Something 7

Title : Something 7

Author : Baby

Cast : Taeny

Sub Cast : Yulsic etc

Genre : yuri (g x g), Romance

Chapter 7

Bagiku, bukan tentang dia yang ingin ku ketahui, tapi semua yang ada padamu. Sebut aku gila, karena semua tentang mu terus memutar dalam pikiranku..

Tiffany hanya sesekali melirik pada gadis yang tengah menyetir itu. keheningan sejak mereka memasuki mobil tak kunjung mencair. Ia juga tak berani untuk sekedar mengehntikan aksi gila Taeyeoon yang sduah bebrapa kali menyelip diantara mobil yang lain.tiffany cukup tennagn ntuk tidak berteriak. Yah, karena mungkin ia merasa bersalah?

“ T-Taeyeon..” lirihnya kecil.

Taeyeon masih dengan wajah dinginnya. Ia mengabaikan panggilan itu dan terus mengemudi.

“ T-Taeyeon.. kumohon.. kita bisa celaka” Tiffany bergumam kecil. Sangat lirih. Tidak, ia hanya membenci perasaan ini. Perasaan takut dan tubuhnya bergetar. Ia masih mempertanyakannya. Matanya terpejam dengan erat. Ia menggenggam erat sealtbelt didepan dadanya. Menggigit kecil bibirnya saat ia merasakan mobil tiba-tiba behenti.

“ fany-ah..”

Tiffany masih bergeming. Ia tak kunjung membuka matanya meskipun mendengar dengan jelas suara itu melembut padanya. Dan sesaat kemudian merasakan seseorang memeluk tubuhnya, Taeyeon lebih tepatnya. Gadis itu bergerak dengan cepat memeluk tubuhnya menggenggam tangannya yang mulai mendingin.

“ Sstt.. tenang, aku disini” bisik Taeyeon kemudian melepaskan seatbelt yang digenggam Tiffany. Ia dapat merasak Taeyeon sedikit bergerak mengangkat tubuhnya hingga kini posisinya Tiffany tepat berada dipangkuan Taeyeon. Dan sontak Tiffany membuka matanya menatap tepat pada bola mata kebiruan itu yang memandang dengan khawatir.

“ Mianhae..”

Taeyeon merutuk dalam hatinya. Harusnya ia tahu ini akan terjadi. Bukankah dirinya sudah mencari tahu tentang Tiffany? Bagaimana gadis ini mengalami trauma saat kecilnya dulu. Benar, Tiffany, gadisnya yang dibesarkan dari panti asuhan sejak ia berumur 5 tahun.  Pertanyaannya, kenapa gadis itu disana? Harusnya bisa ditebak, gadis ini penuh dengan kasih sayang. Bukankah akan sangat tak memiliki hati orang tua yang sudah membuangnya? Bukan, kenyataannya Taeyeon mengetahui gadis ini terbangun disebuah gedung tua bernamakan ‘panti asuhan’. Salah jika Tiffany beranggapan bahwa ia terbuang. Salah jika ia menganggap bahwa ia tak diinginkan. Bahwasanya, ia tahu semua tentang Tiffany. Masa lalu gadis ini, gadis dalam pelukannya.

“ Apa kau takut? Maafkan aku Fany-ah..” Taeyeon mengusap lembut pipi gadis dalam pangkuannya itu. Tiffany masih terperangkap dalam kehangatan tatapan yang dilemparkan Taeyeon padanya. Baru beberapa menit yang lalu Taeyeon seolah akan membunuhnya, dan kini.. kenapa ia bisa jatuh dengan luluh karena tatapan bersalah itu?

Tinn Tinn

“ Tae..” Tiffany berusaha menyingkir saat suara klakson terdengar dibelakang mobil mereka. Benar, karena mereka berhenti cukup lama disana, ditengah jalanan. Gila!

Tapi bukannya membiarkan Tiffany kembali kekursinya, Taeyeon malah menarik pinggangnya hingga kembali menubruk tubuhnya sendiri. Tiffany cukup terkejut saat kemudian seringai mesum itu terukir dibibir Taeyeon. Ia mengerjap matanya dengan cepat, menetralkan gugup yang menghampirinya tiba-tiba.

“ Jadi.. bagaimana jika kita selesaikan apa yang terjadi dikantin tadi hum?” Taeyeon menempatkan lengan Tiffany melingkar pada lehernya.

“ A-pa maksudmu?”

Taeyeon menyeringai menatap wajah gugup itu kembali. Terakhir ia melihatnya saat pagi dimana ia berhasil menyiksa tubuh Tiffany semalaman. Setelahnya beberapa hari ini gadis itu terlihat begitu tenang untuk mengahadapinya. Menatap matanya dengan tajam, atau bahkan terus menggerutu saat ia menggodanya. Tapi lihat, taeyeon begitu menyukai reaksi malu dan canggung itu.

“Apa kau begitu ingin mengetahui segalanya sayang~.. bagaimana jika kita membahasnya sambil membuat ‘bayi’ hum?. itu akan menyenangkan mendengarmu mendesah” Bisik Taeyeon dengan sengaja menjilat telinga Tiffany. Gadis ber-eyes smile itu menggerutu dalam hatinya dan berusaha menahan desahannya saat tangan nakal Taeyeon bahkan sudah berpindah pada pahanya yang sudah sedikit terekspos. Hey, bagaimanapun ia mengangkangi gadis pirang itu. Ini sangat tidak menguntungkan baginya.

“ aish.. Kim Ta-eyeonhh..akh j-angann” Tiffany mendesah kaget saat lidah taeyeon berpindah pada leher jenjangnya. Ia berusaha untuk mendorong taeyeon atau sekedar kembali ke tepat duduknya. Apa gadis ini sudah tidak waras? Mereka masih didalam mobil dan ini masih siang. Masih ditengah jalan. Bisa saja orang-orang melihat mereka dari luar. Dan bisa saja, ada yang merekam aksi tidak senonoh ini. Heck.. Tiffany masih belum siap untuk menjadi pembicaraan dan masuk  berita harian.

Dan meskipun ia terus mencaci-maki gadis itu dalam otaknya, beberapa desahan lirih terus mengalir dari bibir tipisnya. Beberapa kali ia mencoba mengontrol suaranya saat tangan jahanam Taeyeon menyusup pada punggungnya dan meraba untuk melepaskan tali branya. Sialan.. gadis itu benar-benar berniat memakannya sekarang.

“ Taehh.. ki-tahh m-asih ummphhh” uacapannya terputus saat bibir taeyeon kembali melumat bibinya. What The Heck..

“ Stop taehhh..” tiffany mendorong keras tubuh gadis itu saat merasakan tangannya mulai turun. Tiffany mengontrol napasnya dan menatap tajam pada Taeyeon. Gadis itu menatapnya dengan tatapan sayu, nafsu. Dan apa-apaan pemikirannya ini. Kenapa Taeyeon begitu hot dimatanya. Hell.. ia tak akan terpengaruh bukan?

“ Aish.. kau dan hormone-mu..” Tiffany menatap kesal gadis pirang yang hanya terus tersenyum itu.

‘’ mianhae..” Taeyeon kembali memeluk tubuhnya. Mereka hanya terdiam untuk beberapa detik.

“ siapapun tak akan mampu menahan dirinya saat didekatmu sayang~ terutama aku” bisik Taeyeon dan mengecup pipinya kilat.

*

Gadis berambut pirang itu menatap pada bangunan megah didepannya.

“ tidak banyak berubah. Hanya ini yang dapat diwariskan kepadaku? Hah.. keluarga apa yang begitu dipandang itu?” ia menggumam kecil dan mengendarai kembali mobil sport putihnya melewati gerbang itu. ia masih didalam sana dan mengamati keadaan yang tidak terlihat sepi. Bahkan disore saat semua sudah harus kembali kerumah, sekolah megah ini masih terlihat sangat ramai.

Ia mengeluarkan smartphonenya dan mengetik beberapa nomor.

“ Yeoboseo”

“…….”

“ Ania, kenapa aku harus kesana?”

“…….”

“ Yah, terserah pada kalian saja, kirimkan aku data kalian. Aku akan urus semuanya disnini” ia menyender pada kursi mobil dan menghela napas kecil.

“…….”

“ Baiklah.. katakana pada’nya’ aku merindukan dia” ia menyeringai kecil saat matanya menangkap pada satu objek yang tengah serius dengan beberapa buku.

“…….”

“ Tidak, semuanya akan aku lakukan sendiri. Serahkan saja padaku” ia membuka pintu mobilnya dan menutup kecil.

“…….”

“ Ne..” Dan ia kembali mengantongi handphonenya. Seringai pada wajahnya kian melebar saat kakinya sudah melangkah kearah gadis itu. gadis dengan rambut hitam panjang yang terlihat damai dengan keseriusannya.

“ Oh, sepertinya kita begitu jodoh nona, apa kau juga bersekolah disini?” ia menyeringai saat kemudian dirinya berada didepan gadis yang tengah duduk disalah satu bangku taman.

Gadis itu mendongak dan matanya membelak kecil

“ Kau?!”

Gadis berambut pirang itu menunduk dengan wajah puasnya. Menatap wajah terkejut yang mampu membuatnya begitu bahagia. Bukan, permainan baru di mulai saat kalimat pertemuan itu dilontarkan.

“ Hey gadis nakal, kita bertemu lagi”

*

Yuri menatap pada gadis berambut tembaga yang tak terusik dalam mimpinya. Ia menggeleng kecil saat Jessica bergerak tak nyaman ketika sinar jingga sore menerpa wajah putihya. Tangannya terangkat untuk menghalau matahari itu, dan lihat gadis itu begitu menggemaskan saat dengan nyaman kembali tertidur. Yuri terkekeh kecil namun kemudian ia tetap pada posisinya. Menatap wajah itu tanpa harus merasakan tajamnya tatapan mata coklat Jessica.

Dengan hati-hati ia memindahkan kacamata baca yang bertengger manis dihidung mancung Jessica. Bagaimaan mungkin gadis itu tertidur dengan posisi ini?  Bahkan untuk melepaskan kacamatanya ia tak sempat. Tak perlu menggeleng heran, bukankah ia sudah mengenal bahwa gadis ini sangat sleepy-head? Ah dan kenapa ia begitu ingin memilikinya? Apa karena perjanjian dimasa lalu?

“ kau tetap menjadi seorang princess huh? Kau harus terus menguasaiku Jessica Jung” gumam yuri pelan.

Flashback

Yuri kecil memanyunkan bibirnya dengan kesal saat Jessica terus memaksanya memakai bando kelinci itu. ini masih di area sekolah dan ia takut ada teman yang melihat penampilannya yang tidak cool seperti biasanya. Hanya saja, ia tak berani membantah saat gadis berambut sebahu itu menatapnya dengan tatapan membunuh. Tidak ada yang lebih mengerikan dibanding dengan Jessica.

“ kau terlihat imut yul” Jessica menatapnya dengan senyuman mengembang. Berbanding terbalik dengan yuri yang harus memaksakan wajahnya terlihat ceria. Ia tak berani memprotes. Biarkan seperti ini.

“ Sica, apa sudah boleh dicopot? Yul malu jika dilihat orang lain” yuri mencoba membujuk, dan lihat. Gadis berambut tembaga itu langsung menatapnya seolah akan menelannya hidup-hidup.

Yuri tersenyum canggung dan mengangkat tangannya membentuk tanda piss. Dan look, Jessica langsung tersenyum lebar dan kembali mendandaninya. Yah apapun untuk gadis itu akan Yuri lakukan.

~

“ Yuri, apa Jessica terlihat seperti princess?” Jessica memamerkan gaun pink selututnya didepan Yuri. Berputar beberapa kali sambil tersenyum lebar.

Hanya saja, Yuri terlihat tidak bersemangat. Dan Jessica menyadari hal yang tidak beres dengan teman bermainnya itu. ia mendekati Yuri yang tengah duduk ditempat biasa mereka bermain.

“  Wae Yul?” Jessica menyentuh bahu gadis yang lebih tinggi.

“ hueeee… Jessica”

Sontak Jessica terkejut saat Yuri langsung memeluk tubuhnya dengan erat. Gadis yang memiliki kulit kecoklatan yang memang berbanding terbalik dengan orang-orang Korea pada umumnya. Dan apa gadis kecil itu menangis?

“ Yul? Kau kenapa?”

Yuri tak kunjung menjawab. Dan Jessica masih tetap menenangkan gadis kecil itu hingga berhenti nangis.

“ oke, sekarang jelaskan pada Sica, wae Yul menangis?”

Yuri menatap wajah gadis kecil itu dengan ragu, dan kemudian menunduk.

“ Mianhae princess.. Yul akan pindah ke Inggris”

Keheningan itu menyerbu mereka sampai Jessica terdengar terisak disampingnya. Yuri menatap pada teman kecilnya itu dan hendak menyentuhnya.

“ Yul berjanji akan selalu bersama Sica. Yul bohong..” isaknya dan memunggungi Yuri.

“ Mianhae.. Tapi, Daddy dan Mommy harus kesana. Yul punya saudara yang harus dijemput” Yuri mencoba menjelaskan.

“ Apa Yul akan kembali?” Jessica menatap pada wajah manis itu. sahabat yang selalu menjadi teman bermain dan selalu menjaganya.

“ Yul pasti kembali..” yuri tersenyum dengan mantap

“ janji?”

“ janji”

Dan disana, saat gadis kecil lainnya memanggilnya dan ia melangkah dengan berat.

End flashback

“ Dan kau baru datang disaat semuanya semakin runyam Yul..” Jessica membuka matanya dan menatap pada Yuri dengan lurus. Matanya berkaca saat melihat sorot hangat itu kembali padanya.

“ Mianhae..”

Jessica tersenyum miris dan menggeleng.

“ Bukan kau, aku yang salah karena terlalu mempercayai hal yang kosong” gumam Jessica mengambil posisi duduk.

TBC

Advertisements

55 thoughts on “Something 7

  1. Yulsic moment yeaayy 😄, taeng nggak bsa bgt nahan hormonnya haha.
    Psti pnasaran thor ini ff lucu bgt, smoga nggak drama bgt hehe nnti baper

    Like

  2. Aisshh tae, jgn di stu. Lnjt di rmh aja. #eh
    trnyta yulsic udh kenl dri kecil toh.
    Author, kalo bisa dramanya jgn berat2 ya.. Kekeke
    drama hdup kenyataan aj udh brat, masa hburan jg bgtu?
    #jdibaper

    Like

  3. Ya ampun, Tae, nggak tau tempat amat, sabar kali wkwk
    Masih meraba-raba cerita ini, kayaknya banyak hal tak terduga yg bakal muncul

    Like

  4. OMG.. yulsic…. suka banget moment nya yulsic ternyata yuri sahabat kecil nya sica
    di tunggu lanjutan nya thor semangatttttt ^^

    Like

  5. Duh bener” kaya puzzle yang susah buat tebak nih thor, tiap chap malah bikin pusing.

    Thor bikin scene taeny nge nc dong 😀

    Like

  6. Dek ,maksudnya apa loh bkin pusing ,seneng bgt bkin aku penasaran.kekeke

    Ayolaah sedikit beri kecerahan 😂😂😂
    Dek ,kamu masih kecil ada adegan itu di dlm mobil 😂😂😂😂

    Ehh lupa baby kan tmbah dewasa yah 😂😂😂

    Like

  7. Haha tae mesum banget orangnya, dan pany pun pasrah saja wkwkwk😁
    Ohh yulsic sebenernya itu temen masa kecil to, sudah mulai paham nih ceritanya.
    Gomawo thor baby dah update😊😉

    Like

  8. Taeng mah jika dkt pany dkt hormonenya naik 5level . Byun tetaplah byun

    Oh iy baby knp penulisannya lari kesana sini . Tolong diperbaiki baby biar enak dibc . Tetaplah berkarya

    Gwm udh update

    Like

  9. Taeyeon benar-benar palyer kah ? Dia berniat membawa seseorang seperti tiffany lagi kerumahnya ? Heol, dia mau menyaingi eyang subur =_= jadi Yulsic teman dari kecil ya ? Jadi agak heran pas di chapter dua atau tiga jessica manggil dia dengan embel-embel -ssi di belakang namanya. Jadi itu sebabnya dia lebih memilih untuk menikahi jessica daripada menyerahkanya ke tangan ikan mokpo jelek :v hm, hayati mulai bisa mengerti thor

    Like

  10. Dan ternyata yulsic punya sejarah jg.. iaelah yul masa ia baru dateng pas bwgd dimna perusahaan sang appa Jessica jung sedang di landa krisis.. bener bener dia maah

    Liked by 1 person

  11. Tiffany punya trauma toh 😮😮,aku kirain si tae berhentiin mobil nya di pinggir jalan ternyata di tengah2 jalan 😒😒.
    Ohh jadi yulsic itu sahabatan dari kecil,cuma si yul nya harus pindah ke UK,ahhh aku sekarang mulai ngerti sma jalan ceritanya.

    Like

  12. Elah tae itu msh dimobil sabar dkit nape wkwkw….
    Itu siapa yg nemuin dan ditemuin? Makin penasaran aja.
    Oh jd yulsic udah kenal dri dlu yeee

    Like

  13. Yul ama sicca udh temenan dri kecil.tpi knp gedenya kagak saling kenal ya..?iihhh…tae mah gtu.kagak tau tempat…ckckck

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s