biru yang dimilikinya berenturan dengan mata coklat Krysela. Sedang mata biru disampingnya hanya terus menenangkan dirinya sambil memainkan handphonenya. Mungkin ia tak perlu berkomentar untuk dua iris yang saling memandang tajam atau satu si iris coklat yang terlihat sangat tenang, mengantuk. Meskipun dalam hatinya ia berharap si coklat lainnya itu akan segera datang dan mengakhiri pertemuan mereka.

“ Khahh.. Yuri Unnie, datangah cepat. aku sangat capek” Yoona kembali menggerutu.

“ Kau sangat berisik Yoona, suaramu bahkan sampai terdengar diluar” Ujar Yuri yang baru memasuki ruangan itu. si kembar tiga menoleh padanya bersamaan, berbanding terbalik dengan Taeyeon yang masih tenang sambil memainkan gelas tehnya.

“ Ya!! Aku sudah menunggu sangat lama” Ujar Yoona keras dan memandang tajam kakaknya itu. Yuri hanya mengangkat bahunya cuek dan melirik pada Taeyeon.

“ Kupikir kau tak akan mau menemui kami Taeyeon” Yuri berujar dingin. Taeyeon menoleh pada semua saudrinya dan tersenyum tipis sambil mengangkat bahunya cuek. Apakah ia terlihat sangat tidak ingin bertemu? Baginya semua mereka adalah bagian dari dirinya juga. Hanya saja, siapakah yang memutuskan ikatan ini untuk pertama kali?

“ bukankah kau melihatku disini Arianna Kwon Yuri? “ Taeyeon membalas tak kalah dingin.

Yuri menyeringai dan memilih untuk duduk disamping Krystal yang masih betah untuk saling bermanja pada Krysela. Ia melirik kedua gadis itu dan kembali menoleh pada Taeyeon dan Yoona. Keduanya benar-benar mewarisi penampilan dari ibu mereka. Rambut pirang dengan mata biru yang indah. Bukan yuri tak menyukai warna matanya yang coklat, ia menyukai karena ini sangat mirip dengan sang ayah. Hanya saja, ia ingin selalu mengenang ibu dengan melihat mata itu. berbanding terbalik dengannya dan si kembar Krys yang memiliki warna mata coklat.

“ Wowow.. mengejutkan kau masih mengingat namaku dengan baik Lascrea Kwon Taeyeon, oh sorry.. Kim Taeyeon maksudku” seringainya bertamabah lebar saat mata Taeyeon kini menatap padanya dengan tajam. Sayang sekali ia juga memiliki tatapan yang sama, dan itu tak berpengaruh dengan baik jika Taeyeon menatapnya seperti itu.

“ kalian berdua berhentilah, kita punya jadwal sekarang. Jadi mari selesaikan ini agar aku bisa kembali kekelas” krystal memecahkan tatapan keduanya dengan menguap malas dan kembali memeluk tubuh Krysela.

Taeyeon berdehem kecil menarik perhatian mereka, tersenyum kecil.

“ sudah sangat lama dan aku bersyukur kalian baik-baik saja” ujarnya pelan. Tatapannya kembali melembut dan penuh kasih sayang.

Yoona menghela napasanya pelan.

“ Aku tidak baik-baik saja unnie, semuanya bejalan kacau sejak kau meninggalkan rumah. Kami tidak bisa berpikir jernih karena keluarga benar-benar mengatur semua pergerakan kami” lirihnya pelan. Ia menatap pada Taeyeon hingga iris birunya berkaca-kaca.

“ aku tak meninggalkan kalian tanpa alasan. Kalian tahu kalau-“

“ kalau Mom memintamu untuk mengambil alih keluarga Kim agar terhindar dari perang saudara? Oh ayolah Taeyeon kau punya alasan yang lebih baik dari itu” Yuri meotong dengan kesal. Ia memandang pada mereka dengan nafasnya yang kian memburu.

“ Aku tak punya alasan yang lain Yuri”

“ teruslah berbohong Taeyeon. Aku heran kenapa kau selalu mempunyai cara sendiri untuk terus menutupi diri”

Benar, semua berawal sejak ibu mereka meninggal karena kecelakaan. Lalu kemudian dua keluarga yang saling terpecah dan berakhir dengan perebutan ahli waris. Dua keluarga yang sama kedudukannya tak akan mengalah jika untuk satu tahta yang begitu digilai. Ah.. semua dunia yang terus dibutakan akan kekuasaan.

“ Unnie..”

“ Kau punya alasan lebih dari alasan itu KIM..” tajamnya pada gadis pirang yang hanya menahan diri untuk tak mengeluarkan amarahnya.

“ Unnie, kita tidak datang untuk saling menyalahkan disini, please..” Krysela berujar pelan. Ia menatap pada Yuri dan Taeyeon bergantian.

“ Tidak, semua harus diselesaikan sekarang. Jika tidak, kapan kita akan tahu alasan kakak KITA ini memilih untuk keluar” Yuri menatap Taeyeon yang tengah memejamkan matanya erat. Entah apa yang akan dilakukan gadis itu jika ia terus memancing emosinya. Ia tahu, Taeyeon mamang sangat menyeramkan. Ia lebih diatas perkiraan normal, hanya saja.. ia butuh penjelasan untuk lima tahun kehilangan itu.

“ Unnie.. kumohon..”

“ Tidak Krys, kita h-“

“ Ya, tentu saja. Karena keluarga besarMu dan bahkan DaddyMu itu yang lebih memilih kau.. benar kau Kwon Yuri, bukankah sudah jelas bahkan daddy yang terus memihak padamu dan lebih padamu. Dia bahkan terlalu menjagamu dan mengabaikan bahwa ….” Taeyeon membuka suara. Menekankan suaranya sendiri agar tak meledakkan emosinya.

Haruskah? Mungkin sudah waktunya..

Yuri tersentak kaget. Ia menatap pada Taeyeon yang balik menatapnya tajam. Apa yang dikatakannya barusan? Apakah itu alasannya?

“ ah aku tak perlu takut jika kalian akan merasa sakit jika harus mengetahui hal ini bukan? Hey Yuri, apa kau bahkan sadar jika aku bukan kakakmu?”

Kali ini bukan hanya Yuri yang tersentak kaget. Bahkan ketiga gadis lainnya saling menatap dan meminta jawaban atas pernyataan tiba-tiba itu.

“ apa maksudmu..” Yoona menatap Taeyeon menuntut.

Taeyeon menyeringai.

“ Yoona.. apa kau yakin jika kau dan kedua gadis itu kembar?” Taeyeon menatap Yoona dengan angkuh.

Gadis pirang yang satunya langsung membelak. Dan menatap pada sekeliling tepatnya pada kedua gadis lain yang juga ikut membelak. Ia menatap kembali pada Taeyeon, dengan apa yang dimaksud gadis itu..

“ Jelaskan apa maksudmu Taeyeon” Yuri menggeram kecil. Apa ini hanya permainan lain dari Taeyeon untuk mereka? Sama seperti saat ia meninggalkan rumah dan mengatakan bahwa ia tak ingin menjadi keluarga KWON. Mungkin sama seperti saat Taeyeon lebih memihak pada keluarga ibu mereka, mungkin.. sama.. harus begitu kan?

“ Yuri, aku dan kau bahkan seumuran. Apa kau berpikir bahwa Mom melahirkanmu premature? Kau salah besar Yuri.. kenyataannya.. kita memang bukan saudara kandung”

TBC

 

Advertisements

66 thoughts on “Something 10

  1. Awalnya dikira saudara, skrng mereka ternyata bukan saudara? Rumit juga ya masalah keluarga kim n kwon…
    Rajin2 ngepost dapet pahala kok thor wkwkwk 😂

    Like

  2. Beribet y.. Soal silsilah keluarga mah muyengin.. Fany sok nolak yg d kasih Enak Enak sama Tae.. Aqoh jg klo liat body fany Langsng ngeces susah buat mingkem lg

    Like

  3. Makin seru nih ceritanya
    Jadi, Tae bukan saudara kandung?
    Mungkin bakal ada pertarungan antara Yuri vs Tae?

    Duh, nggak kuat lihat momen TaeNy & YulSic…bikin senyum-senyum sendiri.hehe

    Like

  4. Yulsic dan taeny sweet moment 😂😂.
    Kirain sodara kandung, smoga konfliknya cpat trselsaikan, kan ksihan slah paham trus 😄😄

    Like

  5. lah ternyata mereka bukan saudara kandung yah? gimana tuh? bakalan ada konflik nih roman2nya aduhh.. si tae romantis bgt sih.. palagi si yul.. mau donk punya pasangan kayak mereka yg romantisnya ngak ketulungan.. semangat terus nulisnya thor.. jaga kesehatan juga..

    Like

  6. Jadi mereka bukan saudara kandung???? Wow tae tau semua nya n baru d bongkar sekarang, trs pgn tau nih thor alesan tae pengen punya anak dr fany apa yah jd penasaran? Semoga fany cepet hamil deh n cepet2 mereka jd keluarga yang bahagia😊😊😊😊😊

    Like

  7. Wah author rajin yaa 🙂 hayati sudah menduga dari awal kalau mereka bukan saudara kandung. Soalnya Mr. Kwon bilang kalau Yuri adalah putri tunggalnya. Ciee YulSic moment nyelip-nyelip yaa mau ke jepang pula, sekalian bulan madu kekeke *plakk tapi kalau yoong, yul, dan krystal suadara sih mungkin hayati bakalan percaya :v tapi guenya masih penasaran sama cewek yang di something 9, itu loh yang bareng yoong di taman. Author, please jadikan itu seobaby TwT

    Like

  8. Sudah aku duga dek klo mrk jauh dari kesan saudara kembar se kandung keke
    Tp hebat sih kamu sampe bkin aku gregetan kmren kmren hehe

    Konflik rumit mulai terbuka yah ,hwaiting

    Like

  9. Jeng jeng jeng, ternyata mereka bukan saudara kandung, apa yg nanti akan terjadi ? #alahsinetron
    Next chapter yah thor 😀😀😀
    Fighting,,

    Like

  10. Mereka bukan saudara kandung, apa tae dari panti, taeyeon dan tiffany pasti di panti asuhan yg sama. Itulah knp tae tau tentang fany, *sok tau sekali gue

    Like

  11. Anjirrrr gua ga paham sumpah. Apa disini yg sodara cuma Yoong sama tae. Dan Yuri sama 2 krys?? Gua ga paham Thor. Next cepet Thor next

    Like

  12. Sebenarnya mereka saudara? Sama ayah tapi beda ibu kah?
    Kok taeyeon bilang mereka bukan saudara kandung?
    Yey berarti selanjutnya ada enceh dong 😂

    Like

  13. Oh jadi ceritanya begini? Daebak! Author keren nih bikin cerita wkwkw
    Makin kepo lah pkoknya sma crita slanjutnya. Fighting!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s