Something 9

Title : Something 9

Author : Baby

Cast : Taeny

Sub Cast : Yulsic etc

Genre : yuri (g x g), Romance, 18+

Chapter 9

Tiffany bergerak kecil sebelum membuka matanya. Mengerjap saat sinar matahari yang tertembus pada tirai putih sana membuatnya silau. Hanya saja, kemudian matanya membelak saat menangkap satu sosok yang duduk bersandar pada headbed sambil membaca bukunya. Kim Taeyeon. Gadis pirang itu terlihat sangat serius bahkan untuk menyadari bahwa Tiffany kini menatap padanya tajam.

Hey, apa yang dilakukan gadis mesum itu dikamarnya? Maksudnya, oke ia bahkan masih ragu untuk marah karena ini adalah rumah Taeyeon. Hanya saja, apa gadis itu bahkan tidak sadar.. dia sedang ada dikamar Tiffany yang tengah tidur pulas dan mungkin saja gadis mesum itu akan menerkamnya saat ia tengah tidur. Kau tahu kalau dia sangat em.. horny bahkan dengan hanya menatap Tiffany sejenak. Dia bahkan-.. Oke abaikan apa yang dipikirkannya sekarang. Ini masih terlalu pagi dan bagaimana ia bisa berpikiran kotor seperti ini? Aigoo..

Merutuk dalam hati dengan pemikirannya sendiri. Ia kembali menatap pada Taeyeon. Gadis itu benar-benar sedap dipandang. Garis tegas sangat terlihat dari wajah imut itu. hidung mungilnya, mata indahnya. Iris biru yang berbeda dengan keturunan korea lainnya. Rambut pirang panjang itu tertiup angin pagi dan terlihat sangat.. Sempurna.
Apakah ia merasa sedikit bangga karena gadis ini memilihnya? Meskipun ia tak tahu kenapa dan untuk apa gadis itu mendatanginya. Tiffany, ia hanyalah gadis biasa. Tak ada yang special darinya. Tak  ada.. bahkan untuk masa lalu yang meninggalkannya. Hah.. ia tak ingin mengingatnya. Semua rasa sakit itu, dan ini sudah berjalan satu tahun sejak kenangan pahit saat mata coklatnya menangkap rasa perih yang masih membekas hingga sekarang.

“ Apa yang sedang kau pikirkan?” Tiffany tersentak saat suara itu memasuki telinganya. Ia mendongak menatap pada gadis pirang yang bahkan tidak tengah menatapnya. Apa Taeyeon berbicara pada seseorang? Tapi gadis itu tak tengah memegang handphone dan itu pasti tidak tengah menelpon seseorang. Lalu.. apa ia berbicara pada Tiffany?

Taeyeon menoleh padanya dan tersenyum tipis. Mengulurkan tangannya menyingkirkan helai rambut yang menutupi pada wajah Tiffany.

“ Morning Princess.. bagaimana tidurmu hum?” Taeyeon menarik Tiffany hingga gadis itu jatuh dalam pelukannya. Menunduk untuk melihat bagaimana mata itu membelak kecil dan ia yakini gadis ber-eys smile itu akan meledak untuk memarahinya. Ia menyukai saat bibir itu mengoceh padanya. Ia suka dengan wajah dan semua ekspresi gadis ini.

“ Aish.. baik, kau lihat sendiri” jawab Tiffany ketus. Ia akan melepaskan pelukan itu kalau saja Taeyeon tak mengeratkan dan semakin membawanya hingga mereka hampir berbagi selimut.

“ Tentu saja,kau bahkan tidak kesakitan tidur dikursi sana hum? Bukankah itu sangat keras?”

Tiffany mengeryit kecil dan kemudian menyadari sesuatu. Benar,  bukankah harusnya ia masih disamping kolam? Ia tertidur disana untuk waktu yang lama semalam. Lalu bagaimana ia bisa berada disini? Tak mungkin Tiffany memiliki penyakit berjalan saat tidur. Lagipula ia tak bisa membayangkan dirinya berjalan kembali keatas lantai dua dengan mata tertutup. Lalu, bagaimana ia bisa disini terbaring dengan nyaman pada ranjang besar yang empuk, dikamarnya. Apa.. Taeyeon menggendongnya kesini?

“ Kau memang suka banyak berpikir yah.. kajja bangun, kau membuatku menunda sarapanku sayang~” taeyeon tersenyum menggoda.

“ Kau bisa sarapan duluan. Aku tak memintamu menungguku” Tiffany mempout bibirnya kesal. Taeyeon tertawa kecil dan mengecup bibir itu kilat.

“ Lalu apa gunanya punya istri kalau harus makan sendiri hum?” Taeyeon menatap gadis itu dengan senyuman yang lebih harus dikatakan seringai? Dan apa yang dikatakannya barusan? Istri? What the-

“ kajja, kau harus sarapan. Apa kau mau sakit?” Taeyeon melepas pelukannya dan memandang pada Tiffany dengan lembut. Mata birunya menyusuri garis wajah Tiffany dengan seksama. Gadis ini.. dia sangat cantik.

“ Arraseo..”

Tiffany akan beranjak saat tangan Taeyeon kembali memeluknya dari belakang. Ia bahkan dapat merasakan napas hangat itu menerpa pada lehernya. Apa-apaan gadis ini. Sebenarnya dia benar mengajak sarapan atau tidak? Saat Tiffany akan menoleh untuk bertanya atau lebih tepatnya marah, suara itu.. menghipnotisnya.

“ Sudah kubilang bukan? Kau sangat menggoda Tiffany” Bisik Taeyeon sebelum bibirnya melahap bibir Tiffany dengan sedikit kasar. Ia sangat menyukai setiap apapun yang ada pada Tiffany. Dengan masih memeluk gadis itu dari belakang memaksa wajah Tiffany menoleh padanya. Memegang pipi lembut itu dengan tetap menciumnya. Tangannya yang lain menurunkan selimut yang Tiffany gunakan. Membelai bahu yang terekspos itu, karena memang Tiffany hanya menggunakan TankTop berwarna hitam dan itu sangat tipis hingga matanya masih dapat menangkap  warna bra merah dibalik kain itu. dan apa ini, kenapa ia bisa Turn On seperti ini? Oh noo…

Taeyeon menarik Tiffany hingga gadis itu baring terlentang dibawahnya. Ia menatap Tiffany sayu, nafsu. Dan Tiffany cukup tahu apa yang akan gadis itu lakukan padanya setelah ini. Benar saja, Taeyeon kembali menyelam pada leher jenjangnya. Menghirup banyak harum tubuh menggoda sebelum menjilat dan menggigit untuk meninggalkan bercak kemerahan.

“ Tae-h…umhhh..”

Taeyeon terus menjilat hingga menemukan tangannya sudah menelusup pada baju yang digunakan Tiffany. Meraba dada gadis itu sebelum melarikan tangannya untuk melepas pengait bra di belakang punggung. Ia mendesah lirih saat tangan Tiffany mendorong kecil tubuhnya untuk melepaskan diri.

“ Tae.. ah.. sara-pannyaahhh..” Tiffany mengerang saat tangan itu kini berhasil memainkan dadanya dengan sempurna. Memijat melonnya dengan lembut. Taeyeon mengabaikan erangan tertahan itu dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Tangannya yang lain sudah turun untuk menggelitik pada paha Tiffany. Dan ia menikmati saat napas itu kian memberat dengan desahan yang kian menjadi.

“ bukankah kita sedang sarapan sekarang sayang~”

Bibirnya kembali menyapa pada bibir Tiffany. Tangannya sudah berhasil untuk membuka atasan gadis itu hingga ia dapat menangkap bahwa tubuh putih itu begitu menggoda nafsunya. Dan hanya gadis ini, kenapa ia begitu menginginkan suara teriakan Tiffany memanggil namanya. Atau saat kulit itu memerah karena tandanya. Dan-

I got a bad boy must admit it… you got my heart don’t know how you did it..

Terdengar deringan telepon memenuhi ruangan. Tiffany berusaha melepaskan cengkraman lembut yang Teyeon berikan pada pinggangnya.

“ Taemhh.. telponmuhhh.. ahhh..”

Taeyeon masih bekerja untuk memberikan tanda sepanjang pada paha mulus itu. mengabaikan deringan itu meskipun kian lama semakin mengganggu.

 I love the way..

oh so crazy you get my heart jumping when you put your lips on mine..

“ ahhh.. Tae.. j-janganhhh..” erang tiffany saat tangan gadis pirang itu sudah membuka resleting hot pantsnya. WTF.. Tiffany lupa jika gadis ini sangat mesum.

Taeyeon menyeringai saat merasakan gadis itu menggelinjang dibawah kekuasaannya. Ia mengangkat wajahnya menatap wajah memerah Tiffany. Gadis itu terengah untuk mengambil napasnya dengan banyak. Dan lihat, apakah dua gundukan itu cukup mengembalikan kewarasannya? Jawabannya, tidak.

Taeyeon kembali menindih untuk menangkap bibir yang terus mengerang seksi itu. melumatnya dengan gemas dan sedikit lebih sensual. Salahkan tubuhnya dan nafsunya yang begitu tinggi untuk gadis ini. Bahkan jikapun seseorang menemukan keadaan tubuh mereka tengah bergumul, ia tak masalah. Yang ia tahu, Tiffany harus melayaninya,sekarang.

So, don’t you worry baby you got me

I get a badboy must admit it, and you got my heart don’t now hoe you did it

And I don’t care this is babe-

“ Taehh Handphonemu” Kali ini Tiffany mendorong gadis pirang itu hingga melepas pagutan mereka. Taeyeon mengerang frustasi dan akhirnya sedikit menjauh untuk mengambil handphonenya yang terletak diatas meja. Ia melirik pada Tiffany yang kini tengah mengambil nafasnya dan menutupi tubuhnya yang terekspos.

Oh apakah ia harus mengutuk siapapun orang diseberang yang terus mengganggu dengan dering ini? Apapun alasannya ini sangat mengganggu. Kenapa harus disaat ia tengah bersenang-senang.

“ Yeobseo” taeyeon mendengus kesal. Ia tak perlu melihat siapa yang telah mengacau pada acaranya sekarang. Dan jika alasan itu tak cukup membuatnya puas, salahkah jika Taeyeon bersumpah akan membuatnya menyesal mengganggunya sekarang?

“ Oh.. Krysela..” Gumam taeyeon pada akhirnya. Dan disanalah ia kemudian terdiam saat suara itu memasuki untuk membuatnya terpaku.

*

Yoona menyusuri taman kota sambil mendengarkan lagu dari earphonenya. Ia menyukai saat matahari pagi masih menyiraminya. Jarang ia merasa kebebasan ini. Apakah karena-
bukankah ia sudah berada disini? Ia tak perlu menginggat hal itu.

Terikat bukan berarti kita tak bisa mencari kehidupan sendiri..

Yoona tersenyum menyemangati dirinya sendiri. Ia mengambil langkah untuk duduk dibawah sebuah pohon besar sambil matanya menikmati beberapa orang yang masih berlari kecil, jogging. Ia senang melihat bagaimana siklus ini berjalan. Kekuasaan tak akan mampu membawanya pada poros yang diinginkan. Dan ia harusnya menyadari hal ini sebelum mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya.

Yoona menghela napasnya sambil menutup mata. Kenapa semua bayangan itu tak luput dari ingatannya? Awal saat semuanya kini berakhir dengan kacau. Haruskah ia menyalahkan takdir Tuhan?..

Ia merindukan saat tawa masih terdengar disampingnya. Ia merindukan semuanya yang begitu menginginkan kehangatan. Ia begitu merindukan tatapan itu, tatapan penuh cinta dari semuanya. Apakah ini takdirnya? Ah ia benci ini. Ia tak ingin menagtakannya, tapi.. ia benci terlahir menjadi sekarang.

“ Kupikir kau mati tadi” sebuah suara lembut membangunkan dirinya. Ia mendongak menatap pada gadis berambut hitam panjang itu.

“ Oh hay sayang~” Yoona menampilkan seringai mautnya.

“ Oh God, ternyata kau masih hidup.  Bodoh sekali aku berpikir seperti itu” gadis itu hendak bebalik saat Yoona memegang tangannya dan memaksa gadis itu menatap padanya.

“ Hey.. Apa kata-kata itu bagus untuk kekasihmu hum? Kau ingin hidup menjanda?” yoona tersenyum semakin lebar dan beranjak berdiri. Menatap pada mata coklat muda itu dengan seksama.

“ Aish.. siapa yang kekasih siapa” gadis itu memandang Yoona tajam dan berusaha untuk menyentak tangannya.

“ Oh calm down Baby, kau galak sekali.. tapi aku suka gadis galak, mereka sangat hebat diatas ranjang”Yoona menyeringai kembali dan kali ini menatap gadis itu dengan seduktif. Gadis itu langsung membelak matanya dan menatap Yoona dengan tajam.

“ Aish, jahara.. lepaskan aku..”

Yoona tak kunjung melepas genggamannya malah sebaliknya ia semakin mengencangkan pegangannya saat gadis itu terus meronta. Ia bahkan mengabaikan pandangan orang-orang yang melewati mereka dan mungkin berpikir bahwa ia tengah menyakiti gadis ini.

“ Dasar gadis gila! Lepas sebelum aku berteriak” gadis itu berujar kesal dan memukul lengannya dengan keras. Yoona sempat meringis, sepertinya gadis ini memiliki tenaga yang lumayan. Namun kemudia ia menarik tangannya sedikit keras kearahnya. Menubruk tubuh itu sedikit padanya.

“ Bagaimana jika kita lanjutkan diatas ranjang hum? Disini kita tak akan leluasa, kau tahu” Yoona berbisik mesra lebih seperti menggoda. Dan reaksi gadis itu kemudian menginjak kakinya dengan keras sampai Yoona harus melepas pelukannya dan meloncat-loncat tak jelas. Wow.. itu berbahaya mamen..

“ Dasar mesum!” gadis itu menghardik keras dan melangkah menjauh.

“ Hey… kau duluan yang menggodaku” Yoona mengikuti dengan sedikit menyeret kakinya yang sakit. Hey, jangan tertawa  ini benar-benar sakit karena gadis itu memakai sepatu sedang ia hanya beralaskan sandal yang tidak tertutup semua.

“ Kau gila, jelas-jelas kau yang mesum disini” Gadis itu berbalik dan menatapnya dengan tajam. Yoona hanya mengangkat bahunya cuek.

“  bukankah aku sudah bilang ‘kau punya misi membawaku keatas ranjangmu, dan aku hanya menyelesaikan untuk mendengar kau berteriak namaku sepanjang malam’ jelaskan?”  Yoona menatapnya dengan senyuman polos.

Gadis itu membelak dan menatap pada sekeliling. Bersyukur karena mereka berdiri agak jauh dan orang-orang tidak berada didekat mereka. Apa gadis pirang ini sangat bodoh? Aigoo..

“ Aish.. diamlah .. dan kau, berpura-puralah tak mengenalku disini. Ini bukan Inggris dan orang akan salah paham tentangku karena kau. Sama seperti dulu…”

Yoona tersenyum kecil. Ah ya, semua orang akan memandang berbeda jika berada didekatnya. Karena status keluarga?

“ Bahkan ini bukan Inggris dan semuanya semakin runyam. Bagus sekali” gumamnya pelan. Tak cukup keras untuk didengar gadis lainnya yang sudah mulai melangkah menjauh.

“ Hey, Seo Joo Loyard, aku menunggu telponmu malam ini sayang~” teriaknya dengan keras. Membuat gadis lainnya harus menunduk dari pandangan orang-orang dan merutuk dalam diam.

“ Awas saja kau Im Yoona”

TBC

 

Advertisements

58 thoughts on “Something 9

  1. Tanggung amat, baru setengah perjalanan dah ada yg ganggu aja, kikkikkikkikk, kenapa yoona juga mesum yah apa karena turunan kali yah sm kayak tae jdnya, keluarga mesum hehehehe….

    Like

  2. Hai author, aku menemukan fanficmu terselip di blog yang kukunjungi dengan rutin akhir-akhir ini dan mulai menyadari bahwa ini bukan oneshoot kekeke 🙂 jadi aku ingin membacanya dari awal dan berharap bisa menjadi salah satu dari readersmu 😀 salam kenal

    Like

  3. Ini keluarga tae jd mesum semua ya? Gk apa2 lh, ad mesum berarti ad lucunya jga kekeke.
    Maklum penggemar komedi ni. Wkwk
    tp itu gk enk bgt crtanya di potong. #tunjuktaeny
    hahaha

    Like

  4. Kentang kena tanggung Itu bikin Uring uringan ny seharian Dan bikin sakit kepala.. Yoong eerr nakal jg y. . Keluarga ny Tae tu ad brp orng c

    Like

  5. salam kenal thor.. maaf komennya disini soalnya baru ketemu ff ini.. sekalian mau ijin buat baca dri awal thor.. maaf yah thor bukan maksud lancang… ceritanya bagus soalnya soal taeny.. suka bgt.. yg sma yoona apakah seo baby? waahh.. makin seru kyaknya..

    Like

  6. Adduuuh nc nya cuman setengah😦
    “Masih aja protes udah untung ngga di protect” 😀😁😂
    Baby jjang,,selaluu cepeeettt wohouuuu
    Fighting💙💙💙

    Like

  7. Uhh tanggung banget ncnya thorr kasih nc’nyalah thor kangen desahannya tiffany *ehh? :v . Lanjut thor

    thor boleh minta nomor kontaknya ga?

    Like

  8. Iyaaa,,,kecewa banget…
    Padahal taeng lagi mode on td tuuhh
    Dan tippany hampir terhanyut dlm sentuhan si pervert 😝😝😝😝

    Like

  9. Bahahhaha😃😂 tae yoona sama sama byun wlpun kel masih ajj byunnya ngelekat bwgd😆😆😆 ia tuhan itu orang ber2 omongannya gak jau jau dr ranjang hahhaha😆😆

    Like

  10. yoona sama seohyun kah?trnyata yoona juga sama mesumx sama kyk taeyeon..
    haduhh kok gak di lanjutin NC nya thor??😂😂😂😂

    Like

  11. Sayang skali NCnya kepotong wkwkwkw
    Seo joo hyun? Ada hubungan apa? Skrg yg mnurut gue paling bnyak punya misteri ada yoona. Oh my! Gue pusing knp hidup holkay slalu ribet

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s