Something 6

Title : Something 6

Author : –

Cast : Taeny

Sub Cast : Yulsic etc

Genre : yuri (g x g), Romance, NC, 18+

Chapter 6

Tiffany kini menatap pada sekitar kantin sekolah, atau harus ia katakan café sekolah? Ia berakhir disini saat gadis pirang itu langsung menyamparinya. Atau karena ia memang sudah kelaparan, sampai kepalanya terasa pening. Terlalu banyak pikiran. Dan anehnya yang paling banyak mempengaruhinya hanyalah gadis ini. Ia bahkan mengabaikan jika saja ia menjadi buah bibir dihari pertama ia datang. Khah.. berurusan dengan Taeyeon lebih mengurastenaganya disbanding harus bekerja 3 pekerjaan paruh waktu sekaligus.

“ Kenapa memandang seperti itu?” Taeyeon tersenyum padanya. Menyadari mungkin, ia sudah memandang Taeyeon sangat lama.

“ Sebenarnya siapa dia Kim? Kau tak berniat mengatakan apapun padaku?” belum sempat Tiffany membalas perkataan Taeyeon, seseorang dengan rambut coklat mendekati mereka. Tiffany mendongak melihat gadis itu memandang padanya dengan serius. Salahkan betapa ia sangat sensitive, karena jelas mata itu terlihat.. tidak suka? Tunggu.. kenapa? Apa Tiffany melakukan kesalahan?

“ Oh.. kenalkan, Tiffany kekasihku” Taeyeon tersenyum bangga dengan menekankan kata ‘kekasihku’. Dan entah kenapa wajah Tiffany memerah. Bukankan ia harusnya merasa bahwa ia tak harus seperti ini? Dan detak apa ini? Mungkinkah karena canggung?

“ Kekasihmu? Sejak kapan?” gadis itu kini menatap tajam pada Taeyeon. Seolah akan menuntut jawaban yang jelas.

“ hum.. mulai tadi malam?” Taeyeon kini menoleh pada Tiffany. Melemparkan senyuman sensual pada gadis bermata indah itu.

Gadis didepan mereka kini mulai kembali menatap tajam kedekatan itu. Tak suka?

“ Aku serius Kim Taeyeon” gadis itu menggebrak meja. Mengundang banyak pasang mata menatap pada mereka. Tiffany mengerjap matanya dengan bingung. Siapa gadis ini? Apa dia kekasih Taeyeon?

“ Apa aku terlihat bercanda Lee Hyori? Gadisku didepanmu dan kau jelas melihatnya” Taeyeon berujar dingin. Cukup mengejutkan bagi gadis itu yang kini berdiri dengan wajah shocknya. Kim Taeyeon yang diketahuinya sangat lembut.. kenapa ia begitu dingin? Tidak, harusnya ia menyadari sikap gadis pirang itu berubah sejak beberapa bulan yang lalu. Apa ada yang telah terjadi?

“ Taeyeon..”

“ Baby, kajja..” Taeyeon mengulurkan tangannya dan disambut ragu oleh Tiffany. Ia merasa sedikit bingung dengan apa yang terjadi depannya. Hanya saja, ia tak cukup berani untuk bertanya.

Cukup sampai disana, saat Hyori kemudian menarik tangan Taeyeon dan memeluknya. Sangat erat. Apa ia tak rela jika ada orang lain untuk gadis pirang ini?. Ia memandang kesal pada tangan Taeyeon yang sudah menggenggam tangan gadis didepannya.

“ Hentikan Eonnie.. “ lirih Hyori. Ia bahkan dengan sengaja menatap pada wajah Tiffany. Tapi, apa ia tak cukup untuk membuat gadis itu terhenyak? Kenapa Tiffany terlihat sangat tenang dan bahkan terkesan.. polos? Aish.. apa benar gadis itu kekasih Taeyeon?

Tayeon cukup tenang melepas tangan gadis itu dari pinggangnya. Wajahnya tanpa emosi yang berarti. Ia bahkan tak perlu repot memandang wajah terkejut Hyori.

“ Kau yang harus berhenti Hyori. Kekasihku tepat didepanmu. Apa kau ingin semua mengatakan bahwa kau gadis ketiga?” Taeyeon dengan tenang menarik Tiffany. Kembali melingkarkan tangannya pada pinggang ramping gadis yang kini terus menatap bingung pada keduanya.

“ mianhae sayang~” dengan sengaja Taeyeon mengecup pipi kiri Tiffany. Hyori semakin membulatkan matanya dengan terkejut. Bagaimanapun ia mengenal Taeyeon lebih lama. Gadis bermata biru itu bukan tipe yang suka akan mengumbar sesuatu hal. Ia terlalu pasif dan bahkan terkesan dingin, lalu apa yang ia dapatkan hari ini? Seorang Kim Taeyeon berubah dalam waktu sesingkat ini?

Tiffany menoleh cepat pada gadis itu setelah mereka cukup jauh berjalan meninggalkan café. Tiffany akan memarahinya saat ia menangkap wajah lain dari Taeyeon. Tidak, ia tak ingin sok tahu akan semua kehidupan yang dijalani Taeyeon. Hanya saja.. apa wajah taeyeon terlihat terluka sekarang? Untuk alasan apa? Apa gadis itu sangat berharga untuknya?

Dan kenapa ia begitu peduli? Kenapa ia.. sakit melihat ekspresi itu?  tatapan dingin yang seolah berusaha menutupi segalanya.

*

Sosok wanita tua itu hanya bisa memijat keningnya dengan frustasi. Menatap tiga gadis lainnya yang duduk dengan wajah tenang mereka. Berbandig terbalik dengan dirinya yang bahkan tak tahu akan mengatakan apa. Hanya beberapa kalimat yang terlontar dari ketiganya, namun membuat dirinya bahkan tak tahu harus merespon dengan apa.

“ Oh ya, Krys dengar dia sudah punya kekasih” krystal yang berada diantara kedua gadis muda lainnya mencoba mengalihkan pembicaraan. Mereka sudah terjebak dalam keheningan sudah cukup lama. Tak ada tanda kedua gadis lainnya berinisiatif seperti dirinya. Jelas, karena keduanya masih dengan wajah dingin mereka.

“ Kau benar. Dia baru mengatakan pada grandma” wanita paruh baya itu mencoba menetralkan wajahnya. Menghadapi ketiganya sepertinya harus membutuhkan kesabaran dan segudang pernyataan yang bagus. Tak heran jika keluarga ini begitu di puja akan kecerdasan selain dari kekayaan mereka.

“ Jadi penasaran. Dia bukan orang yang suka mengikat diri dengan orang lain, apa gadis itu sangat special?” gadis dengan rambut pirang berujar dingin.

Grandma menatap adanya dan tersenyum.

“ kalian mengenal keluargaya. Hanya saja ia memang ttak pernah berada dilingkungan seperti kita. Apa kau akan memastikannya Stella?”

Stella,gadis itu mengalihkan pandangannya kearah lain. Enggan mejawab pertanyaan itu meskipun rasa penasaran terus menguras pikirannya.

“ Itu aka menjadi satu yang akan kami lakukan disana. Bukan begitu Stel?” Krysela yang berada diujung sofa memainkan tangannya mengusap rambut Krystal. Stella sempat melirik kedua kembarannya itu dan menghela napasnya pelan.

“ Yah.. aku harus memastikan sendiri”

Grandma tersenyum kecil. Menatap Stella yang akan beranjak meninggalkan ruangan ia segera membuka suara. Menyentakkan kedua gadis lainnya.

“ Kalau begitu harus ada yang terbagi. Apa kau akan kesana dan dua ini akan di satu kubu berbeda?”

Stella tak perlu berbalik dan tetap memunggungi mereka. Namun, kedua saudari kembarnya jelas melihat gadis pirang itu menggertakkan giginya kesal.

“ Jangan menjadikan kami juga sebagai uji coba keluarga ini. Cukup kalian menghancurkan terlalu banyak impian dan kebahagiaan” Stella berujar dingin. Menggeram kesal menahan emosinya.

Gradma kini memandang mereka dengan senyum tipis. Lebih tepatnya seringai kecil yang sering ia tunjukkan untuk kemenangan.

“ Keluarga kita terlalu banyak sorotan stella. Kau hars mengerti bahwa kita berbeda denga orang diluar sana. Apa kau akan membiarkan salah satu diantara kalian terpecah?” ia berujar dengan tenang dan membuat kedua gadis disofa menatapnya dengan pandangan dingin.

“ kami bahkan sudah terpecah semenjak hari itu”

“ kalian benar. Jadi, bagaimana jika kalian tetap seperti ini. Orang tua kalian sudah menyerahkan semuanya pada keluarga besar, mereka akan menjadi pewaris selajutnya. Bukankah kalian harus mendukung dengan baik?”

Stella berbalik dan menatap dengan tajam. Mata itu melirik pada kedua gadis yang kini membeku di sana.

“ Sayangnya kami bukanlah bahan figuran. Bagaimana jika kami memutuskan untuk mengambil jalan sendiri dan berakhir tak ada satupun dari cerita masa depan anda yang terwujud?”

“ Mustahil bagimu. Kau sudah bertakdir seperti ini, kenapa kau mengingkari hal yang sudah pasti?”

“ Sayang sekali, saya adalah orang yang suka dengan hal yang mustahil itu” stella menatap dengan seringai menantang. Seolah tak ada yang perlu dikuatirkan dirinya. Benar, ia tak perlu takut dengan segala hal. Bukan mereka.. dan ia sudah meyadari hal itu sejak lama.

Ia berbalik dengan tegas. Menggertakkan giginya dengan kesal.

“ Bukan kau atau keluarga ini yang menentukan hidupku atau mereka. Kami punya jalan sendiri. Teruslah begitu sampai kau tahu bagaimana rasanya terkurung akan adat dan peraturan. Persetan dengan semuanya.. kau bahkan gagal meskipun kau ingin memperbaikinya. Terlambat..”

Ia menaiki tangga yang akan membawanya ke lantai dua rumah besar itu. Mengubur dirinya dibalik kesepian atau bahkan terdiam untuk waktu yang lama. Ia butuh sendiri, dan ia tahu itu. Jika tidak sekarang, sampai kapan ia akan seperti ini? Sudah, ini bukan tentang kekuasaan atau segala nama baik yang begitu digilai itu. Ia membenci segalanya. Bahkan saat ia menyadari bahwa semuanya begitu salah.

*

Sudah empat hari semenjak Tiffany menginjakkan kaki disekolah megah itu. Ia kini tengah melakukan rutinitas paginya seperti biasa. Belajar. Ia merasa harus bersyukur? Setidaknya bertemu dengan Taeyeon membuatnya bisa untuk mengecap rasanya duduk di sekolah seperti ini. Atau belajar dengan segala hal yang berbau teknologi. Bayangkan, kau tak dapat menemukan buku biasa disini. Semuanya sudah terprogram lengkap didalam computer yang ada di tiap meja siswa. Wow..

Bersyukur, setidaknya ia tak harus mempermalukan dirinya sendiri saat menatap kecanggihan itu. Sebelumnya ia pernah bekerja di salah satu tempat Warnet. Mempelajari dasar membuka computer atau cara melakukan beberapa program. Setidaknya ilmu minim itu berguna disini. Ia tak perlu megolah banyak seperti murid yang lainnya. Ia hanya perlu membaca salah satu buku digital dan mengerjakan soal. Ia tak harus bersaing dengan siswa-siwi pandai lainnya. Ia hanya akan terus belajar dengan caranya. Benar..

Dan disinilah ia, duduk melingkar disalah satu kantin sekolah. Oh, apakah ia sudah pernah mengatakan tentang sekolah ini. Sekolah Swasta yang menggabungkan antara Senior High dan Universitas. Sekolah yang hanya menyediakan atau menampung tak lebih dari 600 siswa tiap tahunnya. Kabar baiknya adalah sekolah ini sudah bersertifikat terbaik di Korea. Menjadikannya sebagai sekolah berpandang bermutu. Tentu saja, sekolah ini bukan sembarangan. Syarat utamanya adalah harus memiliki kemampuan untuk membayar segalanya.

Biaya perlengkapan baju dan paket makan terbayar terpisah dengan peralatan lainnya. Penggunaan computer dan lab.Sekolah. Atau ekskul yang wajb diikuti setiap siswanya. Semuanya serba dengan bayaran. Oh, apa ia juga harus menambahkan adanya Mall, Café, dan fasilitas mewah lainnya. Dan ingat kenapa Tiffany hampir pingsan di hari pertama ia masuk sekolah? Jelas, karena bukan hanya gedung mewah yang menjulang bagaikan kuku pencakar langit, bukan lapangan luas atau parkiran yang tak berekspetasi. Tapi karena memang sekolah ini begitu diluar perkiraannya. Memang dimana lagi kau akan temukan hotel berbintang lima yang digunakan sebagai UKS, atau stadium berukuran sedang sebagai tempat olahraga.

Semuanya begitu terlihat keren, Kecuali satu. Satu hal yang membuatnya beranya akan keadilannya. Sekolah yang begitu dipuja akan kemewahannya ini, mengapa harus memperkenalkan tahta dan kekuasaan seperti di drama-drama. Meskipun perbedaan itu tak terlalu mencolok seperti yang tertayang, hanya saja Tiffany sempat meggeleng saat dari tujuh café sekolah, Tiga diantaranya merupakan terkhusus bagi kelas ‘A’. kelas yang dijuluki sebagai penguasa dan teragung. Oke, dan anehnya ia juga termasuk didalamnya. Kau tahu alasannya.

orang kaya selalu tak mudah ditebak..

Entah sudah berapa kali Tiffany terjebak dalam pemikirannya sendiri. Bahkan mengabaikan kenyataan bahwa ia tengah diperhatikan. Tidak, Taeyeon tidak sedang bersama dengannya sekarang. Karena memang gadis itu berada di satu tingkat diatasnya. Hanya saja, memang ia menarik banyak sekali perhatian semenjak dirinya yang datang bersama Taeyeon. Atau karena kejadian di café beberapa hari yang lalu? Tiffany cukup bernafas lega karena sepertinya ketakutan dirinya akan dibully tak menjadi kenyataan.  Ah abaikan yang ini..

“ Aku terkejut kau memakai itu” Tiffany tersentak saat suara lembut Nichole mambuatnya terbangun dari lamunan berkepanjangan.

Tiffany ikut melihat saat jari telunjuk itu menunjuk pada almamater berwarna putih yang dipakainya. Bukan, kalian tahu siapa pemiliknya bukan? Gadis pirang bernama Kim Taeyeon.

“ Dia sangat protective padamu” Jessica yang berada disamping kananya berujar malas. Gadis itu terus menggerutu karena ia harus terganggu dengan dering telpon yang bahkan sudah didiamkannya itu. tertera nama ‘kwon pabo’ disana. Dan Tiffany masih bingung kenapa gadis itu terlihat sangat kesal. Mungkin ia akan bertanya setelah ini.

“ Tentu saja, bukankah Tiffany adalah kekasihnya? Aku harap tak ada yang berani menyentuh Taeyeon lagi. Kau harus memperahankan kekasihmu Tiff” sunny sedikit mengeraskan suaranya. Tiffany menatap bingung kenapa gadis mungil itu melakukan hal itu. ia berbalik dan menemmukan Hyori tengah berjalan dengan teman-temannya.

Dan keduanya berpandang. Mata Hyori seolah ingin menelannya dengan kekesalan. Yang menjadi pertanyaan baginya, kenapa? Apa ini adala hubungannya dengan Taeyeon?

“ jangan membuang waktumu untuk memandang gadis itu Tiff. Seriously, dia sangat tidak penting” Jessica mencomot salah satu pudding coklat yang terhidang diatas meja. Tiffany kembali menatap teman-teman barunya itu dengan pertanyaan yang tertumpuk dikepalanya.

“ Jadi, apa aku boleh bertanya tentang dia atau hubungannya dengan Taeyeon?” Tiffany menatap mereka dengan wajah ingin tahu. Ia akan merasa sangat penasaran bagaimana dengan hidup gadis pirang yang telah menidurinya itu. kenapa? Ia tak tahu. Hanya saja, bayang akan sorotan mata Taeyeon beberapa hari yang lalu mengganggunya. Itu tak  biasa dan ia .. entahlah, apa ia merasa sesuatu yang ganjil dengan tatapan itu.

“ baikalh.. aku katakana ini sebagai masa lalu. Maksudku, Taeyeon sempat menyukainya. Tidak lebih tepatnya Taeyeon mencintai Hyori. Sudah untuk waktu yang lama” Sunny menatap serius pada Tiffany. Meneliti ekspresi gadis ber-eyes smile itu dengan hati-hati. Meyakini bahwa Tiffany terlihat ingin dilanjutkan ia sedikit membuka suaranya.

“ Hanya saja, Cintanya tak terbalaskan. Atau aku harus mengatakan bahwa ia bertepuk sebelah tangan” Sunny melanjutkan. Memandang pada Hyori yang berada diujung pojok café dan bersenda gurau dengan temannya.

“ Taeyeon bukan seseorang yang mudah untuk mengatakan banyak hal. Kami mengenal sejak kecil, dan dia tidak sekuat yang kau lihat Tiff. Kau harus menatapnya dengan baik” Jessica berujar lirih dan memandang tiffany dengan serius. Oke, sekarang ia baru mengetahui kalau Taeyeon dan Jessica bahkan berteman sejak mereka kecil.

“ Taeyeon terlalu tertutup dengan segala hal. Aku hanya menghawatirkannya. Kumohon untuk menjaganya Tiff.. aku tahu ia sangat membutuhkan sandaran. Dan kau adalah orang yang terbaik untuknya, ia memilihmu” Jessica melanjutkan.

Tiffany mengerjap matanya dan menajamkan pendengarannya. Mengenal sosok Taeyeon yang penuh dengan kejutan. Dan yang ditemukannya hari ini..

“ berhenti mengatakan hal tidak masuk akal Jessica jung, Lee Sunny, Nichole Jung” keempatnya menoleh pada suara dingin itu. menatap terkejut pada sosok yang kini memandang mereka dengan tajam.

” Aku tak suka ada yang membicarakanku”

Kim Taeyeon. Mata birunya yang berpenjar dengan kilat..

TBC

Advertisements

47 thoughts on “Something 6

  1. Kuq ada stella ,krystal .. yg mrk omongin tuh siapa dek ?taeyeon kah ?

    Aku gregetan deh ,krna nunggu fany buka suara kekke,,akhirnya buka suara pas ama njess jg sunny ,huh ..setidak nya dia ngmng kek yah ini apa tae ini knp tae,di ffmu dia diem baru di chap skrng ada obrolan wlpun dkit 😂😂😂😂

    Semangat buat tugas kuliah nya dek,jangan tdr kekeke

    Like

  2. Hmm kalau cinta tae bertepuk sebelah tangan, kenapa hyori ngak mau ngelepas tae?
    Huh bingung gue author baby.. 🤔
    Butuh kejelasan di next chap wkwkwk..😁✌

    Like

  3. Engh aku semakin tidak mengerti. Sekarang aku tau sunny bukanlah wanita yang dimaksud melainkan hyori yang gue gak tau siapa. Lalu siapa krystal dan stella ? Krystal adik jessica ? Kalau begitu stella juga dong. And seriously, apakah YoonHyun benar-benar tidak ada ? Huhuhuu aku sangat menunggu mereka. Gak salah jan pas gue bilang taeng itu physko ? Dia menjadi es batu sama seperti Ice princess

    Like

  4. Cieeeee cieeee Yg kepo, ehm?! lagi klo mau nyari tau jgn blak blakan gitu sih kan ke gep noh.. nah lohhh pany ati ati ia Hashanah
    itu tuh siapa Ia thor 3 anak kembar ada sakut pautnya gitu dgn kehidupan taeny jika Ia masalah besar donk..

    Like

  5. Ketinggalan jauh, baru baca lagi wkwkwk…
    Krystal kembar 3??? Apa krystal adik’y njess?? Trus apa krystal ada hubungan’y sma Taeny??
    Gw suka klo Tae’y protective ama Fany

    Like

  6. banyak hal yang ga dimengerti tentang grandma dan tiga kembaran itu, mereka ada hubungannya sama tae ya? cuma bingung aja percakapan antara ke empat orang itu
    soal hyorin, dikira dia juga cinta sama tae tapi ternyata engga ya

    Like

  7. Oohhh…jdi gadis di flasback itu hyori toh..
    Si hyori yg udh buat tae patah hati…
    Jdi knp sekarang hyori ngemis” gtu ama tae…
    Mungkin itu kali ya alasan tae pengen punya anak dri fany.sebagai ajang balas dendam ama hyori…
    Mulai nyambung nih gue…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s