Something 5

Aku benci saat kau berkuasa atas diriku..

Tapi dilain waktu, Aku menyukai tangan lembutmu merangkul hatiku

Title : Something 5

Author : –

Cast : Taeny

Sub Cast : Yulsic, etc

Genre : yuri (girl x girl), romance, nc, 18+

Flashback

‘Unnie.. kau akan datang kan?’ suara seberang sana membuat Taeyeon yang tengah menyetir tersenyum. Ia sangat menyukai saat gadis itu merengek padanya. Tidak, ia suka semua apapun yang dilakukan gadis itu.

“ kau bisa memulai semuanya sendiri. Kau tahu aku tak berpengaruh lebih padamu” Taeyeon hanya menggodanya. Tentu saja kertas kecil ditangan itu sudah menjawab segalanya. Apa yang tidak akan dilakukannya? Semuanya.. bahkan jikapun ia harus merelakan hidupnya.

‘ Unnie.. kau sangat penting untukku. Kau selalu sibuk dengan kertas-kertas itu.  apa aku bahkan kalah dengan kertas sekarang?’ terdengar rengekan keras yang lebih menuju pada protesan dari seberang. Taeyeon berusaha menahan kekehannya. Ia menyandar pada kursi mobil saat lampu merah itu masih menunjuk waktu yang lama. Ia benci saat macet sekarang. Taeyeon type yang suka tepat akan waktu. Ia senang mengejar semua hal dan terlebih, ia tak suka membatalkan janji.

“ apa itu? kau sedang mencoba merayuku nona?”

‘Unnie.. Pokokya kau harus sudah disini. Aku tak akan memaafkanmu kalau kau tidak terlihat dikursi penonton. Huh..’ dan langsung.. handphonenya berkedip lalu panggilan tertutup. Taeyeon sudah tidak tahan dan langsung tertawa. Ia bahkan tidak perduli jika saja orang diluar sana melihat bagaimana ia sangat gila sekarang.

“ Kau benar-benar lucu.. Aigoo..” Taeyeon mengusap air mata yang memupuk disudut matanya. Ia menyukai sisi kekanakan gadis itu. ia menyukainya..

Sesaat kemudia mobilnya kembali membelah jalanan Seoul yang lenggang. Matanya tetap focus untuk beberapa kali menyalip mobil yang lain. Waktu masih banyka, jika ia ingin  bisa saja ia memilih bersantai lebih dulu. Ia hanya ingin selalu membuat gadis itu hanya menatap padanya. Tuhan.. apa ia benar jatuh dalam pesona yang di ciptakan dengan sempurna? ia menyukainya dengan sangat.

“aku akan mengungkapkannya”

Dan disinilah ia berdiri sekarang. Menatap stadium besar yang sudah terlihat banyak kerumunan yang berdiri mengantri.  Taeyeon hanya menebak bagaimana mereka sangat menyukai untuk melihat hal sepertiini?  Atau dirinya terlalu aneh untuk mengagumi kumpulan bocah yang berwajah tampan, berlenggok dan meloncat diatas panggung. Entahlah..

Taeyeon mengabaikan rasa anehnya dengan berjalan menyusuri stadium itu. ia bahkan mengabaikan saja beberapa atu banyak orang yang menatap padanya. Inilah kenapa ia sangat jarang untuk tampil didepan orang banyak.

“Pesona ku memang memikat” gumamnya dan kemudian merutuk kecil dalam hati. Kenapa ia begitu percaya diri? Apa hanya untuk menetralkan hatinya yang aneh sekarang? Hufttzz…

Taeyeon terkekeh kecil dan tetap melangkah. Menyapu pandangannya pada seluruh orang disana. Meskipun ia tahu bahwa sangat mustahil mencari orang itu disini, ditempat seramai ini. Tapi apa kau percaya bahwa cinta dapat membuat kau bahkan bisa mengenali orang itu dengan hatimu? Ah.. Taeyeon kkembali terkekeh. Ia terlalu memikirkan banyak hal dan terus menetralkan rasa degupnya.

“ wow.. kenapa aku?” gumam Taeyeon. Apa hanya karena panas ini? Ia tak suka panas.. Mungkin iya. Aish, alasan yang tidak masuk akal.

Taeyeon berhenti saat matanya menangkap gadis itu. gadis berambut hitam lurus yang tengah berada dibawah pohon OAK tua yang rimbun. Ia terlihat lebih indah bahkan jikapun taeyeon memandangnya dari jarak sejauh ini. Apa yang terjadi? Kenapa gadis itu sangat mempengaruhinya?

Namun..

Belum sempat ia melangkah matanya menangkap satu lainnya yang sudah berdiri disamping gadis itu. Taeyeon mengeryit menatap kedekatan iu, tak biasa, tak terlihat baik-baik saja. Hatinya.. kenapa ia begitu merasa sakit? Bahkan saat tangan lainnya yang sudah mengusap kening gadis itu. dan kenapa senyum itu terlihat berbeda. Bukan, ini bukan seperti gadis yang telah ia kenal selama ini. Bukan..

Bahkan mengenalnya taeyeon tak pernah. Senyuman itu…

“ ke..behagiaan..” gumam Taeyeon.

Ia tersenyum miris. Benar.. bahkan ia sudah kalah untuk pertama kalinya. Saat semua itu terlintas dan menghantuinya. Saat semua bayang itu selalu membekas.

Dan disinilah ia sekarang. Terbaring dengan pandangan gelap disekitarnya. Ia dapat mendengar semua suara yang berteriak. Ah, ia sudah tak perduli.

Aku ingin pergi…

End flashback

Tiffany menatap kagum gerbang besar yang bertulis huruf keemasan itu.

………..High School Un. IMternational Seoul…….

Dan tidak berhenti samapi gerbang itu saja, ia dibuat menganga dengan pemandangan selanjutnya. Saat mobil mewah itu melewati parkiran luar menuju gerbang putih selanjutnya. Ukuran gerbang putih ini juga tak sebesar gerabng utama didepan sana. Gerbang dengan ukuran normal. Lagipula Kenapa harus dua gerbang? Dan ia bahkan masih bertanya saat mobil itu tak kunjung berhenti saat melewati alat pendeteksi yang berdiri kokoh disamping pos penjaga.

Wait.. Kenapa Taeyeon tak memarkir mobilnya? Apa ia berniat lanjut sampai depan kelas.

“ Taeyeon.. kenapa kita tidak turun?” Tiffany menoleh pada Taeyeon yang masih sibuk dengan setir mobil. Taeyeon menoleh padanya dan tersenyum.

Apaan senyum itu, Tiffany tak menyukainya.

“ Apa kau berniat jalan kaki?”

“ Tidak masalah.. lihat mereka” tiffany menunjuk pada sekumpulan siswa lainnya yang tengah berjalan. Taeyeon menoleh saat jari tunjuk itu terarah pada mereka.

“ Oh.. mungkin merea tak punya surat izin sekolah”

Surat izin? apa memarkir harus ada surat izinnya? Tidak cukup dengan surat kendaraan kah?

“ Disini sangat berbeda dengan yang lain sayang.. Kau akan tahu nanti” Taeyeon tersenyum kembali.

Wow..

Apa Tiffany boleh pingsan sekarang? Maksud gadis pirang ini tidak sama dengan standar sekolah manusia kah? Dan lihat.. bangunan bertingkat dengan luas hampir menyerupai satu desa. Bahkan bangunannya yang memang banyak seperti kumpulan rumah mewah yang dibangun berdampingan. Kenapa semua terasa serba berlebihan untuk dirinya? Sekedar melihat kerajaan pagi tadi, atau mobil mahal yang tak dikiranya, sekarang.. sekolah yang bahkan-

“ Mengerikan..”

“Ne?” Taeyeon menoleh pada Tiffany. Menatap gadis yang masih duduk terpaku dengan wajah terkejut dan lebih terlihat seperti shock. Taeyeon bahkan tidak akan kaget kalau Tiffany tiba-tiba pingsan sekarang.

“ hey Fany-ah.. kau tak apa-apa?”

Tiffany menoleh pada Taeyeon dan tersenyum kikuk. Hey.. harusnya ia sudah menduga ada yang tidak beres dengan gadis bermata biru itu sejak pertama ia sampai dirumahnya. Gadis ini bukan ekspetasi yang harus dikira dengan logika. Ia harus menyiapakan segala sesuatu yang dinamakan ‘garis khayalan’ jika disamping Taeyeon.

“ Apa..kau-“ Tiffany menelan ludahnya gugup tenggorokannya terasa kering bahkan untuk mengeluarkan sepatah katapun. Banyak kalimat yang ingin diucapkannya. Banyak.. tapi tak satupun yang mampu mencair dalam lidahnya. Kenapa disaat sekarang otaknya tak mampu bekerja dengan baik?

“ Jangan lupa untuk bernapas sayang~” Taeyeon tersenyum geli menatap wajah shock itu. ia sangat menyukai semua ekspresi yang Tiffany tujukan pada dirinya. Apapun tentang gadis ini, kenapa ia bahkan mampu membuatnya berdetak sama seperti-

Tidak.. Tiffany berbeda dengannya…

 

“ Ikko.. Minumlah” Taeyeon membuka penutup botol air mineral dan menyodorkan kedepan Tiffany.

“ aku memang butuh ini” Tiffany menyambar cepat. Meneguk setengah dari isinya. Air dingin itu meluncur dengan mulus.

“ ya Tuhan.. kau bahkan sangat pucat. Apa kau baik-baik saja sayang~”

Tiffany mengabaikan suara yang sarat akan godaan itu. jinjja.. apa ia tidak bisa terlihat cool didepan gadis ini?  Kenapa sulit sekali untuk menentukan sikap baik jika disampingnya. Kenapa ia harus merasa bodoh untuk mengatakan bahwa semuanya- semuanya memang terlalu mengerikan. Tiffany bahkan bingung, apakah memang ada dunia seperti ini?

ada dan itu hanya jika disampingnya..

 

“ kajja.. kita sudah sampai” Tiffany terlalu banyak berpikir dan melupakan bahkan tidak menyadarinya, gadis bermata biru itu sudah berdiri dan membukakan pintu untuknya. Sejenak ia menimbang apa harus menerima uluran tangan itu atau tidak. Terlebih dengan rasa aneh atau keringat yang sduah mengucur dari tubuhnya.

Hey, ia tidak merasa gugup. Tidak. Muungkin karena panas.. yah alasan cukup menggelikan karena matahari bahkan masih bersembunyi dibalik awan gelap sana. Tentu saja, angin juga mendukung untuk musim ini. Tapi anehnya, ia, Tiffany malah merasa panas.

Dan lebih berbahaya, karena meskipun otaknya berpikir lama dan terus menggerutu untuk tidak terpesona. Tangannya sudah terkait dengan jemari lembut Taeyeon. Sepasang saling berpegangan dan erat. Tiffany bahkan tak sadar jika langkah pasti dan tegap itu membawanya terseret lebih jauh. Sampai pada teriakan yang berlebihan..

Sekumpulan.. Orang? Atau fans? Gadis mesum ini bahkan memiliki fans? Aigoo..

‘taeyeon..’ ‘marry me please’ ‘saranghae taeyeon’ ‘omaigad!!’ and blabla..

Hell.. kalau mereka tahu mesumnya gadis ini pasti akan berubah pikiran..

 

‘Siapa itu’ ‘Wow.. Taeyeon bersama gadis,lagi?’ ‘Cantik sekali..’ ‘Wow…’ ‘aigooo aku iri padanya’ ‘gadis lain, lagi?’

Lagi? Apa dia ini player? Gak heran…

“ Jangan dengarkan mereka..” Taeyeon berujar dingin. Ia menoleh pada Tiffany dan menariknya lebih mendekat. Tidak sampai disitu, tangannya melilit pada pinggang Tiffany yang kini membelak matanya dengan terkejut. Apa-apaan..

“ tanganmu.. aishh..”

“ kau harus terbiasa dengan sentuhanku sayang~” Taeyeon memberikannya smirk. Tiffany memutar bola matanya dengan malas dan memilih diam.

“ Hey Taeng..” keduanya menoleh pada suara itu. gadis dengan rambut hitam yang kini menatap bingung pada gadis dalam pelukan taeyeon.

“ hey Sunny”

Lee Sunny, gadis pendek itu mendekat dan memandang Tiffany agak bertanya. Siapa gadis itu dan untuk apa Taeyeon terlihat sangat lengket padanya. Apakah-

“ jangan menatap kekasihku seperti itu” ujar Taeyeon dingin. Ia memandang tajam Sunny dengan mata birunya. Sunny mengeryit dan menghela napasnya.

“ Goo.. Berlebihan, hanya berpikir siapa dia Taeng, bukan berarti aku menyukainya” Sunny memandang Taeyeon dengan pandangan kesal. Seolah menjugje orang seperti itu. benar-benar..

“ Aish.. Singkirkan tangan jahanammu itu” Tiffany berbisik kesal pada gadis yang kini tangan itu mulai turun pada bokongnya. Apa-apaan gadis ini, lihat kondisi. Disini masih diluar dan banyak orang. ji-

“Aish..” Tiffany tiba-tiba mendesah kesal. Seolah pemikiran barusan ia akan membiarkan Taeyeon menyentuhnya jika mereka hanya berdua.jinjja.. ia hanya merasa tidak enak diperlakukan seperti itu. bukan berarti ia akan pasrah pada gadis itu. tidak sama sekali..

“ Aigoo.. Arraseo, kau galak sekali baby~” Taeyeon terkekeh kecil dan mengusap rambut Tiffany dengan gemas. Membuat gadis berambut coklat gelap itu memandangnya dengan kesal. Kenapa ia suka sekali membuat rambutnya beratakan.

“ Aih, berhenti merusak tatanan rambutku Kim” Tiffany menggeser posisinya selangkah dari gadis yang kini menyeringai menatap padanya. Entah kenapa ia benci melihat seringai sensual yang selalu ditunjukkan taeyeon padanya.

“ kau lebih seksi jika rambutmu berantakan sayang” Taeyeon menyeringai. Ia bahkan tidak memperdulikan jika wajah Tiffany memerah atau mereka berada dengan ratusan pasang mata yang melihat plus dengan telinga tajam yang mendengarkan. Benar-benar..

Terlebih, Sunny kini memandang keduanya dengan mengerutkan dahinya. Apakah dirinya terlalu kecil untuk disadari? Mereka seolah memiliki dunia mereka sendiri. Hey.. ia bahkan ingin ikut dengan obrolan jika boleh.

“ Oke Taeng, jadi bisa kau jelaskan sesuatu padaku? Dimana kau mendapat malikat cantik ini.  Dan berhenti berbuat mesum dan membuat kau terlihat sangat nakal” Sunny akhirnya membuka suara. Mengalihkan pendangan kedua gadis didepannya. Oh God, apakah gadis berambut pirang iu tak bisa membedakan kondisi? Kenapa harus terlihat begitu didepan banyak orang? Lihat, ia bahkan bisa menarik banyak perhatian dari banyak nyawa.

“ Menjelaskan apa? Kau bisa lihat gadisku tak suka panas. Ayo masuk” Taeyeon menaik tangan tiffany lembut dan membawanya menyusuri koridor sekolah. Mengabaikan seluruh mata yang menatap padanya dengan Tanya. Termasuk ‘dia’..

TBC

Advertisements

48 thoughts on “Something 5

  1. Dia? Siapanya tae tuh org? Apakah ‘dia’ itu gadis yg ada di flashback?
    Izin baca ini dr part pertama, tapi gk sekarang, lain kali kalau ada waktu,.

    Like

  2. Kayanya Tae memperlakukan Fany bner2 spesial yee, apa karna cuma ada perjanjian doang?
    Satu pertanyaan lagi ‘Siapa Dia’?? Ada hubungan’y sama Tae apa Fany??
    Bner2 banyak pertanyaan bnget di otak gue thor wkwkwkwk, masih bingung…

    Like

  3. bole beri bisikan ke panny gk?..
    panny, apa yg kau lakukan nie bener? kau diberi fasilitas dan yeaaa
    apa kau tidak curiga si yg bernama Kim Taeyeon anak orang baik2 ato jangan dia anak dari Yakuza, ato Mafia, ato anak dari Teroris… dilihat aja dari mobil dan rumah…
    sebaiknya kau segera menjao sblm terlambat

    Like

  4. Jangan bilang gadis itu adalah Sunny ? Wowowoo jadi tidak ada syoo di cerita ini ? Aish sayang sekali 😦 dan apa maksudnya ‘gadis lain lagi’ ? Jadi dia itu player ? Tiba-tiba saja hayati patah hati huhuhuu ;(

    Liked by 1 person

  5. Ikhlas gw maah di pegang tae😃😂 asalkan di kmr ajj ia baby tae malu lah klo di liat orang banyak hahhahaha*hayalan babu 😆😆
    Kicep kan pany di perlalukan seprti bak ratu dlm dunia tae wkwkkwkwkw

    Like

  6. Siapa kah gadis misterius yv di flash back tdi??
    Untungnya fany cuma shock.gak sampe kejang” dengan kehidupannya sekarang yg serba mewah…😂😂😂
    Beruntungkali fany unnie…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s