Something 8

Title : Something 8

Author : –

Cast : Taeny

Sub Cast : Yulsic etc

Genre : yuri (g x g), Romance

Chapter 8

Minggu, dan Tiffany masih berbaring disalah satu kursi dipinggir kolam renang. Bukan, Tiffany tidak tengah belajar menjadi orang kaya atau menghabiskan waktu untuk berjemur menikmati sinar mentari pagi. Malam saat panas terus mengusik tidurnya ia keluar dan berakhir dengan meringkuk nyaman meskipun diatas kayu keras. Selimut putih dengan garis pink yang manis terus membungkus untuk menghangatkannya. Hanya itu dan ia tidur dengan begitu pulas.

Sampai pada saat taeyeon menemukannya dan tersenyum untuk melihat bagaimana cantiknya gadis itu dengan wajah tenangnya. Apakah ia begitu tertarik pada gadis berambut coklat tua ini? Kenapa ia begitu ingin terus berada dan melindungi Tiffany? Yang ia tahu bahwa Tiffany adalah miliknya, bahkan jika harus mempertahankan gadis itu ia akan melakukan segalanya.

“ Kau tahu, kau sangat cantik sayang~” bisik Taeyeon dan mengusap rambut itu dengan pelan. Takut mengusik kebahagiaan gadis itu. lama ia memandang wajah tenang Tiffany hingga menyadari matahari yang kian menaik tinggi. Apakah tidak apa membiarkan gadis ini tertidur dengan kepanasan?

Taeyeon menatap kembali pada wajah damai itu. Ragu untuk membangunkan tidurnya akhirnya dengan lembut ia menempatkan tiffany pada lengannya. Menggendongnya dengan agak kerepotan apalagi harus mempertahankan selimut hangat itu pada tubuh Tiffany. Bersyukur, sepertinya Tiffany sangat pulas untuk sekedar membuka matanya. Bahkan berkebalikan dengan ekspetasi yang Taeyeon pikirkan, Tiffany meringkuk menyamankan dirinya dalam rengkuhan Taeyeon. Membuat gadis itu terlihat begitu menggemaskan.

Taeyeon tersenyum dan perlahan melangkah menaiki tangga menuju lantai dua rumah mewah itu. Ia bahkan mengabaikan beberapa tatapan dari pelayannya yang mungkin tersenyum tertahan melihat perlakuan manisnya. Dan anehnya, kenapa ia begitu ingin membuat semua tampak special untuk Tiffany?

Apakah benar gadis itu menempatkan posisi yang sangat penting dalam hidupnya sekarang? Saat semua kelakuannya dan rasa penasaran hingga membuat Tiffany terus bertanya banyak hal. Atau dengan bibir yang terus mengoceh dan bercerita, mengomentari apapun yang ditemuinya diperjalanan pulang sekolah. Atau dilain waktu saat gadis itu terbangun hanya untuk membantu para pelayan membereskan rumah. Apakah yang begitu dilihat berbeda dari gadis ini? Apa karena hanya Tiffany yang berani memandangnya tajam, sedang yang lain terpesona akan dirinya, atau hanya karena ia begitu ingin tiffany melahirkan seorang ‘bayi’ untuknya?.

Entahlah, semua pertanyaan yang terus dipertanyakan dan iapun tak tahu harus menjawab dengan apa. Ia tak mempercayai siapapun, dan kenapa gadis ini hadir untuk membuat dirinya terus merasa bimbang? Akan tahta yang diperebutkan, untuk kekuasaan yang diserahkan dan untuk keturunan yang diinginkan. Semuanya selalu menuju pada satu poros. Terlalu sulit membayangkan betapa ia harus terikat dengan segalanya. Hanya saja, saat gadis ini hadir kenapa semuanya terasa lebih mudah? Ia tak mempermasalahkan untuk memiliki tanggung jawab yang bahkan ingin dilepasnya.

Taeyeon terkekeh kecil dengan pemikirannya yang tak berujung. Membuka pintu kamar Tiffany dan membaringkan gadis itu pada ranjangnya.

“ Bagaimana jika aku memang tertarik padamu hum? Aku tak bisa menahan itu Fany-ah..” Gumam Taeyeon sebelum mengecup bibirya dan memastikan bahwa tiffany tertidur dengan nyenyak. Dan ia melangkah keluar.

Apa hanya karena ia tengah bermimpi indah atau memang ia merasa bahwa seseorang mengecup bibir tipisnya tadi, tapi..

Tiffany tersenyum dengan masih menutup matanya. Berkelana dalam mimpi..

*

“ Aigoo.. sudah berapa lama kami tak mengunjungimu, dan lihat kau bahkan sudah sangat kurus”

Yuri, gadis kecoklatan itu memandang kedua gadis yang sudah berani mengganggu acara tidurnya diminggu yang teang. Sialan sekali..

Oh jangan lupa, ia sempat akan mematahkan kedua leher itu jika saja matanya tak membelak kaget menatap dua orang yang begitu dikenalnya. Dua gadis yang begitu mirip itu tersenyum padanya dengan lebar.

“ Kalian.. apa yang kalian lakukan disini?”

Krystal mendengus kesal dan memukul kepala gadis yang masih duduk diatas rajangnya itu.

“ Aw.. untuk apa itu?”

“ Untuk kebodohanmu dan pertanyaan konyol itu. Hell kwon Yuri, apa kau tak ingin bertemu dengan saudaramu sendiri?” krystal melempar pandangan tajamnya pada gadis yang lebih tua.

Yuri mengusap dahinya yang kini sedikit memerah. Sepertinya ia harus memeriksa apakah kepalanya bermasalah setelah menerima pukulan yang yah itu sebenarnya tidak terlalu keras. Hanya saja, kenapa  kepalaya terasa lebih pusing?

“ Bukan begitu, hanya saja kenapa kalian tiba-tiba disini? Di rumah ini. Bukankah kalian sangat .. yah you know what I mean” yuri menatap kedua gadis yang begitu mirip itu.Krystal,  gadis berambut coklat hanya mengangkat bahunya cuek dan memilih untuk menelusuri kamar luas bernuasa putih milik Yuri. Ia mengambil satu figuran photo yang ada diatas meja  dan emnatapnya dengan senyuman kecil. Foto keluarga yang begitu harmonis. Disana ia  dan kedua kembarannya masih bayi. Yuri yang baru belajar belajar berjalan, terlihat memegang permen kapas berwarna putih dengan posisi duduk diatas baby walker. Dan ia tersenyum pada figuran lain yang tengah duduk dalam pangkuan wanita yang ia sebut, Mommy.

“ Itu bukan masalah bukan? Dimana Daddy? Aku menelponnya dan ia mengatakan untuk menjemput kami dibandara. Sekarang ia  begitu sibuk hanya untuk menepati janji?” Krysela, kembaran Krystal itu berujar dingin  dan memandang wajah tidur saudarinya yang lain.

Yuri sempat menahan napasnya sesaat bagaimanapun death glare yang terlempar padanya tidak kalah mengerikan dengan milik Jessica saat gadis berambut tembaga itu mengancamnya atau memandang tidak suka sesuatu yang ia lakukan. Dan ah, kenapa ia harus memikirkan gadis itu dipagi saat ia bahkan tak bisa mencerna baik sesuatu yang tengah terjadi sekarang.

“ Daddy berangkat pagi sekali tadi. Apa kalian tidak bertemu dengannya di-“

Brakk

Ketiganya menoleh kaget pada pintu kamar yang terbuka dengan keras. Bahkan Krystal yang tengah memegang coklat betang kecil ditangannya terlonjak hingga melempar coklat itu. dan mereka menemukan pria dengan baluta jas hitam formal terengah menatap mereka bergantian.

“ Daddy..”

Mr.Kwon mengambil banyak napas.

“ Ya!! Kalian keluar lewat pintu mana?  Daddy menunggu kalian selama satu jam dan kalian bahkan sduah mengganggu kakak kalian disini “ Mr. Kwon berjalan memasuki kamar putrinya dan mendekat pada ranjang. Matanya menatap kedua ggadis kembar yang juga mirip dengan Yuri itu dengan lembut.

“ Daddy sangat telat kami menunggu 30 menit dan itu sangat membosankan” Krystal melipat tangan didadanya dan memandang tajam pria paruh baya itu. kakinyya melangkah mendekati Krysela.

“ Ya! Apa kau lupa ini jam kerja dan daddy terlibat macet dijalan”

“ Tidak.. aku tidak suka menunggu”

“ Kau harus lebih banyak berlatih sabar Krystal”

“ Oh sayang sekali aku mewarisi sifat tak sabaran Mommy ku Mr. Kwon”

“ Aish kau banyak sekali-“

“ Kalian berdua bersik sekali” Krysela menginterupsi. Memandang saudarinya dan ayahnya yang terus berdebat itu. Tidak, mereka tidak tengah bertengkar.

“ Lihat kembaranmu, dia begitu tenang” sindir Mr. Kwon menatap krystal yang kini memutar ola matanya dengan malas. Ia berjalan mendekat pada Mr. Kwon tetap memandang pria itu dengan tajam.

Mereka memiliki tatapan yang sama denganmu nana-ah..

Grepp

“ I miss you  dad..” gumam Krystal saat setelah ia menubruk tubuh paruh baya itu dan memeluknya dengan erat. Krysela dan Yuri tersenyum kecil menatap keduanya.

Mr. Kwon tersentak kaget dan kemudian balas memeluk salah satu putrinya.

“ Daddy lebih merindukanmu princess kecil”

“ I’m not a child anymore dad..”

“ Kau tetap menjadi putri terkecil dady,  sayang~”

Krystal tersenyum dan melepas pelukannya. Menatap wajah ayahnya dengan lembut.

“ Daddy menjadi lebih kurus sejak terakhir kita bertemu” Krystal mengelus pelan pipi tirus ayahnya. Kenapa ia baru menyadarinya. Terakhir mereka bertemu saat dua tahun lalu, perayaan keluarga besar.  Dan setelahnya mereka terjebak dalam perpisahan dan pekerjaan. Termasuk Yuri yang memang memutuskan menetap di Korea baru-baru ini.

“ Daddy sehat sayang. Lihat kau semakin tinggi dan cantik  dan kau mengganti warna rambutmu hum?” Mr. Kwon mengelus lembut rambut halus putri termudanya itu. menatap pada mata kecoklatan yang diwariskan darinya, sama seperti mata Yuri.

“ Apakah cantik? Stella sering tertukar denganku Dad, jadi aku harus mengganti warna rambutku agar orang berhenti memanggilku dengan nama Stella”

Mr. kwon mengedarkan pandangannya pada seluruh kamar dan meyadari bahwa gadis pirang itu tak disana.

“ Oh.. Dimana Stella?”

Krysela menghela napasnya dan menunduk untuk duduk disamping Yuri yang masih meringkuk diatas ranjangnya. Sepertinya gadis kecoklatan itu tak berniat pindah dari kenyamanannya.

“ Kau tahu seperti apa keluarga Utama Dad.. dia menjadi pewaris selanjutnya sekarang.  Apa yang kau harapkan dengan peraturan sialan itu?” krysela berujar dingin dan menarik selimut saudarinya. Membuat yuri memandangnya dengan tajam.

“ Jangan mengganggu kenyamananku Krys”

“Aku juga kedinginan Unnie..” Ujar Krysela ikut masuk dalam selimut tebal itu. Yuri memandang saudarinya itu dengan kening berkerut namun kemudian ia tak ingin ambil pusing. Membiarkan Krysela ‘berkarya’, melarangnya juga akan percuma. Krysela sama dengan saudarinya yang lain keras kepala.  Terutama gadis manja yang masih berdiri sambil memeluk pinggang ayah mereka sekarang.

Ah, kapan terakhir ia merasa begitu senang seperti sekarang. Berkumpul seperti ini rasanya sudah sangat lama tak mereka lakukan. Bahkan jikapun mereka berada pada lingkungan yang sama, semua peraturan dan adat itu mengekang langkah.

“ Terasa sedikit kurang” gumam Yuri pelan, namun cukup untuk didengar oleh ketiga lainnya yang kini memandang padanya, meskipun begitu mereka cukup untuk membenarkan dalam hati.

“ Dua yang hilang dan satunya yang akan mengikuti langkah ini? Maafkan daddy yang tak bisa mempertahankan segalanya” Mr. kwon menunduk kecil. Ah, sudah berlalu dengan sangat lama. Hanya saja, semua itu masih terasa segar bahkan untuk diinggat kembali. Seperti potongan yang tak akan pernah hilang, berbekas.

“ Bukan salah Daddy, semua juga tahu itu. lima akan bersatu suatu saat nanti. Pasti..” Krysela menekuk dirinya dan memilih untuk bersandar pada tubuh Yuri. Dan dengan lembut Yuri menatap saudarinya, mengusap rambut hitam yang mirip dengannya itu. Kapan terakhir Krysela begitu ingin dimanja oleh gadis kecoklatan ini? Sangat lama dan ia merindukan semua perhatian kakaknya yang lain.

“ krysela benar, dan gadis itu akan kembali untuk memandang pada kita semua…” Krystal yang sedari tadi membisu akhirnya membuka suara dan melempar senyumannya. Mata coklatnya memandang pada Yuri dengan lembut.

“ tentu saja..”

*

Taeyeon melipat tangannya memandang gadis yang kini sangat tenang untuk duduk dan meminum tehnya. Lihat caranya begitu menawan, tentu saja karena ia keturunan yang sama.

“ Jelaskan sekarang Stella Kim..” Taeyeon memandangnya dengan tajam. Mata biru berbentur pada si pirang yang lain. Dan lihat, gadis itu dengan tenang meletakkan cangkir tehnya dan menyeringai.

“ Oh ayolah Unnie, aku bahkan sudah membuang nama itu sejak penobatan sebagai keturunan kedua tahun lalu. Bisakah kau memanggilku dengan nama baruku sekarang?” gadis itu ikut menyilang tangannya didada dan memandang Taeyeon dengan senyuman yang sama.

Taeyeon menghela napasnya pelan dan mengontrol dirinya sendiri. Ia harus pandai berbicara dengan gadis yang lebih muda. Tidak, ia tak pernah terkuasai semua selalu tunduk akan pesonanya termasuk yang lain,  tidak terkecuali gadis ini.

“ Bukankah kau terlahir dengan nama itu?”

“ Tidak, aku bahkan tidak merasa bahwa nama itu cocok dengan ku. Bagaimana jika Stella Kwon? Nama baktis yang syah dari tuhan saat tangisku memenuhi ruangan persalinan. Kim hanya terus membuatku merasa bahwa aku sangat rapuh dengan semua peraturan berbelit. Marga Kim, mengingatnya saja membuatku muak”

Taeyeon mengerutkan keningnya. Menahan dirinya agar tak sekedar langsung meninggalkan ruang tamunya. Ia tak bisa, tak akan membiakan semua senyuman itu menghantui perasaannya. Tidak..

“ Oh ya Unnie, aku lupa jika nama Kwon itu juga masih melekat padamu sampai-“

“ Diamlah Im Yoona..” Desis Taeyeon keras. Ia kini menatap tajam pada adiknya yang terus menyeringai. Ah, ia benci seringai kemenangan itu. ia benci saat matanya menatap pada iris itu. Gadis pirang yang juga memiliki mata biru yang sama dengannya. Mata yang terwariskan dari sang mendiang ibu.

Stella atau sekarang harus ia panggil Yoona? hanya menyeringai kembali. Tangannya memainkan ujung rambut pirangnya.

“ Kau sudah terbiasa memanggilku dengan itu?”

Taeyeon kembali menghela napasnya dan membuang pandangan. Tidak, ia tak terbiasa dengan semua ini. Hanya saja, apakah ia akan berhenti sekarang? Saat semua tangan yang lain memanggil nyawanya..
Taeyeon berdecih dan menggumam kecil, lebih tepatnya menggerutu.

“ Bukankah kau sendiri yang memilih jalan ini yoona?.. kau bakan baru saja memintaku memanggilmu dengan nama barumu itu” Taeyeon kembali memutar kepalanya memandang pada gadis itu. Dan lihat, Yoona hanya terus tersenyum. Jika Taeyeon bermain dengan wajah dingin dan arogantnya maka berbanding terbalik denga Yoona. Gadis pirang yang satu itu terus menutupi semuanya dengan seringai mautnya. Memainkan perasaan lawan dengan baik.

“ Ah ya, aku hanya memastikan bahwa kau ada disaat itu unnie.. ternyata kau memang hadir yah? Sayang sekali aku tak melihatmu. Akku hanya menemukan Yuri unnie yang tersenyum tipis atau Daddy yang memandangku sedih. Dan kau.. aku tak tahu bahwa kau bahkan hadir saat itu. Saat dimana semua semakin jelas bahwa kami, ania.. lebih tepatnya kita, terlahir hanya untuk menjadi tameng keluarga utama” Yoona kini merubah ekspresinya menjadi lebih dingin. Menekankan setiap katanya.

Cukup jelas untuk Taeyeon menangkap bahwa gadis itu memandangnya dengan tajam. Dua iris biru yang saling melekat dengan sempurna. Saling melempar dan membalas tatapan lainnya.
dan pirang yang lebih tua mengalihkan pandangannya. Ia tak akan membiarkan Yoona menangkap apa yang disembunyikannya selama ini.

“ Mianhae..” Ujar Taeyeon pelan. Sangat pelan hampir seperti bisikan. Gadis arrogant itu..

Yoona tersenyum kecil..

“ I just miss you Taeyeon Unnie, Not just me.. All of us.. terutama Daddy..”

TBC

 

Advertisements

61 thoughts on “Something 8

  1. Jadi sebenernya tae itu awalnya keluarga kwon? Apa gara2 perebutan kekuasaan ato apa nih sampe mereka berpisah?
    Penasaran sumpah wkwkwkw
    Semangat thor kuliahnya 😀

    Like

  2. Ok laah aku udh sedikit paham dek. Trllu bnyak kembaran tp mgkn pandanganku yoona dan tae beda ibu/ayah dan ga sama kek yuri,krys,dan krysela .

    Hwaiting dek klo tugas kuliah lagi numpuk jngn di paksain update ,key ..

    Like

  3. Masih bingung sm silsila keluarga mereka,keluarga utama jg mksudnya apa thor,tp ceritanya sangat menarik thor 😁👍
    Fighting buat chapter selanjutnya thor,,

    Like

  4. Weh ? Apa lagi ini ? Jadi Taeyeon, Yuri, Yoona, Krystal, Krysella (?) itu saudara ? Lalu kok taeng marganya beda ? Dan pupuslah sudah harapanku akan TaeNy yang punya anak Seohyun dan YulSic yang mempunya Yoona dan keduanya di jodohkan. Huhuhuu YoonHyun kagak adaa (TwT) jadi kenapa taeyeon pindah dan tinggal sendiri ? Jujur hayati mulai kagak mengerti :v

    Like

  5. Mereka semua saudara kandung beb??
    Tp kok cuma tae sama yoong aja yg bermata biru??
    Si krystal, yuri sama krys atu lagi gmn?? Sepupuan ato sodara angkat??

    Like

  6. Apa apaan ini jelas gw kaget.. dimna ada kwon dan kim.. iaelah orang awam sperti gw ajj cengo apa lagi yg laen.. adek kakak Yg bener ajj masalah gimna caranya buat gw yakin klo mrk kel, ia tuhan dosa apa tae

    Like

  7. stella itu yoona trus margax ko 3 ya..ada kim,kwon sama im..ahh bingung aq thor..
    jdi yuri n si kembar 3 itu sdra jg toh trus dgn taeyeon juga???haduhhh mumet

    Like

  8. Anjirr gue ga ngerti wkwkw tp kayanya mereka smua sodara kan, cma gue msh belum ngerti knp yoona dulunya kim mnjadi kwon. Mungkin belum trungkap yaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s